Malaysia

500.000 Massa Berkumpul Tolak Ratifikasi Konvensi Internasional Tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial (Icerd)

Kuala Lumpur, Pilarbangsanews.com,–Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan kehadiran besar-besaran dari anti-ratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (Icerd) hari Sabtu (8/12) merupakan manifestasi kebangkitan masyarakat.

Presiden Umno ini mengklaim 500.000 orang berkumpul menghadiri rapat umum di dekat Dataran Merdeka.

“Ini adalah manifestasi bahwa Islam itu diejek, jika bangsa (Melayu) diejek, jika hak kita diejek kita akan bangkit bersatu.

“Ini adalah simbol pemerintah saat ini untuk tidak bermain dengan rakyat. Jika perasaan orang diredam kita akan bangkit.

“Ini adalah peringatan kami bahwa jangan tbermain main dengan umat Islam,” kata Dr Ahmad Zahid Hamidi dalam pidatonya di oposisi Icerd yang dibentuk malam kemaren.

Meskipun Ahmad Zahid mengklaim bahwa kehadiran majelis itu mencapai 500.000, pihak berwenang memperkirakan kehadiran hanya sekitar 55.000 peserta.

Media Malaysiakini, seperti yang dikutip, memperkirakan jumlah massa yang hadir 80.000 orang.

Aksi 812 diadakan sebagai protes suara atas proposal pemerintah yang bertujuan untuk meratifikasi konvensi sebelumnya.

Namun, pemerintah Pakatan Harapan (PH) melalui Kantor Perdana Menteri (PMO) pada 23 November mengumumkan keputusannya untuk tidak meratifikasi Icerd.

Dikutip dari Kantor Berita Antara Pengunjuk rasa memadati sepanjang jalan di depan Bangunan Tua Sultan Abdul Samad di depan Dataran Merdeka dan sepanjang Jalan Raja Laut mulai dari depan Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (pemerintah kota Kualalumpur) hingga di depan stasiun kereta ringan Masjid Jamek.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak dan istrinya Datin Rosmah datang bersama sejumlah pendukungnya dari stasiun kereta ringan PWTC setelah berjalan berarakan dari kantor UMNO di sebelah gedung PWTC.

Sebagian besar laki-laki dan perempuan pengunjuk rasa mengenakan baju putih bertuliskan “Bantah ICERD”, “ICERD Mengancam Islam dan Melayu”, “Daulat Tuanku, Jangan Hina Raja Kami” dan sebagainya sambil membawa bendera tauhid, bendera Malaysia, bendera PAS dan UMNO.

Sejumlah polisi dan petugas keamanan dari partai peserta turut menjaga unjuk rasa itu, yang berlangsung hingga pukul 17.00.

Mereka khawatir bahwa dengan penerapan ICERD, hak istimewa orang Melayu dan Islam, yang ada dalam Konstitusi Federal, akan dihapus.

“Jangan pukul sarang tebuan”

Sementara itu, Presiden PAS, Abdul Hadi Awang menggambarkan kontrak sosial yang terkandung dalam Konstitusi Federal lebih sempurna daripada Icerd.

“Agama Islam federal telah memberikan kebebasan kepada agama-agama lain, kontrak sosial yang ada saat ini lebih baik daripada Icerd.

“(Mengapa) budaya Barat yang menghormati hak-hak binatang daripada manusia, berani mereka membawa Icerd ke parlemen.

“Kami berbicara tentang Parlemen jika Anda berani membawanya ke parlemen dan kami akan membawa orang ke jalan karena jalan juga merupakan salah satu demokrasi,” kata Abdul Hadi mengancam.

Anggota Parlemen Marang ini menutup pidatonya dengan pantun kepada pemerintah.

Pantun tersebut berbunyi:

Sila beli kapur barus,

Sila jemput silalah kaut,

Jangan berani melawan arus,

Kelak tenggelam di dasar laut.

Dari Pelangai pergi Merapoh,

Kerana mahu bei buahnya,

Lampu Merah Jangan dirempuh,

Kalau dirempuh bear padahnya.

Dari Serdang ke Pasir Salak,

Datang menangguk udang galahnya,

Sarang tebuan jangan dijolok,

Kalau dijolok buruk padahnya.

(Mki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *