Solok Kabupaten

Menakar Calon Pendamping Emiko Di Pilkada Kabupaten Solok

Kab Solok, PilarbangsaNews
Eskalasi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Solok kian meningkat, berbagai strategi dan jualan politik mulai mengalir ke pemilik suara.

Diskusi politik dan ota politik dari para pejuang terdepan alias tim pemenangan para kompetitor, mulai menyebutkan kelebihan-kelebihan orang yang akan diperjuangkannya. Jika dilirik dari tahapan yang berjalan, memang sekarang ini waktunya menjelang kampanye terbuka dimulai.

Semakin dekat ke hari H pemilihan, perhatian masyarakat arus bawah pun mulai tertarik bicara politik. Publik mulai bicara soal siapa layak dan tanah pasangan kepala daerah yang akan melanjutkan pembangunan daerah.

Dari penglihatan di lapangan, sudah banyak tokoh mulai menggeliat, seolah-olah ingin memperlihatkan hasrat untuk berkuasa. Namun pajangan gambar nan besar-besar itu, masih terlihat sendiri-sendiri.

Banyak nan bertanya, siapa dengan siapa yang akan berpasangan. Secara kehendak, tentunya pemilik suara punya cara pandang sendiri-sendiri siapa pasangan yang ideal nan dirasa mampu memenangkan kompetisi.

5 bulan menuju hari pencoblosan, partai politik dan para kandidat mulai giat melakukan lobi-lobi politik untuk disandingkan. Mencari deal-deal politik dan kesesuaian visi misi masing-masing calon jika nantinya direkomendasikan maju berpasangan oleh partai pengusung masing-masing.

Dari kandidat yang mulai muncul ke tengah publik, ada beberapa nama yang hangat diperbincangkan untuk bersaing mengejar BA 1 H. Emiko Epyardi Asda, Jon Firman Pandu, Irwan Afriadi dan Hendra Saputra.

Ke empat nama tersebut santer diperbincangkan untuk berkompetisi berebut kursi Bupati Solok pada 27 November mendatang.

Namun, plus minus pasangan calon tak bisa dilepaskan dari kepiawaian kandidat menentukan pasangannya dalam bertarung. Kriteria dan latarbelakang seorang Wakil Bupati pun, ikut menjadi penentu kemenangan. Jika salah dalam mengambil pilihan, pintu kegagalan senantiasa terbuka.

Bahkan sampai tulisan ini diturunkan, belum tampak satupun dari empat tersebut mengapungkan calon pasangannya kepada publik. Entah belum ada yang cocok, atau masih dalam tahapan penjaringan oleh partai masing-masing.

Namun sekilas jika dipastikan, nan akan melenggang memilih wakilnya untuk mendaftar di KPU, cuma Emiko Epyardi Asda.

Bukan tanpa ada dasar, keuntungan sedang berada di pihak Emiko. Ketua TP PKK Kabupaten Solok tersebut sedang berada di zona nyaman dalam kontestasi yang akan ditabuh sebentar lagi.

Keberhasilan partai pengusung Emiko di DPRD dengan raihan 6 kursi, tak akan memusingkan internalnya untuk menambah 1 lagi kursi untuk mengantarkannya ke KPU.

Publik mulai bertanya,siapa pasangan ideal yang akan mendampingi Emiko di Pilkada??.

Otak-atik dan hitungan lebih-kurangnya pasti diperhitungkan secara rinci. Penentuan basis pasangan kandidat, merupakan sebuah acuan untuk perolehan suara dan kantong suara.

Salah satu kandidat yang memiliki kans besar untuk memenangi kontestasi pada pemilihan bupati Solok 2025-2029, pastinya Emiko dan tim internal pemenangan tak akan mau salah memilih.

Jelang Agustus mendatang, suhu politik di bumi penghasil beras terlezat ini akan semakin meningkat. Eskalasi unjuk kelebihan personal akan semakin terlihat.

Namun apa pun itu, publik pastinya hanya akan wait and see (tunggu dan lihat). Masyarakat pastinya punya penilaian tersendiri, kepada siapa hak pilihnya akan dia berikan dalam bilik suara pada 27 November mendatang.

Penulis Adrizal Inyiak, Wartawan PilarbangsaNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *