Besok di Padang dan Bukittinggi, Sholat Jum’at Diganti Zuhur di Rumah

Padang, PilarbangsaNews

Mulai besok, Jum’at 27 Maret di Kota Padang dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sholat Jum’at (Jum’atan) ditiadakan untuk sementara waktu, mengingat situasi telah adanya warga yang positif terkena virus covid 19.

Keputusan untuk Kota Padang ini disampaikan Walikota Mahyeldi Ansharullah saat rapat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (26/3) sore.

“Karena itu, dalam menerapkan social distancing (menjaga jarak antar manusia) sebagai pencegahan Covid-19, maka kepada pengurus masjid di Kota Padang diminta mengganti sholat Jumat dengan sholat Zuhur di rumah masing-masing untuk masa empat belas hari ke depan,” kata Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Keputusan meniadakan salat Jumat setelah mempedomani Ketetapan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nasional Nomor 14 Tahun 2020 tentang risiko tinggi dan sangat tinggi Covid-19, membolehkan mengganti salat Jumat dengan Zuhur, dan tidak mengikuti salat jamaah di masjid, surau, dan mushala, termasuk membaca Maklumat MUI Sumbar terkait sikap dalam menghadapi wabah Corona.

Sementara di Kota Bukittinggi, keputusan meniadakan Sholat Jum’at sementara waktu ini diambil dalam Musyawarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan Kemenag, Dinas Kesehatan dan Ormas Islam, Kamis (26/3).

Menurut surat MUI Kota Bukittinggi yang ditandatangani Ketuanya DR. Aidil Alfin, M.Ag, keputusan meniadakan sholat Jum’at sudah terpenuhi unsur syar’i, dimana MUI menyikapi perkembangan virus Covid 19 yang makin parah, surat Keputusan MUI Pusat dan MUI Sumbar bahkan sudah ada warga Kota Bukittinggi yang dinyatakan positif menderita Covid 19, maka MUI Kota Bukittinggi memutuskan untuk meniadakan Sholat Jum’at.

Karena itu, meniadakan Sholat Jum’at dan menggantinya dengan Sholat Zuhur di rumah masing-masing. Begitu juga sholat fardhu tidak berjemaah di mesjid tetapi di rumah. Namun mesjid tetap mengumandangkan azan setiap masuknya waktu sholat dengan menambahkan “Shallu fii buyutikum..”

Baik Kota Padang maupun Kota Bukittinggi dalam mengambil keputusan meniadakan sholat Jum’at, setelah memperhatikan Tausyiah MUI Nasional tanggal 2 Februari 2020 yang meminta mencegah penyebaran virus Covid 19, dimana umat diharapkan tidak berkumpul untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19. (gk)

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *