Palu, Pilarbangsanews.com,–Tadi pagi (9/10) sekitar pukul 04:15:47 Palu masih diguncang Gempa dengan kekuatan Magnitudo 5,2 SR.
Menurut BMKG Lokasi: 0.89 LS, 119.93 BT, 5 km Timur Laut PALU-SULTENG dengan Kedalaman:10 Km.

Akibat gempa susulan yang terjadi pagi tadi, semua warga yang berada di tenda-tenda berhamburan keluar tenda, dan kelihatan panik.

“Sepertinya mereka ketakutan, seakan mereka mengira tenda itu akan roboh dan menimbun mereka seperti gempa utama sbelumnya,” kata Raffi Nusantara melaporkan dari Posko madinah 517 Jalan Munif Rahman kompleks Bukit Tursyinah, Kel. Donggala Kodi
Desa Kebon Nena, Kecamatan Ulu Jadi.

Traumatik dengan pengalaman gempa utama yang terjadi Jumat sore (28/9), warga ingin berlarian mencari tempat yang lebih tinggi lagi. Padahal tempat pengungsian yang kini mereka huni telah berada dilokasi ketinggian.

Raffi Nusantara yang sedang berada di Lokasi pengungsian ikut mencoba menenangkan para pengungsi agar tidak panik.

“Tak perlu panik, Sabar dan tenang, karena kita sudah berada di titik ketinggian dan Lapang” Ujar Raffi pada Warga Pengungsi saat mereka dilanda kepanikan.

Tak begitu lama Getaran Gempa pun usai, Warga pengungsi kembali masuk ke tenda masing–masing.

Masih terus Dicari.

Raffi Nusantara juga menyebutkan bahwa dia berada Kelurahan Petobo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah.

Luas wilayah kelurahan ini 180 hektar, akibat gempa, limpur dan gelombang pasang tsunami, tercatat jumlah rumah yang rusak tertimbun lumpur di perkirakan 2.050 Unit.

Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban di tengah padatnya timbunan lumpur di Petobo tersebut, senen 8/10/18 Mayat berhasil diketemukan sebanyak 19 orang, sejak kejadian Gempa dan Tsunami mengguncang pada 28 September yang lalu.
(Raffy Nusantara).

By Pilar