Painan, Pilarbangsanews.com,– Ketua MUI Pesisir Selatan, H Asli Sa’ad menyesal telah berburuk sangka selama ini kepada Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

“Ndak ambo sangko pak Bupati begitu terbuka, bisa diajak berdialog dan mau dikritisi, maaf ambo,” kata Asli langsung dia sampaikan kepada Bupati Hendrajoni, usai acara Temu silahturahmi Pemda Pessel bersama tokoh masyarakat di GOR Mohd Zain Painan.

Pernyataan maaf itupun diterima oleh Bupati dan sembari mengatakan “ambopun juo kadang bisa salah, namanya manusia,”

Sebelumnya Asli secara terbuka menyatakan dalam pidatonya, bahwa dia sering ingin menemui Bupati tapi kata piket pol PP pak Bupati ke Jakarta.

Kemudian dulu, kata Asli Sa’ad, waktu pembangunan Masjid Raya Painan akan dibangun, waktu itu Bupati dijabat Nasrul Abit, menjanjikan MUI diberi kantor tapi sampai sekarang janji itu tinggal janji, dan MUI Pessel tak berkantor sampai saat ini.

“Kemudian dana hibah untuk pembinaan leemabaga MUI sudah lama tidak kebagian, kepada Bupati mohon ini dianggarkan,” kata Asli Sa’ad

Menanggapi curhat Ketua MUI Pessel itu, Bupati Hendrajoni pun mengatakan, kenapa Buya Ketua tidak datang saat saya berada di Pessel? Coba kalau datang saat saya ada pastilah akan saya terima.

“Saya tahu, hadis nabi mengatakan, Umara (pemerintah) itu harus dekat dengan ulama. Sebab peran ulama diharapkan akan memberikan masukan kepada pemerintah untuk melaksanakan pembangunan ini ,” kata Hendrajoni.

Terkait masalah Kantor yang sudah dijanjikan oleh pendahulunya (Nasrul Abit) tapi tak dipenuhi, Hendrajoni berjanji akan menempatkan MUI berkantor sama dengan Kantor LKAAM Pessel, Bundo Kandung.

Begitu juga terkait dana bantuan operasional MUI, Bupati langsung memerintahkan Sekda Pessel untuk memasukan pada angaran tahun 2019 yang akan datang. ( YY)

By Pilar