Antara Hendrajoni dan Nasrul Abit; Ciek Naik, Ciek Turun

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, — Dalam sepekan kemaren ada dua peristiwa penting yang menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan yang gemar mengikuti dinamika perpolitikan di Sumatera Barat. Pertama yaitu terkait dengan dicopotnya Nasrul Abit jadi Ketua DPW Partai Gerindra dan digantikan oleh Andre Roseade dan ke dua diangkatnya Bupati Hendrajoni jadi Ketua DPW Partai Nasdem.

Ciek naik, ciek turun tu yo Tam?” kata Ujang Saga mengomentari peristiwa politik di Sumbar yang bikin masyarakat Pesisir Selatan, galak-galak dan manangih.

“Masyarakat Pesisir Selatan manangih, karena Pak NA diturunkan disaat dia kini sedang baniek dan batekad keras maju jadi Calon Gubernur Sumatera Barat. Tapi dirangguaik dek kawan,” ujar Pakie Teliang.

“Saat pilkada lah dakek, politik rangguik-marangguik nampaknya harus dilakukan untuk menjegal kawan maupun lawan politik, ” tambah Pakie Teliang.

“Dirangguik ba’a pulo mukasuik Pakie tu, walupun tak jadi Ketua DPW Gerindra, kan pak NA itu masih punyo peluang untuk maju, ” sanggah Tam Arang.

“Heyai… Itulah permainan politik, samonyo nyamuak makannyo. Lah padiah sajo mangko tahu,” kato Pakie Teliang.

“Jadi ang meramalkan pak NA terhalang jadi calon Gubernur?, ” tanya Tam Arang.

“Bisa jadi begitu. Ibarat salamoko pak NA punyo sangek, dan kalau diidentikkan pak NA sadang mamacik ladiang. Kini nyo tak pacik di mato, tidak mamacik hulunya. Hulunya lah diambiak dek uda Andre. Tantu kini kok mamantak bana lah cotok (paruah) pak NA nan jaleh sangeknyo lah hilang. Bisa bisa Partai Gerindra mencari calon lain nan ka dimajukan jadi calon Gubernur Sumbar, ” Ujar Pakie Teliang mencoba memprediksi lebih jauh.

“Takana dek Waden, apo salah pak NA itu mangko beliau tibo tibo diganti sajo?” tanya Tam Arang.

“Tu lah nan ndak tahu awak, padohal salamo liau jadi ketua DPW, Partai Gerindra banyak mendapekkan kursi di DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/kabupaten, ” kata Ujang Saga geram.

“Indak manompang biduak ka hilie pak NA tu, Jang, ” kata Tam Arang.

“Makasuik Saga?”

“Gerindra tu nyo manang di Sumbar dek karano figur pak Prabowo, bukan karano pak NA jadi ketua DPW,” sanggah Tam Arang.

“Tapi nan jaleh kan waktu Pak NA jadi ketua DPW partai Gerindra ko banyak wakil wakilnyo duduk di legislatif. Iko mestinya pak NA mendapekkan apresiasi. Tapi kenyataannyo, habis manis sepah dibuang terhadap diri pak NA,” kata Ujang Saga.

“Kira kira apa salah beliau yang bisa dijadikan alasan bagi DPP Partai Gerindra, ” tanya Ujang Saga sepertinya tak puas pak NA-nya dicopot tagak tagak jadi ketua DPW Gerindra di Sumber.

Supaya handak jaleh, kito minta ka pak YY batanyo lansung ke pak NA, kiro kiro apo salah beliau mangko beliau dibarantaian tagak tagak dek DPP Gerindra.

Lah ditanyo di pak YY pak NA, terkait pencopotan itu. Apo jawab pak NA ka YY?

“Maaf Pak ambo tak berkomentar, ” Jawab pak NA singkat lewat pesan whatsapp nya.

Manuruik Pak YY, sebenarnya pak NA itu tidak diberhentikan tapi digeser letaknya. Kalau selama ini jadi ketua sekarang beliau digeser jadi Ketua Dewan Penasehat DPD Gerindra Sumbar. “Kan masih ketua dan ketua dewan Penasihat lagi, ” kata Mas Tartok.

Soal keinginan pak NA mencalonkan dirinya jadi Gubernur Sumbar, kita gak usah ragu. Ketua DPD Gerindra Sumbar yang baru Uda Andre katanya diberikan penugasan oleh DPP untuk mengawal dan mendukung Pak Nasrul Abit sebagai cagub di Pilgub 2020. Begitu kata uda Andre seperti yang ditulis bebrapa media online pekan lalu.

Pak Nasrul Abit seperti yang diberita beberapa media, menyatakan tidak tahu tentang apa alasan DPP mengganti posisinya. Namun dalam kepengurusan partai Gerindra, pergantian adalah hal biasa terjadi karena Gerindra merupakan partai komando dari pusat.

Partai Gerindra tidak memiliki periodesasi kepengurusan dan tidak mengenal Munas. “Saya rasa nanti saya dipanggil oleh DPP, di sana nanti dijelaskan alasannya, bahwa partai punya kebijakan baru, saya rasa begitu,” tuturnya pak NA seprti ditulis oleh Covesia.com

Ketika ditanyakan wartawan apakah berpengaruh terhadap pencalonan dirinya dalam pemilihan gubernur Sumbar 2020, Nasrul mengaku juga tidak mengetahui pasti. Dia berharap tidak berpengaruh terhadap pencalonan dirinya.

Dia mengatakan saat ini memang DPP Gerindra belum memutuskan calon gubernur Sumbar dalam Pilgub 2020. Proses pemilihan untuk Pilgub saat ini masih berjalan. Mengenai kapan akan diputuskan DPP ia juga belum mengetahui.

“Harapannya tidak berpengaruh, cuma ini kan keputusan DPP, jadi yang pergantian ketua ini berdiri sendiri pencalonan juga berdiri sendiri, harapan kita tetap juga lah, saya sendiri kan juga kader Gerindra,” katanya.

Hari ini diberitakan bahwa Nasrul Abit mengaku telah mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pencalonan. Malahan telah mengikuiti sejumlah survei.

Dari sejumlah survei nama pak NA belum dapat dikatakan lebih unggul dari calon lain, namun tidak pula bisa disebut berada pada posisi yang mnguntungkan. Yang jelas jika partai Gerindra nanti mencalonkan diri NA jadi Gubernur peluang untuk menang masih terbuka lebar.

“Nasib pak NA dalam mengadapi Pilkada dapat kita sebut sebagai masih abu abu. Belum bisa diyakini partai Gerindra akan mencalonkan dirinya. Tapi kalau memang itu terjadi, ya sampai disinilah karir politik pak NA. Bagi masyarakat Pesisir Selatan masih ada harapan satu lagi tokoh yang muncul di level Sumbar, yakni Hendrajoni yang benderanya kini sedang berkibar. Dia diangkat sebagai ketua DPW partai Nasdem,” kata Tam Arang.

Dengan diangkatnya Hedarajoni jadi ketua DPW Partai Nasdem, kemungkinan dia jadi calon gubernur/wakil gubernur dari partai Nasdem tentu besar peluangnya.

Tapi apakah Hendrajoni berminat untuk menguji nyali ikut dalam kontestasi alek gadang di Ranah Minang?

Warga lapau Mak Gambuang tak punya keberanian memprediksi, takut nanti tasiloa…..

Baca juga ;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *