Balon Gubernur Sumbar, Dari Partai Gerindra; Mulyadi atau Nasrul Abit?

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com,– “Ir Mulyadi hari Senin lalu telah mencalonkan dirinya ikut pilkada Gubernur tahun 2020 ke Panitia pendaftaran calon Gubenur/wakil Gubenur Partai Gerindra Sumbar. Begitu saya baca berita di salah satu media online. Dan pada minggu sebelumnya saya juga membaca berita bahwa Nasrul Abit sebagai ketua DPW Partai Gerindra Sumbar akan maju dalam pilkada juga sebagai calon Gubernur. Pertanyaan saya siapakah yang akan dicalonkan oleh Partai Gerindra? Nasrul Abit atau Mulyadi atau calon lain,” kata Mas Tartok, pagi tadi memulai ota lamak mereka di Lepau Mak Gambuang.

Sebagai orang sumenda di Kecamatan Batang Kapuak, Kebupaten Pasir Santan, Mas Tartok yang berasal dari Jawa Timur itu, kini sudah mulai “mantiak” kalau ngobrol di Lepau Mak Gambuang. Dulu setahun yang lalu, Mas Tartok duduk di Lepau Mak Gambuang, tak berani bicara banyak. Takut menyorong pembicaraan Tam Arang dan Utiah Kapeh. Dia maklum posisinya hanya sebagai orang sumenda, namun akhir akhir ini Mas Tartok, tidak merasa orang asing di kampung Tam Arang ini. Dia merasa sebagai di kampungnya sendiri.

Kenapa itu bisa terjadi? Tentu karena penerimaan warga terhadap siapa saja dikampung ini dianggap sama. Di Kampung Tam Arang tidak ada istilah Pribumi dan Non Pribumi. Pepatah mengatakan “dimana bumi di pijak disana langit dijunjung” bukan hanya menjadi pedoman bagi mereka bila merantau tetapi juga mereka dapat menganggap diri orang yang merantau ke kampung mereka akan melakukan hal sama. Itulah yang membuat Mas Tartok tak merasa segan kalau bicara di Lepau Mak Gambuang. Dan pagi ini Mas Tartok bereperan sebagai pembuka ota lamak di Lepau Mak Gambuang.

Po-po-politik iiiitu tak sa-sam-sampai pa-pa-pagi ma-masaknya doh Mas Ta-tartok,” kata Udin Gagok.

“Iya sih…., uda Udin, malam masak, paginya bisa mentah lagi. Dalam bahasa politik itu yang disebut dinamis, ya Tam? ” kata Mas Tartok.

“Pak Mulyadi ini apa sudah siap dia maju sebagai calon gubernur? Sebab menurut peraturan yang berlaku, setiap anggota legislatif yang duduk harus mengundurkan diri baru boleh ikut sebagai calon. Apakah beliau tidak takut kalau nanti tak terpilih, sikua capang saikua capai jadinyo, kalau tak terpilih” kata Tam Arang.

“Kalau tak siap mundur tentu pak Mulyadi tu tak kan mencolonkan dirinya ke Gerindra. Itu tanda beliau sudah siap itu,” ujar Mas Tartok.

“Pak Mul ini memang betul betul politikus yo, Tiah,” kata Pakie Telang berkomentar.

“Alasannya kenapa Pakie bilang begitu? ”

“Politik itu kan dalam prakteknya harus berpacu mencari pesona. Dengan mendaftarkan diri ke Partai Gerindra, Pak Mul beliau mencoba mendahului Nasrul Abit wakil Gubenur yang juga ketua DPW Gerindra yang konon juga bakal maju dalam pilkada, ” kata Pakie Telang.

“Apakah pak Mulyadi ini tak terlalu ke-PeDe-an. Sebab tak mungkin lah Gerinda mencari nafas keluar badan. Sementara jagoannya ada,” kata Tam Arang.

“Kata Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Partai Gerindra Syafruddin Datuk Sangguno mengatakan, daerah hanya menerima pendaftaran Cagub dan Cawagub. Penentuan akhir siapa yang akan diusung ditentukan oleh Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. Artinya apa? kata Mas Tartok. ” Itu artinya pak Nasrul Abit meskipun jadi ketua DPW Gerindra juga masih belum bisa diyakini dan dipastikan bisa jadi calon gubernur dari Partai Gerindra,” tambah Mas Tartok mencoba menginterpretasikan.

“Iya pula kalau begitu,” kata Utiah Kapeh.

“Jangan jangan pak NA nanti dipasangkan jadi wakilnya pak Mulyadi, atau sebaliknya, Pak Mulyadi jadi wakilnya NA” kata Pakie Teliang mencoba membaca gambaran politik saat ini.

“Kalau pak Mul jadi wakil pak NA mungkin enggak mau dia. Soalnya pak Mul ketika ditanya oleh apak awak yang menulis cerita ini lewat aplikasi whatsappnya mengatakan beliau mendaftar diri bukan sebagai wakil Gubenur tetapi beliau mengisi blangko/formulir pendafatarn sebagai calon Gubenur. Jadi Pak Mulyadi itu memang mau jadi Gubenur itu tak mau jadi wakil Gubenur,” kata Utiah Kapeh.

Kata apak awak yang menulis cerita Tam Arang dan Utiah Kapeh ini, pak Mulyadi itu, kini tak perlu cari Partai lain sekedar untuk bisa sebagai calon. Sebab DPW PPP Sumbar sudah menyatakan bahwa akan mengusung pak Mul ini. Kenapa pak Mul masih mendaftar ke Gerindra? ”

“Semakin banyak partai yang mengusung semakin baik. Nanti pada waktunya pilkada berlangsung mesin partai akan bergerak ikut membantu peroleh suara, pastinya begitu, ” kata Utiah Kapeh.

“Tiah…” kata Labai Litak mulai bersuara.

“Yupz ngku Labai,”

“Takana di ambo, kalau nanti pak Prabowo mengabulkan permintaan Mulyadi, dan disetujui pula Pak NA jadi calonnya wakilnya Pak Mulyadi, apa mungkin pak NA dia mau begitu? ” tanya Labai Litak.

“Semuanya bisa terjadi. Politik itu dinamis dan kadang sulit diprediksi si A berteman dengan siapa? Si B atau di China atau si D. Itu sulit ditebak. Pertimbangan dalam poltik pilkada itu tidak hanya satu aspek, tetapi aspek yang harus dikaji dan didalami,” kata Utiah Kapeh.

“Coba Utiah suruh apak awak yang menulis cerita ini bertanya pada pak NA, apa komentar pak NA kalau nanti pak Prabowo menyetuji pak NA jadi wakil dan pak Mul jadi Gubenur, ” pinta Labai Litak.

“Sudah ditanya oleh pak YY. Ini pertnyaan pak YY kepada Pak Wagub NA; Batanyo ciek ambo pak wagub. pak Mulyadi mendaftarkan diri jadi calon gubernur di Gerindra. Sementara sebagai ketua DPW Gerindra pak Wagub.. Komentar apak? ”

Lalu pesan itu dijawab oleh pak Nasrul Abit ; “Maaf pak ambo tdk komentar”

“Jadi gak mau pak NA berkomentar?”

“Ya memang beliau tak mau memberikan komentar,” kata Utiah Kapeh menyudahi ota lamak mereka pagi ini di Lepau Mak Gambuang.(****)

Baca Juga;