Pekanbaru, PilarbangsaNews, —

Ragu kita apakah kopi yang dijual di lepau Mak Gambuang beberapa hari yang lalu itu asli atau tidak ya? Sebab cita rasa kopinya beda dengan kopi yang biasa dijual Mak Gambuang, begitu juga jika  dilihat dari struktur rupa, kopi yang beredar itu bukan kopi hasil racikan yang biasa tersedia di Lepau Mak Gambuang.

Bagi mereka yang tak biasa minum kopi di Lepau Mak Gambuang, kopi yang beredar itu dianggap asli racikan Mak Gambuang. Sehingga saat kopi ini di suguhkan kepada mereka, mereka seruput sampai tandeh tak berdedak lalu kemudian mengucapkan Alhamdulillah…karena menganggap kopi itu buatan Mak Gambuang sendiri.

Berbeda dengan  Tam Arang, Labai Litak, Udin Gagok dan Ujang Saga, mereka meragukan kopi itu kopi Mak Gambuang. Sebab Mak Gambuang  untuk beberapa hari ini tidak berada di tempat, Handphone Mak Gambuang diluar jangkauan bila dihubungi. Kabarnya Mak Gambuang ke Jakarta  membeli bijih kopi yang akan diraciknya.

Lalu siapa yang berjualan di Lepau Mak Gambuang pagi kemarin itu? kok berani beraninya meniru dan mengatakan  kopi itu kopi hasil racikan Mak Gambuang?

Yang berjualan di Lepau Mak Gambuang, nama beliau Mak Lesuik.  Mak Lesuik adik sepupu dari Mak Gambuang,” Kata Pakie Teliang menjelaskan bagaimana sangkut pautnya hubungan Mak Gambuang dengan  Mak Lesuik.

Warga Kecamatan Batang Kapuak tidak lagi mengenal siapa nama asli Mak Gambuang maupun  nama asli dari Mak Lesuik.  Berat badan Mak Lesuik 40 Kg sedangkan  berat Mak Gambuang 120 Kg. Dari berat badan inilah pemberian panggilan nama kepada kedua emak emak ini. Mak Gambuang di panggil namanya Mak Gambuang karena memiliki berat 120 Kg sedangkan Mak Lesuik dipanggil Mak Lesuik karena berat badannya nyaris sama dengan berat badan rata rata seleb papan atas atau peragawati yang sering tampil di chanel TV Fhesion Show itu.

Ke dua emak emak ini tidak pula pernah marah dipanggil sesuai dengan kondisi berat badan mereka. Mak Gambuang tak minder dilabel sebagai orang yang paling berat di daerah mereka. Begitu juga Mak Lesuik tak pula bangga dipanggil Mak Lesuik meskipun body beliau langsing seperti  seleb papan atas.

Penulis sedang menyeduh kopi Mak Lesuik, tapi bukan di Lepau Mak Gambuang

Kembali ke cerita kopi Mak Lesuik, kata penulis artikel ini  rasanya nyaris sama dengan kopi Mak Gambuang. Sama sama manis, karena adukan kopi yang dipesan oleh penulis artikel ini 3 banding 1. Tiga sendok makan gula dan 1 sendok makan  kopi…. Gulanya bukan gula tebu tapi gula aren… Konon kabarnya dapat menurunkan kadar gula dalam tubuh bila rajin mekosumsi Kopi gula Aren….. Pembaca boleh tidak percaya…















By Pilar