Catatan Perjalanan Ke Jepang

Dotonbori, Kota Surga Belanja di Osaka Jepang

Catatan : Syaharman Zanhar (Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar)

JEPANG — Berkesempatan berkunjung ke Negeri Sakura, Jepang, banyak hal yang menjadi catatan bagi saya. Apalagi sebagai mantan Wakil Ketua Umum Kadin Sumbar dan sekarang menjadi Anggota Dewan Pertimbangan, masalah perdagangan dan dunia industri dengan lika likunya selalu menjadi hal yang menarik untuk dicermati dan didiskusikan.

Dotonbori adalah sebuah kawasan di Kota Namba. Bagi Osaka, Namba adalah merupakan pusat kota yang dijadikan ikon perdagangan termashur di Jepang.
Osaka adalah sebuah kota diwilayah Kansai, Jepang.

Selain sebagai ibukota prefektur Osaka, oleh pemerintah Jepang, kota ini ditetapkan sebagai kota terpilih berdasarkan undang undang otonomi lokal.

Kawasan perbelanjaan Dotonbori, Osaka

Kota Osaka adalah berpenduduk terbesar nomor tiga setelah Tokyo dan Yokohama. Osaka adalah kota bersejarah. Pada tahun 1532 pendeta Budha yang bernama Rennyo telah mendirikan kuil Ishiyama Honganji di lokasi yang sesuai dengan tanahnya, Osaka yang berarti Tanjakan Besar.

Dotonbori terletak di bagian utara dari arah Bandara Internasional Kansai yang dibangun ditengah laut dalam.

Sejak dibukanya penerbangan lansung ke Kansai dari berbagai penjuru dunia, Bandara Kansai menjadi salah satu bandara paling sibuk di Jepang seperti Bandara Haneda di Tokyo dan Bandara Narita juga di Tokyo. Sementara Bandara Kobe, sebelum dibangunnya Bandara Kansai, adalah bandara yang juga paling ramai di negara asal tsunami itu.

Sampai tengah malam Dotonbori ramai oleh wisatawan dari penjuru dunia

Dotonbori adalah salah satu objek wisata belanja andalan di Osaka. Lokasi Dotonbori terletak melintang di Kota Namba yang dibelah oleh sungai atau kanal Dotonbori. Selain terkenal sebagai pusat perbelanjaan, mulai dari pagi sampai tengah malam, Dotonbori juga dikenal dengan pusat pertunjukan sinema dunia dan pusat hiburan malam yang digandrungi oleh penikmat hiburan malam.

Ratusan petak toko, kios, bahkan mall menyajikan berbagai macam produk dunia dengan merek brand terkenal. Semakin malam semakin terlihat ramai.

Tidak ada kawasan perdagangan di kota kota besar Indonesia, yang menyerupai seperti di Dotonbori. Disepanjang pinggiran sungai Dotonbori para pedagang menyajikan berbagai macam kuliner Jepang dan berbagai masakan asal Asia, Eropa dan makanan tradisional Jepang lainnya. Begitu juga dipusat perbelanjaan yang dimulai dari kawasan stasiun kereta api cepat Namba, tidak kurang ke arah selatannya sejauh mata memandang diterangi oleh kilauan lampu berwarna warni membuat semarak Dotonbori.

Begitu ramainya di mall yang ada di Dotonbori Osaka

Saya yang berjalan kaki mengitari pusat perdagangan Dotonbori ini berjalan kaki sejak Magrib sampai pukul 23.30 waktu setempat, hanya mampu berkeliling satu blok. Padahal puluhan blok, mungkin lebih, ada di kawasan Dotonbori.

Menurut salah satu pedagang yang sejak lima tahun terakhir berdagang barang elektronika di kawasan itu, bahwa kawasan tersebut tidak kurang dari 3-4 kilometer luasannya. “Bapak berkeliling di kawasan ini selama seminggu di Dotonbori ini tidak akan cukup waktunya,” ungkap pedagang yang bolak balik tiap hari dari Kobe ke Dotonbori ini.

Dotonbori menjadi menarik sebagai pusat belanja bagi wisatawan. Selain tempatnya aman, ruang parkir yang tersedia cukup, untuk mencapai kawasan ini terasa lebih mudah karena tersedianya transportasi umum yang lengkap dari berbagai penjuru kota kota di Jepang.

Saat saya baru mendarat di Bandara Kansai, Jepang

Seperti yang dituturkan oleh Drg. Dewi Maswita foundernya PT. Demmy Wisata Indonesia didampingi Dr. Fahmi Arsyad, M.Eng yang juga owner perusahaan travel yang bermarkas di Cibinong Bogor itu, mengungkapkan bahwa tamu-tamunya yang berasal dari Indonesia tidak bosan-bosannya meminta untuk ditraveling ke Osaka.

Perjalanannya lebih efektif. Begitu mendarat di Bandara Internasional Kansai Osaka di pagi hari, siangnya mereka sudah minta diantar ke Dotonbori. “Orang Indonesia memang hobby belanja,” ungkap Dewi.

Jika sudah berada di Dotonbori, pengunjung bertahan keliling sampai tengah malam, bahkan besoknya minta diantar lagi shopping ke Dotonbori. “Barang barang disana jauh lebih murah dibanding kota kota perdagangan di Indonesia,” kata drg. Dewi Maswita alumni FKG Universitas Baiturrahmah Padang itu.

Berfoto diantara dua jembatan Dotonbori dan jembatan Nipponbashi di kawasan ini termasuk yang digemari pengunjung dengan latar belakang papan neon Gliko diatas jembatan Ebisubashi. Papan papan Neon yang berukuran besar yang menghiasi sepanjang pertokoan dan restoran serta gedung gedung disekitar Dotonwori menjadi menarik bagi para wisatawan.

Luar biasa kawasan surga belanja Dotonbori

Objek wisata lain yang terdapat di Dotonbori adalah Promenade Dotonbori, gedung teater Bunraku, gedung sandiwara/komedi Manzai Namba, teater idola NMB48, Waterpark Dotonbori, pusat discount Don Quijote. “Berada di pusat belanja Dotonbori, serasa kita berada di surga belanja dunia,” ujar mantan Direktur RSGMP (Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan) Univ. Baiturrahmah, DR. Drg. Widyawati. Sp.KG., M.Kes., salah seorang pengunjung yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, Indonesia.

“Insya Allah saya mau berkunjung lagi akhir tahun ini ke Osaka,” kata dokter Widyawati, sambil melahap Terayaki pesanannya sambil bertanya kapan Sumbar punya pusat belanja seperti di Dotonbori.

Insya Allah kita berharap pejabat hasil Pemilu 2024 ini, membuka matanya melihat kemajuan kota di daerah lain dan mengembangkannya di daerah pemilihannya Sumatera Barat.

*) Catatan ini ditulis di Namba City Osaka, Jepang pada 10 Februari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *