Menampilkan: 1 - 10 dari 4.509 HASIL
. Covid 19

Pemerintah Pastikan Vaksin Corona Tidak Gratis

Jakarta, Pemerintah memastikan vaksin corona tidak bersifat gratis untuk masyarakat secara keseluruhan. Artinya, distribusi vaksin diklasifikasikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama para menterinya menyebut jika nanti persoalan vaksin gratis menjadi kewenangan Menteri Kesehatan Terawan. Sejauh ini yang gratis adalah mereka yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

“Saya ingatkan, dalam pengadaan vaksin ini, mestinya sudah harus segera jelas. Kalau menurut saya, untuk vaksin yang gratis, untuk rakyat, itu urusannya Menteri Kesehatan,” kata Jokowi, Senin (19/18).

“Untuk yang mandiri, yang bayar, itu urusannya BUMN. Ini menjadi jelas. Kalau enggak seperti ini, nanti siapa yang tandatangan jadi tidak jelas siapa yang tanggung jawab,” tambahnya.

Dia ingin, tahapan tersebut segera dirampungkan sehingga program vaksinasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada penolakan dari masyarakat.

“Proses-proses komunikasi publik ini yang harus disiapkan, hati-hati disiapkan betul. Siapa yang gratis, siapa yang mandiri, dijelaskan betul, harus detail,” ujarnya

“Ini jangan sampai nanti dihantam oleh isu, dipelintir, kemudian kejadiannya bisa masyarakat demo lagi, karena sekarang masyarakat pada posisi yang sulit,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah akan melakukan pengadaan 320 juta vaksin hingga Maret 2022. Nantinya, pemerintah akan melakukan vaksinasi dengan menyasar sejumlah kelompok yang dinilai paling membutuhkan vaksin COVID-19.

“Ada juga tahap pertama, kedua, dan ketiga yang sudah disiapkan untuk disiapkan total 86 juta daripada penerima yang dibagi menjadi usia produktif, kelompok komorbid (penyakit penyerta), dan peserta BPJS dari penerima bantuan iuran,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video conference saat rakorpim di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9).

Di sisi lain, untuk vaksin berbayar pun sudah mulai dalam tahap pembahasan. Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan pihaknya berharap agar biaya per dosis vaksin dapat ditekan hingga Rp 200 ribu per dosis. Namun, keputusan soal harga masih harus memantau perkembangan di lapangan.

“Nilai uangnya karena belum semua yang produksi vaksin belum menyebutkan biaya vaksin, jadi hanya biaya estimasi. Kami harap (harga) Sinovac bisa ditekan maksimum Rp 200 ribu untuk satu dosis. Ini kita masih lihat kondisi terakhir,” kata Honesti di Kompleks Parlemen, Senin (5/10).(kumparan)

.

Ada Balita usia 3th Terpapar Covid di Pessel, Hari Ini Jumlah Pasien tambah 20 orang

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, —

Jumlah pasien Covid-19 terus bertambah di Pesisir Selatan. Hari ini saja bertambah jumlah pasien 20orang, diantara jumlah itu terdapat seorng balita berusia 3th.

Demikan Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Selaku Juru Bicara Satuan Tugas Covid 19, Rinaldi, S.Pd.,MSi menyampaikan hal itu dalam siaran pers nya.

Dibawah ini kami copy paste kan siaran pers Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Pessel itu. Berikut ini;

Keadaan :
Hari : Sabtu
Tgl : 17/Oktober 2020
Pukul : 13. 00 WIB

A. Update data sebagai berikut:


*1.Hari ini ada 20 (dua puluh) orang penambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19.
Dengan demikian jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 Menjadi 367 (tiga ratus enam puluh tujuh) orang. Ke-367 pasien positif tersebut ;

  • SEMBUH 183 (Seratus delapan puluh tiga) Orang.
  • MENINGGAL 13 (tiga belas) orang
  • Dirawat Isolasi 171 (seratus tujuh puluh satu) orang dengan rincian sbb :
    -5 (lima) orang di RS. M. Zein Painan
    -1 (satu) orang di RS.Semen Padang
    -2 (dua) orang di RS. Unand Padang.
    -6 (enam) orang di RS. M. Jamil Padang
    -1 (satu) orang BMC Padang -11 (sebelas) orang di Rusunawa Painan. -145 (seratus empat puluh lima) orang isolasi mandiri

Informasi Pasien positif:
1). Pasien kasus ke -348. Perempuan, umur 68 th, Pensiunan, alamat Padang Tae Ampiang Parak, Kec. Sutera, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 14/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

2). Pasien kasus ke -349. Perempuan, umur 37 th, Perawat PKM Salido, alamat Jl. Kamang Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

3). Pasien kasus ke -350. Perempuan, umur 25 th, Dokter PKM Batu Sangkar, alamat Perumnas Painan Timur Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

4). Pasien kasus ke -351. Perempuan, umur 3 th, Balita, alamat Timbulun Painan Timur Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

5). Pasien kasus ke -352. Laki-laki, umur 19 th, Mahasiswa, alamat Komplek Pemda Kp.Jao Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

6). Pasien kasus ke -353. Perempuan, umur 17 th, Siswa SMA di Painan, alamat Komplek Pemda Kp. Jao Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

7). Pasien kasus ke -354. Perempuan, umur 53 th, ASN Kantor Camat IV Jurai, alamat Perumnas Painan Timur Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

8). Pasien kasus ke -355. Laki-laki, umur 56 th, ASN Kepala SMA di Bayang, alamat Perumnas Painan Timur Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya

9). Pasien kasus ke -356. Laki-laki, umur 53, ASN Pejabat Dinas Perpustakaan dan Arsip, alamat Komplek Pemda Kp.Jao Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

10). Pasien kasus ke -357. Laki-laki, umur 27 th, Karyawan BPJS Painan, alamat Jl.Pemuda Kec. IV Jurai, ybs kontak dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 13/10, dinyatakan positif tgl 17/10 saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

11). Pasien kasus ke -358. Perempuan, umur 28 th, Bidan PKM Pasar Baru, alamat Lubuk Gambir Kec. Bayang, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 13/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

12). Pasien kasus ke -359. Laki-laki, umur 6 th, Siswa SD, alamat Asrama Polisi Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

13). Pasien kasus ke -360. Laki-laki, umur 36 th, anggota Polri Polres Painan, alamat Asrama Polisi Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 12/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

14). Pasien kasus ke -361. Laki-laki, umur 48 th, Petani, alamat Pelangai Gadang Kec.Ranah Pesisir, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 14/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

15). Pasien kasus ke -362. Perempuan, umur 6 th, Pelajar, alamat Pelangai Gadang Kec. Ranah Pesisir, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 14/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

16). Pasien kasus ke -363. Perempuan, umur 8 th, Pelajar, alamat Rawang Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 13/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

17). Pasien kasus ke -364. Laki-laki, umur 68 th, wali nagari, alamat Rawang Painan Kec. IV Jurai, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,diswab tgl 13/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

18). Pasien kasus ke -365. Laki-laki, umur 54 th, Karyawan PT AMP, alamat Karang Pauh Gurun Panjang Selatan, Kec. Bayang, ybs kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19, diswab tgl 15/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya.

19). Pasien kasus ke -366. Perempuan, umur 34 th, alamat Padang Pasir Koto Ranah Kec. Bayang Utara, ybs tidak ada kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,ybs adalah Pasien RSUD M.Jamil Padang dengan keluhan perut makin membuncit dan kembung, diswab tgl 14/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya. Saat ini pasien dirawat isolasi di RSUD M.Jamil Padang.

20). Pasien kasus ke -367. Laki-laki, umur 54 th, ASN Kepala SD, alamat Pulau Karam Kec. Koto XI Tarusan, ybs tidak ada kontak erat dengan pasien kasus positif covid-19,ybs adalah Pasien RSUD M.Jamil Padang dengan keluhan nyeri dada dan sesak nafas, diswab tgl 15/10, dinyatakan positif tgl 17/10, saat ini ybs melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya. Saat ini pasien dirawat isolasi di RSUD M.Jamil Padang.
2. Kasus Suspek (Gejala Sedang-Berat) 18( delapan belas ) orang :

  • 3 (tiga) orang dirawat di RS. M. Jamil Padang -13 (tiga belas) orang dirawat di RS.Painan
    -1 (satu) orang di BMC Padang
    -1 (satu) orang isolasi mandiri
  1. Kasus Suspek (Gejala Ringan)
  • Total : 409 orang.
  • Selesai masa pemantauan : 401 orang
  • Proses Pemantauan : 8 orang
  1. Kontak Erat
  • Total : 4.510 orang
  • Selesai Pemantauan : 1068 orang
  • Proses pemantauan: 3.442 orang
  1. Pelaku perjalanan
  • Total : 12.365 orang
  • Selesai Pemantauan : 12.047 orang
  • Proses pemantauan : 318 orang.
    B. Berkaitan dengan penanganan Covid 19 dapat kami sampaikan :
  1. Pelaksanaan Karantina OTG dan positif ringan di Rusunawa
    Total : 60 orang
    Selesai : 49 orang
    Sedang menjalani karantina: 11 orang

. CRDRP YY

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (36), Ngobrol 3 Cewek Cantik; Jangan Terlalu Takut Dengan Covid

Batang Kapeh, PilarbangsaNews,— Tiga cewek cakep ini penghuni Rusunawa Painan, sama dengan saya. Tapi yang duluan  masuk saya dan istri. Saya mulai jadi warga Rusunawa Painan tanggal  24/9/2020. Sedangkan 2 diantara ketiga cewek cakap itu , Yoli dan Elvi, masuk tanggal 1 /10/2020. Seorang lagi  saya tulis nama samarannya  sesuai sesuai permintaan Bunga. Dia masuk Rusunawa tanggal 2/10/2020.

