Lubuklinggau,Pilarbangsanews.com,- Dr Maramis Saripudin, dokter jaga rumah sakit Siloam Silampari, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, diduga menolak pasien yang merupakan istri anggota dewan untuk dirawat inap. Minggu malam (30/9/2018)

Lismatuti, pasien yang merupakan istri dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan, dari praksi Golkar, ditolak sebelum adanya pemeriksaan secara detail dari rumah sakit tentang penyakit yang dideritanya.

“Belum adanya pemeriksaan secara detail oleh DR Maramis Saripudin, mereka “pihak rumah sakit” langsung menolak untuk merawat inap pasien sebelum tau apa penyakit yang dialami pasien. Sementara istri saya dalam keadaan sakit parah, ujar Ropali SH.

Lanjutnya, dikatakan oleh Dr Maramis, “Penyakit ibu hanya jamur dilidah, sehingga belum bisa dirawat inap, kata Ropali meniru ucapan Dr Maramis. Namun semua itu belum ada pemeriksaan sama sekali secara detail” ujarnya kesal.

Saat masuk kerumah sakit Siloam Silampari, mereka langsung ditanyakan apakah menggunakan BPJS ataukah Umum?, Anggota dewan Empatlawang, Ropali langsung menjawab, menggunakan BPJS. Mendengar hal itu, kemungkinan pihak rumah sakit mengatakan bahwa Lismatuti “si sakit” tidak perlu dirawat inap namun cukup dirawat jalan. Jelas dia.

Selanjutnya pihak keluarga langsung membawa lismatuti kerumah sakit Ar-bunda Kota lubuklinggau. Disana mereka langsung disambut dengan diberi pelayanan yang baik dan segera dirawat inapkan oleh pihak rumah sakit Arbunda Lubuklinggau.

Hendaknya kejadian seperti ini cukup kali ini saja dan tidak akan terulang kembali. Selain itu, diharapkan kepada pihak rumah sakit siloam, supaya bisa lebih baik dan bagus dalam melayani masyarakat pribumi. Jangan hanya mengutamakan para pengusaha dan china saja, harap Ropali.

“Semoga tidak terulang kembali dan diharapkan rumah sakit siloam untuk lebih baik lagi dalam melayani masyarakat pribumi serta jangan hanya mengutamakan pengusaha dan orang cina saja,” harap dia.

Terpisah, Maramis, Dr jaga, membenarkan bahwa si sakit belum perlu dirawat inap karena dia “lismatuti” hanya mengalami penyakit jamur dilidah dan hal itu telah diperiksa secara menyeluruh.

“Memang benar Lismatuti belum perlu dirawat inap dan sudah saya periksa,” sembari menunjukan secarik kertas yang dibawa dari dalam ruangannya dan entah apa isinya.

Namun saat diminta untuk menunjukan data yang menjelaskan bahwa Lismatuti sudah benar benar diperiksa dan belum layak untuk dirawat inap. Dr maramis, terlihat gugup dan tidak bisa menunjukan bukti bukti hasil pemeriksaan secara detail oleh pihak rumah sakit.

Pantauan. Saat Dr Maramis Saripudin dibincangi di rumah sakit siloam Silampari Lubuklinggau, sebanyak lima orang Security berpakaian seragam mendekat dan mendengarkan pembicaraan, seakan akan menjaga dari segala kemungkinan, layaknya seorang bodyguard.

Setelah cukup lama tanya jawab, tiem dikumpulkan disebuah ruangan dengan alasan menunggu Dr Maramis, untuk memeriksa pasien lain terlebih dahulu selanjutnya akan menjelaskan lebih detail. Lagi lagi Scurity ikut masuk mengawal tim awak media.

Nampak didalam ruangan tersebut adanya pemberitahuan larangan untuk merekam, mengambil gambar dan memvidiokan. Hal itu merujuk / Reperensi pada beberapa Undang Undang. Karena menunggu begitu cukup lama, akhirnya tim awak media membubarkan diri.(Sahlin/tim)

By Pilar