PILARBANGSANEWS. COM,–
Berita kasus penganiayaan hingga babak belur dengan korbannya Ratna Sarumpaet sampai kini masih misteri. Pasalnya disatu sisi ada yang menyatakan dan membuat pernyataan bahwa pemukulan terhadap pengarang Teater Marsinah Menggugat itu perbuatan yang sangat keji.

Wakil sekjen Gerindra misalnya mendesak polisi untuk mengusut dan menangkap pelaku

Disalah satu media Online disebutkan Ratna Sarumpaet yang juga salah seorang anngota Tim Kampanye Pemenangan Prabowo-Sandi, dia sempat datang ke rumah Prabowo melaporkan kejadiannya yang dialami kepada calon presiden no Urut 1 itu.

Salah seorang putri Amin Rais pun menulis diakun Twitter nya bahwa Ratna kini merasa cemas karena cucunya diancam akan dihabisi apabila melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

Berita terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet viral di dunia sosial, berbagai tanggapan muncul mengomentari postingan berita maupun foto yang diunggah di FB oleh para Facebooker.

Ada yang menyatakan, gak kasihan itu seorang wanita yang sudah berumur 70 tahun digebukin hingga babar belur. Bagaimana kalau itu terjadi pada ibu anda? Bukankah orang yang telah tega melakukan penganiayaan itu lahir dari seorang ibu? Kementar ini tentu disampaikan oleh orang orang yang merasa prihatin melihat perubahan bentuk wajah Ratna seperti foto diatas.

Kemudian ada lagi yang mengatakan, bahwa itu bukan pemukulan dari tindakan penganiayaan, tapi disebutkan muka Ratna benyok benyok akibat pemakaian silikon pada wajahnya yang telah habis massa.

Betulkah? Sampai saat ini pihak berwajib belum dapat mengidentifikasi apa benar kejadian penganiayaan itu terjadi pada diri wanita yang gigih bila berdiskusi ini.

Hasil Penyelidikan Polisi

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si, telah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan penelusuran ke beberapa rumah sakit di Bandung Jawa Barat untuk mencari tahu apakah ada pasien yang dirawat bernama Ratna Sarumpaet, ternyata hasilnya nihil.

Hasil penyelidikan anak buahnya itu dilaporkan kepada Kapolri. Berikut copy laporan itu kami dapat dari berbagai sumber:

Kepada Yth. Kapolri

Dari : Kapolda jabar

Perihal : laporan hasil pendalaman tentang adanya informasi digaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpait

Selamat sore Jenderal, ijin melaporkan terkait adanya informasi penganiayaan terhadap korban a.n Ratna Sarumpait yang terjadi pada tanggal 21 September 2018.

Hasil pengecekan di Polrestabes Bandung dan 28 Polsek Jajaran dari tanggal 21 September s/d 2 Oktober 2018 tidak ada Laporan Polisi penganiayaan atas nama korban Ratna Sarumpaet.

Adapun rumah sakit yang sudah dilakukan pengecekan hasilnya NIHIL diantaranya :
.
1. Rs Hasan sadikin
2. Rs. Muhammadiyah
3. Rsud Ujung berung
4. Rs. Hermina Arcamanik
5. Rs. Hermina Pasteur
6. Rs. Halmahera
7. Rs. Sariningsih
8. Rs. Dr. Salamun
9. Rs. Adven
10.Rs. Boromeus
11. Rs. Santosa gardujati
12. Rs. Kebon jati
13. Rs. Rajawali
14. Rs. Santoyusup
15. Rs. Al islam
16. Rs. Santosa jl kopo
17. Rs. Melinda 1
18. Rs. Ibu & Anak antap
19. Rs. Limijati
20. Poliklinik BMS
21. Rs. Rotinsulu.
22. Puskesmas Nihil.
23. Rs. Melinda 2

Selain itu juga kami telah melaksanakan lidik dan koordinasi dengan pihak Bandara Husein Sastranegara Bandung, diantaranya :

1. Dan Sat Pom AU Mayor Pom Made Oka (Pengecekan Pos Induk, Pos 1, Pos 2, Pos 3 dan Pos 4).

2. Kordinator AVSEC Bpk Agus Hidayat (Angkasa Pura).

3. Bpk Urip rahardjo (Ofice In Charge )

4. Seluruh supir taxi, supir rental Bandara, tukang parkir dan porter Bandara.

5. Dilakukan Pengecekan terhadap semua manifest kedatangan – penerbangan Garuda, Citilink, Nam Air, Xpres Air dan Air Asia.

Dengan hasil tidak ada nama Ratna Sarumpait dalam manifest keberangkatan dan kedatangan

Demikian kami laporkan, perkembangan akan kami laporkan kembali, terima kasih.

Catatan Redaksi: laporan Kapolda Jabar ke Kapolri itu belum juga bisa diyakini bahwa berita terkait penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet itu hoax karena dalam laporan itu polisi hanya menyatakan tidak bertemu dengan “si korban”, kecuali kalau polisi sudah menyatakan bertemu dengan Ratna Sarumpaet, baru dapat diyakini apakah yang bersangkutan korban pemukulan atau korban dari pemakaian alat untuk awet muda..

(Ezl,Rjl)

Editor: Yuharzi Yunus

By Pilar