Payakumbuh, PilarbangsaNews

Panitia Khusus (Pansus) Percepatan penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh yang berfokus kepada dampak sosial dan ekonomi (Pansus II DPRD Kota Payakumbuh) memanggil Sekretaris Daerah Rida Ananda untuk membicarakan evaluasi terhadap progres bantuan bagi warga terdampak Covid-19 melalui APBD Kota Payakumbuh di Aula Sidang DPRD, Jumat (22/5).

Agus

Sebagai Ketua Pansus II, YB Dt. Parmato Alam menyebut Pansus II mendorong agar realisasi distribusi bantuan kepada sekitar 12.000 KK itu dilaksanakan sebelum lebaran, namun ternyata tidak. Pansus II menilai target kinerja tidak tercapai sehingga mereka sedikit kecewa, sedangkan mereka merupakan representasi masyarakat Payakumbuh.

“Namun kami yakin pemko juga sama pandangannya dengan kita, tapi karena ada sistem yang harus dipenuhi, ini tertunda sebelum lebaran,” kata Dt. Parmato Alam.

! - Mulai Komposit ->

Dijelaskan politikus Golkar itu, kriteria dalam pendataan yang mengacu kepada kementerian sosial belum selesai, karena ada data kemensos dan provinsi yang ganda, sehingga perlu diselesaikan pemko terlebih dahulu. Artinya bantuan dari provinsi belum kelar sepenuhnya di Payakumbuh.

“Kita meminta Sekda agar memberlakukan sistem paralel bantuan provinsi dan kota sehingga bisa singkron dari pusat, provinsi, dan kota, sehingga tidak ada penerima ganda nantinya,” katanya menambahkan.

Dijelaskan lagi oleh anak nagari Aua Kuniang itu, wabah Corona kini baru datang, tentu hal ini menjadi proses belajar untuk mencari sistem yang lebih pas dalam segala bentuk konsekuensi atas wabah ini.

“PSBB perlu dievaluasi secara komprehensif, karena konsekuensinya warga dirumahkan, Pemerintah harus siap memenuhi kebutuhan dasar mereka, karena bila tidak, akan sulit mendorong mereka di rumah,” ungkapnya.

Pansus II juga menyampaikan rasa terimakasih kepada posko mandiri di kelurahan yang sangat membantu tim gugus depan, sehingga ada rentang kendali untuk mempersempit ruang, dan bisa mendeteksi orang-orang luar yang masuk ke kelurahan. (wba).