Batang Kapeh, PilarbangsaNews, ++
Pagi itu Sabtu tanggal 10/10/2020, lelaki yang berkacamata plus-minus sadang duduk-duduk di kursi teras  Rusunawa Painan. Dia tidak sendiri duduk disana, ada beberapa orang pasien. Mereka duduk disitu karena kegiatan rutin senam berjemur untuk meningkatkan imum tubuh akan dimulai bagi warga Rusunawa.

Saya baru turun dari  lantai 2 Rusunawa kamar hunian saya. Kerana nampak beliau yang berkacamata plus-minus ini sabagai orang baru, saya sapa dia.

Agus2

“Apak baru masuk yo,”  ucap saya kepadanya.

“Iyo pak, kemaren saya masuk, ” dia menjawab.

Hj-HMDS

“Dima tingga,” tanya saya yang bocat kali (nyinyir sekali) bertanya, suka nyosor orang dengan berbagai pertanyaan. Apalagi kalau orang baru.

Ambo tingga lai dakek siko pak, di Painan Timur, ” katanya.

Tiga hari kemudian saya ngobrol lagi dengan lelaki berkacamata plus-minus ini. Ngobrol sekitar informasi kemajuan penyakit kami.

“Apak sudah berapa kali Swab?, ” tanya saya.

“Balum ada lagi  salama jadi warga Rusunawa, ” ujarnya.

“Sudah berapa hari bapak disini?”

” Sudah 3 hari, pak, ” jawabnya.

“Nama bapak siapa? ” Saya bertanya.

“Weldi, ” jawabnya singkat.

“Kerja?”

“Di kantor bupati, “

” Apak nan Kabag Keuangan itu? ” kata saya.

“Iya dimana bapak tahu, ” dia bertanya.

“Kemaren saya, telp sama Kabag Humas, Rinaldi, dia menyebutkan dirinya baru di Swab tadi, karena dia salah satu orang yang kontak dengan bapak, ” saya menjelaskan.

“O yo pak, ” katanya.

Tadiny saya tak menyangka sedikitpun orang yang dihadapan say ini adalah sorang Kabag di Kantor Bupati Pesisir Selatan. Soalnya dari performanya, dia sangat bersahaja. Saya manyangka pak Kabag adalah seorang Andemar.

Pembaca tahu apa itu Andemar?

Andemar adalah satu dari sakian profesi yang ditekuni kaum lelaki di kampung saya semasa saya kecil dulu. Di kampung di Batang Kapeh mayoritas penduduknya 95 % petani . 5 % campur-campur ada polisi, TNI AD , Guru SD dan SMP dan pegawai kantor camat KUA, pos serta Kantor Dinas Pendidikan. Segitu baru Kantor yang ada pada masa itu.

Dan Andemar itu paling banyak 2, sampai 3 orang. Dia adalah bos yang malepas anak arit mencari kayu untuk bangunan rumah. Kalau sekarang sama dengan bos Chainshow (mesin sinso).

Wah keterlaluan saya mengatakan pak Kabag mirip Andemar. Tukang rambah hutan (pembabatan hutan).

Jangan buru buru kasih komen miring coy. Andemar itu enggak sama dengan  bos Chainshow. Bos Chainshow perusak hutan jadi gundul akibatnya. Sebab mampu menebang hutan puluhan batang kayu dalam sehari.

Sementara Andemar melepas orang ke Rimba, mengunakan alat arit menebang kayu.

Alat arit ini hanya mampu menebang kayu paling satu batang dalam sahari. Setelah kayu ditebang olah anak arit dijadikan kayu dengan berbagai jenis ukuran menggunakan alat arit. Baru bisa siap setelah berbulan-bulan lamanya.

Jika sejak dulu pemerintah kita tak mengizinkan praktek chainshow ini, mungkin hutan masih lebat untuk diwariskan ke anak cucu.

Kembali cerita kita ke Rusunawa yang saya tinggalkan kemarin.

Tadi saya teringat dengan teman teman disana. Diantara ingat dengan pak Kabag Waldi S.Sos MM yang berperforma Andemar itu.

“Siapa ini,” katanya bertanya saat kami video call.

”Nde…. Lupa pak Kabag pada saya, baru sehari saya meninggalkan Rusunawa Painan, ” kata saya.

” Pak YY yo.., pak YY tak bicara sama ambo pulang. hanap hanap saja, ” kata ayah memiliki 2 anak yang kini mangaku telah memiliki seorang cucu.

”Maaf lupo ambo dek kagadangan hati  bersua kembali dengan urang rumah, ” jawab saya dibalas oleh pak Kabag dengan tertawa lepas.

Tadi saya bertanya kepada pak Kabag, bagai mana kisah ketika dia dimasuki tamu tak diundang si Covid-19.

Pada waktu itu hari Sabtu , pak Weldi ini mau ke Padang, ada sesuatu keperluan. Tapi gahai karana merasa badan kurang fit.

Pada hari Seninnya mulai penciuman terasa kurang. Selasa, Rabu hilang total, hari Kamis nafsu makan turun drastis. Pada hari kamis itu diambil Swab, ternyata hasilnya terkonfirmasi positif. Pada  hari Sabtu tanggal 10/10/2020 pak Weldi di isolasi jadi warga baru Rusunawa Painan.

Okey pak Kabag, do’a ambo terkirim agar pak Kabag lekas sembuh. Aamiin YRA.

“Terimakasih pak YY, kalau ambo sembuh ambo cari pak YY di Batang Kapeh itu. Kito moata lamak,”  ucapnya  seraya memutuskan hubungan video call kami.

Catatan; foto diatas adalah foto pak kabag, rambut hitam, itu foto PP whatsapp, rambut baru di cat. Aslinya sekarang 60% telah memutih.

Bersambung….

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (34C) ; Dr Andani Eka Putra Ingin Ada Nagari Tageh