Batang Kapeh, PilarbangsaNews, — Ondeh mandeh…., kenapa ya bapak Ka Dinas Perkim (Perumahan dan Pemukiman) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Mukhridal Idang ini, seperti enggan memberikan keterangan kepada Redaktur Pelaksana PilarbangsaNews.

“Kemaren  beliau saya SMS,  alhmdllh dibalas. Tapi karena Informasi belum lengkap masih sepotong sepotong, saya SMS lagi. Lama tak dibalas, kemudian saya coba miscall, ” kata Redpel Yuharzi Yunus.

Agus2

Menurut Yuharzi,  setelah di miscall baru  dibalas, “maaf Pak saya lagi rapat, ” jawabnya singkat lewat SMS whatsapp.

“Ow…., lanjut…., maaf Pak, ” kata Yuharzi

Hj-HMDS

Besoknya tangal 14 diulang lagi kirim SMS, tak dibalas. Habis magrib Redpel kami mencoba menghubungi telpon seluler.


Ternyata diangkat oleh seseorang bersuara wanita
“Assalamualaikum buk, ini nomor Pak Idang?, ” Ucap Redpel.

“Alaikumsalam……., iya Pak, dan saya istrinya,” jawab wanita itu sangat ramah.

“Bapak Idang ada buk?’ Redpel kami bertanya.

” Bapak lagi mengaji Pak, ” jawab istrinya.

Karena merasa telah mengganggu sang kadis beribadah. Redpel kami minta maaf. Dan berharap kalau sudah selesai mengaji ia minta di hubungi.

Semalam rupanya masih belum terbuka pintu hati sang kadis yang ganteng ini untuk memberikan informasi akurat pada Redpel PilarbangsaNews.com. siang ini sekitar pukul 11;40 dicoba melalui SMS  menghubungi Pak Idang sekali lagi. SMS belum juga dibalas.

Kami ingin mendapatkan informasi kapan Rusunawa Painan itu dibangun, berapa besar dananya. Kemudian sekarang dipakai oleh Tim  Penanganan Medik Covid-19, disewa atau gratis. Dan samping itu mungkin ada beberapa hal menyangkut teknis yang perlu kami tanyakan.

Dari sekian pertanyaan yang terjawab oleh kadis soal Gedung Rusunawa saat ini dipakai untuk tempat isolasi Covid 19 secara gratis.  Dana dari kementerian PUPR. Berapa dananya tidak ingat .

Kita dapat memaklumi ya enggk mungkin bisa hapal jumlah dana digunakan untuk Rusunawa Painan. Makanya kami ulang lagi mengirim SMS dan nelp kadis Perkim malam dan besoknya.

Kita ingin minta tambahan informasi, Tapi disaat kita minta tambahan seolah olah Pak Idang agak enggan memberikan informasi.

Yuharzi Yunus sendiri pernah menginap di Rusunawa itu 18 hari. Dia diisolasi lantaran terpapar Covid 19.

Kenapa Mukhridal Idang seperti agak enggan untuk memberikan informasi kepada Redpel kami.

Apakah tuan kadis kurang berkenan di ekspose kegiatan maupun proyek pembangunan yang menjadi tanggung jawabnya ke publik.

Mudah-mudahan saja alasannya hanya benar-benar karena sibuk rapat. Dan kami kedepan mendapat informasi yang akurat dari pemegang Otoritas.

Akhirnya Redpel mengurung kan niatnya untuk menghubungi Kadis Pesisir Selatan yang satu ini. Toh sulitnya minta ampun. “Tadi saja saya telah bel 2 kali lewat seluler dan 2 kali pakai telp whatsapp ” kata Yuharzi

Syukur-syukur jadi begitu. Kalau tidak ya kita tak kan kecewa, maklum beliau ini konon adik ipar dari salah seorang menteri. Wajar beliau sedikit merasa punya antibodi (imun) dalam berkarir sebagai seorang kadis. Tapi mudah-mudah tidak begitu sifat dari tuan kadis yang satu ini. (ist )