Yoli dan Elvi bila melaksanakan  sanam kebugaran, posisi mereka tidak jauh dari psaya. Kami warga Rusunawa selalu diingatkan agar mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak.

Kedua cewek ini apalagi si bunga saya perhatikan mereka tidak seperti saya melakukan sanam.  Mereka  hanya sering tegak tegak saja, sesekali melakukan gerakan senam ajojing, mengikuti berbagai irama lagu yang sengaja diputarkan melalui Disc Tape bersuara keras.

Kalau saya dan lebih lebih si Nyonya Besar, benar-benar bergerak sampai keluar keringat. Bergerak lincah dan berpeluh  itu dilakukan dibawah  terik matahari diatas pukul 9:00 pagi sangat baik bagi kesehatan pasien Covid-19.

Saya sering memberi semangat kepada kedua cewek cakap yang saya maksud, semangat melaksanakan senam

Ayo goyang…., ayo goyang,” ucap saya memberi  semangat jika kelihatan mereka hanya berdiri tanpa bergerak.

Pada hari Selasa tanggal 13/10/2020, saya agak terlambat turun ke bawah, karena ada kegiatan yang harus saya tuntaskan dikamar saya.

Saat saya sudah berada di halaman komplek  Rusunawa Painan dan bergabung dengan teman-temam lainnya, saya ambil posisi saya bersenam dekat kedua cewek ini.

“Pak…., ibuk sudah pulang ya pak, ” Cewek lansing berhijab itu bertanya.

“Iya……, sudah pulang, kemaren, ” kata saya.

“Bapak kapan pulang, ” tanya dia lagi.

Sebelum saya jawab saya mendekati  gadis kamek ini. Kalau posisinya tidak mendekat bisa tidak kedengaran isi pembicaraan saya dan hilang ditelan musik senam yang sadang diputar.

Saya mendekat lalu kemudian saya tanya namanya; Siapa namo?

“Elvi pak,” jawab yang punya diri.

“Yang itu, ” tanya saya sambil menunjuk teman Elvi.

“Yoli pak, ” jawabnya

“Siapa?”

“Yoli pak, ” kata Elvi membantu menyebutkan nama temannya.

“Jangan panggil saya bapak, paggil ayah saja, mau? ”

”Iya yah, mau,” ucap mereka hampir serentak dan masing masing mengangguk.

“Ayah yang menulis jurnal tentang pasien Covid-19 ini?”

“Iya.. Itu Ayah. Apakah Elvi rajin membacanya?,”  kata saya bertanya.

“Saya baca yah, ” jawab Elvi.

Apa Elvi bersedia ayah masuakkan pula, ” tanya saya

“Bersedia, ” katanya.

Tak lama kemudian datang Bunga mendekati, tapi kami tetap menjaga jarak aman memperhatikan Protokol Kesehatan.

“Ayo kalian ayah foto ya, ”  saya minta mereka ber-aksen ketika saya mengabadikan mereka dengan kamera handphone.

Mereka mengambil posisi dan hasil jepretan  seperti foto diatas.

“Ambo kan lai masuk dalam foto itu pak, ”  tanya seorang ibu paruh baya  bertanya.

“Lai… ,”

“Nama saya ST, ” kata dia, saya sengaja menulis inisial. Dia tidak paham untuk apa foto itu saya ambil. Mungkin dia mengira saya  petugas yang akan  membagikan sesuatu jatah.

“Berasal dari Kampung mana?

“Dari  Lumpo, ” jawabnya. Lumpo adalah sebuah nagari di Kecamatan IV Jurai.

“Sudah bara kali tes swab, tanya saya?, ”

” Empat kali, ”

“Hasil nya?” tanya saya

Bersamaan dengan itu suster manggil; “Buk ST……, Ibuk ST, mari buk, ibuk diperiksa. ”

Dia bergegas masuk meninggalkan saya di halaman dekat teras Rusunawa.

              oooOooo
Sementara itu Elvi yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Painan, mengatakan saat tubuh sudah ada tamu bernama si Covid+19. Dia sekali sekali batuk. Kemudian menyusul demam dan hilangnya rasa penciuman.

Elvi Nurvia Sari, S.ST

Diperkirakan dia ketularan dari temannya sesama petugas di Rumah Sakit BKM yang terpapar dari pasien.

“Itu diketahui setelah di swab terkonfirmasi positif, ” kata petugas Laboratorium Rumah Sakit BKM Painan  pemilik nama Elvi Nurvia Sari, S.ST ini.

INI CERITA YOLI

Lain Elvi lain pula cerita Yoli juga bekerja sebagai bidan di RS BKM Painan.

Yoli positif Covid-19 pertama kali berdasarkan hasil swab di BKM yang pada waktu itu ada seorang temannya  sesama tenaga kesehatan di RS BKM yang terpapar. Jadi dia adalah hasil tracking.

Kemudian diulang lagi tes swab di Puskesmas
Salido negatif.

Pada tanggal 1/10/2020 masuk Rusunawa, tanggal 3/10/2020,di uji swab, hasilnya positf.

Swab ke 4, baru kemaren kini sedang menunggu hasilnya.

Jika hasilnya negatif Yoli harus menjalani test berikutnya. Kalau hasilnya negatif dia belum akan diizin pulang dan harus menunggu beberapa hari lagi hingga 10 hari terhitung dari Swab ke 4 dengan hasil negatif pertama.

Yoli

Menurut Yoli, awalnya dia tidak merasakan apa-apa waktu itu hari  Kamis jadi pas Minggu nya, penciuman hilang.

Nafsu makan Yoli konstan, tak berkurang.

“Apa boleh ayah tulis hasil wawancara kita ini?” tanya saya.

“Menurut ayah gimana?, ” Yoli balik bertanya.

“Manurut ayah untuk mengedukasi orang apa salah. Ayah sendiri Catatan ringan dari Rusunawa Painan itu contohnya. Lebih banyak ceritanya tentang ayah, ” kata saya manjelaskan.

“Iya ayah.. biar orang tidak lagi beranggapan   covid itu menakutkan dan aib. Padahal tidak seperti itu. Kita di Rusunawa, enjoy enjoy aja kan Yah, ” ucapnya minta saya ikut menjustifikasi sebagai testimoni bahwa Covid-19 tak perlu ditakutkan. Takut sih boleh, tapi jangan kebangetan. Sampai-sampai nekad bunuh diri akibat stress, padahal dia memang Covid-19, Tapi tanpa gejala.

CERITA GADIS CANTIK BUNGA

Tes swab 1 Bunga, negatif. Tak puas dengan hasil itu, karena diragukan, Bunga pernah  kontak dengan teman yang positif makanya Bunga tes swab 2 dan hasilnya positif

Lalu Bunga dihubungi sama tim covid di Puskesmas tempat Bunga swab. Kemudian    disuruh melakukan pemeriksaan  ke RSUD Dr. Rasidin..  Disana Bunga melakukan pemeriksaan cek darah..  Ronsen..  Dan ukur tensi untuk mendapatkan obat

Bunga kan sendiri kos di Padang makanya disuruh pulang sama Mama. Biar dikarantina di Rusunawa Painan saja, mengingat jarak dekat dengan rumah dan masih bisa dijenguk sesekali

Dari Padang Bunga pulang sendiri ke Pesisir Selatan pakai motor. Enggak singgah ke rumah. Langsung ke Puskesmas Pasar Baru.

Dari Puskesmas Pasar Baru ini Bunga diantar dengan mobil unit Ambulance ke Rusunawa.

Bunga tidak sempat dan tak berani singgah ker rumah, takut singgah karna ada anak kecil banyak di rumah, ” kataya mengakhiri ceritanya.

Bersambung…..

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (35); Kabag Keuangan Pemkab Pessel Weldi S.Sos MM Mirip Amdemar

. TMMD ke-109/2020

Kopi Hitam Tingkatkan Silaturahmi Satgas TMMD dan Warga

Tarakan, PilarbangsaNews

Pengerjaan sasaran fisik utama pembangunan jembatan dan akses jalan di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan, Kalimantan Utara terus dikebut hingga malam hari.

Nampak terlihat, Kopi hitam dan cemilan menambah keakraban Satgas TMMD ke-109 bersama warga diseling pengerjaan akses jalan sepanjang 1.100 meter, Rabu (14/10/2020).

Dan SSK Kapten Inf Fattah Setiawan mengatakan, pengerjaan sasaran terus dilakukan secara gotong-royong. Suasana ketika istirahat untuk ngobrol dan ngopi seperti ini bisa mempererat kebersamaan untuk terus semangat.

Senada dengan Kapten Inf Fattah Setiawan. Salah satu warga Karang Harapan yang ikut mengerahkan tenaga dalam kegiatan TMMD ini mengaku senang bisa berkontribusi dalam pengerjaan fisik secara gotong-royong yang diselingi rasa persaudaraan.

“Kendalanya cuma cuaca, selebihnya kita bekerja dengan bapak-bapak TNI selalu gotong-royong, tidak ada saling perintah, tidak ada yang kerja sendirian. Kalau capek, istirahat sebentar lalu dilanjut lagi,” kata warga. (Ezl)

. CRDRP YY

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (34B); Selektif Menggunakan Obat Herbal, Obat Covid-19 Masih Uji Klinis

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews,– Kepada Dr Andani saya juga bertanya ” Apakah memang bisa dengan memasukkan minyak kayu putih dan garam ke hidung dan ke tenggorokan, seseorang bisa hasil swabnya negatif.

Prof, Uda ado mandanga dari urang dan Uda telah mempraktekkan pulo. Aia garam dan minyak kayu putiah kalau dihirup sabalun awak tes Swab mako ndak akan terdeteksi awak ko positif do. Apo iyo tu Prof?,“. Tanya Saya ke Dr. Andani itu

Indak Da. Ha.. ha.. ha.. Itu lah carito urang sajo. Pandai-pandai masyarakat indonesia sajo nyo mah, Da,”. Jawabnya diselingi tawa.

“Jadi indak mungkin tu Prof?”. Tanya Saya lagi

Indak mungkin Da. Artinyo model ko Da, di indonesia ko memang banyak ubek herbal warisan nenek moyang kito dari dulu nyo. Akan tetapi jiko disangkuikkan dengam Covid-19, Ubek nan Uda sabuik tadi tu alun dikaji lai, alun dievaluasi lai. Dan virus ko kan virus baru Da. Dan awak indak bisa mengklaim-klaim sajo kalau ubek herbal tu anti virus”. Jelas Dr. Andani panjang lebar

Ubek tu bisa dikatokan anti virus Da kalau awak alah melakukan uji laboratorium, uji rumah sakik juo di uji ka pasien nan positif. Kalau alah di uji, awak caliak ma dari ubek nan sabanyak ko nan paliang capek mambuek pasien sembuh. Nah kalau alah lolos uji, baru bisa awak katokan ubek ko anti virus Da”. Jelas Dr. Andani lagi dengan bersemangat

Jadi maksud ambo ko Da, kalau yang Uda danga tentang ubek herbal tu sekedar manyanangkan hati urang indak baa do Da. Tapi jan sampai habih pulo pitih dek mambali untuk bali minyak kayu putih itu. Logika nyo gini  da, kok Iyo minyak kayu putih bisa mmbunuh Covid-19, rancak lah itu sajo digunakan, ndak paralu para ahli farmasi berusaha menemukan ubek Covid-19 ini, “

“Jadi baitu yo Prof”. Ujar Saya memastikan penjelasan Beliau

“Yo Da. Panyakik kito urang indonesia ,  istilahnyo  “over claim” mah Da”.

“Over claim ko baa pulo Prof?”.

Maksud nyo sarupo iko Da, salamo Pandemi ko banyak bana urang nan mangklaim ubek herbal temuan nyo anti virus atau ubek nyo anti bodi untuk corona ko. Padahal indak ado ciek alah juo do Da sabateh carito dimuluik sajo  tumah, tapi alun teruji klinis lai. Kok iyo ampuh herbal tu, manga 4 bulan terakhir ko tingkat kematian akibat corona ko sampai 8 kali lipek Da. Tu nan ambo sabuik, ubek herbal tu carito sajo baru da”.

“Bara persen untuak sumatera barat kini Prof?.

Kematian tu ketek nyo Da untuak kasus ringan. Sekitar 2%. Tapi untuak kasus-kasus barek Da iti lah di angko 25% dan itu tinggi Da“.

“Tinggi tu Prof?”.

Yo Da, di Painan sajo kasus barek mati sado alah nyo mah Da. Indak talok bagai maabehan nyo do. Disebab tenaga kesehatan tu alah takuik pulo kalau terpapar corona ko Da“.

“Oo baitu yo Prof”.

“Yo Da……”

Untuk malam ini kita cukup saja hingga disini rekaman perbincangan saya dengan Dr. Andani.

Besok ada beberapa topik lagi yang akan saya sampaikan kepada anda. Tunggu pada episode berikutnya.

Bersambung…

Foto diatas adalah foto saat Dr Andani menyampaikan ucapan terimakasih ketika dianugrahi Indonesia Award tahun 2020 kategori Tokoh Profesional.

Baca juga :

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (34) ; Mantan Pasien Covid Tidak Bisa Menularkan dan Mereka Kebal

.

