Bukittinggi, PilarbangsaNews,—

Bangunan Landmark yang bertuliskan “I + Lambang Hati ❤ Painan” terletak di Taman Spora di Jalan H Ilyas Yakub Painan, kini telah roboh. Robohnya bangunan yang berfungsi sebagai salah satu penunjuk kota Painan itu bukan karena telah berusia tua, tapi memang sengaja dirobohkan.

Menurut keterangan   Landmark berlambang Hati atau cinta dan dibaca dengan “I Love Painan” itu dirobohkan sekitar 3 hari yang lalu. Tak jauh dari bangunan yang dirobohkan itu akan dibangun tagline Pessel Rancak.

Walaupun ada bangunan  baru sebagai pengganti, yang lebih rancak, namun tindakan merobohkan landmark I Love Painan telah menimbulkan  pro dan kontra dikalangan warga Pesisir Selatan.

Banyak yang mempertanyakan. Kenapa harus dirobohkan, padahal bangunan  landmark tersebut  baru dibangun pada medio 2019 lalu. Jika diidentikkan dengan umur bayi, I ❤ Painan masih baduta (bayi dibawah dua tahun) belum cukup 5 tahun sudah dimusnahkan.

Tindakan pemusnahan merek I Love Painan, jika merujuk Permendagri 19 tahun 2016 melanggar pasal 1 angka 45. Karena aset tersebut masih layak digunakan, dibangun TA 2019. Tindakan pemusnahan yang telah dikakukan  menyebabkan pemborosan dan kerugian keuangan  daerah, ” begitu komentar mereka yang kontra.

Tommy Sutan Sampono  diakun Facebooknya berkomentar,  Sungguh miris…., tindakan pemusnahan landmark itu.

Sebab, menurut Tommy, saat ini rata rata dinas instansi banyak yang mengeluh mengenai minimnya anggaran, akibat harus direfokusing untuk menagulangi pandemi covid19.

“Kenapa bangunan yg begitu indah di robohkan…
Kalaupun harus di bikin lagi yang lebih bagus tidak masalah… Tapi
carilah lokasi yang baru  agar Painan sebagai kawasan pariwisata lebih diminati oleh wisatawan, ” tulis Sampono.

Tapi bagi yang pro, mereka berkomentar;  tindakan merobohkan landmark tersebut adalah sesuatu yang lumrah.

“Andai dulu pembangunan landmark l love Painan dibuka kembali mungkin akan kami sarankan dengan nama yang lebih mewakili dari keseluruhan unsur masyarakat daerah dan suku serta kebiasaan adatnya…sudah sangat tepat jika diganti dengan Pessel Rancak….jika pun divoting saya rasa Pessel Rancak juga yang akan menang…..walaupun banyak perbedaan pendapat namun yakinlah itu lebih terbaik untuk kita bersama, ” tulis AK Tjandra diakun Facebook.

Diusulkan Anak SMP

Untuk mengetahui apa alasan  landmark itu dirobohkan, kami mencoba mengubungi Bupati Pesisir Selatan, Drs Rusma Yul Anwar MPd, lewat pesan whatsappnya.

Menurut Bupati usulan untuk merobohkan landmark I  ❤ Painan justru muncul dari anak SMP. Sayang tidak disebutkan anak SMP mana?

Alasan Penggantian I Love Painan.
1. Karena idenya tidak  
    Original
2. Karena bahasa dan Ornamennya  kurang mempedomani nilai, kultur, Adat dan kearifan lokal Minangkabau.

Menurut Bupati kita sangat  menghargai kreativitas dan orisinilitas, bukan ciplakan.

2, Kami bangga dengan budaya dan bahasa yg diwariskan oleh nenek moyang kami.

Kalimat dan tanda cinta Painan ( I ❤Painan) itu dinilai tidak orisinil tapi ciplakan.

Betulkah tanda cinta ❤ ini ciplakan?

Mungkin karena lambang cinta ❤ dibaca LOVE, lantas inilah yang dinilai sebagai ciplakan. LOVE itu kan bahasa unggirih. Pertanyaan nya siapa yang membaca lambang cinta ❤ itu dengan kata love.

“Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang,” kata Ebiet G Ade..