Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 2.576 HASIL
. Covid 19

Pengalaman Seorang Ibu Ketika Bocahnya Positif Covid-19

Jumlah anak-anak yang terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia memang tak sebanyak orang dewasa. Namun mengingat daya tahan tubuh anak juga masih dalam tahap tumbuh kembang, orang tua patut waspada kalau COVID-19 bisa memperburuk kondisi mereka dengan cepat dan fatal.

Seperti pengalaman Anna Zimmermannm, seorang ibu yang sekaligus dokter Neonatal di Colorado, Amerika Serikat.

Anna merupakan ibu dari Lincoln, bocah empat tahun yang terinfeksi COVID-19. Lincoln adalah anak pertama di negara bagian tersebut yang terjangkit corona. Anna pun membagikan kisah perjuangan anaknya, saat melawan COVID-19.

Anna bercerita, Lincoln terdeteksi gejala flu pada 21 Maret 2020. Saat itu Lincoln beberapa kali bersin tapi tanpa disertai hidung tersumbat. Keesokan harinya, barulah Lincoln mengalami hidung tersumbat dan batuk ringan. “Dia tidak demam dan aku tidak terlalu khawatir, kukira dia terkena flu,” kata Anna.

Pada 27 Maret Lincoln mengalami demam hingga 40 derajat celsius. “Kami membawanya ke dokter spesialis anak dan Lincoln didiagnosis pneumonia. Dokter memberikannya antibiotik dan oksigen selama 48 jam di rumah,” kata Anna.

Tiga hari setelah pemeriksaan dokter, kondisi Lincoln tak kunjung membaik justru dia tampak membutuhkan bantuan oksigen lebih banyak.

Anna pun membawa putranya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Sesampainya di rumah sakit, Lincoln mendapat perawatan seperti pasien COVID-19 meski hasil tesnya belum keluar saat itu. Anna pun menyadari dirinya akan ikut diisolasi dan tak dibolehkan keluar sampai hasil tes swab putranya dinyatakan negatif.

“Sesampainya di rumah sakit Lincoln membutuhkan oksigen 2 liter, lalu saat malam bertambah jadi 4 liter, keesokan harinya dia butuh 6 liter, lalu 9 liter. Dia terlihat sulit sekali bernapas. Dia menggunakan semua otot dada, perut, dan leher untuk membantunya bernapas. Sebagai dokter aku tahu dia sangat kesulitan bernapas. Sebagai ibu melihatnya berjuang seperti itu sangat menyiksaku,” kata Anna.

Selama dua hari di rumah sakit, barulah hasil pemeriksaan laboratorium Lincoln keluar. Dari uji CBC yang menghitung darah lengkapnya, tubuh Lincoln tidak menunjukkan tanda-tanda klasik infeksi COVID.

Selain itu rontgen dada Lincoln terlihat cukup bagus, dan kadar CRP maupun Procalcitoninnya tidak meningkat secara signifikan. Dokter pun mengganti antibiotiknya menjadi ampisilin dan azitromisin. Lincoln juga mulai menerima perawatan albuterol.

Namun yang diherankan, meski dinyatakan negatif COVID tapi kondisi Lincoln terus bertambah buruk dan pernapasannya sangat terganggu. Semuanya terjawab saat ada dokter yang mendatangi Anna di malam keduanya di rumah sakit.

“Sekitar jam 7 malam seorang dokter jaga mendatangiku dan menyampaikan kabar Lincoln positif COVID-19. Saat itu juga aku tak kuasa menahan tangisku. Pikiranku kacau, aku berpikir bagaimana bisa? Aku tidak mengerti, aku sudah sangat melindungi anak-anakku. Aku mulai ketakutan melihat kondisi anakku,” kata Anna.

Anna ingat betul Lincoln mengakhiri kegiatan belajar di sekolah empat hari lebih cepat dari imbauan pemerintah. Sejak 12 Maret 2020 Lincoln dan dua saudarinya tak pernah meninggalkan rumah sekalipun. Mereka tak pernah main ke rumah tetangga, tidak juga bermain bersama teman-teman sekolahnya. “Suamiku ke Costco (pertokoan) sekali, dan aku pergi ke Target (pertokoan) sekali. Kami bahkan tak pernah membiarkan anak-anak untuk menyebarang jalan ke rumah temannya. Kami tahu bahayanya virus ini, dan aku yakin sudah melindungi anak-anakku dengan benar,” kata Anna.

Tapi inilah kenyataannya. Lincoln sudah terinfeksi COVID-19 dan harus menjalani perawatan super intensif di rumah sakit. Saat dirawat, Lincoln bisa tidur selama 16 jam sehari.

Memasuki hari kelima di rumah sakit, Lincoln mulai menunjukkan kemajuan. Kebutuhan oksigennya mulai berkurang dari yang sebelumnya 9 liter menjadi 4 liter. “Tapi batuk masih membuatnya tersiksa. Kadang dia batuk berdahak, kadang dia tampak seperti tercekik dan kekurangan oksigen. Kalau sudah begitu, saturasi oksigennya mulai menurun, dan jantungnya memompa lebih kencang,” kata Anna.

Sebagai seorang ibu sekaligus dokter, Anna tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat sang anak berkata, “Mama kapan batuk ini akan berhenti?”, “Mama, ini semua (obat-obatan) nggak berguna.”, “Mama, sepertinya aku tidak akan pulang lagi ke rumah.”

Selama menemani Lincoln dirawat di rumah sakit, Anna meninggalkan dua putrinya bersama sang suami di rumah. “Aku beruntung karena banyak orang yang peduli dengan keluargaku. Teman-teman kami mengirimkan makanan ke rumah, bahkan mengirim peralatan mandi ke rumah sakit,” kata Anna.

Memasuki hari ketujuh perawatan di rumah sakit, Lincoln diizinkan melanjutkan perawatan di rumah. Anna dan Lincoln pulang ke rumah dengan membawa suplai tangki oksigen dan kompresornya.

Anna memantau kebutuhan oksigen untuk Lincoln hingga benar-benar tak membutuhkannya lagi. “Sekitar seminggu di rumah, aku mulai mencoba melepas selang oksigennya untuk 2 jam, lalu keesokan harinya dilepas selama 4 jam. Begitu seterusnya hingga hari ke-12 Lincoln benar-benar bisa bernapas tanpa selang oksigen,” kata Anna.

Selama lima hari di rumah, ternyata ayah Lincoln terdeteksi demam, batuk, menggigil, dan sakit kepala parah. “Kami tidak melakukan tes COVID-19, tapi kami tahu dia bisa saja tertular dari Lincoln. Akhirnya dia melakukan isolasi mandiri di kamar terpisah sampai gejala-gejala tersebut benar-benar hilang. Sekarang dia sudah sembuh, dua anak perempuanku dan aku sendiri juga tidak mengalami gejala semacam itu,” kata Ann

Tak hanya sang ayah yang melakukan isolasi mandiri, Lincoln juga harus menjalani isolasi mandiri sepulang dari rumah sakit.

“Dia beristirahat di kamarnya dan saudari-saudarinya hanya bisa memberikan pelukan jarak jauh dari depan pintu. Kami juga ketat untuk membiasakan anak-anak mencuci tangan dan membatasi kontak fisik. Syukurlah Lincoln semakin pulih, dia makan banyak, mulai aktif bermain di halaman, lebih banyak tersenyum, dan itu membuat kami bahagia,” kata Anna.

Anna berharap ada banyak orang tua yang bisa mengambil pelajaran dari perjuangan Lincoln melawan COVID-19.

Disadur dari Kumparan.com

. Pessel

Ibu Muda Yang Terlantar; Lain di Limapuluh Kota, Beda Lagi Ceritanya di Pesisir Selatan

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com,– Pembaca tak usah kaget membaca berita ini. Pasalnya ibu muda yang terlantar di area SPBU Kotobaru jalan raya Payakumbuh – Bukittinggi yang sempat diselamatkan oleh wakil Bupati Limapuluh Kota, Buya Fery, rupanya telah lebih dahulu mendapat bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan.

Seperti yang diberitakan media ini, Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Limapuluh Kota Ferizal Ridwan menyelamatkan orang terlantar. Kali ini, seorang ibu muda yang mengaku bernama Novita Sari Warubu (21 tahun) bersama dua orang anaknya yang masih usia balita, lelaki 3 tahun dan perempuan 1 tahun 6 bulan.

Novita, bersuku Nias kelahiran Simatenyare, Nias dan beralamat di Desa Sayur Matinggi, Kabupaten Sidempuan, Sumut, ditemukan masyarakat sudah dua hari terlantar di area SPBU Kotobaru jalan raya Payakumbuh – Bukittinggi, atau lebih dikenal SPBU Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota.

Begitu mendapat laporan, Buya Fery mengaku langsung ke lokasi, oleh Wabup dibawa ke Mapolsek Kecamatan Akabiluru.

Bersama Kapolsek, Camat, Wali Nagari Koto Tangah Batuhampar dan Batuhampar lengkap dengan perangkatnya, ditambah kepala Jorong Piladang dan pemilik SPBU Eki Anas, dibahaslah tentang wanita terlantar ini.

Ini beritanya;

Lagi-lagi, Wabup Buya Feri Selamatkan Orang Terlantar

“Akhirnya diperoleh keputusan ibu dua orang anak tersebut kami selamatkan untuk tinggal sementara di rumah dinas Wabup,” tutur Buya Feri.

Pengakuan ibu muda ini, lanjut Wabup, ia bersama suaminya Afner Nainggolan (23 tahun) dan mertua lelakinya meninggalkan Sidempuan lebih kurang 10 hari lalu menuju Sungai Kunyit, Kabupaten Solok.

Mereka hendak merantau ke daerah itu karena sebelumnya teman mertuanya telah menjanjikan lowongan pekerjaan.

Tapi kenyataan pahit mereka alami, karena lowongan pekerjaan tersebut tidak ada, meski sudah seminggu menunggunya di sana. Tak dapat dihindari, cekcok mulutpun terjadi. Sang suami yang tidak bertanggung jawab itu meninggalkan Novita begitu saja di Solok.

Akhirnya, personil Polres Solok mengetahui hal ini dan mengantarkan Novita ke Terminal Aur Kuning, Bukittinggi untuk meminta dia kembali pulang ke Sidempuan. Tapi dia tidak mau dan pada akhirnya entah kenapa dia terdampar di lokasi SPBU tersebut.

“Urusan kemanusiaan di atas derjat kemuliaan jabatan. Setiap orang terlantar merupakan tanggung jawab kita bersama menyelamatkan. Terima kasih disampaikan kepada relawan, dan jajaran Polsek Akabiluru. Semoga ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” kata Wabup.

Sambil menelusuri keluarganya, wanita dan dua anaknya tinggal di rumah dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota. Begitu ceritanya.

.

.

Di Pesisir Selatan

Lantas bagaimana pula ceritanya ibu muda Novita ini saat beraksi di Kabupaten Pesisir Selatan?

Kabid Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial Pesisir Selatan, Hj. Syofianeri Adnan kepada Pilarbangsanews menuliskan kisah perjalanan Novita.

.

.

Hj Syofianeri Adnan

Hari itu, Jum’at tanggal 8 Mei. Sore hari ibu dan 2 org anaknya ini datang ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan, di Painan, dengan cerita.. kalau dia dibawa suaminya pulang kampung ke Lunang Silaut.

