Rusunawa Painan, PilarbangsaNews, —

Sebelum sholat subuh hari ini Kamis (1/10/2020) saya  sempat membuka Facebook dan membaca TS dari dari seorang facebooker yang bernama Son Mak Uwan, urang Batang Kapeh tapi sudah sejak lama merantau dan kini tinggal di Pekanbaru.

Agus2

TS Son Mak Uwan itu menginformasikan ada seorang warga Batang Kapah hari ini meninggal dunia. Dia tulis namanya yang meninggal itu adalah Syafrida Lely. Telah menghembuskan nafaanya yang terakhir di salah satu Rumah sakit di Padang.

Dia adalah salah seorang ponakan saya, selama ini ikut suami merantau di Pekanbaru, berasal dari Anakan Batang Kaseh.

Hj-HMDS

Almarhumah adalah kakak kandung dari almarhum Syafriko Indra Yopi.

Syafriko Indra Yopi sendiri adalah salah seorang CEO Langkisau Organaizer, salah satu bidang usaha perusahannya memfasilitasi jamaah Umroh. Saya bersama Urang Rumah pernah satu kali melakukan perjalanan ibadah umrah bersama Yopi pada awal Desember tahun 2019 lalu.

Saya bersama Almarhum Ustadz Yopi semasa hidupnya , berpose didepan hotel di Madinah…

Almarhum Syafriko Indra Yopi sendiri meninggal dunia pada tanggal 16 September yang lalu. Ustadz yopi begitu ponakan saya ini selalu saya sapa, meninggal di RSUD M Zain Painan.

Almarhum saya yakini sabagai shuhada dunia, sorga disediakan untuk Ustadz Yopi karena ustad meninggal akibat wabah.

Dalam salah satu hadist nabi mengatakan bahwa kematian akibat wabah penyakit bagi seorang umatnya dinilai sebagai mati sahid dunia. Sahid dunia maksud adalah kematian tanpa berperang di medan laga angkat senjata dijalan Allah. Begitu kira kira maksudnya kalau saya tak salah.

Saya yakin ustadz Yopi kini telah berkumpul bersama Uni Uninya yang juga meninggal akibat wabah ini. Terakhir Uni dari Yopi yang meninggal adalah Syafrida Leli yang dipanggil dengan nama sri.

Ustadz Yopi berfoto bersama Ustadz Yuni Andra ( dokumentasi Yuni Andra)

Baru kemarin sore saya sempat ngobrol dengn suami Sri. Kebetulan kami saya dan suami Sri sama sama dirawat/di isolasi di Rusunawa, PAINAN.

“Saya tanya pada suaminya, Sri sekarang dimana?” tanya saya.

“Dirawat di Padang pak, ” ucapnya. Ow rupanya suami Sri belum  kenal dangan saya bahwa saya Uwan (mamak) dari istrinya. Sayapun tak memberikan informasi bahwa saya mamak istrinya.

Percakapan saya dengan  suami Sri hanya sebentar kemudian kami melanjutkan lagi olahraga sore di Rusunawa Painan.

3 ORANG DALAM 30 HARI

Saya kira cobaan yang paling terberat diantara sekian musibah adalah saat kita harus menerima kenyataan menghadapi kematian  orang orang yang kita cintai.

Uni saya Ibu dari Ustadz Yopi, hari ini beliau KEMBALI DIUJI. Beliau harus menerima musibah ini, 3 orang anak beliau dalam bulan ini dengan waktu yang tak begitu lama, bergantian meninggal dunia.

Pertama yang meninggal adalah adalah Uni dari Yopi bernama Reflinda Ariani, disapa Efi.

Ketiganya calon penghuni surga JannahNya Allah SWT

Beberapa hari setelah EFI meninggal, ustadz Yopi menghembuskan nafasnya yang terakhir.. Lebih kurang 14 hari kemudian  disusul oleh Sri pada malam tadi, sekitar pukul 23:15 wib.

Selamat bersenang senang ponakan ku, kalian pasti akan menikmati nikmatnya alam kubur, pada saat nanti  memasuki masa perhisaban kalian bulat bulat langsung menuju JannnahNya Allah…. Aamiin YRA

Kepada Uni saya ibunda almarhum Yopi, Cobaan terlalu berat memang Uni hadapi. Tapi Uni adalah hamba Allah yang terpilih yang diberi musibah dimana uni mampu menghadapi.

Apalagi  dibalik musibah ini, Ambo yakin Uni pasti tahu dan bersyukur anak  anak Uni menjadi para syuhada dunia……… Aamiin YRA

Sementara itu suami dari Almarhumah Sri, Ujang yang sama sama diisolasi dengan saya di Rusunawa Painan, kelihatan sangat tabah menghadapi musibah ini. Tadi saya sempat memegang kedua bahu Ujang, kemudian ponakan sumenda saya ini, saya usap kepalanya. Anda pasti tabah….., satu satunya untuk mengurangi rasa sedih perbanyak baca Al-Quran untuk Sri.., kata saya kepadanya.

Dia menganggukkan kepalanya, tak banyak kalimat yang keluar dari mulut saya, untuk menghibur UJang, tapi dengan body language saya, Ujang paham dan dia merasa bertmbah tegar. Ujang sendiri tak dapat menyaksikan proses penguburan istrinya yang tercinta. Tapi semunya ia terima meskpun dengan rasa keterpaksaan….. (****)

Catatan: foto almarhumah bersama saudaranya, yang tengah EFI guru SMU batang Kapeh, yang pertama meninggal, disusul ustad Yopi… Kemudian terakhir baru Sri

Baca juga;

CATATAN RINGAN DARI RUSUNAWA PAINAN (6) ; KAMI PASIEN  DATANG SENDIRI TANPA HARUS DIJEMPUT PETUGAS…..

Catatan Ringan Dari Rusunawa Painan (5) : Sepertinya Sebuah Kebanggaan bagi Bapak Ya..?

Catatan Ringan Dari Rusunawa Painan (4) ; Ambo Memang Telah Negatif, Tapi si Yayank Masih Positif