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (34.A) ; Mantan Pasien Covid Tidak Bisa Menularkan dan Mereka Kebal

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews, — Hari ini Selasa tanggal  (13/10/2020) jam di Handphone saya menunjukkan pukul 00:15 WIB. Beberapa menit sebelumnya saya terbangun, sejurus kemudian saya raih HP yang sengaja saya letakan dibawah difan tempat tidur.

Tadinya saya terlelap diperkirakan pukul 22;20 WIB. Biasa selama di Rusunawa, saya tidurnya bisa lebih awal. Namun tetap terbangun sekitaran pukul 00;00 s/d 01:00.

Itu masih mending lebih sehat tidur saya dibanding yang selama ini saya alami.

Malam semakin larut, di Rusunawa lantai 2 tempat kamar aku menginap,  sejuk dan terasa sepi, hanya nyanyian jangkrik yang ku dengar, gadget yang telah kuraih tadi, mulai ku gunakan untuk menulis Catatan ringan dari Rusunawa Painan episode ke 34

Pada episode ke 34 ini CRDRP masih menceritakan sekitar percakapan saya dengan Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc. Percakapan pertelphon kami cukup lama durasinya lebih dari 15 menit.

Banyak informasi yang masih saya ragukan saya tanyakan pada beliau terkait Covid-19  dijawab dangan jelas dan tuntas.

“Prof…, di Rusunawa Painan itu aturannya, pasien baru boleh pulang setelah 10 hari mulai swab dengan hasil negatif pertama, kemudian dilakukan swab kedua hasil negatif dengan interval waktu 10 hari, ” kata saya menginformasikan aturan yang diberlakukan di Rusunawa Painan.

”Sebenarnya tidak persis harus seperti itu, kalau sudah keluar hasil swab kedua negatif,  pasien diperbolehkan saja lagi pulang. Kan  virusnya sudah habis, untuk apa ditahan,” katanya.

“Iya pula ya Prof. Bisa bisa lama di Rusunawa, kami yang sudah dinyatakan negatif ke 2 ini kembali terpapar dari teman yang masih belum negatif,” kata saya bertanya.

” Oo., bukan begitu uda. Untuk uda ketahui uda kini sudah bebas dari Covid 19. Anti bodi uda sudah kenal betul dengan bentuk si Covid, jadi kalau ada di Covid masuk, langsung diburu dan dibunuh sampai hancur tak satupun yang tersisa, ” kata Dr Andani penerima Indonesia Award Tahun 2020 kategori Tokoh Profesional dari salah satu TV swasta di Jakarta.

”Jadi uda ini sudah kebal  kalau begitu ya Prof, ” saya ulang lagi pertanyaan agar benar benar pasti dan yakin.

“Ya.. Iyalah, ” jawabnya.

“Prof…, uda kan sudah bersih dari Covid-19, apakah uda ini  masih bisa kemungkinan menularkan ke orng lain, ” tanya saya.

” Ya enggak la da. Kan uda sudah kebal. Jika ada COVID-19 yang mencoba masuk ke tubuh uda, anti body uda dengan sigapnya menyerang dan memusnahkannya. Jika bagitu masuk  lalu mati, bagaimana lagi dia akan berpindah ke inang yang lain, ” terang Andani.

“Prof…, di Riau dan beberapa dearah lainnya, jika hasil swab pasien  telah negatif pertama, sudah boleh pulang. Di Riau uda tanya langsung ke Ka Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, ” saya kembali bertanya.

”Untuk Sumbar memang tidak mengikuti Surat Keputusan  Menkes 413 revisi 5. Salah satu poin nya mengatur tantang tindakan uji swab ini, ” tanya saya.

“Untuk Sumbar memang tidak kita berlakukan SK Menkes 413 revisi 5, mengingat ratio angka  kematian akibat Covid 25% untuk pasien yang terpaparnya kategori sedang.  Kalau kita bandingkan dengan angka kematian akibat COvid-19 di daerah sumbar sacara keseluruhan mamang kita hanya baru sekitar 2% kalau saya tak salah, ” jawabnya…

“Apa boleh dan apa tidak salah kita beda dalam penanganan Covid-19 dengan SK Menkes itu?” tanya saya.

“Saya kira ndak ada salahnya jika Pemerintah Provinsi setempat merestui. Pak Gubernur mendukung keinginan saya. Dan kini saya sedang  menyiapkan draf Peraturan Gubernur. Untuk swab ini kita harus melihat kasus perkasus. Artinya jika pasiennya berasal dari zona dimana konsentrasi virusnya tinggi swab 2 x, tapi bagi daerah konsentrasi virusnya renang, swab pasien dukun sekali saja, ” ujarnya menjelaskan

Daerah lain memang beda dengan kita, Andani, kita di Sumbar masih tetap mengikuti rekomendasi  WHO
(World health Organization)
atau Organisasi Kesehatan Dunia.

Kembali pada aturan yang diberlakukan di Rusunawa Painan, saya teringat akan sebuah filosofi Minang ; Malabihi ancak-ancak, mengurangi sio-sio…

Pekerjaan yang mubazir ikhwanul syaitan,” hadist Nabi Muhammad SAW.

Bersambung….

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (33) ; Malam Ini Telphonan bersama Kapala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand

. CRDRP YY

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (32) ; Alhamdulillah My Wife Hari Ini Boleh Pulang

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews, —
Hari ini Senin (12/10/20) my wife diperbolehkan pulang, si COVID-19 yang sempat masuk kedalam tubuhnya, kini telah mati.

Saya agak canggung kalau tidak berada dekat si nyonya besar.
Pasalnya  seperti yang telah dibeberkan pada tulisan sebelumnya. Saya itu orangnya tidak mandiri dalam urusan diri. Seperti makan misalnya, my wife lah yang sering mengingatkan.

Kini dia pulang duluan, ya gak apa apa lah, mandiri sekali sekali.

Yang penting dia sudah sehat sekarang dan itu perlu disyukuri dan saya mensyukurinya dengan menyebut  Alhamdulilahirobbill’almin, beberapa kali.Daaaaaa,

Sebenarnya dia tak ingin pulang sekarang, dia ingin kami pulang bersama-sama, tapi manalah mungkin dapat dikabulkan permintaan dia. Kalau dikabulkan itu sama artinya pihak Otoritas melanggar SOP nya sendiri.

“Daaaaa, ” si Nyonya besar melambaikan tangan, saat mobil yang membawanya pulang mulai meninggalkan komplek Rusunawa yang dipagari sang itu.

‘Dadaannya saya balas bak akting pemain pria Bintang film India.

KONDISI SAYA TERKINI

Terus.., tentu pembaca ingin tahu bagaimana kondisi saya hari ini, soalnya tadi pagi sebagaimana yang saya tulis dalam laporan sebelum nya saya demam sejak kemaren. Tapi tadi pagi sudah mendingan. Dan saat menulis CRDRP Ke 32 ini alhamdulillah telah pulih seperti biasa. Saya gembira.

Apalagi barusan saya mendapat informasi dari grup whatsapp kami di Rusunawa, info dari dr Reyantis. Berikut ini informasi tersebut.

Assalamualaikum bapak/ ibu…berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini, bapak/ ibu yang namanya tercantum dibawah ini
1. M. R y
2. Yuharzi
3. M. Y
4. Aa
5. Y
6. Af
Hasil swab nya telah negatif konversi 2x, menyelesaikan karantina dan sudah sembuh. Bapak/ ibu boleh pulang hari kamis tgl 15 oktober 2020. Selamat bergabung kembali dg keluarga. Tetap jaga protokol kesehatan ya… Salam sehat.. (Catatan nama yang lain sengaja saya tulis inisial saja)

Saya sudah sehat tentu harusnya saya berulang-ulang mengucapkan kalimat  Hamdallah. Hari ini  hasil swab saya yang diambil pada hari Sabtu negatif ke dua.

Informasinya saya baru boleh pulang hari Kamis tanggal 15/10/2020.

Bersambung…

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (31); Kemaren Saya Demam, Dirawat Suster Pribadi

. Yogyakarta

Bipani Grosir Aksesories Terlengkap di Sleman

Yogyakarta, PilarbangsaNews, +-SETELAH membuka toko aksesories 20 tahun silam di pasar Bringharjo Blok PB 1, Lantai 1, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nama Al Warits Aksesories kini dua wanita asal Sumatera Barat (Sumbar) ini melebarkan sayapnya di kawasan Sleman.

Gaswanir yang kerap disapa Acik dan Espaneli adalah wanita perintis berdirinya Al Warits Aksesories di pasar Bringharjo pada tahun 2000 silam. Acik dan Epa merupakan kakak beradik dari pasangan suami istri Zainun Malin Sati dan Jamayar. Keduanya adalah wanita kelahiran Pariangan, Batusangkar, Sumatera Barat.

Dua bulan lalu, Uni Epa sapaan akrab Espaneli dan Acik melebarkan sayapnya dengan membuka grosir Aksesories di Sleman, Yogyakarta dengan nama Bipani Aksesories.

“Kami berdua sudah menggeluti bidang ini sejak tahun 2000 lalu. Sekarang kami melebarkan sayap di kawasan Sleman. Tempat kami yang baru ini berlokasi di Pojokan-Bejen, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman,” ujar Epa kepada wartawan Minggu 10 Oktober 2020.

