UNIVERSITAS NEGERI PADANG: MAKIN “RANCAK dan TACELAK” (Oleh Nurhayati MA)

Padang, Pilarbangsanews.com, — Universitas Negeri Padang (UNP) adalah hasil konversi IKIP Padang menjadi Universitas yang pada mulanya bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Dan semenjak didirikan pada tanggal 23 Oktober 1954 telah banyak mengalami perubahan yang meliputi bukan saja nama dan tempat kedudukannya tetapi juga status serta program-program pendidikan yang dikembangkannya. Hal ini sesuai dengan kebijakan untuk memenuhi tuntutan perkembangan Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Dalam hal nama dan kedudukan, UNP mengalami lima periode perubahan yaitu Periode PTPG Batusangkar, Periode FKIP Universitas Andalas Bukittinggi dan Batusangkar, Periode FKIP Universitas Andalas Padang, Periode IKIP Jakarta Cabang Padang, Periode IKIP Padang, dan Universitas Negeri Padang (Keputusan Presiden No. 93 Tahun 1999 tanggal 24 Agustus 1999). Sejak berubah status, Dirjen Dikti menyetujui UNP untuk menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tenaga kependidikan serta program-program studi non-kependidikan mulai dari Strata 1 (S1) sampai dengan Strata 3 (S3) bahkan Diploma 3 (DIII).

UNP saat ini mempunyai 8 (Delapan) Fakultas dengan hampir 94 Program Studi yang terdiri dari 51 Program Studi Sarjana/Diploma Empat (S1/D4), 13 Program Diploma Tiga (DIII), 22 Program Magister (S2), 7 Program Doktor (S3), dan satu Program Pendidikan Profesi Konselor.

UNP, lima tahun ini terus berbenah dan memantaskan diri dalam dunia pendidikan tinggi baik tingkat nasional, ASEAN bahkan Dunia. UNP terus melengkapi serta menyempurnakan berbagai sarana dan prasarana demi terselenggaranya proses pembelajaran pendidikan tinggi. Pembangunan fisik terus dilakukan sehingga saat ini UNP dihiasi oleh gedung-gedung megah bernuansa Minangkabau yang dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika UNP bahkan masyarakat umum, instansi pemerintah dan LSM. Gedung-gedung tersebut antaranya: Auditorium UNP, UNP Hotel and Convention, UNP Sport Center, dan hampir di semua fakultas juga telah memiliki Aula untuk kegiatan-kegiatan berskala besar.

Selain itu, UNP dalam lima tahun ini juga gencar melakukan sosialisasi diri ke dunia luar. Ini ditandai dengan begitu banyaknya even-even nasional bahkan internasional yang diselenggarakan di UNP atau UNP sendiri menjadi Tuan Rumah seperti Kuliah Umum dengan berbagai Narasumber dalam dan luar negeri, International Conference, KONASPI, MEA 2019, dan LPTK CUP X 2019. Bahkan Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D juga tak segan-segan dan tak pernah mengenal lelah untuk mengunjungi Instansi Pemerintah, BUMN, dan Universitas dalam dan luar negeri guna menjalin kerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mengembangkan dan memajukan UNP menuju World Class University.

Dan UNP sebagai Universitas penyelenggara Pendidikan Tinggi yang telah 65 tahun berdiri dan berkontribusi nyata bagi negeri sudah sewajarnya melebarkan sayap lebh tinggi untuk mau dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Hal tersebut sangat perlu dan penting adanya mengingat daya saing dan kompetisi dunia global yang tak mudah dan tak bisa di anggap sebelah mata. Walau tak bisa dinafikkan juga telah begitu banyak dosen maupun mahasiswa UNP yang berkontribusi nyata bagi pengembangan kampus melalui kegiatan-kegiatan akademik serta non-akademik dan berbagai perlombaan yang telah diikuti tingkat nasional dan internasional. (Data dan Fakta dapat dilihat pada situs unp.ac.id)

Kado terindah untuk UNP pada Dies Natalis ke-65 tahun 2019 ini adalah masuknya UNP dalam deretan Perguruan Tinggi terbaik Indonesia (Rangking 25) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, 36 Program Studi telah terakreditasi A dari BAN PT serta yang terbaru 4 Program Studi yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Kimia, Manajemen, dan Pendidikan Teknik Elektro telah resmi terakreditasi internasional melalui AUN-Qa (ASEAN University Network-Quality Assurance) pada Oktober 2019. dan hal ini tentu tidak terlepas dari keyakinan dan usaha dari Pimpinan UNP beserta segenap Civitas Akademika UNP yang sangat menginginkan UNP menembus kancah pendidikan internasional.

