Kota Solok, PilarbangsaNews
Persoalan banjir yang melanda 2 wilayah, Kota dan Kabupaten Solok setiap tahun di musim penghujan sudah seharusnya dipecahkan bersama. Kedua pengambil kebijakan yakni nya kepala daerah masing-masing wilayah harus duduk bersama memecahkan persoalan yang selalu membawa penderitaan tahunan bagi warga.

Anak erizal

Menurut Wakil Wali Kota Solok Reinier, persoalan banjir ini sudah semestinya harus duduk bersama dengan daerah hulu air, yakni nya wilayah Kabupaten Solok.

‘ banjir tahunan yang selalu melanda kawasan Kota Solok dan Kabupaten Solok, sudah semestinya diperlukan duduk bersama dalam pemecahan masalah tersebut. kita di Kota Solok hanya dilewati, namun jika hilirnya masih bermasalah tentu kita pasti kena dampak luapan nya juga, ” ujar Reinier.

Lanjutnya, sekarang ini untuk persoalan aliran Batang Lembang di wilayah Kota Solok tidak lagi ada kendala. Karena sepanjang bantaran batang Lembang sudah dibangun sendimen yang kokoh.

” Persoalannya sekarang ada di wilayah hulu dan hilir, yang merupakan wilayah Kabupaten Solok. Kita berharap ada duduk bersama pemecahan masalah ini, ” Ulasnya.

Tambahnya, keuangan daerah memang tidak bisa menganggarkan pembangunan normalisasi tersebut, namun pemerintah daerah bisa mencarikan dengan dana pusat. Melalui aspirasi anggota DPRI RI yang nantinya dimasukan ke Kementerian, itu kan bisa kita lobi secara bersama sama,” tambah Reinier.

Ia berharap, persoalan banjir tahunan ini mampu menjadi prioritas penanganan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Solok ke depan. Berdasarkan data dari pihak BPBD, sebanyak 11 kelurahan dari 2 Kecamatan terdampak pada banjir senin (11/01) kemarin.

Adapun yang terparah meliputi kelurahan KTK, Aro IV Korong, IX Korong, Koto Panjang dan kelurahan Sinapa Piliang. Dengan jumlah korban terdampak sebanyak 1.730 KK serta 8.045 jiwa. (ad)