BATANG KAPEH, PILARBANGSANEWS. COM,-– Biksu radikal Myanmar, Wirathu, kembali menyampaikan ceramahnya yang berisi kebencian terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya. Wirathu juga menyampaikan pembelaannya terhadap panglima militer Myanmar yang dituduh membantai Rohingya.

Seperti dikutip dari AFP, Wirathu muncul dalam aksi pro-militer di Yangon yang diikuti ratusan orang pada Ahad (14/10/2018). Ini adalah ceramah pertamanya sejak dilarang bersuara sejak tahun lalu.

Larangan ceramah dikeluarkan dewan biksu senior Myanmar karena Wirathu kerap memprovokasi kekerasan antar umat beragama. Akibat provokasi ini, Facebook juga menghapus akunnya.

Di hadapan para pendukungnya di dekat Pagoda Sule di Yangon, Wirathu mengkritisi masyarakat internasional yang mendesak panglima militer Myanmar Min Aung Hlaing diadili di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

“Hari ketika ICC datang ke sini, adalah hari ketika Wirathu membawa pistol,” kata Wirathu dalam ceramahnya.

Wirathu memuji China dan Rusia di Dewan Keamanan yang menurutnya adalah negara raksasa yang memegang teguh kebenaran karena menolak laporan PBB soal pembantaian 10 ribu Rohingya oleh tentara Myanmar sejak Agustus lalu.

Pembantaian itu juga membuat lebih dari 700 ribu Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

“Jangan bohongi dunia dengan mengatakan Benggala adalah Rohingya karena kalian ingin mempromosikan Islamisasi di Myanmar. Jangan hancurkan negara kami dengan menciptakan kelompok etnis palsu,” kata Wirathu lagi.

Ceramah Wirathu yang anti-Islam memicu kekerasan terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine. Karena provokasi dan ujaran kebencian yang disampaikannya, media Barat menjuluki Rohingya “Buddhis bin Laden”.

Pada 2013, majalah Time memajang wajah Wirathu di sampul depan dengan judul “Wajah Teror Buddhis”.

Sumber: Kumparan.com

By Pilar