Payakumbuh, PilarbangsaNews

Pasca dilounchingnya oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi pada 22 Oktober 2022 lalu di Masjid Raya Sumbar, gelora Wirid Remaja dikalangan siswa SLTA dan pelajar SLTP secara perlahan mulai kelihatan, terutama di Wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Tanah Datar.

Pengamatan ini diungkapkan Kacabdin Pendidikan Wilayah IV, Drs Asricun, M MPd menjawab pertanyaan PilarbangsaNews, Rabu (30/11/2022) siang di kantornya, Jalan Riau 14 Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Memulai program kegiatan yang baru itu, lanjut Asricun memang butuh waktu dan proses untuk menterapkan ditengah tengah kalangan siswa dan pelajar. “Kita harus sabar dan bagaimana kegiatan ini agar membumi di daerah kita,” harapnya.

“Saya melihat sebuah Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, dimana di sana wali nagarinya bersama ninik mamak dan pemuka masyarakatnya terjun langsung “maapik-an” anak kemenakannya bersama-sama ke masjid ketika wirid remaja ini dilaksanakan,” sebut Asricun sembari menyebutkan nama Nagari Batubalang, Kecamatan Harau.

Nagari- nagari lain atau kelurahan seyogianya mencontoh apa yang telah dilaksanakan Nagari Batubalang tersebut, imbuhnya.

Wirid remaja tidak hanya sekedar mendengar ceramah agama yang disampaikan ustadz dan buya, tapi lebih dari itu.

Anak-anak siswa dan pelajar tadi bisa pula membentuk kelompok diskusi yang membahas beragam topik, misalnya tentang agama, adat istiadat, disamping ilmu pengetahuan sendiri. “Wirid remaja, jadikan wadah mempertemukan siswa tadi untuk mengembangkan, ilmu keagamaan, muatan lokal, dan ilmu pengetahuan moderen,” sebut Asricun lebih jauh.

Ia harapakan juga, sekolah-sekolah boarding yang materi pelajaran agamanya dominan, diharapkan konstribusinya dengan mengirim siswanya/santrinya berbagi ilmu keagamaan yang lebih dalam disaat wirud remaja ini dilaksanakan.

Terakhir, Asricun juga berharap kepada anggota dewan yang terhormat, baik tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota untuk mengalokasikan pokirnya guna pembekalan dari kegiatan wirid remaja ini.

“Bagaimanapun kegiatan wirid remaja ini butuh biaya. Maka kami mohon letakkan pokir bapak dewan di instansi terkait, misalnya di bagian kesra, dinas pendidikan, kemenag, dan lain sebagainya,” pinta Asricun.

“Yang kita bangun ini sumber daya manusianya, bidang, agama, ilmu pengetahuan, dan adat istiadat, serta budaya,” ucapnya.

“Kita jadi risih, kalau seorang penghulu kaum minus pengetahuannya tentang adat istiadat. Begitupun ketika berbi cara di forum yang bernuansa adat, misalnya dalam konteks alua pasambahan,” pungkas Asricun mengakhiri. (wba)

By Redaksi