Padang, PilarbangsaNews

Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni berjanji secepatnya merealisasikan aspirasi anak yang disampaikan kepada wakil rakyat, yaitu mengawal kebijakan pemerintah yang menjamin pemenuhan dan perlindungan hak anak, juga aspirasi anak berkebutuhan khusus, anak pejuang kanker, akses internet, dan sekolah ramah anak.

“Metode partisipasi anak dari pelbagai issu anak yang dijadikan bahan kebijakan, untuk segera ditindaklanjuti bagi pemerintah,” kata Lisda Hendrajoni, politisi Partai Nasdem ini.

Demikian disampaikan Hj. Lisda Hendrajoni dalam Diskusi Online yang diselenggarakan
Yayasan Ruang Anak Dunia sehubungan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020 dengan tema “Mendengar Suara Anak Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”.

! - Mulai Komposit ->

Sebagai keynote speaker yaitu Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Nara sumber adalah Anggota DPR RI Hj. Lisda Hendrajoni, Anggota DPRD Sumbar Maigus Nasir, Bappeda Sumbar, Dinas P3A Sumbar dan Ruandu Foundation.

Dalam Dialog Online ini organisasi dan komunitas yang menyampaikan suara anak kepada nara sumber yaitu Gerakan Muda Kota Padang, TBM Tanah Ombak, TBM Darul Izzah, TBM Anugerah, Rumah Anak Shaleh, Komunitas Cahaya Padang, SLB 2 Padang, YPAC Sumbar, SLB Autisma, LPKA Tanjung Pati, dan 20 Forum Anak se Sumatera Barat.

Setiap komunitas dan organisasi anak menyampaikan suaranya dengan santun dan penuh haru dengan harapan para pengambil kebijakan mampu memenuhi dan melindungi hak anak di Sumatera Barat

Beberapa suara anak yang disampaikan yaitu akses pendidikan, stunting, pelarangan iklan promosi sponsor rokok, perkawinan usia anak, literasi digital, perlindungan bagi anak pejuang kanker, akses bagi anak berkebutuhan khusus, tindakan non deskriminasi bagi anak berhadapan dengan hukum, alat permainan edukatif bagi TBM dan akses kesehatan di daerah 3T.

Ketua Ruandu Foundation menegaskan, peranan legislatif dan eksekutif dalam hal pemenuhan dan perlindungan anak selama ini masih bicara pada tatanan mikro yang dikaitkan apabila terjadi kasus anak. Kedepan kita semua harus memandang konsep makro untuk memahami situasi yang terjadi dengan permasalahan anak selama ini.

Diskusi Online ini membuka mata dan pendengaran kita bahwa di saat anak diberikan ruang untuk berpartisipasi maka apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh kita orang dewasa ternyata ide dan suara itu dimunculkan oleh anak yang sesungguhnya mengalami dan mengetahui keadaan yang mereka butuhkan. (rel)