Padang, PilarbangsaNews.com,–
Hendrajoni SH MH, mantan Bupati Pesisir Selatan membantah dirinya pernah menerima uang dari terdakwa GY.

“Saya tidak pernah menerima uang dari terdakwa, begitu juga istri saya, bertemu saja dia tidak pernah dengan terdakwa, apalagi menerima uang, ” kata Hendrajoni dalam kesaksiannya di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Kelas IA Padang, Rabu (25/1/2023).

Hendrajoni memberikan kesaksiannya dalam kasus korupsi dengan terdakwa mantan direktur PDAM Tirta Langkisau GY dan R.

Mantan Bupati Pesisir Selatan ini didengar kesaksiannya karena sebelumnya dia berdasarkan pengakuan terdakwa GY telah menerima uang sebesar Rp 300 juta. Dengan rincian Rp 200 juta untuk Hendrajoni dan Rp100 juta lagi untuk Lisda Hendrajoni yang digunakan membiayai kegiatan kampanye dalam Pileg.

Sebelumnya Jaksa penuntut umum dalam surat dakwaannya menyebutkan kasus korupsi ini terjadi pada tahun anggaran 2019 -2020. Akibat perbuatan terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 836.181.563.

Menurut tedakwa uang yang diberikannya itu merupakan dana pembinaan.

Hendrajoni mengatakan dirinya tak tahu menahu terkait dengan adanya dana pembinaan.

Ketika Hendrajoni menjabat sebagai bupati Pesisir Selatan, dirinya tidak pernah minta minta setoran kepada kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan kepala satker.

“Saya selalu mengingatkan kepada seluruh satker (satuan kerja) di lingkup Pemkab Pesisir Selatan bekerjalah dengan benar. Jangan korupsi, ” kata Hendrajoni yang tampil mengenakan baju kotak kotak warna dasar putih dan garis kotak nya berwarna biru.

Sebab, lanjut dia, dengan bekerja yang benar dan berprestasi itu merupakan hadiah yang berharga bagi dirinya. Dan dia selalu mengingatkan kepala Satker dan OPD (organisasi Perangkat Daerah) agar berhati hati dalam menggunakan anggaran dan tidak melakukan penyelewengan. “Kalau terdakwa mengatakan dia memberikan dana pembinaan itu, kapan, dan pada siapa diberikan?, ” kata Hendrajoni dengan nada bertanya.

Permintaa Majelis Hakim

Dikutip dari Posmetropadang.co.id, Kehadiran mantan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni siang itu atas permintaan Majelis Hakim untuk menghadirkan saksi dalam persidangan.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Khairuludin, SH, M.H , Hakim Anggota Lili Evelin SH, M.H danHakim Anggota Hendri Joni S.H, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pessel Junaidi, SHMH, Muhasanan Mardis, SH, M.H , Teddy Arihan, SH, M.H, Randi Fauzan, SH, Rido Pradana, SH.

Sementara dari Penasehat Hukum terdakwa GY dihadiri Masdi, SH., MH dan patner.

Majelis Hakim juga mempertanyakan pengangkatan Pj. Direktur PDAM Tirta Langkisau yang dilaksanakan Maret 2018.

Menurut Hendrajoni, pengangkatan terdakwa justru dinilai yang terbaik dari direktur sebelumnya yang selalu merugi. Setahu saksi setelah GY jadi direktur PDAM Tirta Langkisau memperoleh laba. (***)

By Pilar