Ribuan Mhs Papua Pulang Kampung, IrjenPol Paulus Waterpauw; Cegah dan Cari Tindakan Solutif

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, —
Sebagai orang yang berasal dan berkampung halaman di Papua, Ketua Tim Asistensi Kapolri Irjen Pol Paulus Waterpauw ternyata mendapatkan peringatan secara halus dari seorang pendeta terkait dengan pernyataan Irjen Paulus Waterpauw yang mensinyalir kini ada ribuan mahasiswa yang kuliah dibeberapa kota di tanah air, pulang kampung akibat adanya intimidasi dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Sang pendeta tak ingin Ketua Tim Asistensi Kapolri Irjen Pol Paulus Waterpauw mengkaitkan dengan sinyalemen keteribalatan KNPB, sebab kata pendeta, persolan pulang kampung mahasiswa itu bukan masalah KNPB, Namun menurut sang pendeta kasus ini masalah rasisme.

“Kk Jendral izin, kita sekarang tidak bicara KNPB tapi ini masalah Rasisme, masalah mahasiswa Surabaya dan tambah lagi dengar pelemparan ular diasrama dll. Kami semua harapkan supaya Papua ada pemulihan yg mereka sdh korban , jgn tambah masalah lagi ! Mohon maaf kalau saya salah menangkapi, ” tulis pendeta itu.

Agar sang pendeta paham, mantan Kapolda Papua yang beristrikan wanita Suku Batak ini menjelaska secara singkat akar persoalan.

Baik pesan dari pendeta maupun jawaban dari Irjen Pol Paulus Waterpauw yang juga mantan Kapolda Sumatra Utara ini, Redaksi Pilarbangsanews.com, memperoleh copyan-nya. Dan ketika copyan itu dikonfirmasi langsung oleh redaktur Pelaksana Pilarbangsanews.com kepada Irjenpol Paulus Waterpauw, jendral bintang dua ini membenarkan sebagai mana adanya.

Berikut kami posting secara utuh balasan dari Ketua Tim Asistensi Kapolri Irjen Pol Paulus Waterpauw merespon pesan dari sang pendeta;

Yth. bapak pdt, semua kita turut prihatin dan bahkan marah saat viralnya ungkapan kebencian yg berlebihan sebagai “stereotipe” yang persepsi yang sering diberikan kpd kelompok tertentu (prasangka negatif yg mengarah pada diskriminatif) yang telah terjadi di Jl Kalasan 10 asrama KAMASAN III surabaya pada tanggal 16-17 Agustus 2019 lalu.

Atas kejadian ini para pelaku telah ditindak secara hukum dan tegas bagi oknum warga masayarakat Surabaya yang diduga telah melakukan perbuatan diskriminatif tsb serta permintaan maaf mewakili warga masyarakat oleh Gubernur Jawa Timur, Walikota Surabaya dan Walikota Malang serta telah menyatakan menjamin keamanan mhs di Jatim dan berharap pr Mhs tetap melanjutkan studynya dg baik.

Yang menjadi keprihatinan pemerintah dan kita semua sakarang adalah terjadinya eksodus Mhs dari bbrp kota study dihampir seluruh propinsi ditanah air….kenapa bs terjadi eksodus….siapa yg menggerakkan… siapa yg memodali dan apakah tdk dipertimbangkan dampak dari eksodus itu sendiri ???? artinya ada pihak yg terindikasi ikut menggerakkan pr Mhs ini….mereka itu adalah aliansi mhs papua yg selama ini kami ikuti adalah pihak yg nyata-nyata berafiliasi dengan kelompok KNPB.

jadi mohon kiranya kita semua membantu memberikan saran solutif bagi anak2 kita Mhs utk tidak ikut larut dlm situasi ini dan segera bisa kembali ke kota study masing-masing sebagaimana himbauan bapak Gubernur papua/papua barat, pr bupati/walikota setanah papua yg telah dibuat scr tertulis maupun tdk tertulis,

demikian sedikit masukan bagi bapak pdt kiranya Tuhan menyertai kita semua, amin Paulus Waterpauw. (****)

Baca juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *