Banjir Pessel

Ampek Koto Mudiak Menangis, Jembatan Bunga Tanjung Putus dan Masyarakat Berharap Bantuan

Batang Kapas, PilarbangsaNews

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan pada 7-8 Maret 2024, juga menerjang dan berakibat parah Kecamatan Batang Kapas, yang bertetangga dengan Kecamatan IV Jurai ibukota Pesisir Selatan.

Titik terparah di Kecamatan Batang Kapas adalah Taratak Tempatiah, Ampek Koto Mudiak, Kampung Tanjung dan Kampung Limau Hantu. Ribuan rumah di kawasan ini terendam banjir lumpur, yang sampai Senin (11/3/2024) ini belum sepenuhnya bisa dibersihkan oleh masyarakat.

Semua peralatan rumah tangga yang ada di rumah masyarakat terendam air, karena tinggi air rata-rata satu sampai satu setengah meter di dalam rumah masyarakat. Seperti sepeda motor tenggelam oleh air dan tidak kelihatan, sehingga rata-rata kini sepeda motor tidak ada yang bisa dihidupkan lagi karena rusak.

Kondisi banjir ini makin diperparah oleh terputusnya akses ke Pasar Kuok ibu kecamatan Batang Kapas, karena putusnya jembatan Bungo Tanjuang. Akibatnya, Ampek Koto Mudiak nyaris terisolir hingga kini.

Masyarakat menatap lumpur yang dibawa banjir

Masyarakat sebagian besar tidak keluar rumah, hanya bertahan sembari membersihkan lumpur serta sampah yang dihanyutkan banjir. Tidak ada yang bisa dikerjakan diluar rumah karena cuaca masih buruk, hujan masih kerap turun.

Tokoh masyarakat setempat Alba Arief Imam Ibrahim yang dihubungi media mengatakan, bahwa masyarakat kesulitan bahan makanan, pakaian dan juga air minum. Sebab jaringan pipa PDAM ke IV Koto Mudiak kini terputus.

Masyarakat kini masih diliputi kecemasan, karena hujan masih terus turun. Khawatir banjir dan air naik lagi ke rumah. Padahal air dan lumpur di dalam rumah saat ini belum sepenuhnya lagi bisa dibersihkan.

Sepeda motor tenggelam di dalam rumah direndam banjir

“Kami sangat berharap bantuan bahan makanan seperti beras, telur dan mie instan supaya kami dapat bertahan karena semua sudah terendam banjir. Kami juga mengharapkan pakaian serta selimut untuk anak-anak kami, kami semua sudah menangis,” kata Alba Arif Imam Ibrahim dengan nada sedih mengabarkan.

Bantuan bahan makanan dan pakaian inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari para dermawan dan pemerintah daerah. Karena semua yang ada di rumah masyarakat terendam oleh banjir besar beberapa waktu yang lalu.

Kerugian masyarakat IV Koto Mudiak akibat banjir ini adalah tertimbunnya sawah oleh lumpur, pasir dan kayu-kayu. Padahal sawah dalam tahap penyemaian benih. Dipastikan lahan masyarakat seluas 150 hektar tidak bisa bercocok tanam pada musim ini karena irigasi dan tali bandar yang rusak total. (gege)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *