.

STIA Balai Selasa Luncurkan Tahfidz Ramadhan, Pembukaan Dihadiri Alirman Sori dan Syafrizal Ucok

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Tahfidz Ramadhan Angkatan Ke-3 Tahun 1444 H/2023 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Pessel dimulai pada Sabtu (25/3/2023) malam.

Pelaksanaan Tahfidz Ramadhan Angkatan Ke-3 Tahun 1444 H/2023 yang akan berlangsung selama 25 hari kedepan itu secara resmi dibuka oleh Anggota DPD/MPR RI Dr Alirman Sori, SH,M.Hum.MM. Senator ini sekaligus menjadi nara sumber seminar Empat Pilar Kebangsaan MPR-RI.

Menurut Alirman Sori, Pancasila sebagai dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum, maka kebijakan di negara ini harus berlandaskan kepada Pancasila. Mahasiswa sebagai bangsa punya kewajiban melaksanakan dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercantum dalam UUD 1945 bahwa tidak dapat dirubah. “Kita bisa berbeda-beda dalam suku, adat dan budaya karena kita memiliki banyak pulau dan bahasa. Namun semuanya dalam bingkai negara kesatuan yaitu NKRI. Makanya bangun kebangsaan dan nasionalisme,” kata Alirman Sori, senator dua periode ini.

Dr Alirman Sori dan wartawan senior Gusfen Khairul menyerahkan hadiah kepada peserta Tahfidz Ramadhan

Sementara itu Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pesisir Selatan Drs. H. Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah yang memberikan sambutan, berbicara panjang lebar tentang Restorative Justice yaitu penyelesaian perkara hukum diluar pengadilan, yang dilaksanakan oleh Polda Sumbar dengan LKAAM.

Karena pembukaan Tahfidz Ramadhan ini dihadiri oleh orangtuanya, maka perlu dijelaskan tentang Restorative Justice. Jika korban dalam suatu perkara hukum dapat memaafkan pelaku, dan mendapat jaminan pula dari Ninik Mamaknya, maka dapat dilakukan perdamaian. Perkara hukum itu dapat diselesaikan tanpa harus dilimpahkan ke pengadilan.

“Dengan Restorative Justice maka Mamak akan memiliki marwah kembali, anak dipangku kemenakan dibimbing. Kemenakan akan sepatuh Mamak,” kata Syafrizal Ucok, yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Painan.

Mengenai program Tahfidz Ramadhan di STIA Balai Selasa ini Syafrizal Ucok sangat mengapresiasi dan patut didukung semua pihak. Selain menambah hafalan dari pesertanya, program ini juga menciptakan anak-anak yang cerdas dan berakhlak.

Program Tahfidz Ramadhan ini patut ditiru oleh lembaga lainnya karena sangat baik untuk membebaskan generasi muda dari buta huruf Al-Qur’an. Selaku Ketua LKAAM, saya harapkan Tafidz Ramadhan ini bisa membentuk generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan mengamalkannya,” ujar Syafrizal, Wabup Pessel 2005-2010 ini.

Ketua STIA Balai Selasa Dr Lukman Hakim mengatakan, saat ini STIA sudah mengantongi akreditasi “B” dengan tiga fakultas. Dalam waktu dekat akan menjadi Institut Agama Islam dengan fasilitas kampus yang makin lengkap. (gk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *