Hukum

TO Pemilik Galangan Kapal Di Rohil Jadi Tersangka Kasus Penggunaan Kayu Ilegal

RIAU, PILARBANGSANEWS.COM,– Pemilik galangan kapal di Jalan Pelabuhan Baru Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko Kabupaten Rohil, Riau, To alias At kini ditahan oleh polisi di Rohil karena galangan kapal yang dia miliki diduga menggunakan kayu ilegal hasil tebangan liar.

Kabid Humas Polda Riau Kombespol Sunarto SIK, mengatakan, polisi mengungkapkan kasus ini setelah mendapat informasi bahwa tersangka To menggunakan bahan baku kayu ilegal untuk pembuatan kapal digalangannya.

Untuk memastikannya dilakukan pengecekan ke TKP, pada Rabu, tgl. 5 Sept 2018.
Sebelumnya dibentuk tim
dipimpin Kompol. Darmawan, SH, MH. Dalam tim juga diperkuat oleh 2 Orang Ahli Dari BP2H Riau.

Tim sampai di TKP di Jalan Pelabuhan Baru Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko Kabupaten Rohil milik TSK pada hari Kamis 6 Sept 2018.

Saat itu tim bertemu dengan penuh galangan kapal TO Alias AT. Kepada AT diarahkan menghentikan kegiatan pekerjaan. Pada saat itu Tim juga mendata jumlah tenaga kerja serta bidang pekerjaan mereka masing-masing.

Sementara 2 orang akan dari BP2HP mengidentifikasi kayu dan serta menghitung jumlah kayu yang digunakan untuk pembuatan kapal, jumlah kayu yang ada 64.2043 M3, atau 1071 Keping.

Dari hasil pendataan terhdap TO Als. AT, tersangka mengaku mempekerjakan buruh lebih kurang sebanyak 32 orang.

Setelah dilakukan Identifikasi terhadap Pemilik dan Pekerja di TKP, maka dilakukan pemeriksaan terhadap pemiliknya TO Als. AT dan 4 Org Pekerjanya, masing masing WI Als. HA, AL, SU dan ER

Berdasarkan hasil pemeriksaan dua orang ahli BP2HP, jenis kayu-kayu ditemukan antara lain Kayu Meranti Merah, Laban, Temutun, Suntai. Semuanya bukan Jenis Kayu yang di Budidayakan oleh pemiliknya tetapi diduga hasil tebangan liar. Dugaan itu didukung karena tersangka tidak dapat memperlihatkan Dokumen Surat Keterangan Syahnya Hasil Hutan.

Berdasarkan hasil penyelidikan dilapangan polisi melakukan Gelar perkara, dari hasil gelar perkara ditetapkan pemilik galangan kapal
TO Alias AT sebagai tersangkanya.

Tersangka akhirnya ditahan oleh polisi Setelah memenuhi panggilan ke II, pada pemanggilan Pertama berhalangan tapi pada panggilan ke II, tersangka datang Rabu 31 Oktober langsung ditahan setelah lebih dahulu melalui proses pemeriksaan,” kata Kombespol Sunarto.

Saat ini, kata Kombespol Sunarto, proses penyidikan terhadap tersangka dan penahaan tetangga dan barang bukti diitipkan di Polres Rohil.

“Terhadap barang bukti dalam. Waktu dekat akan dilelang, untuk kasus ini dikoordinasikan dengan KP2NL Wilayah Dumai,” demikian Kombespol Sunarto. (yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *