Batang Kapeh, PilarbangsaNews, —

Lapau Mak Gambuang pagi ini kedatangan seorang tamu aguang. Tamu aguang itu artinya tamu terhormat yang berpangkat dan mempunyai kedudukan terhormat di masyakat. Beliau adalah Drs Jamalus MM, anggota Fraksi FKS di DPRD Kabupaten Pesisir Selatan.

Bapak Jamalus ini dulu sebelum jadi anggota DPRD Pesisir Selatan adalah seorang Kabid di Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Sebelum  jadi Kabid beliau ini guru SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Painan.

Program pendidikan SPG berakhir tahun 1988, Pak JM, begitu ia disapa oleh temannya sesama guru waktu itu, pak JM langsung di alih tugaskan ke SMA 2 Painan.

Dia diangkat sebagai Kabid bukan karena dekat dengan  bupati terpilih mayoritas, sebab waktu itu pengangkatan seorang pejabat eselon di lingkungan Pemkab, dulu Pemkab itu Pemda (Pemerintah Daerah) namanya, benar benar seorang yang kapabel yang berkwalitas. Tidak berdasarkan belas jasa karena ikut sebagai tim sukses.

Sekarang kan bukan begitu, pengangkatan pejabat eselon mamang lewat pansel namun siapa orang yang akan ditunjuk sudah disiapkan sejak awal. Seleksi hanya sebuah formalitas saja.

“Iyo macam itu pak JM? ” kata Tam Arang  bertanya.

Sabalum ambo jawab tanyo Tam Arang, ancak  ambo terlebih dahulu ma ucapkan terimakasih ka kawan kawan nan ado di Lapau Mak Gambuang di Kabupaten Pasir Santan ko.

Lapau Mak Gambuang di Kecamatan Batang Kapuak Kabupaten Pasir Santan ko a, kata pak JM,   sangat pepuler di kalangan  urang nan suko menyimak perkembangan poltik di Kabupaten Pesisir Selatan.

Kalau kalua carito Lapau Mak Gambuang di media Online PilarbangsaNews.com banyak nan mambaco mengikuti carito nan dibahas.

“Ambo sendiri, selalu mengikutinyo, kadang sadang  rapek pun di komisi ambo kajakan juo mambaconyo. Caritonyo berimbang ndak memihak doh. Kok memihak bana  kalimat  nan diucapkan lai babungkuih rapih bana, ndak batalanjangkan bana doh,  sahinggo tak taraso sentilan itu sabananyo taraso padiah, tapi lunak lunak lambuik juo lapehnyo, ” Kata Pak JM sambil menuangkan kopinya kedalam  tadah. Lalu kemudian Kopi yang dituangkannya  dia seruput.

“Nde yo sero kopi Mak Gambuang ko yo, ” Katanya.

Tam… Ambo usul ciek yo, kato Pak JM lebih lanjut, kito pagiko ndak membahas soal jabatan doh, tapi kito membahas masalah vaksin ba’anyo?

Kalau soal jabatan nan kito bahas, panjang masalah. Banyak nan katasenggol beko.  Lebih baik soal vaksinasi nan kito bincangkan. Soalnya pencapaian target vaksinasi di kabupaten kami di Pesisir Selatan, masih alun mencapai target. Akibatnyo sampai kini Pesisir Selatan masih barado di level III PPKMnyo, ” kata pak JM mengalihkan topik bahasan carito lamak mereka.

“Ndak baa doh pak, kalau di Nagari kami ko, kami bebas sajak dulu dari COVID-19, seorang pun warga kami tak ado nan kanai COVID-19 doh, sabab kami patuah dengan himbauan pemerintah
Nyo suruh dek pemerintah kami pakai masker, kami pakai masker, disuruh dek pemerintah jan ka lua rumah, kami manggano sajo dirumah, tak kalua kalua doh. Pokoknya protokol ksehatan itu memang kami terapkan seketat mungkin,”  kata Pakie Teliang menyela.

“Di Kabupaten Pesisir Selatan ndak macam itu doh yo pak. Artinya ndak ketat bana alias longgar dalam  menerapkan protokol kesehatan?, ” tanya Mas Tartok.

“Iya mungkin juo seperti itu, ” jawab pak JM

“Lah bara capaian target vaksinasi di Pessel pak?” tanya  Mas Tartok

Berdasarkan data diperoleh dari Pak Kapolres Pessel AKBP Sri Wibisono SIK MH, Untuk capaian manual telah mencapai diangka 31%. “Semoga untuk input _Pcare_  diaplikasi segera bisa menyesuaikan angka capaian itu,” kata Kapolres ketiko ditanya oleh penulis artikel ini.

“Target 60 % apakah bisa itu tercapai?” tanya Mas Tartok lagi.

Kapolres yakin bisa tercapai asalkan sinergi antara semua stake holder dan di dukung masyarakat Pessel. In Sha Allah jika : Warga masyarakat yang belom vaksin segera mendaftarkan diri untuk vaksin 1 maupun 2.

– tenaga vaksinator bersemangat untuk  capain target minimal 200 dosis/ tim/hari.

– supply vaksin selalu ready minimal utk perencanaan 1  Minggu kedepan

Terkait dengan stok ready vaksin ini kadang menjadi sebab capaian target terkendala.

Supply vaksin saat ini menunggu habis baru dikirim, sehingga ada jeda waktu puskesmas pelaksanaannya sangat minim beberapa hari sambil nunggu vaksin distok lagi.

Ideal per Minggu tiap puskesmas utk akselerasi / percepatan vaksin di pesisir selatan minimal 2000 dosis.

“Ko-kok da-da-dapek ja-jan di-dipaso u-urang Vaksin,  pak, ” Udin Gagok menyela.

Menurut Pak JM, Vaksin adalah program pemerintah yg harus kita dukung dalam upaya melenyapkan  Pandemi Covid 19 di tanah air.

Namun dalam pemberian vaksinasi kepada masyarakat, banyak hal yg harus kita kritisi. Diantaranya bagi Masyarakat yang mengindap penyakit bawaan  jika memang tak mungkin bisa di vaksin  jangan  dipaksakan. Dokter harus memberikan surat  keterangan kepada yang bersangkutan dengan  menerangkan sebab tidak di vaksin.

Nan ke dua, kata Pak JM, jangan dijadikan Vaksin persyaratan administrasi utk berurusn termasuk yg mendapat bantuan bagi Masyarakat. 

“Setuju ambo mah pak, ” kata Labai Litak.

Pak JM melihat arloji di tangan, jam telah menunjukkan pukul 7: 15 WIB.

“Ambo permisi dulu yo kawan kawan, beko kami ado rapek pulo di komisi, ” kata Pak JM sambil mengeluarkan uang kertas biru selember dan diberikan kepada Mak Gambuang untuk membayar minum kopi pagi orang se lapau….

“Assalamu’alaikum, ambo pai lu yo,” pak JM melambaikan tangannya seraya menutup kaca pintu mobilnya….. Dijawab dengan  Alaikumsalam WW secara serempak….

By Pilar