Agus HUT

PPKM Mikro, Belajarlah ke Nagari Pasia Laweh

Oleh Gian Giodani Gusvero *)

Dalam bulan Juli 2021 ini, kata-kata yang paling populer di Indonesia adalah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Karena pada masa ini pemerintah menetapkan dua macam PPKM yaitu PPKM Mikro dan PPKM Darurat dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Kini di penghujung bulan Juli 2021 pemerintah meluncurkan istilah PPKM level 4 atau setara dengan PPKM Darurat.

Jika kita menelisik pengertian PPKM Mikro, sesungguhnya adalah pola penanganan dan pengendalian Covid-19 yang berbasis pada lingkungan pemerintahan terkecil, yaitu nagari, desa atau kelurahan. Sehingga pada tingkat itu dapat diketahui secara detil masalah, upaya penanganan dan pengawasannya. Karena itu Kementrian Dalam Negeri kemudian menurunkan Imendagri No.9/2021 tentang PPKM Mikro yang didalamnya disebutkan wajib membentuk Posko Covid-19.

Nah, jika ada yang ingin melihat bagaimana pelaksanaan Posko Covid-19 dalam konteks PPKM Mikro secara nyata, maka di Provinsi Sumatera Barat ada yang telah berhasil merealisasikannya yaitu di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Papuluh Kabupaten Agam. Letaknya tidak jauh dari Kota Bukittinggi, hanya sekitar 32 kilometer.

Rumah Sehat Isolasi Berbasis Kaum di Nagari Pasia Laweh
Lisda Maulid 2

Nagari Pasia Laweh berpenduduk 4.262 jiwa, terletak di tengah perlintasan jalan Bukittinggi-Pasaman. Negeri ini dibelah jalan lintas yang merupakan jalur sibuk, sebab jalan ini juga menuju ke Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, secara mobilitas nagari ini hidup 24 jam karena letak geografisnya itu. Ada juga warung makan dan warung minum serta pasar nagari yang membuat aktifitas masyarakat bisa bercampur dengan siapa saja dan dari mana saja.

Pada saat Covid-19 mulai merajalela, Nagari Pasia Laweh sudah membentuk Posko Nagari sebagai bentuk antisipasi penanganan Covid-19, yaitu untuk melakukan aksi penyemprotan disinfektan, penyebaran masker dan membuat tempat cuci tangan pada fasilitas umum seperti di pasar, kantor wali nagari dan objek wisata. Tugas penting Posko Nagari pada awal-awalnya adalah mendata dan membagikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa.

Tugas Posko Nagari sangat terbantu dengan ikut sertanya seluruh ninik mamak dan penghulu kaum dari 7 suku dan seratus ninik mamak. Para pemangku adat inilah yang menjadi tempat bertanya oleh Tim Posko Nagari dalam menentukan penerima BLT Dana Desa. Ninik mamak menentukan siapa anak kemenakannya yang patut menerima dan tidak patut menerima dari BLT Dana Desa.

“Nagari Pasia Laweh kalau boleh dikatakan tidak ada masalah dalam penyaluran BLT Dana Desa, karena pendataan dan pendistribusian BLT berbasis kepada kaum atau suku. Sehingga tidak ada protes dan kekecewaan dari masyarakat, sebab mereka yang menerima BLT Bana Desa betul-betul mereka yang pantas dan sesuai dengan kriteria yang diberikan pemerintah,” kata Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arifin, S.Sos., MM. Datuak Perpatiah.

Rumah Sehat Isolasi Berbasis Kaum di Nagari Pasia Laweh

Ketika Covid-19 makin menjadi melanda Indonesia, termasuk Sumatera Barat, dimana diberlakukan PPKM Mikro, maka langsung disambut dengan aksi nyata oleh Nagari Pasia Laweh, yaitu meluncurkan Program Lumbung Pangan Nagari (LPN) dan mendirikan Rumah Sehat Isolasi Berbasis Kaum (RSIBK). Kedua program ini saling mendukung dan tujuannya adalah sama yaitu membantu masyarakat yang terpapar dan terdampak Covid-19. Kedua program ini langsung menjadi tanggungjawab dari Posko Covid-19 yang telah dibentuk sebagai lanjutan dari Posko Nagari yang telah ada sebelumnya.

LPN bentuknya adalah penghimpunan dana dan logistik yang digunakan untuk penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19. Karena diyakini bantuan pemerintah tidaklah akan cukup. Sebagai bentuk transparansi maka dibuka rekening khusus yang dikelola oleh Posko Covid-19 yang pelaporannya diungkap secara terbuka sekali dalam sebulan. Ternyata respon masyarakat terhadap LPN ini luar biasa, bantuan berdatangan terutama dari masyarakat perantau Nagari Pasia Laweh yang banyak berdomisili di Malaysia, Jakarta, Pekanbaru dan Jambi.

AJ1

Bersamaan dengan terbentuknya LPN, maka ninik mamak penghulu kaum atau suku berinisiatif menyerahkan Rumah Adatnya untuk dijadikan Rumah Sehat Isolasi Berbasis Kaum. Rumah adat di Nagari Pasia Laweh relatif banyak yang kosong karena tempat berkumpul sekali setahun saja waktu Hari Raya Idul Fitri dari keluarga yang pulang kampung. RSIBK ini oleh Posko Covid-19 Nagari Pasia Laweh dilengkapi dengan fasilitas berupa tempat cuci tangan, masker, vitamin dan hand sanitizer. Juga ada buku-buku bacaan tentang kesehatan dan ilmu pengetahuan lainnya.