Tetap dan Lanjutkanlah……

Prof. Ganefri, Ph.D telah memulai karirnya sebagai Pendidik di UNP sejak tahun 1989. selain mengajar, lulusan S3 Pendidikan Teknikal Vokational UKM Malaysia ini juga telah menduduki berbagai jabatan strategis baik akademik maupun non akademik di tingkat lokal hingga nasional, diantaranya: Dekan Fakultas Teknik UNP, Ketua Kopertis Wilayah X (Sumbar, Jambi, Riau, dan Kepri), dan Rektor UNP Periode 2016-2020.

Prof. Ganefri, Ph.D menurut sebagian Civitas Akademika UNP adalah sosok dan pribadi yang hangat, bersahabat, disiplin, tegas, selalu berpikir positif kepada siapapun, serta pribadi dengan segudang ide untuk memajukan UNP. Pribadi yang selalu terbuka dan selalu memberikan reward atau penghargaan bagi civitas akademika UNP yang berprestasi. Beliau juga selalu membuka ruang diskusi untuk setiap permasalahan yang ada, tidak anti kritik, dan selalu menomorkan satukan UNP diatas hal lainnya. Pribadi beliau yang mudah diajak berdiskusi dan murah senyum itulah yang membuat mahasiswa sedang berdiskusi atau berbicara santai layaknya dengan ayah sendiri.

Dan hampir 4 tahun sudah beliau menahkodai UNP. Dapat dilihat dengan jelas dan nyata tak terhitung telah berapabanyak perubahan dilakukannya hingga UNP seperti sekarang ini. Berkat kepandaian beliau dalam hal diplomasi/lobi juga tak terhitung telah berapa banyak pejabat baik daerah maupun nasional keluar masuk UNP untuk share ilmu dengan civitas akademika UNP. Seperti, CEO/ Pemimpin Corporation, Bupati/ Walikota, Gubernur/ Wakil Gubernur, Ketua-Ketua Lembaga Negara, Tokoh-Tokoh Nasional, Menteri-Menteri KIK, Kapolri, Panglima TNI, Duta Besar Negara, Wakil Presiden RI, hingga Presiden RI. Hal tersebut beliau lakukan sebagai pencerahan dan motivasi semangat bagi UNP bahwa UNP siap berkompetisi dalam dunia pendidikan tinggi global.

Saat ini, Finalis Academic Leader Ristek Dikti 2019 itu ikut diperhitungkan banyak pihak dari pusat hingga daerah untuk diajak serta berkontribusi dalam pembanguan dan kemajuan diposisi yang lebih tinggi. Bahkan nama beliau masuk dalam bursa calon Gubernur/Wakil Gubernur SUMBAR lima tahun kedepan. Dan tentu tidak bisa dinafikkan dengan kapabilitas dan kemampuan yang beliau punyai bukan tak mungkin hal itu terjadi. Namun, sungguh pun demikian UNP masih dan lebih membutuhkan beliau untuk melanjutkan dan menuntaskan mimpi besar beliau membawa UNP menuju World Class University. Untuk melanjutkan dan menuntaskan ingin seluruh civitas akademika UNP agar UNP menjadi salah satu LPTK yang dipandang dan diperhitungkan keberadaannya dalam dunia Pendidikan Tinggi.

Akhirnya, sebagai pribadi yang pernah dan sedang menuntut ilmu di kampus dengan motto “Alam Takambang Jadi Guru” ini sangat berharap agar beliau, Prof. Ganefri, Ph.D tetap mau bertahan untuk melanjutkan pengembangan UNP. Terlepas dari yang telah ada, sungguh masih banyak yang harus terus diperbaiki dan disempurnakan oleh UNP, dan oleh karenanya, UNP masih dan sangat memerlukan sang pemikir seperti Prof. Ganefri, Ph.D. Tak ada niat lain selain ingin melihat UNP sejajar dengan Perguruan Tinggi lainnya dan mampu menjadi referemsi bagi Perguruan Tinggi lain. Karena hanya dengan itulah seluruh civitas akademika dan Alumni UNP akan dengan bangga mempromosikan almamatenya ke masyarakat luas. Dan mimpi menjadikan UNP sebagai World Class University dapat terwujud.

Padang, 2 November 2019
Nurhayati MA

Baca juga;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *