Solok Kabupaten

Masyarakat Nagari Gantung Ciri Kembali Demo Sempat Ricuh, Ini Penyebabnya

Kab Solok, PilarbangsaNews,–
Hampir sebanyak seratusan orang Warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung kabupaten Solok kembali mengadakan aksi demo menuntut wali nagari mereka yang diberhentikan oleh bupati untuk diaktifkan kembali.

Sebelumnya sepekan yang lalu yakni hari Selasa tanggal (12/12/2023) ratusan perwakilan masyarakat Nagari Gantung Ciri, telah melakukan aksi serupa mereka menuntut Bupati Solok untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara Hendri Yuda sebagai Wali Nagari.

Namun demo yang kedua kalinya ini sempat ricuh. Pendemo terpancing emosi dengan ucapan Bupati Solok, yang menyebutkan bahwa Wali Nagari mereka dipecat karena maling uang rakyat. Senin, (18/12).

Baca juga:

Tolak Pemberhentian Wali Nagari, Warga Gantung Ciri Demo Bupati Solok

Penyampaian aspirasi oleh perwakilan masyarakat tersebut awalnya berjalan tertib dan lancar. Namun tak berselang lama, situasi berubah ricuh dan terjadi aksi pelemparan kepada Bupati Solok.

Beruntung pihak keamanan dari kepolisian bisa menahan emosi masyarakat untuk tidak berbuat anarkis lebih jauh.

Pendemo emosi usai Bupati mengucapkan hal yang dianggap provokatif dan berkata tak etis sebagai kepala daerah. Dan tuduhan tersebut dianggap terlalu berlebihan, dikarenakan belum ada status hukum yang melekat kepada Wali Nagari Gantung Ciri tersebut.

Peserta aksi menilai, Bupati Solok Epyardi Asda tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hal tersebut di tengah penolakan keputusan yang telah dikeluarkannya. Mereka menilai, kasus yang mendera Wali Nagari Gantung Ciri masih dalam tahapan pembinaan oleh inspektorat.

Kericuhan berangsur reda setelah pihak kepolisian dibantu koordinator demo meminta untuk tidak melakukan aksi anarkis. Kondisi kian terkendali setelah para pendemo didatangi oleh ketua DPRD, Dodi Hendra dan tiga orang anggota DPRD diantaranya Zamroni, Hafni Hafis dan Dendi.

Zamroni dalam penyampaiannya meminta, agar Bupati untuk dapat berbahasa yang baik dan santun kepada masyarakatnya. Masyarakat yang datang ke kantor DPRD tersebut adalah untuk, menyampaikan aspirasi atas kondisi yang terjadi di Nagari mereka.

” mereka masyarakat yang mencari keadilan,bukan mencari keributan. Bupati harusnya berbahasa yang baik dan santun kepada mereka, karena mereka berhak untuk menyampaikan aspirasi kepada wakilnya di DPRD, ” ucap Zamroni.

Ketua DPC Partai PDI Perjuangan tersebut dengan lantang akan menindaklanjuti keinginan masyarakat Gantung Ciri tersebut di tingkat DPRD. Dan berjanji secara bersama-sama untuk mengembalikan Wali Nagari mereka, yang saat ini dinyatakan berhenti sementara.

Sementara itu, Hafni Hafis pun turut mengecam ucapan yang dikeluarkan oleh Bupati. Dihadapan para pendemo, Ia menyatakan kehadiran masyarakat ini adalah untuk mengadukan ketidakadilan yang dilakukan oleh Kepala daerah kepada pemimpin mereka.

” dan ini adalah tanggungjawab kami di DPRD untuk menampung dan menindaklanjutinya. Kami siap untuk mengawal aspirasi ini untuk menegakkan keadilan dan melawan kesewenang-wenangan kepala daerah,” tegas ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Selanjutnya, Dendi S,Ag. ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sekaligus putra Nagari Gantung Ciri tersebut menolak keras tudingan yang dilontarkan oleh Bupati Solok. Dirinya menilai ucapan tersebut adalah tuduhan serius sekaligus pencemaran nama baik terhadap Wali Nagari.

” kami masyarakat Gantung Ciri tak terima Wali Nagari Kami disebut maling uang rakyat, dan kami menuntut agar Bupati Solok untuk menarik kembali ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Sebelum persoalan ini, kami bawa ke ranah hukum,” kata Dendi.

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra turut prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini khususnya di Nagari Gantung Ciri. Namun dirinya meminta agar masyarakat bersabar dan tidak melakukan hal-hal yang membuat keadaan semakin kurang baik.

Ia juga meminta kepada Kepala Daerah untuk menjaga bahasa dan tutur kata kepada masyarakat banyak.

” bagaimanapun masyarakat Gantung Ciri juga ikut berkontribusi atas apa yang dicapai oleh Kepala daerah saat ini. Dan hari ini mereka hanya menuntut keadilan dan menolak kesewenang-wenangan yang mereka rasakan,” sebut Dodi.

Dodi menyebutkan nantinya tuntutan masyarakat ini akan dibahas di internal pimpinan Fraksi dan selanjutnya akan diagendakan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait di pemerintahan.

” Inspektorat, DPMN dan pihak terkait lainnya nanti akan kita panggil untuk mengklarifikasi persoalan ini. Biar jelas dan tidak menjadi polemik di kemudian hari,” Jelas Dodi Hendra.

Sebelumnya, Hendri Yuda diberhentikan sementara oleh Bupati Solok atas perkara penyalahgunaan keuangan di pemerintahan Nagari Gantung Ciri. Berdasarkan hasil Laporan Hasil Audit inspektorat.(ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *