.

“Kalau Berita Ko Turun, Heboh Bisuak!”

Oleh: H. Nasrul Jalal

Assalaamu’alaikum

Warrahmatullaahi

Waabarakaatuh..

Alhamdulillah Waa Syukurillah,

Terimakasih dan apresiasi saya haturkan kepada rekan-rekan, adik-adik seprofesi serta segenap Keluarga Besar Alumni Harian HALUAN yang telah berkenan, memberikan kehormatan kepada saya untuk menyampaikan secara tertulis kesan dan pengalaman selaku pribadi yang pernah mengabdi selaku wartawan sekaligus karyawan di surat kabar Harian Haluan jalan Damar No. 59 DEF Padang, hingga melalui masa purnabhakti.

Baiklah, saya berikan kesan dan pengalaman saya, semoga bermanfaat dan memenuhi harapan kita semua.

Harian Haluan periode kedua terbit kembali pada 1 Mei 1969. Setelah tutup selama 11 tahun akibat pergolakan daerah.

Sebelum terbit kembali pada 1 Mei 1969 saya sempat melihat sudah ada daftar susunan redaksinya. Sebagai Pemimpin Umum Kasoema. Pemimpin Redaksi Chairul Harun. Juga sudah ada nama Annas Lubuk, Syamsuddin Dt Tuo, Syafri Segeh, Basri Segeh, Rusli Marzuki Saria, M Yusfik Helmi dan Leon Agusta.

Nama Korektor ada dua orang, Syukril Syukur dan Anas Leman. No 3 belum ada nama baru berupa titik titik.

Satu kali saya lapor pada Chairul Harun, agar bisa diterima di Harian Haluan, tidak apa sebagai Korektor.

” Apo Bung lai siap’, tanyanya. Tentu saja

saya jawab, “Siap!”.

Syukril Syukur menyarankan kepada saya agar segera menemui “Gaek”. Maksudnya Pak Kasoema. Akhirnya saya menemui Pak Kasoema.

“Kerja yang benar nanti ya”, kata Pak Kasoema. Itu kata isyarat bahwa saya diterima. Sayapun melengkapi surat permohonan lamaran kerja. Nama saya adalah nama terakhir pada susunan personalia redaksi saat Harian Haluan terbit kembali pada 1 Mei 1969, yah sebagai Korektor.

Selama periode 1970-an, kalau saya tidak keliru, terjadi 3 kali pergantian Pemimpin Redaksi. Dari Chairul Harun kemudian Syafri Segeh lalu Rivai Marlaut. Sesudah itu baru Annas Lubuk sampai tahun 1999.

On

Saya merasa surprise ketika membaca postingan WA di Group Taragak Haluan bahwa saya telah ditetapkan sebagai perwakilan Generasi 1970-an yang akan memberikan kesan dan pengalaman selama berkiprah di Harian Haluan jalan Damar 59 (DEF) Padang dalam acara Temu Reuni Alumni HALUAN Damar 59 di Pantai Wisata ASEAN Kota Pariaman, Sabtu 26 Agustus 2023.

Bekerja selama 35 tahun di Harian Haluan Jalan Damar 59 DEF dari 1969- 2004, sungguh sangat berkesan di hati saya.

Betapa tidak. Kawan dan sahabat kian bertambah. Sejumlah pejabat, bahkan gubernur mengenal kita.

Banyak kota di Nusantara telah dikumjung tanpa mengeluarkan uang dari penghasilan/ gaji. Mengunjungi kota- kota tersebut rata-rata dalam rangka mengikuti program jurnalistik atau mengikuti rombongan reses DPRD dan sebagainya.

Apalagi masa itu, Haluan adalah suratkabar yang sangat berpengaruh.

Hal itu ditandai dengan oplah Harian Haluan yang terbesar di Sumatera bagian tengah.

Setiap hari suratkabar ini dibaca pencintanya di Sumbar Riau. Malahan koran harian ini juga punya Perwakilan di Jambi dan Bengkulu..

Harian Haluan pada masa itu dianggap sebagai “Harian Kompas”-nya Padang. Begitu anekdot yang terbangun ketika itu.

Kita sebagai wartawan Haluan juga merasakan dampak positifnya.

Berita- berita Harian sangat dipercaya masyarakat.

Jauh sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir, Harian Haluan telah membongkar sejumlah kasus korupsi, hasil investigasi. Berani memberitakan karena mempunyai data atau dokumen yang akurat.

Karenanya, tidak ada pihak yang diberitakan melakukan gugat balik atau somasi seperti sekarang. Dituduh pencemaran nama baik, lalu hal sangat memalukan pun terjadi bahkan berulang. Pihak media atau wartawannya minta maaf atas kekeliruan yang telah dilakukan dalam pemberitaan.

Di lain pihak saya terkesan dengan kecermatan Pak H. Kasoema sebagai Pemimpin Umum.

“Ini sudah dikoreksi ya?”, tanya Beliau.

” Sudah Pak”, jawab saya. Lalu Beliau membaca lagi lembaran yang sudah saya koreksi sebelumnya.

“Ini masih ada yang belum dibetulkan”, katanya seraya menyodorkan lembaran koreksi tersebut. Betul saja, ada yang terluput.

Ada sekitar tiga tahun saya bertugas sebagai Korektor, jabatan paling bawah di jajaran redaksi, akan tetapi paling diminta pertanggungjawaban atas kesalahan huruf, kata dan kalimat pada suratkabar yang terbit

Kemudian sebagai Penyunting atau Rewriteman halaman I, setiap hari harus berurusan dengan Pak Annas Lubuk yang kala itu menjadi Pemimpin Redaksi.

“Uda Annas,” begitu biasa saya menyebut mendiang adalah seorang pekerja keras dan penuh wibawa. Orang sekantor Haluan takut dan sangat segan kepadanya.

Uda Annas Lubuk seorang temparemental, cepat marah. Suaranya keras kalau lagi marah. Tapi sesungguhnya Beliau orang yang baik hati dan tidak pendendam.

Saya juga kadang dimarahi dan ditegur. Pernah suatu kali hasil suntingan berita yang saya serahkan kepadanya tidak sesuai harapan.

“Lai dibaco berita ko tadi? Kalau berita ko turun, heboh bisuak!”, kata mendiang suatu ketika. Berita itu saya ambil kembali dan membacanya lagi. Rupanya memang ada yang tertinggal dan saya betulkan. Lalu saya serahkan kembali. Uda Annas Lubuk menerimanya dan langsung membacanya.

“Hati- hati yo Nas?”, ulasnya kemudian.

Suatu ketika di bulan Pebruari 1985, Uda Annas Lubuk memanggil saya ke ruang kerjanya.

“Iko ado undangan ka Japang. Si Nas pai. Drill Bahaso Inggeris baliak”, kata mendiang.

Saya baca lagi lembaran berkas tersebut, memang undangan ke Jepang untuk mengikuti ASEAN Jurnalistik Fellowship Program. Undangan dari Persatuan.Wartawan Jepang atau Nihon Shimbun Kyokai/NSK melalui PWI Pusat.

Pada bulan Mei 1985 untuk 2 bulan saya berangkat ke Jepang bersama Gunung Gea dari SKH Mimbar Umum, Medan dan Mohd Hatta dari Banjarmasin Post, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sesungguhnya, banyak sekali kesan dan pengalaman saya selama bekerja di Haluan jalan Damar 59 DEF.

Bayangkanlah, dari tidak punya rumah mempunyai rumah. Lima orang anak menempuh pendidikan universitas. Begitu pula ada kesempatan ke luar negeri mengikuti program jurnalistik dan perjalanan jurnalistik. Terakhir ke AS pada Mei – Juni 2004.

Tahun 2006 dapat Penghargaan Kesetiaan Profesi dari PWI Pusat. Sertifikatnya diserahkan langsung oleh Ketua PWI Pusat Tarman Azam dalam sebuah acara di Hotel Pangerans Beach.

Alhamdulillah atas semua capaian yang saya raih selama 35 tahun berkiprah di Harian Haluan jalan Damar 59 DEF, Padang.

Demikianlah telah saya beberkan kesan pengalaman. Tentulah saya berusaha tidak terjebak dalam memuji diri sendiri.

Semuanya adalah realitas yang saya alami dan yang masih ” takana- takana- juo”. Saya mohon maaf kalau ada salah janggalnya tulisan saya ini.

Selamat menikmati acara Temu Kangen. Kita sambung terus tali silaturahmi, salah satunya melalui wadah WA Group Taragak Haluan.

Wassalamu’alaikum

Warrahmatullahi

Waabarakaatuh

Pekanbaru 24 Agustus 2023

Saya Yang Menulis

Nasrul Jalal

#Pesan dan pengalaman tertulis H. Nasrul Jalal semasa bekerja di Harian HALUAN jalan Damar No. 59 DEF Padang (beberapa bagian telah diedit-red) dibacakan oleh Syaharman Zanhar — seorang organisatoris senior yang tetap aktif menulis mengingat latar belakangnya selaku wartawan dan tercatat sebagai alumni Harian HALUAN jalan Damar No. 59 DEF Padang angkatan ’80-an –saat Temu Reuni Alumni HALUAN Damar 59 di Pantai Wisata ASEAN, Kota Pariaman, Sabtu 26 Agustus 2023.

Syaharman Zanhar sendiri merupakan salah seorang putra terbaik Piaman yang sosoknya cukup menonjol serta dikenal luas oleh banyak kalangan, baik tingkat lokal maupun nasional. Terakhir, ia menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Sumatera Barat Periode 2018-2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *