.Pessel

2 Orang Nelayan di Pesisir Selatan Hilang Terbenam Dilamun Ombak

Painan, PilarbangsaNews, –


Dua orang nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar, dinyatakan hilang terbenam setelah sampan yang mereka gunakan dilamun ombak, kemaren dan hari ini.

Korban yang pertama adalah Roben berumur sekitar 60 tahun warga Cimpu Surantiah hilang dilamun ombak saat korban  memasuki pintu muaro Surantih dengan sampannya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10:00 WIB, hari Minggu kemaren (13/6/2021).

Dedi Deded seorang pemuka masyarakat disana menyebutkan, sebelum kejadian, pagi itu korban melaut dengan mengunakan  Sampan Boliang ( sampan tanpa lengan  cadiak sebagai penyeimbang). Namun  ketika yang bersangkutan pulang melewati pintu Muaro Surantih, tiba tiba datang ombak besar yang menyebabkan sapan korban terbalik.  Korban pun   terpisah dari sampannya.

Melihat kejadian itu warga nelayan disana mencoba memberikan bantuan, tangan korban sempat diraih oleh penolong, namun karena pegangan  kurang kuat, terlepas lagi setelah dihondoh dan dilamun ombak.

Mendengar peristiwa tersebut warga setempat berduyun duyung  datang ke pantai muaro Surantih dan mencoba melakukan pencarian dengan menyisiri pantai. Namun korban tidak ditemukan.

Sehabis magrib kemaren, datang tim SAR Padang untuk melakukan pencarian. Karena hari telah malam pencarian baru dilakukan pada pagi tadi.

Kepala BPBD Pesisir Selatan, Herman Budiarto mengatakan  pihaknya juga telah mengirimkan  tim pencari ke Muaro Surantih pagi tadi.

Kini tim BPBD Pessel beersama Tim Basarnas Sumbar dibantu warga melakukan pencarian terhadap korban.

“Tim kita masih melakukan  pencarian ditengah laut dengan menyisiri pantai, pak, ” ucap Herman kepada PilarbangsaNews.com, barusan.

Di Air Haji.

Korban  ke dua  bernama Amran berumur 35 tahun. Peristiwanya juga sama dengan  yang di Surantih, sama sama menggunakan sampan boliang dan sama sama dilamun ombak saat sampan yang digunakan  Amran masuk ke pintu muaro Air Haji.

BPBD Pessel, kata Herman belum dapat mengirimkan tim untuk melakukan pencarian  ke Air Haji. Karena perahu karet yang dimiliki BPBD Pessel hanya satu unit.

“Kita punya perahu karet cuma satu, kini terpaksa harus minta tolong ke  basarnas Sumbar, ” kata Kepala BPBD Pesisir Selatan. (****)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *