LisdaPessel

Lisda Hendrajoni Bersama Roni di Tempat Pasungan

Tapan, Pilarbangsanews.com,–Sebagai seorang ibu Hj. Lisda Hendrajoni, SE,MM.Tr selalu memperlihatkan sifat kasih sayang dan keibuannya kepada siapa pun, termasuk kepada orang mengalami gangguan jiwa berat.

Hal ini terlihat ketika istri Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang akrab disapa bunda Lisda, mengunjungi seorang laki-laki lajang Roni th 23 yang dipasung karena mengidap penyakit gila, di Nagari Tanah Bagali Kecamatan Air Pura, Rabu (27/3).

Roni telah lama dipasung, dia dipasung karena sering ngamuk, dari pada bikin masalah, kelurga sepakat memasung Roni.

Biasnya Roni jika didekati oleh orang yang tak dikenalnya, dia marah marah, tapi ketika Lisda Hendrajoni, menyambangi Roni ditempat dia dipasung sepertinya Roni nampak terhipnotis.

“Roni mau kue ?” tanya Lisda Hendrajoni.

“Mau bu, ” seraya mengambil kue dari tangan Lisda.

Belum habis kue, Roni, meminta kopi, tapi karena persediaan air panas tidak ada, maka Roni hanya diberi air putih.

Kemudian Lisda Hendrajoni, bertanya.
” Lai namuah Roni baubek ? ”

” Lai bu” jawab.

Kalau kita lihat sepintas dialog mereka layaknya orang sehat. Mungkin karena sentuhan kasih sayang Roni terlihat lancar saja menjawab pertanyaan Lisda Hendrajoni.

Roni anak pasangan Asrul (almarhun) dengan Linda Th. 49 tahun warga nagari Tanah Bakali Kecamatan Air Pura Pesisir Selatan Sumatera Barat, sejak tujuh tahun. lalu divonis menderita gangguan jiwa berat.

Semenjak itu, Roni harus rela dipasung dengan cara mengikat kaki sebelah kanannya dengan rantai. Akibat lama dirantai terlihat pergelangan kakinya bengkak.

Menurut penuturan ibunya Linda, Roni yang hanya sekolah sampai kelas II itu, awalnya penyakit demam panas, kemudian sifatnya berubah jadi pemurung dan akhirnya bawaannya berjalan dan lari tidak jelas tujuan.

“Untuk menghindari hal-hal tidak diingini Roni terpaksa dirantai,”aku ibunya.

Baca juga ;

Ketua TP-PKK Pessel Lisda Hendrajoni : Ibu Ibu Anggota PKK Aktif Cegah Stunting

.

Lisda Hendrajoni ; Pesisir Selatan 2021 Tak Ada Lagi Warga “E’ek” Sembarangan

Dijelaskannya, beberapa tahun lalu, Roni, sempat diobat ke rumah sakit dan sehat. Namun tidak lama kemudian sakitnya kembali kambuh.

Semenjak tidak diobat lagi ke rumah sakit, karena disanggup lagi membayarnya.

Ibu empat anak itu semenjak beberapa tahun, sudah menjada karena ditinggal mati suaminya.

Menanggapi ketiadaan uang untuk berobat, Hj Lisda Hendrajoni, berjanji akan memberikan kartu BPJS untuk berobat.

Dalam kesempatan itu, menugaskan Kadis Kesehatan untuk membanti pengurusannya.

Tidak Dihipnotis

Lisda Hendrajoni ketika ditanya kenapa Roni bisa mulunak saat dia sapa. Apakah ibuk punya ilmu hipnotis?

“Ndak…, Ndak ada ambo punya ilmu hipnotis itu. Cuma ambo pernah baca beberapa literatur, bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa berat itu sebenarnya masih bisa didekati dengan sentuhan emosional.

Mereka bisa diajak berdialog dan menjawab pertanyaan dengan jawaban seperti layaknya orang sehat.

Cuma karena gangguan itu, mereka tiba tiba ngelantur.

Mengalami gangguan jiwa ini bisa sembuh jika lingkungan mendukung dan mengingatkan mereka rajin minum obat. (Rnl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *