Pessel

Pincuran Langik Sumber Petaka di Surantiah, 5 Tewas, Ratusan Dirawat

Painan, PilarbangsaNews.com,–

Sumber air bersih Pincuran Langik yang terdapat di Nagari Rawang Gunung Malelo, Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar, mendadak viral.

Pasalnya, sumber air yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan komsumsi warga sekitar ternyata ini sumber malapetaka yang mengibatkan 5 orang meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan labor air Pincuran Langik mengandung bakteri E. Coli.

Apabila E Coli masuk ke lambung bisa membuat sesorang menderita diare dan muntah muntah atau yang dikenal mutah berak (muntaber)

Hasil penelitian laboratorium yang dilakukan oleh pihak yang berkompeten setempat, Pincuran Langik kandungan bakteri E.Coli menembus angka 330/100 ml air.

Angka tersebut sangat tidak layak bagi air komsumsi. Apalagi jika air tersebut diminum dalam kondisi mentah.

Alhasil hingga tulisan ini dibuat 5 orang dinyatakan tewas karena terlambat mendapat pertolongan medis lebih dari 200 orang dilarikan ke Puskesmas dan bahkan ada yang dirujuk ke RSUD M Zein Painan dan RS BKM Sago. Pasien yang terserang virus E Coli didominasi balita. .

Sekretaris Daerah Mawardi Roska meninjau langsung lokasi Pincuran Langik yang terdengar dalam logat Siantia, Pincuran Angik, dan mengambil langkah-langkah taktis.

Jika selama ini air Pincuran Langik/Angik langsung dikomsumsi, dan kalaupun dimasak tak sampai mendidih, maka kedepan air yang dibanderol Rp5000,- per galon isi 35 liter itu wajib direbus.

Bersama tokoh-tokoh masyarakat Sekda Maros yang didampingi Camat Dailipal juga segera memasang himbauan melalui spanduk agar mata air Pincuran Langik, boleh dimanfaatkan, asal direbus hingga mendidih selama 10 menit.

Ternyata sumber air bersih tidak hanya pincuran langik, di Nagari Rawang Gunung Malelo ada 4 titik sumber air yang dimanfaatkan masyarakat. Sementara di Nagari Gantiang Mudiak Selatan ada 2 lokasi, bahkan sumber air PDAM yang terdapat di Gunung Pauh Nagari Ampang Parak Timur juga dikonsumsi langsung tanpa dimasak. (Wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *