Medan, PilarbangsaNews

Setiap acara hari besar maupun apel pengibaran bendera sang saka merah putih, ada dua anak kecil yang baru berusia 3 tahun yang lagi lucu-lucunya ini, bersama abangnya baru berusia 6 tahun selalu hadir dalam pangkuan sang bunda. Saat itu sang bunda selaku Ketua Persit harus mendampingi suaminya dalam acara-acara penting upacara bendera di lapangan Yonif 407/PK Slawi, Tegal.

Agus2

Dengan mata mereka yang bening dan tajam mereka selalu mengarahkan pandangannya ke penjuru lapangan, dimana rapinya para prajurit dalam posisi siap. Begitu gagahnya Komandan Yonif 407/PK yang ke-7 Mayor Inf Ali Hanafiah memimpin upacara.

Seperti upacara HUT Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus, bagaimana sang Dan Yonif berpidato mengenai jasa-jasa para pahlawan, bagaimana suara serentak para prajurit bagaikan kelompok paduan suara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disertai pengerekan bendera merah putih di lapangan Yonif 407/PK Slawi, Tegal. Kesemuanya ini seakan terpatri dalam memori mereka yang masih lugu dan polos ini, seakan dalam tatapan matanya ingin mereka mengatakan, “Aku ingin seperti bapak, aku ingin bercerita tentang pahlawan, aku ingin menatap pengerekan bendera merah putih menjulang tinggi sampai ke awan”.

Hj-HMDS

Si kecil Sonny Aprianto yang kelahiran Jakarta pada 09 April 1969 dan adiknya Mardiaz Kusin Dwihananto lahir pada 15 Desember 1971 di Yogyakarta ini tidak lain adalah dua putra dari Dan Yonif 407/PK Mayor Inf Ali Hanafiah.

Mayor INF Ali Hanafiah dalam karirnya juga pernah menjabat Danbrigif 1 PIK/Jaya Sakti, terakhir sebelum masuk masa pensiun jabatan di TNI terakhir adalah Danrem 011/Lilawangsa Kodam I/Bukit Barisan, sekarang Korem tersebut masuk dalam jajaran Kodam Iskandar Muda di Provinsi Aceh. Setelah dari Danrem Lilawangsa kemudian dikaryakan menjadi Bupati KDH Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Dalam kurun waktu berjalan kedua anak kecil yang selalu dalam pangkuan sang bunda, menjadi besar.

Si abang Sonny Aprianto telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer (1990), dan pada tahun 2007 – 2009 telah menjabat sebagai Danyonif 315/Garuda, selanjutnya Dandim 0303 Bengkalis (2009-2011), Kasrem 031/Wira Bima (2011), Danbrigif 1 PIK/JS (2011-2013), Asintel Kasdam Jaya (2013-2015).

Yang uniknya, dulu Mayor Inf Ali Hanafiah pernah menjabat Danbrigif 1 PIK/ Jaya Sakti, pada tahun 2011 posisi tersebut diduduki oleh putranya, dan bahkan putranya ini pernah terpilih menjadi Komandan Upacara dalam upacara pengibaran bendera HUT RI ke-67 di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2012.

Kemudian setelah Assintel Kodam Jaya, pernah jadi Danrem di Pekanbaru saat naik Perwira Tinggi (Pati), dan saat ini menjabat sebagai Danpusintelad.

Bagaimana dengan si adiknya? Ternyata tidak mau kalah dengan abangnya, Mardiaz Kusin Dwihananto telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Akpol sebagai perwira Polri (1993).

Selama 10 tahun si adik bertugas di Sumatera Utara, jabatan yang pernah dipegang Mardiaz Kusin Dwihananto yakni sebagai Kapolres Nias, Kapolres Madina, Kapolrestabes Medan, Kapolres Metro Jakarta Selatan, dan Koorspripim Mabes Polri, pernah juga mengikuti pendidikan di SCIC ILEA Bangkok pada 2005, Post Blast Ilea Bangkok 2005, Clandestine Lab Narcotic Ilea Bangkok 2006, Coespu Vicenza Italy 2007, serta pendidikan di FBI National Academy pada 2010, dan sejumlah penghargaan yang pernah diterimanya yaitu SL Dharma Cahti, SL Dwidya Sistha, SL Kesetiaan 8 Tahun, dan UN Medal.

Kini sang adik telah berada di Lemdiklat Polri menjabat sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Polri (Kasetukpa Polri), yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara dengan Kapoldasunya Irjen Pol Agus Andrianto (sekarang Kabaharkam Polri).

Ternyata Kasetukpa Polri yang sekarang ini ada darah TNI di tubuhnya, putra dari Dan Yonif 407/PK ke-7 periode di tahun 1973-1974.

Semoga karir dua kakak beradik ini tidak berhenti sampai disini, tetapi terus berkilau. Keduanya adalah Danpusintelad Brigjen TNI Sonny Aprianto, SE dan Kasetukpa Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK, M.Hum. (Ezl)