Rusunawa Painan, PilarbangsaNews,- Alhamdulillahirabillalamiin …., hasil swab ambo yng diambil pada hari Kamis lalu tanggal (24/9/2020) hasilnya negatif..

Kabar gembira ini awalnya ambo terima dari menantu ambo di Bukittinggi. Lewat telp selulernya, tadi sekitar pukul 14: 50 WIB Menantu saya telp.

Agus 2

“Alhamdulillah papa negatif hasil swab papa, ” ujar Miza dari balik selulernya.

“Alhamdulillah….. Dari siapa Ija dapat informasi?” ambo bertanya.

Hj-HMDS

Kak RIA Sukarni tadi telp Ija pa, ” jawab Miza.

Tak puas mendapat informasi ini, istri saya langsung telp KTU Puskesmas Pasar Kuok, UNI Rita Pupu.

“Benar etek.. Apak nagatif hasil swab nya…, ” jawab Uni Rita dari Puskesmas Pasar Kuok.

Sekali lagi ambo ucapkan alhamdulillah….Dengan demikian ambo selamat dari terinfeksi virus covid-19 meski urang rumah ambo dia positif.

Entah bagaimana ya cara siuda Virus COVID-19 menularnya? Meski istri ambo postif dan ambo dia rawat selama sakit, tidur pun kami sering seranjang pada masa itu demam panas, tapi ambo tetap tak terjangkau oleh si Covid-19 yang telah menggeranyanggi tubuh istri ambo.

Secara orang awam, ambo menilai virus Covid-19 yang ada didaerah kita jauh bentuk dan tingkat penularan dibanding dengan Covid-19 yang da si Wuhan china, atau di Italia itu.

Virus yang berbentuk mahkota itu, didaerah kita mungkin mereka  tak ingin lama lama hidup dan menularkan ke banyak orang. Artinya covid19 di Sumbar yang sempat ada di Pesisir Selatan itu virus yang tak ingin mencelakai warga kita. Mereka kasihan kalau mereka sempat mewabah, maka ekonomi masyarakat akan menajdi porak poranda. Ini hanya kata saya, bukan berdasarkan pendapat para pakar virus….

Si istri sangat gembira hari ini, sebab udanya (suaminya) tak jadi tertular COVID-19.

Memang dalam keseharian, ambo orang yang paling safety mawas diri terhadap penularan Covid-19. Ambo jarang keluar rumah.

Sabagai wartawan ambo tak perlu mendatangi sumber berita, cukup komunikasi dijalin denjan dengan sapa saja lewat telp seluler atau telp aplikasi WhatsApp, kita telah bisa mendapat informasi yang akurat.

Dengan adanya fasiltas komunikasi ini bisa membut ambon terhindar dari  kontak langusng dengan banyak orang.

Namun kepada si istri ambo selalu nyinyir mengingatkan kalau keluar rumah pakai masker, sering sering cucitangan. Pulang dari mana mana, si istri saya ingat selalu, cuci tangannya sebelum mengerjakan sesuatu di rumah sekembali dari mana mana. Itu selalu saya ingatkan.

Tapi kenapa istri ambo masih terpapar, ya itu tadi karena kontak langsung dengan Uni nya.

Uni Emi orang pertama yang tertular sehingga beliau diduga telah menjadi sumber penyebaran virus di keluarga kami, hari ini telah diperbolehkan pulang ke rumah. Setelah menjalani perawatan/isolasi di RSUD PADANG selama lebih kurang 16 hari.

Terus saya yang kini menjalani isolasi di RUSUNAWA Painan, bagaimana , apakah hari ini akan keluar???

Terserah Otoritas di Rusunawa saja. Saya menunggu bagaima baiknya.

Sebenarnya saya ingin tetap bersama orang rumah di Rusunawa ini. Saya inngin menemani istri yang  masih menjalani perawatan….

Saya yakin meski kami satu ruangan beda tempat tidur. Saya tak akan terpapar lagi karena masa inkubasi virus di tubuh istri saya telah berjalan.

Saya yakin istri saya tak akan menularkan lagi sakalipun virus itu masih tersisa ada pada tubuhnya.

Bersambung

Baca juga ;

Catatan Dari Rusunawa Painan…(2) “Ambo Demam dirawat Oleh Istri Yang Telah Tertular Covid-19.