RSIBK ini diperuntukkan untuk masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. Di RSIBK ini para penderita Covid-19 bisa beristirahat dengan baik dan untuk kebutuhan makan serta minumnya dipasok oleh masing-masing kaum sesuai keberadaan RSIBK. Selain itu Posko Covid-19 juga akan memasok dengan vitamin dan telur serta buah-buahan, yang dananya berasal dari LPN. “Sinergi antara LPN melalui Posko Covid-19 dengan RSIBK sangat baik, sehingga para penderita Covid-19 dapat terlayani dengan baik, hingga sehat kembalin,” kata Wali Nagari Zul Arifin.

Yang menariknya, jumlah RSIBK ini di Nagari Pasia Laweh adalah 32 buah Rumah Adat. Kalau dilihat dari suku atau kaum yang ada hanya 7 suku yang tersebar di 7 jorong yang ada. Artinya, setiap suku atau kaum minimal menyediakan 4 buah Rumah Adat untuk dijadikan sebagai RSIBK. Inilah bentuk kearifan lokal yang tumbuh dengan subur di Nagari Pasia Laweh. Sehingga, jika di kota-kota ada pemberitaan tentang penuhnya Rumah Isolasi dan penuhnya Rumah Sakit Covid-19, maka hal itu tidak ditemui di Nagari Pasia Laweh. Semua panderita Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang akan ditempatkan di RSIBK. Penderita ini akan dilayani oleh kaumnya sendiri dan dibantu oleh Posko Covid-19, betul-betul PPKM berbasis Mikro.

Rumah Sehat Isolasi Berbasis Kaum di Nagari Pasia Laweh

Wali Nagari Pasia Laweh Zul Arifin mengatakan, RSIBK yang ada jumlahnya 32 buah. Namun yang sudah digunakan sebagai Rumah Isolasi paling banyak hanya 10 buah saja. Ini karena jumlah masyarakat Nagari Pasia Laweh yang terpapar Covid-19 juga sangat sedikit sebagai buah ketatnya protokol kesehatan di nagari. Ninik mamak akan menegur anak kemenakan yang lalai menggunakan masker atau berkumpul yang berpotensi membuat kerumunan.

“Kita sangat ketat dengan protokol kesehatan, baik di pasar, kantor pelayanan nagari, di mesjid dan mushalla, mau pun di warung kopi atau lapau. Seluruh masyarakat Nagari Pasia Laweh tanpa kecuali wajib menggunakan masker jika berada di luar rumah,” kata Zul Arifin ini bertegas-tegas, sambil menjelaskan bahwa animo masyarakat ikut vaksinasi di nagarinya juga cukup tinggi.

Juara Lomba Nagari 2021

Karena kehebatan Nagari Pasia Laweh ini menerapkan PPKM Mikro dalam menangani Covid-19 serta didukung oleh kearifan lokal, menjadikan nilainya paling tinggi pada waktu Lomba Nagari Berprestasi 2021 Tingkat Sumatera Barat dan ditetapkan sebagai juara pertama. Tentunya didukung oleh nilai-nilai bidang lain yaitu pelayanan administrasi masyarakat berbasis digital, pengelolaan BUMNag (Badan Usaha Milik Nagari), kegiatan PKK, siaga bencana, pendidikan, dan inovasi-inovasi lain meningkatkan perekonomian masyarakat di nagari terutama bidang kehutanan dan pariwisata.

Rumah Sehat Isolasi Berbasis Kaum di Nagari Pasia Laweh

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM. mengakui, terpilihnya Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam dalam Lomba Nagari Berprestasi 2021 karena penanganan Covid-19 nya berbasis kaum merupakan salah satu keunggulan, dimana setiap suku menyiapkan rumah isolasi untuk berjaga-jaga jika ada anggota sukunya yang terpapar Covid-19. Rumah sehat isolasi berbasis kaum ini juga digunakan bagi para perantau yang baru saja pulang kampung.

Apalagi, nilai gotong royong juga muncul dalam RSIBK ini, dimana pembiayaan dari rumah isolasi ini dibiayai sepenuhnya secara gotong royong oleh anggota suku, baik yang di kampung maupun dunsanak mereka yang berada di rantau. “Anggota suku yang berada di kampung bergantian mengantar makanan kepada dunsanak mereka yang berada di rumah isolasi. Sehingga peran Pemerintahan Nagari adalah menambah bantuan berupa sembako dan pembinaan. Ini merupakan bentuk sinergitas yang sangat baik melawan pandemi,” kata Syafrizal Ucok yang juga Penanggungjawab Tim Penilai Lomba Nagari Berprestasi Sumbar 2021.

Dengan meraih juara satu Lomba Nagari/Desa Berprestasi Tingkat Sumbar 2021, maka Nagari Pasia Laweh mewakili Provinsi Sumatera Barat ke tingkat nasional, akan bersaing dengan nagari/desa lain di Indonesia. Jika melihat bukti nyata di lapangan dalam pengelolaan pemerintahan nagari dan penanganan Covid-19, maka diyakini Nagari Pasia Laweh akan mampu meraih penghargaan secara nasional.

*) Penulis adalah Wartawan PilarbangsaNews

Leave A Reply

Your email address will not be published.