Sesampai di
Lunang dia bertengkar dengan saudara suaminya. Terus di dimarahi suaminya.

Novita malah mengaku katanya terjadinya kekerasan oleh suami (KDRT) dengan memperlihatkan ada sedikit luka dekat matanya.

Akibat bertengkar itu dia melarikan diri dan ke dua anaknya dibawa serta.

Akhirnya Novita Sari sampai di Kantor Dinas Sosial Pesisir Selatan.

Hari sudah beransur malam, petugas mengambil inisiatif memberikan tumpangan di rumah tunggu persalinan kesehatan yang ada di Painan.

Sebelum masuk ke rumah tunggu Persalinan di Painan, Novita dan kedua balitanya dirapit test, oleh tim kesehatan.

Waktu itu ikut menyaksikan Kadiskes dr Satria Wibawa. Kepada Novita Sari dan kedua bocahnya diberikan pendapingan full oleh Kadis Sosial Pesisir Selatan, Zulfian Aprianto dan hadir juga pada malam itu ketua LPA Pessel Drs H Damyursal Djimar.

Malam itu petugas mencoba menghubungi telp seluler suaminya dan tersambung. Suami Novita Sari bernama Afner Nainggolan, diminta untuk menjemput istrinya.

Sekitar pukul 00:00 WIB,,
Suaminya datang, ke Kantor Dinsos Pesisir Selatan.

Mereka tidak mau menginap dirumah tunggu Persalinan di Painan. Mereka memilih pulang ke Padang Sidempuan.

Setelah mendapat nasehat dari pejabat di Dinas Sosial Pessel, mereka diberi ongkos untuk pulang ke Padang Sidempuan.

“Ee…, tahu tahu saya baca di berita media online pilarbangsanews.com, Novita Sari sekarang dia terdampar lagi di Limapuluh Kota, ” kata Hj Syofianeri Adnan.

Syofianeri tidak tahu pasti apakah praktek yang dilakukan oleh Novita Sari bersama suaminya sudah berkali kali dia lakukan atau hanya baru sekarang saja.

Tapi apapun alasannya, saya kasihan pada Novita Sari, yang tega mengekploitasi anak anaknya dengan demikian bertambah kuat kepercayaan orang seolah olah dia memang terlantar. Padahal itu hanya modus (modal dusta)” Ucap Hj Syofianeri Adnan (****)

Baca juga;

Gubernur Akademi Angkatan Laut Kukuhkan Dirrenbang AAL

Dukung PSBB Surabaya Raya, Danlantamal V Gelar Pasukan Satgas Angkutan Laut Covid-19

Pengalaman Seorang Ibu Ketika Bocahnya Positif Covid-19

Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudas dan Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan I & II

Syafrizal; Penyaluran BLT Dana Desa Capai 83,01 Persen

. Pessel

Pessel Siapkan Skenario “new normal” atasi COVID-19

Painan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat saat ini tengah mempersiapkan skenario “new normal” atau tatanan kehidupan baru dalam upaya mengatasi infeksi virus Corona jenis baru atau COVID-19 di daerah setempat.

“Pesisir Selatan siap menjalankan “new normal” sehingga semua sektor kembali menggeliat,” kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Rabu.

Sebelumnya pada Selasa (26/5) Hendrajoni bersama bupati/wali kota telah mengikuti rapat evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno secara virtual.

Pada rapat evaluasi tersebut Hendrajoni secara gamblang meminta agar gubernur tidak lagi memperpanjang PSBB COVID-19 di daerah setempat yang akan berakhir pada 29 Mei mendatang.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan pada usulan tersebut ialah berhasilnya pengendalian transmisi COVID-19 serta pertimbangan ekonomi.

“Alhamdulillah Pesisir Selatan mampu mengendalikan transmisi lokal yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan dan semenjak 25 April 2020 tidak ada kasus baru di sana,” sebutnya.

Menurutnya budaya “new normal” yang harus diterapkan diantaranya membudayakan memakai masker bila berada di luar rumah, jaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

“Sudah saatnya masyarakat menjadikan protokol COVID-19 sebagai budaya,” katanya lagi.

Secara keseluruhan, kata dia, protokol kesehatan penanganan COVID-19 di daerah setempat telah berjalan dengan baik, termasuk tindakan terhadap warga yang diduga kontak erat dengan kasus positif.

“Hal itu saya katakan karena semua warga yang diduga kontak dengan kasus positif COVID-19, dalam waktu singkat langsung dikarantina dan dilakukan pengujian sampel swabnya,” imbuhnya.

Hal tersebut juga dilakukan terhadap 11 orang warga Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan yang diduga kontak langsung dengan pasien ke 18 yang.

Ia menambahkan penerapan “new normal” di daerah setempat akan disesuaikan dengan protokoler COVID-19 mulai dari penyambutan tamu, pelayanan publik dan lainnya.

” Konsep new normal juga akan kami sampaikan pada rapat evaluasi PSBB para bupati/wali kita dengan gubernur besok,”pungkasnya.***

. Covid 19

Pangkoarmada III; Prajurit Harus Tampil Jadi Tauladan Percepatan Penanganan Covid-19

Sorong, PilarbangsaNews

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., menekankan bahwa masa pandemi wabah Covid-19 ini, para prajurit Koarmada III harus menjadi pelopor, contoh dan tauladan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 dengan peran nyata merintis budaya hidup sehat di tengah-tengah masyarakat.

Penekanan tersebut disampaikan Pangkoarmada III pada acara Apel Khusus seusai libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M dan dirangkaikan acara Halal Bi Halal dengan seluruh prajurit Koarmada III, termasuk anak buah kapal, KRI Teluk Lada-521 di lapangan apel Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1 Kel. Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (26/5).

Pada acara ini juga hadir Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah, para Asisten Pangkoarmada III, Komandan Satuan dan Kasatker Koarmada III. Halal Bi Halal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni tidak bersalam-salaman tetapi Pangkoarmada III menyampaikan saling bermaaf-maafan kepada seluruh prajurit. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga hikmah Idul Fitri, kita menjadi manusia yang fitrah,” ujarnya.

Pangkoarmada III juga menekankan bahwa untuk mengantisipasi secara dini skenario “the new normal” (Tatanan Kehidupan Normal Baru) di lingkungan TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Koarmada III harus menyesuaikan guna mempertahankan bahkan meningkatan kinerja dan produktivitas organisasi di tengah masa krisis seperti yang terjadi belakangan ini.

Selama acara tersebut berlangsung senantiasa menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, diantaranya physical distancing dan seluruh prajurit menggunakan masker terkait situasi pandemi Covid-19. Meskipun demikian Halal Bi Halal berlangsung khidmat dan sarat kekeluargaan.
Kadispen Koarmada III Kolonel Laut Drs. Abdul Kadir, M.A.P. (Relis/Salut)

. Jakarta

Hari Lebaran, Dapur Umum TNI-Polri Tetap Distribusikan Makanan Siap Saji ke Warga

Jakarta, Pilarbangsanews.com,-– Jakbar Berbagi tiada henti dan terus dilaksanakan oleh Dapur umum TNI-Polri Kodim 0503/JB yang bekerjasama dengan PT. Sido Muncul. Meskipun dalam perayaan hari raya Idul Fitri kemarin dan hari ini tetap eksis meracik nasi box siap saji demi membantu warga yang membutuhkan serta yang terdampak covid-19 di wilayah Koramil 05/KJ Kodim 0503/JB.

Hari ini misalnya, Senin, 25 Mei 2020, dapur umum TNI-Polri Kodim 0503/JB membagikan kembali nasi box siap saji sebanyak 300 box kepada warga. Nasi box kali ini disediakan dengan menu nasi putih, ayam goreng bumbu kuning, tempe goreng, tumis toge plus wortel, air mineral dan Susu Jahe Sido Muncul.

Pelaksanaan dilakukan pukul 16.30 Wib di Wilayah RW. 04 dan RW. 05, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat. Sasaran pendistribusian adalah kepada Warga RT. 001/RW. 05 dan Warga RT 015, 016/RW 04, dipimpin langsung oleh Danramil 05/KJ, Kapten Cpl R. E. Moerdoko.

Kapten R. E. Moerdoko kepada media ini menyampaikan bahwa dapur umum TNI-Polri yang didirikan Kodim 0503 Jakarta Barat tidak kenal libur. “Hari Raya Idul Fitripun dapur umum ini tetap eksis membantu warga yang terdampak Covid-19 dengan membagikan nasi box siap saji,” ujar Moerdoko.

Danramil menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pihaknya tak ada perubahan atau pengaruh dengan adanya hari Raya Idul Fitri. “Kami tetap meracik 300 box nasi siap saji untuk warga,” tambah Moerdoko.

Walaupun masih dalam suasana Hari Lebaran, kata dia lagi, namun nyatanya di lapangan masih banyak warga yang beraktivitas seperti hari biasa dan merasa bahwa lebaran kali ini sangat berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi lebih sulit, berakibat kepada kemampuan memenuhi kebutuhan hidup saat lebaran yang makin menurun.

“Ucapan terima kasih dan rasa bersyukur senantiasa terdengar manakala warga menerima bantuan nasi box yang diberikan oleh Babinsa dan anggota lainnya. Hal itu sangat membahagiakan bagi kami,” pungkas Danramil Moerdoko.

Hadir dalam pendistribusian tersebut, selain Danramil 05/KJ, Kapten Cpl R. Edy Moerdoko, terlihat di lapangan ada Lurah Kebon Jeruk, Darwa, Babinsa Kelurahan Kebon Jeruk, Peltu Abd Kadir, bersama Sertu Yusuf Iskandar, dan Babinkamtibmas, Aiptu Yayan. Dari pihak Satpol PP Kelurahan, hadir Bukhori dan Sarif. Juga hadir Ketua RW. 04, Jamhuri, LMK 04, M.Yamin, LMK 05 Nurhasan, Ketua RT 015, 016 dan RT 01/05, PPSU Kebon Jeruk 4 personil dan Mitra Jaya Koramil 4 personil.

_Sumber Koramil 05/KJ Kodim 0503/JB_

. Jabar

Habib Bahar bin Smith ; Tidak Benar Saya Bonyok-bonyok

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, —

“Tidak benar itu kabar diluar sana yang memberitakan saya bonyok-bonyok dipukuli. Keluarga saya tahu bahwa saya orangnya tak bisa dikerasi, bukan nunduk tapi malah ibarat bola karet semakin ditekan semangkin melambung, ” kata
Habib Bahar bin Smith
lewat rekaman video menyampaikan pesan kepada keluarga, termasuk kepada murid-murid dan jamaahnya.

Video itu telah diunggah di YouTube dan video unggahan YouTube itu diposting oleh Gus Saefulloh di Grup Pecinta habib bahar phb Facebook.

Hal itu ia sampaikan untuk mengklarifikasi adanya kabar di media sosial bahwa dirinya diperlakukan tidak baik dengan cara dipukul saat berada di Lapas Nusakambangan.

Dalam video tersebut Habib mrnyatakan bahwasanya mulai dari pertama kali di pondok pesantren diambil oleh pihak Lapas, kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur, dari Gunung Sindur dibawa ke Lapas Batu Nusakambangan, dirinya berada dalam keadaan sehat walafiat.

Habib Bahar juga memastikan dirinya diperlakukan dengan baik oleh pihak Lapas sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

“Saya diperlakukan dengan bagus, sesuai dengan SOP. Seluruh para petugas yang terkait dengan masalah Lapas baik di Gunung Sindur ke sini semuanya melayani saya dengan sesuai standar,” jelas Habib Bahar.

“Tidak ada seperti kabar di luar sana bahwasanya saya dipukuli, saya bonyok-bonyok, saya diginiin, tidak ada itu. Semuanya bicara baik, bicara bagus, bicara lembut dan saya sebagai warga binaan yang baik ketika petugas baik kepada saya, maka saya berlaku lebih baik lagi, lebih nurut. Ketika saya diperlakukan dengan lembut, maka saya akan lembut lagi,” urainya.

Berikut video pernyataan Habib;

Terkait masalah rambut, memang dipotong mengikuti aturan dari SOP Lapas Nusakambangan. “Jadi pemotongan rambut itu bukan pemaksaan, ” kata Habib. (****)

Baca juga;

Alasan Covid-19, Umi Fadlan Hanya Diizinkan Video Call dengan Suaminya Habib Bahar bin Smith

. Covid 19 Jabar

Alasan Covid-19, Umi Fadlan Hanya Diizinkan Video Call dengan Suaminya Habib Bahar bin Smith

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, –
Ummi Fadlun, istri Habib Bahar bin Smith tak diizinkan untuk bertemu muka dengan suaminya. Umi hanya bisa bicara lewat video call, meskipun istri Habib telah datang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sejak Jum’at sore kemaren.

“Ummi Fadlun mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, bersama Umi Habib Bahar Smith, ” kata penasihat hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar lewat pesan WhatsApp kepada Pilarbangsanews.com, senja tadi Sabtu (23/5).

Menurut Aziz Yanuar, sejak hari Kamis kemarin istri kliennya tersebut telah berada di sekitar daerah Nusakambangan.

Umi Fadlun dan Uminya Habib Bahar Smith ingin sekali ketemu, tapi tidak dapat karena alasan protokol kesehatan saat pandemi covid-19.

Kesempatan video call itu Habib Bahar menggunakan HP petugas Lapas. Sebab sesesui ketentuan para napi penghuni Lapas Nusakambangan tidak dibenarkan megang HP atau android.

Menurut Fadlun, dalam video itu kelihatan kondisi habib bahar dalam keadaan sehat wal-afiat.

Umi Fadlun mengatakan dia masih tetap akan berkunjung kembali ke lapas Nusakambangan. Sampai pihak Lapas Nusakambangan mengizinkannya untuk bertemu muka dengan suaminya.

Seperti yang diberitakan Tribune.com, Aziz Yanuar mewakili keluarga kliennya, berharap supaya keluarga yang datang bisa dipertemukan dengan Habib Bahar bin Smith pada saat hari raya idul fitri.

“Semoga bisa dipertemukan. Untuk dan atas nama kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Bahar dimasukkan lagi ke penjara karena dinilai memberikan ceramah provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah di pesantrennya. Ceramah itu berlangsung 16 Mei, sehari setelah dia bebas.

Lalu, dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia. Dia mengumpulkan massa atau orang banyak saat ceramah.

Maka, asimilasi Habib Bahar bin Smith pun dicabut dan kembali dibawa ke lapas untuk menjalankan masa pemidanaan atas hukuman tiga tahun penjara, karena menganiaya anak-anak. (****)

. Idul Fitri 1441 H

Atasi Virus Covid-19, Pemko Padang Adakan Takbiran Virtual

Padang, PilarbangsaNews,– Pemerintah Kota Padang mengimbau warganya untuk tidak mengadakan takbir keliling. “Di tengah pandemi ini kurang bijak rasanya kita takbir keliling. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk melaksanakan takbir di masjid maupun musala serta di rumah,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Jumat (22/5).

Dikatakan Mahyeldi, agar suasana lebaran lebih terasa semaraknya di masa pandemi Covid-19 ini, Pemko Padang akan menggelar takbiran virtual.

