Dharmasraya

Enam Pilar Transformasi Kesehatan untuk Masyarakat Dharmasraya


Dharmasraya, PilarbangsaNews – Sekda Dharmasraya, Adlisman dalam rangka menghadiri sekaligus membuka acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 yang dilaksanakan di Sport Center Koto Padang, Rabu, (30/11/22) mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya harus terus menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat Kabupaten Dharmasraya benar-benar dapat terbebas dari Covid-19.
Bahkan, saat ini Kemenkes sedang melakukan transformasi system kesehatan yang berfokus pada 6 pilar. Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, rpoduktif dan berkeadilan. Sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah dimasa yang akan datang.
Fokus yang dibuat adalah kepada 6 pilar transformasi kesehatan, yaitu tranformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi system ketahanan kesehatan, transformasi system pembiayaan kesehatan, tranformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.
Pada pilar 1, Kemenkes terus berupaya mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer. Termasuk standar jaringan, standar layanan, serta digitaliasi system pelaporan. Integrasi pelayanan kesehatan akan terlihat mulai dari pelayanan di Puskesmas, hingga tingkat desa. Serta akan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
Pilar 2, transformasi layanan rujukan bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada pilar ini, kita memperkuat sisi melalui peningkatan kapasitas infrastutur dan kompetensi SDM dalam memnyediakan layanan kesehatan, sehingga layanan rujukan tersedia dan dapat diakses di seluruh daerah di Kabupaten Dharmasraya.
Pada pilar 3, transformasi system ketahanan kesehatan, percepatan ketahanan farmasi dan alat kesehatan terus dilakukan. Agar produk obat, vaksin dan alat kesehatan dapat diproduksi dan dimanfaatkan di dalam daerah. Terkait pilar 4, Kemenkes melakukan transformasi pembiayaan kesehatan untuk memastikan pembiayaan yang cukup, adil, efektif dan efisien.
Pada pilar 5, SDM kesehatan bertransformasi dalam peningkatan jumlah, pemerataan serta meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, untuk memberikan pelayanan berkualitas hingga pelosok. Pada pilar 6, teknologi kesehatan di Indonesia terus bertransformasi menuju system kesehatan yang tangguh dan terintegrasi.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tenaga kesehatan yang telah bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan Indonesia. Pejuangan kita masih panjang, saya berharap semua insane kesehatan dapat terus bahu membahu dan membangun pola hidup sehat di tengah masyarakat,” pungkas Sekda.(Rjl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *