Batang Kapeh, PilarbangsaNews, — Entah apa sebabnya menjelang menunaikan sholat dzuhur ramai warga Batang Kapuak, Kabupaten Pasir Santan di Lepau Mak Gambuang.

Apa gerangan yang terjadi. Oh… Rupanya ada seorang anak muda berambut lujur yang datang ke Lepau Mak Gambuang. Nama Facebooknya Millenial Minang Menilai (M3).

Agus 2

Dia datang atas undangan dari  Tam Arang dan Utiah Kapeh.

Tam Arang dan Utiah Kapeh ingin mendapatkan informasi yang seakurat mungkin tentang adanya ranjau paku yang ditaruh orang dijalanan  ke rumah pribadi calon petahana Bupati Pesisir Selatan H Hendrajoni.

Hj-HMDS

” Iyo sabananyo tu M3? ” ado tangan  jahil nan sarupo heboh di Facebook itu.

“Tapi sabalun M3 jawab, minum lah kopi mak Gambuang ko, lai serro raso nyo, ndak?” kata Utiah Kapeh mempersilakan M3 nyeruput kopi asli buatan Mak Gambuang.

“Huuuuussrrr, nde yo padiah raso kapi Mak Gambuang ko e ndak kalah serro nya dari kopi Vietnam di Cafe Olivier, Grand Indonesia itu doh,” kata M3 memuji.

Mak Gambuang yang mendengar kopi seduhan nya dipuji begitu, semakin “langah” hidung pesek Mak Gambuang. Langah artinya mengembang.

“Jadi baa caritonyo M3?” Tam Arang tak sabaran menunggu info A1.

Ranjau paku mengena

Benar ada mobil tim ses pak HJ yang datang ke rumah pribadi beliau di Rawang Painan yang tertusuk paku.

Paku untuk lantai itu panjang sekitar 6Cm, di pasang sedemikian rupa pada sandal. Lalu dijadikan ranjau.

“Sopir yang tak menduga sendal itu ada paku menggilas sandal tersebut. Praktis paku itu menancap pada ban mobil. Begitu kira kira Uwan Tam Arang, ” ujar M3.

“Siapa nan punyo karajo, tu?” kata Pakie Teliang.

“Tak lain lawan pak HJ lah yang amuah berbuat sebejat itu, ” kata Mas Tartok.

“Lawan apo ko mas, ” Tanya Pakie Teliang.

“Lawan nan ka barabuik jadi bupati lah, ” kata Ujang Saga seraya mengatakan; Tapi kok disiko ado nan barani babuek macam tu den batuah kapalonyo mah. “

Ujang Saga berambut Saga itu kalau ngamuk tak ada yang berani mendekat kecuali dengan Tam Arang dan Utiah Kapeh, habis biso Ujang Saga kalau berhadapan dangan kedua orang yang sangat disegani  di Kabupaten Pasir Santan itu.

“Tu lah nan tak tahu sampai kini siapo pelakunya, ” kata M3.

Den raso pak Rusma Yul Anwar atau bang Dedi Rahmanto Putra pulo nan menyuruh melakuan itu tak mungkin lah. Sebab  kalau itu sampai tabuka, batambah tak ajan orang mamilih mereka. Dan yakin lah pasangan HJ-HMD semakin melejit elektabilitas mereka.

“Kini sajo banyak urang nan curiga, nan melakukan itu pasti urang yang benci pada HJ, ” kata Labay Litak menyela.

“Tapi yakinlah itu bukan atas suruhan kandidat lainnya, ” Tambah Labay Litak.

“Atau ada enggak kemukinan orang yang  melakukan itu mereka bukan simpatisan dari kandidat?, ” Mas Tartok bertanya.

“Ya bisa juga terjadi karena sakit hati tak dapat masuk jadi tim ses kandidat. Sama pak An ndak baok sato, sama HJ apalagi. Lalu kecewa dan sakit hati, maka dibuatkan tindakan seperti itu,” tambah mas Tartok.

Sebagai orang yang sering berkawan dengan polisi yang tugas di kesatuan  reserse, bisa jadi (ini bukan menuduh) penyebar ranjau paku itu dilakukan oleh pendukungnya pak HJ sendiri.

“Bisa kan itu terjadi? Sebab sampai kini belum ada yang menyatakan bertangungjawab atas kejadian itu atau palakunya sampai saat ini belum berhasil diungkap oleh pihak yang berwajib di Pesisir Selatan, ” kata Tam Arang menyudahi perbincangan siang ini.

Tak lama kemudian terdengar suara adzan dari masjid Labay Litak, memanggil kaum muslimin menunaikan sholat Dzuhur…