Takbiran melalui aplikasi ini dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Sabtu, 23 Mei 2020. “Kita akan laksanakan takbir virtual Sabtu malam,” jelas Mahyeldi.

Direncanakan Takbiran Virtual ini dilaksanakan setelah berbuka puasa terakhir. Rencananya diikuti Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta Sekda.

“Takbir virtual akan diikuti seribu orang lebih secara virtual,” terang Mahyeldi.

Tidak itu saja, Takbir Virtual akan disiarkan secara langsung ke masjid dan mushala di Padang, termasuk kepada warga Padang di rumah masing-masing.

Digelarnya Takbir Virtual agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Mahyeldi berharap kegiatan itu memberi kebaikan bagi seluruh warga Padang. (Gk/Prokopim Padang)

. Inspirasi

Ibu Rumah Tangga Biasa, Dijuluki Si Seksi “Pemersatu Bangsa”

Jakarta, Pilarbangsanews.com,– Dibilang cantik, ya…, enggak cantik banget. Banyak yang cantik dan seksi dari dia. Tapi Dewi Fortuna sedang bersama dia, sehingga nama Tante Ernie belakangan menjadi viral bahkan sukses menjadi trending topik di media sosial. Sederetan potret seksinya membuat Ernie dikenal sebagai wanita ‘pemersatu bangsa’.

Dilansir dari Kapanlagi.com, Tante Ernie bukan lah artis atau public figur. Namun, followers instagramnya berhasil menembus angka lebih dari 1 juta. Tentu nya tak salah bila ia dilabeli sebagai seorang selebgram.

Namun, siapa kah sebenarnya Tante Ernie yang tengah menjadi sorotan itu? Berikut adalah sederet potret Tante Ernie dan fakta-fakta nya yang bisa menjawab rasa penasaran publik.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Tante Ernie dikenal sebagai sosok ‘Pemersatu Bangsa’.Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Rupa nya, ia bukan hanya dikenal karena memiliki paras terbilang cantik. Tante Ernie juga kerap berpenampilan seksi. Ia tak segan membagikan sederet potret kala menggunakan busana minim di laman instagramnya.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Sosoknya semakin dikenal publik setelah diundang untuk kolaborasi bersama Gofar di saluran YouTube nya bernama Gofar Hilman belum lama ini.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Bicara soal kehidupan pribadinya, Tante Ernie sudah menikah. Pernikahannya pun sudah berjalan selama 18 tahun.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Dari pernikahannya itu, Tante Ernie sudah dikaruniai tiga orang anak. Ada yang sudah kuliah, ada yang duduk di bangku SMA, dan yang paling bungsu masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Fakta menarik lainnya dari Tante Ernie yakni sederet potret seksi yang diunggah di laman instagram pribadinya itu rupa nya diabadikan sendiri oleh sang suami.

Bapak Anak Follow

Saat berbincang bersama Gofar Hilman, ibu rumah tangga yang tetap seksi itu sama sekali tidak tahu sampai dijuluki sebagai Tante Pemersatu Bangsa.

“Saya bingung setiap posting foto dikomentari Tante Pemersatu Bangsa.Mereka yang suka ribut, debat, dan bertengkar semua kumpul di akun saya dan jadi baikan lagi,” jelas Tante Ernie dikutip dari wartakota.com

Tante Ernie juga bisa menyatukan semua keluarga lewat akun Instagramnya.

“Saking mempersatukan bangsa malahan ada cerita, anak dan bapaknya sama-sama follow akun aku. Jadi disitu dibilangnya bersatu,” ujar Tante Ernie.

Tante Ernie tidak mau sombong meski dipuji kaum pria di Indonesia.”Saya hanya ingin jadi diri sendiri dan menjadi ibu rumah tangga,” ujar Tante Ernie.

Sumber dari Merdeka.com, –