Akankah Irjenpol Drs Fakhrizal M.Hum Jadi Gubernur Sumbar?

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, — “Utiah…., takana diden dulu apak awak nan manulih carito awak ko ka maundang pak Irjenpol Fakhrizal minum kopi pagi di Lapau Mak Gambuang. Lai jadi undangan itu nyo sampaikan di apak awak?” tanya Tam Arah kepada Utiah Kapeh sebagai kata pembuka ota lamak meraka pagi ini.

“Den raso mungkin tak jadi apak awak maundang pak Fakhrizal itu doh. Sabab kalau beliau undang, ndak mungkin rasanya apak Fakhrizal ndak amuah datang. Agak subanta beliau kajakan juo ka tampek awak,” kata Ujang Saga mencoba menjawab meskipun yang ditanya bukan dia. Tapi adalah Utiah Kapeh.

Tam Arang maupun Utiah Kapeh tak akan merasa dipotong pembicaraan mereka. Disini di Lapau Mak Gambuang, demokrasi betul betul dihargai, para pelapau bebas saling berebut bicara. Dan yang tak pernah ada ditemui ditempat lain. Saat berdiskusi mereka akan mendengar apa yang disampaikan oleh temannya. Sebelum selesai bicara temannya yang lain akan diam tak akan merebut pembicaraan teman yang sedang bicara.

Udin Gagok contohnya, walupun teman-temannya lama menunggu kalimat yang disampaikan,
Kesempatan diberikan kepada Udin Gagok untuk menuntaskan pembicaraan. Jika sudah selesai baru yang lain merespon.

“Dee-den raa-raso pa-pak Irjenpol Fakhrizal tu-t-tutu ndak mu-mu-mungkin ba-ba-baliau aa-aaa-muah da-da-dtang kaa La-lapau Mak Gambuang ko doh Tam, ” kata Udin Gagok.

“Alasannyo apo kiro kiro tu?” tanya Utiah Kapeh.

Tanya Utiah Kapeh ini dijawab oleh Mas Tartok. Menurut Mas Tartok, Irjenpol Fakhrizal itu tak mau datang, karena tak merasa perlu melayani keinginan penulisan cerita ota lamak di Lapau Mak Gambuang ini.

“Beliau itu seorang jenderal bintang dua, dengan jabatan Kapolda Sumbar. Kalau marasa tak ada manfaatnya, untuk apa beliau penuhi keinginan penulis kita, ” kata Mas Tartok.

“Beliau kan bakal jadi calon Gubernur Sumbar dan ikut pada pilkada 2020? ” kata Tam Arang.

“Siapa yang bilang begitu? ” Mas Tartok balik bertanya.

“Diberita media apalagi media online sudah sering beritanya keluar, ” kata Tam Arang.

“Tapi kan dia belum mengatakan terang-terangan bahwa dia akan maju,” tangkis Mas Tartok.

“Iya memang enggak, tapi saya pernah baca dimedia, di Solok beliau mendapat kalungan kain sarung dari Ninik Mamak setempat, disamping menerima pernyataan dukungan untuk maju dalam pilkada. Begitu juga ketika berkunjung ke Solok Selatan juga mendapat dukungan dari ninik mamak disana,” kata Tam Arang.

“Ow..yo, di Pariaman, Ketua DPW PAN Sumbar Ali Mukhni yang juga Bupati Padang Pariaman menyatakan dukungan kepada Irjen Pol Fachrizal untuk maju, ” kata Ujang Saga.

“Hebatnya pak Kapolda ini, setiap ada yang menyampaikan dukungan, tak pernah dia mengeluarkan statemen akan maju. Dia selalu menjawab dengan ucapan terima kasih dan masih pikir pikir dulu,” kata Tam Arang.

“Itu wajar saja.. Maklum pak kapolda ini seorang Intelijen. Seorang intel itu tak akan sembarang ngomong. Dia mengumpulkan informasi, dari informasi itu dianalisa baru kemudian diambil dan disusun langkah langkah yang strategis untuk melakukan tindakan aksi kongkrit, ” kata Mas Tartok.

“Mas Tartok, beri kesempatan saya bicara,” kata Pakie Teliang.

“Silahkan Pakie.” jawab Mas Tartok.

“Kalau menurut pandapek deyen, pak Kapolda itu memang hebat. Inyo lihat dulu bagaimana respon masyarakat terkait pencalonan dirinya jadi Gubernur Sumbar. Kalau nanti banyak dukungan baru beliau mau maju. Sebab kalau maju jabatan Kapolda harus ditinggalkan dulu. Nah jika sudah tidak jadi Kapolda tentu respon urang akan tidak sama saat jabatan itu masih disandang. Disini letak hebatnya beliau, ” kata Pakie Teliang.

Dari pernyataan Pakie Teliang itu apa boleh disimpulkan, bahwa kini banyak pihak yang memberi dukungan, lantaran Irjen Pol Fakhrizal sedang menjabat jadi kapolda? Begitukah? tanya Mas Tartok.

“Kurang lebih begitu, ” kata Pakie Teliang yang biasanya dalam pembicaraan lebih suka menggunakn bahasa Minang, tapi pagi ini ikut-ikutan menggunakan bahasa Indonesia.

“Ada satu pertanyaan saya Tiah,” kata Ujang Saga.

“Apo tu? ” jawab Utiah Kapeh.

“Seandainya Irjenpol Fahkrizal mencalonkan diri ikut pilkda apakah beliau harus pensiun atau cuti saja. Sebab kalau ASN, anggota DPR-RI bila jadi calon harus mengundurkan diri jadi ASN maupun jadi anggota legislatif. Kalau di lembaga Kepolisian baa yo? ”

“Kepolisian itu kan juga termasuk aparatur sipil. Ambo raso haruslah mengundurkan diri jadi Kapolda itu,” kata Utiah Kapeh.

“Apa Fakhrizal dia mau?”

“Kalau aturan sudah begitu mau tak mau. Harus lah Fakhrizal minta pensiun jika dia sebagai calon,” tambah Utiah Kapeh.

“Dan itu juga salah satu sebab kenapa Irjen Pol Fakhrizal sampai kini masih belum mengeluarkan statemennya maju atau tidak, ya Utiah, ” kata Ujang Saga mencoba menebak.

“Lebih kurangnya begitu. ” Jawab Utiah Kapeh.

“Nama calon yang mengapung dalam pilkada Gubernur Sumbar
dari Agam dan Bukittinggi ini ada berapa, Tiah?” tanya Pakie Teliang lagi.

Ada 4 orang kalau gak salah, diantaranya Mulyadi, Buya Mahyeldi, Dr. Ir. H. Indra Catri, MSP., Dt. Malako Nan Putiah dan Irjen Pol Fakhrizal.

“Batamu klorok tu? Bisa badarai-darai suaro Agam dan Bukittinggi kalau ka ampeknyo sakali maju, ” kata Lebai Litak meramalkan.

Nanti kalau sakali maju ka ampeknyo, masing masing akan mancari wakil yang potensial.

“Sia namo wakil nan potensial kini?”

“Rektor UNP Prof Ganefri Ph.D, urang awak dari Payahkumbuh dan pak Shadiq Pasadigue mantan Bupati Tanah Datar 2 Priode. Nan baduo ko potensial mah di daerah masing masing,” kata Utiah Kapeh.

“Akankah Irjenpol Drs Fakhrizal M.Hum jadi Gubernur Sumbar?” tanya Mas Tartok.

“Lihat dan tunggu pilkada nanti,” kata Utiah Kapeh mengakhiri ota lamak mereka di Lepau Mak Gambung pagi tadi. (****)

Baca juga :