REDAKSI

Mulai hari ini Raffi Nusantara wartawan Pilarbangsanews.com yang dikirim oleh Yayasan Suku Anak Dalam Dharmasraya untuk tugas kemanusiaan di Palu Dan Donggala Sulteng, ditengah tengah kesibukannya setiap hari akan melaporkan laporan singkatnya terkait dampak gempa dan tsunami. Ini lampirannya;

Jembatan PonuLele, atau Jembatan Palu IV, Dengan Panjang 250 Meter, Lebar 7,5 Meter, dan dengan titik tertinggi lengkungan jembatan 20,2 Meter, dan luas permukaan Besi total jembatan 6234,40 m2, merupakan ikon kota Palu, ikut ambruk dalam peristiwa gempa Bumi dan gelombang pasang di Palu yang terjadi (28/9) lalu.

Wartawan Pilarbangsanews.com Raffi Nusantara dari Palu melaporkan, Jembatan identik dengan warna kuning ini terletak dikota Palu, membentang di teluk Talise, dikelurahan Besusu dan Lere.

Jembatan kuning ini adalah jembatan Lengkung Pertama di Indonesia Yang menghubungkan Palu Timur dan Palu Barat. Diresmikan pada Bulan Mei 2006 yang lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

JEMBATAN KUNING begitu warga menyebut nama jembatan tersebut, kini tinggal kenangan jembatan itu ambruk di hantam Gempa dan Tsunami. Tidak hanya jembatan kuning infrastruktur yang putus di Palu, namun di bawah jembatan tersebut juga banyak terdapat Rumah Adat Soki–soki, Serta Puluhan rumah disapu bersih rata dwngan tanah oleh Gempa dan Tsunami, PALU–SULTENG berskala 7,4 (SR) itu.

Menurut keterangan Bahtiar selaku warga Kelurahan Kebonena saat di jumpai awak media Menyebutkan, “Jembatan ini menyambungkan antara Talise dengan Taman Ria dan Kampung Rere, Kota Palu. satu–satunya jembatan kebaanggan Kota Palu Sulawesi Tengah, Bahkan Jadi suatu kebanggaan juga bagi negara kita indonesia, Kini semua nya sudah tak ada lagi, Luluh lantak di terjang Gempa dan Tsunami” Ungkapnya. (Bersambung)

By Pilar