Solok KotaSolok Selatan

Ancam Balik Bupati Solok, Leo: Selesaikan Secara Administrasi, Jangan Intimidasi

Kota Solok, PilarbangsaNews
Polemik antara Pemerintah Kabupaten Solok dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solok kian memanas. Ujung-ujungnya saling ancam pun mulai terjadi. Namun pihak pihak PDAM Kota Solok maupun Wali Kota Solok belum merespon masalah ini. Sepertinya membiarkan persoalan ini menuai berbagai komentar ditengah-tengah masyarakat.

Ancaman pemutusan aliran air bersih untuk masyarakat Kota Solok yang dikelola oleh PDAM semakin gencar. PDAM Kota Solok yang sumber air berada di Kabupaten Solok dinilai oleh Pemerintah Kabupaten Solok telah melanggar Perjanjian Kerjasama. Namun keresahan dari banyak masyarakat mulai terlihat dari banyaknya komentar negatif terbitnya pemberitaan di banyak media online tersebut.

Bupati Solok Epyardi Asda diawal masa kepemimpinannya, telah memerintahkan pihak terkait seperti Sekretaris Daerah dan kepala Bagian Perekonomian untuk melakukan koordinasi dan komunikasi ulang dengan pihak PDAM dan Pemerintah Kota Solok.

Namun memuncak baru-baru ini, Bupati mengetahui bahwa persoalan tersebut belum terselesaikan, entah di mana persoalan tersebut tersangkut. Akibat dari belum terselesaikannya, Bupati dalam beberapa media mengatakan akan memutuskan aliran air minum ke kota Solok jika tidak diselesaikan dalam waktu 7 hari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison saat dihubungi media PilarbangsaNews membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan persoalan ini sudah lama dibahas dengan pihak PDAM dan Pemkot Solok, namun belum didapatkan titik temu.

” ya benar, kita diberikan waktu 7 hari oleh Bupati untuk menyelesaikan persoalan ini. Jika tidak, pemutusan terpaksa dilakukan, ” sebut Medison melalui pesan Wathsap.

Namun kondisi berbeda terjadi bagi masyarakat Kota Solok, ramai di media sosial tanggapan negatif dilontarkan atas ucapan Bupati Solok tersebut dalam menyelesaikan sebuah persoalan.

Hingga muncul sebuah cuitan yang tak kalah garangnya dari salah seorang anggota DPRD Kota Solok.

Dalam postingan di akun media sosialnya, Leo Murphy anggota DPRD dari fraksi partai PDIP tersebut mengecam keras statemen yang dikeluarkan oleh Bupati Epyardi Asda. Menurutnya statemen tersebut jauh dari perilaku seorang kepala daerah.

” jika persoalan administrasi, selesaikan dengan administrasi. Jangan main intimidasi, kita akan melakukan perlawanan jika itu benar-benar dilakukannya, ” sebut Leo.

Tambahnya, Kabupaten Solok dan Kota Solok masih bersaudara. Sekitar 50 persen warga Kota Solok merupakan warga dari Kabupaten Solok. Baik yang tinggal menetap maupun yang melakukan usaha ekonomi di Kota Solok.

” saya meminta Bupati Solok menarik balik ucapan yang mengancam tersebut, saya mewakili warga Kota Solok akan melakukan perlawanan terhadap intimidasi tersebut, ” ungkapnya dalam video tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Hepy Darmawan mengatakan bahwa hal itu akan segera diselesaikan. Menurutnya pemutusan tersebut tidak akan bisa terjadi.

” menjawab keresahan publik, kita di pemerintah akan segera menyelesaikan persoalan tersebut. Ini hanyalah persoalan admnistrasi yang akan diselesaikan dengan cara administrasi pula. Jadi kita himbau masyarakat untuk tidak terlalu terpengaruh dengan situasi ke depan. Pemerintah pasti bisa menyelesaikannya, ” sebut Hepy.

Bagi masyarakat, persoalan air adalah menyangkut hajat hidup. Air merupakan kebutuhan utama yang tak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini bermasalah tentunya akan menimbulkan dampak sosial yang sangat parah.

” harusnya orang-orang hebat tersebut mengatur kemaslahatan bagi masyarakat banyak. Bukannya memberikan mudarat bagi masyarakatnya, ” ujar Alisar, salah seorang masyarakat Kota Solok. (ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *