New York, Pilarbangsanews.com, —

Hati-hati jika anda seorang pemimpin apapun ucapan anda meskipun dalam bentuk kalimat sarkasme, bisa dianggap serius oleh rakyat anda.

Agus

Seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump meminta para dokter di negaranya menyuntikkan disinfektan kepada pasien Covid-19.

Presiden Donald Trump mengklaim menyuntikkan Disinfektan mampu menyembuhkan penyakit akibat Virus Corona.

Akibatnya, otoritas kesehatan New York, Amerika Serikat (As), menerima banyak pengaduan warga telah menelan pemutih atau pembersih rumah tangga lainnya.

Dilansir dari New York Daily News, Pusat Pengendalian Racun menangani total 30 kasus keracunan Disinfektan dari Kamis (23/4) pukul 21.00 hingga Jumat (24/4) pukul 15.00 waktu setempat.

! - Mulai Komposit ->

Beruntung tak satu pun dari mereka meninggal dunia atau butuh rawat inap.

Jumlahnya bahkan 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu. Dari 30 kasus itu, 9 orang terpapar Lysol, sebuah merek Disinfektan ternama, 10 orang terpapar pemutih baju, dan 11 orang terpapar pembersih rumah tangga lainnya.

Sebelumnya, tepatnya pada Kamis (23/4) saat rapat di Gedung Putih, Donald Trump menyarankan para dokter untuk menyuntikkan Disinfektan seperti pemutih ke paru-paru pasien.

Tak ayal usulnya ini dikecam banyak pakar kesehatan.

Trump pun berdalih pada Jumat (24/4) kalau usul menyesatkannya itu hanyalah gurauan.

“Saya mengatakannya secara sarkas,” ungkapnya di hadapan para reporter.

Meski berdalih sarkasme, badan kesehatan dan tanggap darurat tak menyepelekan anjuran ini. Mereka memperingatkan warga As agar tak mengikuti ujaran sang presiden.

Sumber : Impiannews.com