Hukum

Habib Bahar Smith Dipindahkan ke Nusakambangan

Jakarta, Pilarbangsanews.com, — Habib Bahar bin Smith dipindah dari LP Gunung Sindur ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Sebab, massa pendukung Bahar membuat gangguan keamanan dan ketertiban di LP Gunung Sindur.

“Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar Bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan,” kata Dirjen Lapas Reynhard Silitongoa kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Alasan pemindahan untuk kepentingan keamanan, ketertiban dan pembinaan bagi Bahar. Gangguan keamanan dan ketertiban yang ditimbulkan oleh aksi massa simpatisan.

“Mencegah pelanggaran protokol COVID-19 yang ditimbulkan dari kerumunan massa simpatisan,” ujar Reynhard.

Habib Bahar telah dipindahkan dari Lapas Khusus Gunung Sindur ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan pada hari Selasa malam, tanggal 19 Mei 2020 dengan pengawalan Kepolisian dan jajaran Pemasyarakatan

“Yang dalam pelaksanaanya yang bersangkutan diperlakukan dengan baik sesuai SOP,” pungkas Reynhard

Alasan Ditjen Pindah Habib Bahar ke Nusakambangan: Massa Rusak Pagar LPL

Sebagaimaa diketahui, Bahar ditahan sejak Desember 2018 lantaran melakukan penganiayaan terhadap anak-anak, yaitu Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

Kasus bergulir ke pengadilan. Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut 6 tahun penjara. Pada 9 Juli 2019, PN Bandung menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara kepada Bahar.

Bahar kemudian dieksekusi ke LP Tanjung Rajeg, Cibinong. Setelah menjalani hukuman setengah dari 3 tahun, Bahar mendapatkan asimilasi. Sebab, selama 6 bulan berturut-turut di penjara, ia berkelakuan baik. Bahar juga mau menandatangani berkas asimilasi yang berjanji berbuat baik di luar lembaga pemasyarakatan (LP). Bahar bisa ‘bebas’ ke rumahnya pada 16 Mei 2020.

Ternyata hak asimilasi itu tidak dipatuhi Bahar. Ia melanggar aturan selama asimilasi, yaitu membuat keresahan dalam masyarakat berupa ceramah yang bernuansa provokatif. Asimilasi Bahar dicabut dan ia kembali dijemput ke penjara. (Detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *