Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 7.363 HASIL
Jakarta

Rapid Test Dharma Pertiwi dan OASE Kabinet Kerja, Lindungi Diri dan Keluarga dari COVID 19

Salah satu tujuan Rapid Test gratis kepada warga masyarakat yang dilaksanakan Dharma Pertiwi dan Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) yaitu untuk mencegah penyebaran sekaligus untuk melindungi keluarga dari wabah COVID-19.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Hetty Andika Perkasa saat mendampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny Nanny Hadi Tjahjanto meninjau pelaksanaan Rapid Test di Gedung Graha Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020).

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, selain Ketua Umum Persit KCK, juga diikuti Ketua Umum Jalasenastri serta Ketua Umum PIA Ardhya Garini.

“Kegiatan Rapid Test dilaksanakan oleh Dharma Pertiwi dan OASE Kabinet Kerja. Tidak saja untuk melindungi diri sendiri namun juga melindungi keluarga,”ujar Hetty di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, tidak kurang dihadiri sekitar 250 orang warga, pengemudi online dan masyarakat lain yang berminat memeriksakan kesehatan secara sukarela.

Selain meninjau pelaksanaan Rapid Test, Hetty juga turut berkesempatan memberikan bingkisan dan menyapa warga yang mengikuti tes tersebut.

” Alhamdulillah, negatif hasilnya ya Ibu..” ucap Hetty sembari memberikan bingkisan kepada warga.

Selaku tuan rumah kegiatan, Komandan Kormar, Mayjen TNI (Mar) Suhartono M.Tr. (Han) menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu cara langkah awal dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sekaligus untuk membangun kepedulian warga masyarakat.

“Kegiatan ini guna memutus mata rantai penularan COVID-19,” kata Suhartono.

Sementara itu, selesai pengambilan sampel dan dilanjutkan dengan Rapid Test, Kadiskes Marinir Kolonel Kol Laut (K) Arya mengumumkan bahwa seluruh peserta dinyatakan negatif .

“Jika ada yang reaktif maka akan ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Kesehatan, sehingga diharapkan bisa menurunkan kasus COVID-19,” ujar Arya

Untuk diketahui ditengah kegiatan Rapid Test yang merupakan bantuan Panglima TNI dan OASE, untuk meminimalisir pandemi COVID-19 juga dilaksanakan pemutaran video “Di Rumah Saja”.

“Dalam video tersebut memuat pesan dan menghimbau untuk tetap di rumah apalagi mudik, menghindari kerumunan, menjaga kebersihan dan selalu cuci tangan serta mengingatkan agar tidak lupa memakai masker jika harus keluar rumah,”pungkas Arya.( yudha)

Pessel

Guru SMAN 1 Batang Kapas Manfaatkan Libur Bersih-Bersih lingkungan Sekolah

Batang Kapeh, pilarbangsanews.com, —

Guna menjaga kebersihan sekolah dan memanfaatkan waktu penagguhan sekolah peserta didik selama masa inkubasi pencegahan virus corona (Covid-19), sejumlah guru di SMAN 1 Batang Kapas mengadakan kegiatan bersih-bersih sekolah.

Wakil kepala Sekolah Eliren Yana Yori,M.Pd saat dihubungi pilarbagsanews.com, Kamis (28/5/2020), mengatakan, pembersihan sekolah dilakukan berdasarkan inisiatif mengisi waktu. Disamping itu, aksi tersebut sekaligus mendukung kebijakan pemerintah untuk tetap menjaga kebersihan diri sekaligus lingkungan untuk menghindari virus corona.

“Kita (majelis guru) tetap datang ke sekolah dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB sesuai dengan yang diimbau. Aksi ini untuk menjaga kebersihan lingkungan selama masa inkubasi,” katanya.

Untuk peserta didik yang bersekolah dari rumah, pihak sekolah tetap memantau perkembangan peserta didik yang sedang belajar di rumah.

“Kita terus memantau, bagi peserta didik atau orangtua yang tidak memiliki gadget untuk whatsapp kami berikan tugas kepada peserta didik, agar supaya mereka tetap belajar. Dan diakhir nanti masa inkubasi akan kami beri nilai.” Katanya.

Sementara itu, Kepala Kepala Sekolah SMAN 1 Batang Kapas, Syamsuir,M.Pd yang juga ikut menghadiri kegiatan bersih-bersih ini mengapresiasi langkah yang dilakukan Menurutnya, aksi tersebut layak menjadi contoh dan terus kita pertahankan.

“Harapan kami kita tetap memanfaatkan waktu membersihkan lingkungan sekolah sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran virus corona dilingkungan sekolah,” ucap Kepsek.
AU

Politik

ReJO: Presiden Tak Butuh Menteri yang Pandai Bersilat Lidah

Jakarta, Pilarbangsanews.com, — PEPATAH mengatakan, “menempatkan seseorang yang bukan ahli pada tempatnya, maka tunggulah kehancuran”. Demikian pepatah kuno itu ditirukan kembali oleh Ketua umum Relawan Jokowi atau ReJO HM. Darmizal MS dengan raut wajah gundah dan sedih saat dimintai pendapatnya terkait solusi yang tepat untuk menstabilkan kehidupan masyarakat ditengah pandemi Covid-19 dan menjelang kondisi normal era baru yang akan diterapkan.

Darmizal menilai, presiden Joko Widodo atau Jokowi terlihat keteteran dalam bekerja pada periode kedua kepemimpinannya ini, seperti berlari sendirian pontang panting kesana kemari menyelesaikan masalah yang semakin kompleks.

“Keadaan sangat berbeda dibanding periode sebelumnya. Oleh karenanya adalah sangat realistis jika presiden Jokowi segera melakukan reshufle terhadap para menteri yang dianggap tidak mampu mengimbanginya dalam bekerja,” kata Darmizal Saung RèJO, Johar Baru Jakarta Pusat, Kamis 28 Mei 2020.

Menurut Darmizal, ReJO sangat berkomitmen mendukung Jokowi total tanpa reserve sampai tahun 2024. Kami, lanjut Darmizal, harus mengikuti gerak langkah beliau untuk memastikan track yang ditempuh adalah baik dan benar, karena kami yakin pak Jokowi tulus, sungguh sungguh dan punya kemampuan untuk memajukan Indonesia.

“Beliau tidak beretorika yang mengucapkan hal berbeda dengan yang diperbuat,” ujarnya.

Oleh karenanya, presiden Jokowi perlu pembantu yang tanggap, tanggon serta trengginas untuk memahami dan memenuhi jawaban atas perkembangan keadaan yang berubah sangat dinamis dalam segala hal.

“Kabinet yang ada saat ini harus dievaluasi. Menteri yang berkinerja trengginas dengan performance cemerlang sangat diperlukan saat ini dan pasca pandemi Covid-19. Maka jalan terbaik dan bersifat segera adalah reshufle kabinet”.

Lanjut Darmizal, bangsa Indonesia yang besar ini perlu tokoh berpengalaman, tangkas untuk berkerja menjawab tantangan dan kebutuhan terkini. Pembantu presiden tidak perlu tangkas bersilat lidah untuk saling mematahkan teman seiring atau saling membenarkan diri masing masing. Tidak pula orang yang punya agenda terselubung. Saya respon dan apresiasi saran dari PSI dan pengamat terkait kinerja pembantu pak Jokowi dan reshufle, karna memang demikian adanya.

Alumni UGM Yogyakarta ini menambahkan, akibat pandemi Covid-19 ini, bangsa Indonesia bahkan dunia mengalami begitu banyak masalah, multi dimensi seperti sosial, ekonomi, hukum, budaya, tradisi sampai perilaku. Maka sukses story atau gagalnya pemerintahan Jokowi-Amin dalam menjawab tantangan kedepan, akan menjadi catatan sangat khusus sejarah Indonesia bagi generasi berikutnya atau lagacy atas Jokowi dimasa mendatang.

“Saya sungguh trenyuh dengan keadaan saat ini, saya rasakan jauh lebih berat ketimbang krisis yang pernah kita hadapi tahun 98 dan tahun 2008,” jelasnya.

Demi kepentingan kehidupan yang lebih naik dalam berbangsa dan bernegara, Darmizal Optimis dan berkeyakinan, bahwa Jokowi akan menjawab tantangan keadaan ini dengan mengikut sertakan pasukan baru yang lebih responsif, jernih dan mampu berlari kencang menggapai hasil terbaik.

“Berulang kali saya katakan, Jokowi orang luar biasa punya mimpi besar bagi bangsanya. Maka harus pula dipastikan Jokowi punya pembantu yang tangguh, banyak akal, realistis dengan berbagai terobosan,” jelasnya.

Karena, lanjut pria berdarah Minang ini, keadaan sulit inilah akan dapat menjadi ajang pembuktian bagi seorang tokoh atau pemimpin. Apakah dia akan mampu membawa bangsa dan rakyatnya berlari kencang keluar dari kesulitan dengan berbagai terobosan genuin atau malah sebaliknya.

Darmizal mengungkapkan, harapannya atau hypotesa nya tersebut akan menjadi nyata. Kabinet pertama Jokowi sudah mulai terlihat arah menuju harapan dan akan segera memperbaiki berbagai kelemahan yang ada pada Kabinet Indonesia Maju.

“Kabinet Indonesia Maju adalah akhir masa kepemimpinan Jokowi, beliau dapat meninggalkan kisah sukses dengan catatan tinta emas yang akan dikenang seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Darmizal. (Tmt)

. Covid 19

Pengalaman Seorang Ibu Ketika Bocahnya Positif Covid-19

Jumlah anak-anak yang terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia memang tak sebanyak orang dewasa. Namun mengingat daya tahan tubuh anak juga masih dalam tahap tumbuh kembang, orang tua patut waspada kalau COVID-19 bisa memperburuk kondisi mereka dengan cepat dan fatal.

Seperti pengalaman Anna Zimmermannm, seorang ibu yang sekaligus dokter Neonatal di Colorado, Amerika Serikat.

Anna merupakan ibu dari Lincoln, bocah empat tahun yang terinfeksi COVID-19. Lincoln adalah anak pertama di negara bagian tersebut yang terjangkit corona. Anna pun membagikan kisah perjuangan anaknya, saat melawan COVID-19.

Anna bercerita, Lincoln terdeteksi gejala flu pada 21 Maret 2020. Saat itu Lincoln beberapa kali bersin tapi tanpa disertai hidung tersumbat. Keesokan harinya, barulah Lincoln mengalami hidung tersumbat dan batuk ringan. “Dia tidak demam dan aku tidak terlalu khawatir, kukira dia terkena flu,” kata Anna.

Pada 27 Maret Lincoln mengalami demam hingga 40 derajat celsius. “Kami membawanya ke dokter spesialis anak dan Lincoln didiagnosis pneumonia. Dokter memberikannya antibiotik dan oksigen selama 48 jam di rumah,” kata Anna.

Tiga hari setelah pemeriksaan dokter, kondisi Lincoln tak kunjung membaik justru dia tampak membutuhkan bantuan oksigen lebih banyak.

Anna pun membawa putranya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Sesampainya di rumah sakit, Lincoln mendapat perawatan seperti pasien COVID-19 meski hasil tesnya belum keluar saat itu. Anna pun menyadari dirinya akan ikut diisolasi dan tak dibolehkan keluar sampai hasil tes swab putranya dinyatakan negatif.

“Sesampainya di rumah sakit Lincoln membutuhkan oksigen 2 liter, lalu saat malam bertambah jadi 4 liter, keesokan harinya dia butuh 6 liter, lalu 9 liter. Dia terlihat sulit sekali bernapas. Dia menggunakan semua otot dada, perut, dan leher untuk membantunya bernapas. Sebagai dokter aku tahu dia sangat kesulitan bernapas. Sebagai ibu melihatnya berjuang seperti itu sangat menyiksaku,” kata Anna.

Selama dua hari di rumah sakit, barulah hasil pemeriksaan laboratorium Lincoln keluar. Dari uji CBC yang menghitung darah lengkapnya, tubuh Lincoln tidak menunjukkan tanda-tanda klasik infeksi COVID.

Selain itu rontgen dada Lincoln terlihat cukup bagus, dan kadar CRP maupun Procalcitoninnya tidak meningkat secara signifikan. Dokter pun mengganti antibiotiknya menjadi ampisilin dan azitromisin. Lincoln juga mulai menerima perawatan albuterol.

Namun yang diherankan, meski dinyatakan negatif COVID tapi kondisi Lincoln terus bertambah buruk dan pernapasannya sangat terganggu. Semuanya terjawab saat ada dokter yang mendatangi Anna di malam keduanya di rumah sakit.

“Sekitar jam 7 malam seorang dokter jaga mendatangiku dan menyampaikan kabar Lincoln positif COVID-19. Saat itu juga aku tak kuasa menahan tangisku. Pikiranku kacau, aku berpikir bagaimana bisa? Aku tidak mengerti, aku sudah sangat melindungi anak-anakku. Aku mulai ketakutan melihat kondisi anakku,” kata Anna.

Anna ingat betul Lincoln mengakhiri kegiatan belajar di sekolah empat hari lebih cepat dari imbauan pemerintah. Sejak 12 Maret 2020 Lincoln dan dua saudarinya tak pernah meninggalkan rumah sekalipun. Mereka tak pernah main ke rumah tetangga, tidak juga bermain bersama teman-teman sekolahnya. “Suamiku ke Costco (pertokoan) sekali, dan aku pergi ke Target (pertokoan) sekali. Kami bahkan tak pernah membiarkan anak-anak untuk menyebarang jalan ke rumah temannya. Kami tahu bahayanya virus ini, dan aku yakin sudah melindungi anak-anakku dengan benar,” kata Anna.

Tapi inilah kenyataannya. Lincoln sudah terinfeksi COVID-19 dan harus menjalani perawatan super intensif di rumah sakit. Saat dirawat, Lincoln bisa tidur selama 16 jam sehari.

Memasuki hari kelima di rumah sakit, Lincoln mulai menunjukkan kemajuan. Kebutuhan oksigennya mulai berkurang dari yang sebelumnya 9 liter menjadi 4 liter. “Tapi batuk masih membuatnya tersiksa. Kadang dia batuk berdahak, kadang dia tampak seperti tercekik dan kekurangan oksigen. Kalau sudah begitu, saturasi oksigennya mulai menurun, dan jantungnya memompa lebih kencang,” kata Anna.

Sebagai seorang ibu sekaligus dokter, Anna tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat sang anak berkata, “Mama kapan batuk ini akan berhenti?”, “Mama, ini semua (obat-obatan) nggak berguna.”, “Mama, sepertinya aku tidak akan pulang lagi ke rumah.”

Selama menemani Lincoln dirawat di rumah sakit, Anna meninggalkan dua putrinya bersama sang suami di rumah. “Aku beruntung karena banyak orang yang peduli dengan keluargaku. Teman-teman kami mengirimkan makanan ke rumah, bahkan mengirim peralatan mandi ke rumah sakit,” kata Anna.

Memasuki hari ketujuh perawatan di rumah sakit, Lincoln diizinkan melanjutkan perawatan di rumah. Anna dan Lincoln pulang ke rumah dengan membawa suplai tangki oksigen dan kompresornya.

Anna memantau kebutuhan oksigen untuk Lincoln hingga benar-benar tak membutuhkannya lagi. “Sekitar seminggu di rumah, aku mulai mencoba melepas selang oksigennya untuk 2 jam, lalu keesokan harinya dilepas selama 4 jam. Begitu seterusnya hingga hari ke-12 Lincoln benar-benar bisa bernapas tanpa selang oksigen,” kata Anna.

Selama lima hari di rumah, ternyata ayah Lincoln terdeteksi demam, batuk, menggigil, dan sakit kepala parah. “Kami tidak melakukan tes COVID-19, tapi kami tahu dia bisa saja tertular dari Lincoln. Akhirnya dia melakukan isolasi mandiri di kamar terpisah sampai gejala-gejala tersebut benar-benar hilang. Sekarang dia sudah sembuh, dua anak perempuanku dan aku sendiri juga tidak mengalami gejala semacam itu,” kata Ann

Tak hanya sang ayah yang melakukan isolasi mandiri, Lincoln juga harus menjalani isolasi mandiri sepulang dari rumah sakit.

“Dia beristirahat di kamarnya dan saudari-saudarinya hanya bisa memberikan pelukan jarak jauh dari depan pintu. Kami juga ketat untuk membiasakan anak-anak mencuci tangan dan membatasi kontak fisik. Syukurlah Lincoln semakin pulih, dia makan banyak, mulai aktif bermain di halaman, lebih banyak tersenyum, dan itu membuat kami bahagia,” kata Anna.

Anna berharap ada banyak orang tua yang bisa mengambil pelajaran dari perjuangan Lincoln melawan COVID-19.

Disadur dari Kumparan.com

. Pessel

Ibu Muda Yang Terlantar; Lain di Limapuluh Kota, Beda Lagi Ceritanya di Pesisir Selatan

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com,– Pembaca tak usah kaget membaca berita ini. Pasalnya ibu muda yang terlantar di area SPBU Kotobaru jalan raya Payakumbuh – Bukittinggi yang sempat diselamatkan oleh wakil Bupati Limapuluh Kota, Buya Fery, rupanya telah lebih dahulu mendapat bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan.

Seperti yang diberitakan media ini, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menyelamatkan orang terlantar. Kali ini, seorang ibu muda yang mengaku bernama Novita Sari Warubu (21 tahun) bersama dua orang anaknya yang masih usia balita, lelaki 3 tahun dan perempuan 1 tahun 6 bulan.

Novita, bersuku Nias kelahiran Simatenyare, Nias dan beralamat di Desa Sayur Matinggi, Kabupaten Sidempuan, Sumut, ditemukan masyarakat sudah dua hari terlantar di area SPBU Kotobaru jalan raya Payakumbuh – Bukittinggi, atau lebih dikenal SPBU Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota.

Begitu mendapat laporan, Buya Fery mengaku langsung ke lokasi, oleh Wabup dibawa ke Mapolsek Kecamatan Akabiluru.

Bersama Kapolsek, Camat, Wali Nagari Koto Tangah Batuhampar dan Batuhampar lengkap dengan perangkatnya, ditambah kepala Jorong Piladang dan pemilik SPBU Eki Anas, dibahaslah tentang wanita terlantar ini.

Ini beritanya;

Lagi-lagi, Wabup Buya Feri Selamatkan Orang Terlantar

“Akhirnya diperoleh keputusan ibu dua orang anak tersebut kami selamatkan untuk tinggal sementara di rumah dinas Wabup,” tutur Buya Feri.

Pengakuan ibu muda ini, lanjut Wabup, ia bersama suaminya Afner Nainggolan (23 tahun) dan mertua lelakinya meninggalkan Sidempuan lebih kurang 10 hari lalu menuju Sungai Kunyit, Kabupaten Solok.

Mereka hendak merantau ke daerah itu karena sebelumnya teman mertuanya telah menjanjikan lowongan pekerjaan.

Tapi kenyataan pahit mereka alami, karena lowongan pekerjaan tersebut tidak ada, meski sudah seminggu menunggunya di sana. Tak dapat dihindari, cekcok mulutpun terjadi. Sang suami yang tidak bertanggung jawab itu meninggalkan Novita begitu saja di Solok.

Akhirnya, personil Polres Solok mengetahui hal ini dan mengantarkan Novita ke Terminal Aur Kuning, Bukittinggi untuk meminta dia kembali pulang ke Sidempuan. Tapi dia tidak mau dan pada akhirnya entah kenapa dia terdampar di lokasi SPBU tersebut.

“Urusan kemanusiaan di atas derjat kemuliaan jabatan. Setiap orang terlantar merupakan tanggung jawab kita bersama menyelamatkan. Terima kasih disampaikan kepada relawan, dan jajaran Polsek Akabiluru. Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” kata Wabup.

Sambil menelusuri keluarganya, wanita dan dua anaknya tinggal di rumah dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota. Begitu ceritanya.

.

.

Di Pesisir Selatan

Lantas bagaimana pula ceritanya ibu muda Novita ini saat beraksi di Kabupaten Pesisir Selatan?

Kabid Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial Pesisir Selatan, Hj. Syofianeri Adnan kepada Pilarbangsanews menuliskan kisah perjalanan Novita.

.

.

Hj Syofianeri Adnan

Hari itu, Jum’at tanggal 8 Mei. Sore hari ibu dan 2 org anaknya ini datang ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan, di Painan, dengan cerita.. kalau dia dibawa suaminya pulang kampung ke Lunang Silaut.

Sesampai di
Lunang dia bertengkar dengan saudara suaminya. Terus di dimarahi suaminya.

Novita malah mengaku katanya terjadinya kekerasan oleh suami (KDRT) dengan memperlihatkan ada sedikit luka dekat matanya.

Akibat bertengkar itu dia melarikan diri dan ke dua anaknya dibawa serta.

Akhirnya Novita Sari sampai di Kantor Dinas Sosial Pesisir Selatan.

Hari sudah beransur malam, petugas mengambil inisiatif memberikan tumpangan di rumah tunggu persalinan kesehatan yang ada di Painan.

Sebelum masuk ke rumah tunggu Persalinan di Painan, Novita dan kedua balitanya dirapit test, oleh tim kesehatan.

Waktu itu ikut menyaksikan Kadiskes dr Satria Wibawa. Kepada Novita Sari dan kedua bocahnya diberikan pendapingan full oleh Kadis Sosial Pesisir Selatan, Zulfian Aprianto dan hadir juga pada malam itu ketua LPA Pessel Drs H Damyursal Djimar.

Malam itu petugas mencoba menghubungi telp seluler suaminya dan tersambung. Suami Novita Sari bernama Afner Nainggolan, diminta untuk menjemput istrinya.

Sekitar pukul 00:00 WIB,,
Suaminya datang, ke Kantor Dinsos Pesisir Selatan.

Mereka tidak mau menginap dirumah tunggu Persalinan di Painan. Mereka memilih pulang ke Padang Sidempuan.

Setelah mendapat nasehat dari pejabat di Dinas Sosial Pessel, mereka diberi ongkos untuk pulang ke Padang Sidempuan.

“Ee…, tahu tahu saya baca di berita media online pilarbangsanews.com, Novita Sari sekarang dia terdampar lagi di Limapuluh Kota, ” kata Hj Syofianeri Adnan.

Syofianeri tidak tahu pasti apakah praktek yang dilakukan oleh Novita Sari bersama suaminya sudah berkali kali dia lakukan atau hanya baru sekarang saja.

Tapi apapun alasannya, saya kasihan pada Novita Sari, yang tega mengekploitasi anak anaknya dengan demikian bertambah kuat kepercayaan orang seolah olah dia memang terlantar. Padahal itu hanya modus (modal dusta)” Ucap Hj Syofianeri Adnan (****)

Baca juga;

Gubernur Akademi Angkatan Laut Kukuhkan Dirrenbang AAL

Dukung PSBB Surabaya Raya, Danlantamal V Gelar Pasukan Satgas Angkutan Laut Covid-19

Pengalaman Seorang Ibu Ketika Bocahnya Positif Covid-19

Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudas dan Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan I & II

Syafrizal; Penyaluran BLT Dana Desa Capai 83,01 Persen

Yogyakarta

Pencuri di Toko Kaca Babak Belur Dihakimi Warga

Yogyakarta, Pilarbangsanews.com, — DUA orang pencuri nyaris tewas menjadi bulan-bulanan setelah aksinya tertangkap warga di toko kaca Sari Nugraha, Dusun Ngangkruk, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, DI Yogyakarta pada Selasa 26 Mei 2020 dini hari atau H+3 lebaran.

Dalam tayangan video yang bededar di masyarakat, pria yang diduga melakukan aksi pencurian itu tergeletak jalan dengan luka dibagian pergelangan tangan sebelah kanan. Tayangan video diperoleh dalam dua versi. Pertama, video berdurasi 6 detik dan kedua 11 detik.

Kapolsek Sleman AKP Irwiantoro saat dubungi wartawan membenarkan ihwal aksi pencurian yang berlangsung disaat orang sedang nyenyak tertidur itu.

“Betul (telah terjadi pencurian). Kejadian tanggal 26 Mei 2020 sekitar jam 01.30 WIB. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Nangkruk, Desa Caturharjo, Sleman ditoko kaca Sari Nugraha,” ujar Kapolsek Rabu 27 Mei 2020.

Saat ini lanjut Kapoksek, kasus tersebut sedang diatangani dan dilakukan pendalaman oleh penyidik Polsek Sleman.

“(Saat ini) masih proses pendalaman oleh penyidik,” pungkas Kapolsek Sleman. (Tmt)

SUMSEL

Kasus Covid-19 di Kota Lubuklinggau Bertambah 11 Orang

Palembang, Pilarbangsanews.com,- Terdapat kembali kasus penambahan 47 pasien terkonfirmasi positif coronavirus disease (COVID-19) di Sumsel. Dengan begitu total kasus positif COVId-19 per 25 Mei 2020 berjumlah 915 orang.

Juru bicara gugus tugas COVID-19 Sumsel, Yusri, mengatakan 47 pasien yang dinyatakan positif itu tersebar di 5 kabupaten dan kota di Sumsel. Rinciannya; 22 orang asal Palembang, 2 orang asal OKI, 1 orang asal Muara Enim, Banyuasin 11 orang dan Lubuklinggau 11 orang.

Dengan begitu tambahan 11 kasus berasal dari Kota Lubuklinggau, hingga kini total kasus di Kota Lubuklinggau berjumlah 70 kasus.

“Total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sumsel secara kumulatif kini berjumlah 915 orang,” katanya, Rabu (27/5/2020).

Dikatakan Yusri, terdapat perbedaan data antara gugus tugas Sumsel dan pusat mengenai jumlah penambahan kasus positif kali ini, dimana pusat menyatakan terdapat tambahan 53 kasus baru.

“Ada selisih 6 kasus antara kita dan pusat. Hal itu dikarenakan keenam kasus itu masih dalam tahap verifikasi atau kroscek data sehingga belum bisa dipastikan,” katanya.

Setelah diizinkan pusat, kata Yusri, maka gugus tugas COVID-19 memutuskan untuk mengumumkan data daerah yang sudah valid. Selain dari kasus baru, tidak ada perbedaan lagi antara daerah dan pusat.

“Untuk yang sembuh belum ada penambahan yakni 117 orang, dan yang meninggal dunia 28 orang,” katanya.

Adapun terdapat 1.706 orang dalam pemantauan (ODP), dan 281 pasien dalam pengawasan (PDP), serta 1.979 sampel spesimen yang masih dalam proses pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.(Sahlin)

Sumber Linggauklik

Yogyakarta

Tim PPID dan Humas BBVet Wates Yogyakarta Mengikuti DJO-PR

Yogyakarta – Sebelas orang anggota Tim PPID dan Humas Balai Besar Veteriner Wates (BBVet Wates) Yogyakarta mengikuti Diklat Jurnalistik Online Pasca Ramadhan (DJO-PR), Rabu, 25 Mei 2020, melalui fasilitas jaringan WhatsApp Group. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Unit PPID dan Humas BBVet Wates bekerjasama dengan PPWI Nasional. Diklat jurnalistik online dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini hingga Jumat, 28 Mei 2020 mendatang, dari pukul 09.30 samapi 12.30 WIB setiap harinya.

Sebagai pemateri pada diklat kali ini, penyelenggara menghadirkan narasumber dari PPWI, yakni Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Materi diklat terdiri dari 4 materi pokok, yakni Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara Praktis Membuat Artikel/Berita, Editing atau Penyuntingan Artikel, dan Cara Praktis Mengunggah Berita di Media Online.

Menurut pemrakarsa acara diklat, drh. Basuki Rochmat Suryanto, tujuan utama dari pelaksanaan diklat jurnalistik ini adalah agar peserta dari Tim PPID dan Humas BBVet Wates mampu menulis berita dan membuat press release. “Kita berharap melalui kegiatan diklat jurnalistik online ini para peserta bisa meningkatkan kemampuannya dalam menulis berita dan membuat press release,” jelas Basuki yang merupakan Ketua Tim PPID dan Humas BBVet Wates.

Basuki juga menambahkan bahwa dengan adanya diklat ini diharapkan setiap personil PPID dan Humas BBVet Wates dapat berkontribusi aktif terhadap penulisan berita. “Saya berharap melalui diklat ini setiap personil nantinya dapat berkontribusi aktif menulis berita yang akan disampaikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Di hari pertama diklat, para peserta dibimbing untuk memahami dan mampu membuat kalimat-kalimat berita menggunakan pola kalimat yang benar sesuai kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. “Setiap kalimat dalam sebuah berita harus ditulis dengan pola kalimat SPOK (Subyek + Predikat + Obyek + Keterangan – red). Judul berita dan seluruh paragraf tulisan kita, pola kalimatnya harus jelas subyeknya, predikatnya, obyek, keterangan dan seterusnya,” terang Wilson yang sudah melatih ribuan warga masyarakat non-wartawan itu.

Jika pola kalimat yang dibuat dalam sebuat tulisan, kata Wilson, tidak jelas struktur SPOK-nya, maka pesan yang ingin disampaikan ke masyarakat tidak akan tersampaikan dengan baik dan tepat. “Pola kalimat dengan rumus SPOK ini sangat penting dan wajib dipatuhi agar pesan yang ingin disampaikan jelas maknanya, pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang ingin kita sampaikan kepada mereka,” tambah alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Basuki sebagai salah satu peserta diklat mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan bangga mengikuti pelatihan ini. “Saya sangat bangga mengikuti Diklat Jurnalis Online ini dan saya juga berharap agar teman-teman mengikuti diklat ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya dalam hal reportase dan pembuatan berita secara tepat, cepat dan benar,” ucap Basuki kepada media seusai pembelajaran hari ini.

Senada dengan Basuki, peserta diklat lainnya, Hapsari, menyatakan bahwa dirinya amat bersemangat mengikuti DJO-PR ini. “Sangat menarik dan saya sangat bersemangat mengikutinya. Semoga pelatihan ini bisa menambah ilmu kita dalam menulis berita yang baik dan benar serta membawa kemajuan bagi Humas dan PPID BBVet Wates khususnya,” ujar Hapsari.

Tim Humas Balai Besar Veteriner Wates mempunyai agenda rutin berupa peningkatan kualitas personal yang diadakan secara berkala setiap tahun. Tahun ini program tersebut direncanakan bersinergi dengan program Diklat Jurnalistik Online Ramadhan dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di bulan Ramadhan 1441 H lalu. Namun, karena berbagai hambatan akhirnya diundur ke hari ini, Rabu, 27 Mei sampai dengan Jum`at, tanggal 29 Mei 2020.

Kegiatan diklat ini kemudian diberi nama DJO-PR (Diklat Jurnalistik Online Pasca Ramadhan – red), yang diikuti oleh 11 (sebelas ) peserta dengan berbagai latar belakang tugas di BBVet Wates. Peserta antara lain merupakan Staff Laboratorium, Sekretaris, Medik Madya, Staff Logistik Balai, Petugas Keamanan, Staff Tata Usaha, Petugas Perpustakaan dan Paramedik Veteriner, yang kesemuanya tergabung dalam Tim Humas BBVet Wates.

Diklat di hari berikutnya, dengan materi Editing atau Penyuntingan Artikel, direncanakan akan dilaksanakan menggunakan aplikasi Zoom. Pasti lebih seru dan menarik. (BAS/Red)

. Pessel

Pessel Siapkan Skenario “new normal” atasi COVID-19

Painan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat saat ini tengah mempersiapkan skenario “new normal” atau tatanan kehidupan baru dalam upaya mengatasi infeksi virus Corona jenis baru atau COVID-19 di daerah setempat.

“Pesisir Selatan siap menjalankan “new normal” sehingga semua sektor kembali menggeliat,” kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Rabu.

Sebelumnya pada Selasa (26/5) Hendrajoni bersama bupati/wali kota telah mengikuti rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno secara virtual.

Pada rapat evaluasi tersebut Hendrajoni secara gamblang meminta agar gubernur tidak lagi memperpanjang PSBB COVID-19 di daerah setempat yang akan berakhir pada 29 Mei mendatang.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan pada usulan tersebut ialah berhasilnya pengendalian transmisi COVID-19 serta pertimbangan ekonomi.

“Alhamdulillah Pesisir Selatan mampu mengendalikan transmisi lokal yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan dan semenjak 25 April 2020 tidak ada kasus baru di sana,” sebutnya.

Menurutnya budaya “new normal” yang harus diterapkan diantaranya membudayakan memakai masker bila berada di luar rumah, jaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

“Sudah saatnya masyarakat menjadikan protokol COVID-19 sebagai budaya,” katanya lagi.

Secara keseluruhan, kata dia, protokol kesehatan penanganan COVID-19 di daerah setempat telah berjalan dengan baik, termasuk tindakan terhadap warga yang diduga kontak erat dengan kasus positif.

“Hal itu saya katakan karena semua warga yang diduga kontak dengan kasus positif COVID-19, dalam waktu singkat langsung dikarantina dan dilakukan pengujian sampel swabnya,” imbuhnya.

Hal tersebut juga dilakukan terhadap 11 orang warga Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan yang diduga kontak langsung dengan pasien ke 18 yang.

Ia menambahkan penerapan “new normal” di daerah setempat akan disesuaikan dengan protokoler COVID-19 mulai dari penyambutan tamu, pelayanan publik dan lainnya.

” Konsep new normal juga akan kami sampaikan pada rapat evaluasi PSBB para bupati/wali kita dengan gubernur besok,”pungkasnya.***

Solok

Pegawai Lapas Sijunjung Terinfeksi Covid-19, Satu Orang Diantaranya Warga Kabupaten Solok

Pilarbangsanews, Kab Solok
Sebanyak 8 (delapan) orang yang terpapar positif Covid 19 di Kabupaten Sijunjung, salah satunya adalah warga Kabupaten Solok. Gugus Tugas melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat, melakukan traking kepada orang yang berkontak langsung dengan pasien tersebut.

FA warga Jorong Hilia banda, Nagari Panyangkalan, Kecamatan Kubung, merupakan pegawai dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sijunjung. Korban terpapar bersamaan dengan 7 orang lainnya yang sama-sama sebagai petugas di Lapas tersebut.

Dinas Kesehatan melalui Juru bicara gugus tugas Covid 19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam mengatakan bahwa korban FA terkonfirmasi positif terpapar virus covid 19 di lingkungan kerjanya.

” ya benar, korban adalah warga Kabupaten Solok yang berdinas di Kabupaten Sijunjung,” sebut Syofiar Syam.

Untuk itu tambahnya, Gugus Tugas melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat menginventarisir kontak pasien dengan orang terdekatnya.

” Kita melakukan tracking ke keluarga pasien, karena pasien berdomisili di rumah mertuanya di Hilia Banda, pasien hanya 2 kali dalam seminggu bekerja di LP Sijunjung,” tambahnya.

Lanjutnya, untuk saat ini data pasien positif di Kabupaten Solok tidak ada penambahan, hal itu disebabkan si pasien terdampak di luar wilayah Kabupaten Solok dan tercatat di wilayah terdampak.

” Saat ini kita masih menunggu konfirmasi dari Dinas Kesehatan, apakah nantinya pasien akan dikarantina atau cukup dengan isolasi mandiri di rumah yang bersangkutan,” tutup Syofiar Syam. (27/05)

Hingga saat ini, tercatat data pasien positif sebanyak 8 orang, 4 diantaranya sembuh. 2 orang meninggal dan 2 orang lainnya tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit dan 1 orang yang baru terpapar masih menunggu hasil konfirmasi Dinas Kesehatan. (ad)