Sementara itu, Acik mengungkapkan, dibukannya Bipani Aksesories di Sleman merupakan tingginya minat masyarakat disana dengan perhiasan pernak pernik wanita.

“Mudah-mudahan berdirinya tempat baru kami itu menambah berkah bagi kita semua,” ujar wanita kelahiran desa terindah didunia ini.

Menurut Acik, bagi yang berminat berbelanja ke Bipani Aksesories dapat menghubungi nomor WhatsApp di 081227999118, email epaespaneli@gmail.com serta datang langsung ke tempat kami. 

“Dengan senang hati kami juga akan mengantarkan barang Anda yang telah dipesan,” jelasnya.

Dengan sistem Cash on Delivery atau COD lanjut Acik, barang yang ditawarkan pun dijamin sangat berkualitas. 

“Aksesories wanita seperti bros, jepit salon, bando, kunciran dan lain-lain yang kami jual. Dirinya pun menjamin harga yang dijual adalah harga grosir atau kulakan,” pungkasnya.

. Pessel

Catatan Ringan Dari Rusunawa Painan (16) : Nyonya Besar saya Sembab Matanya Menangis

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews,– Kemaren  sore hari Senin (5/10/2020) menjelang ashar, lama si bebeb menagis. Sembab matanya, akibat  kebanyakan mengeluarkan air mata kesedihan dan kecemasan.

Kemaren sore saya tidak berhasil membujuknya. Tak seperti biasa. Biasanya kalau dirumah dan tidak musim Covid-19, si bebeb jika menangis saya bujuk, dangan cara memangku dia sambil bergolek lamang di tempat tidur. Mukanya saya benamkan ke bahu saya bagian atas, dekat dengan pangkal lengan. Sehingga hidungnya mencium aroma tubuh saya.

Sesedih apapun peristiwanya yang dia hadapi dan rasakan, paling 10 menit dia sudah berhenti dari tangisnya kalau saya lakukan methoda diatas.

Kemaren sore cara itu tak bisa saya lakukan lagi, mengingat kami harus patuh dan menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak. Kemaren saya membujuknya hanya dengan  kata kata dengan jarak 1 meter.

Tidak perlu di cemaskan dan ditangiskan, nanti pada swab ke 4 In Sha Allah, Hajjah negatif hasilnya.

“Gimana lagi caranya ini, minum obat rempah rempah sudah banyak, apa saja rempah yang ditunjukkan kawan sudah diminum. Setiap hari minum madu, air zamzam dan makan kurma, yang dikirimkan oleh salah seorang anak kita di Painan ini, sudah aku lakukan. Hasilnya masih positif, kapan negatifnya, ” begitu isi ratapan si bebeb sambil menelungkup diatas tempat tidur di kamarnya.

“Ya sabar nanti sembuh itu. Lihat uda enjoy aja meskipun pada awalnya negatif tapi pada swab ke dua positif. Yang penting kita tidak merasakan apa apa, nafsu makan tak patah, ” kata saya dari atas difan tempat tidur saya

Sebenarnya hasil swab ke-3 dari si nyonya besar,  belum benar benar pasti telah positif .

Cuma berdasarkan pengalaman di Rusunawa yang saya alami sebelumnya, hasil swab saya yang terkonfirmasi  positif tidak diumumkan lewat grup whatsapp. Di Rusunawa Painan ada grup whatsapp, anggotanya terdiri dari para pasien dan perawat serta dokter.

Lewat grup inilah para pasien berkomunikasi satu sama lain untuk menyampaikan informasi terkait dengan pelayanan selama isolasi.

Tadi ada salah seorang dari kelompok kami yang karena gembira, keras keras membacakan bebarapa nama anggota klaster kami, si A, si B, si C, si D, si E, si F serta Y besok sudah boleh pulang.

Mendengar suara itu si bebeb keluar, dan bertanya; aku bagaimana hasil swabnya.

“Ndak ada doh diumumkannya, ni,” jawab yang ditanya.

“Kalau ndak ada diumumkan berarti aku positif tu mah, ” Begitu kesimpulan dari  bebeb.

Dan memang sebelumnya nama saya juga tidak diumumkan, ternyata setelah ditanya ke grup itu, saya hasilnya positif.

“Uda dulu tak juga diumumkan, hasilnya positif, aku mungkin juga positif hasil swab aku yang ke empat, ”  Kata si bebeb mulai merengek penuh kecemasan dan rasa sedih.

Sedih mengingat nasib, orang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang, sementara kita hasil swabnya masih positif.

               oooOooo

Saya lihat di grup itu yang menyampaikan informasi adalah dr Reyantis. Kebetulan saya baru SMS an bersama  beliau. Beliau adalah adalah Kabid Pelayanan medik pada Dinas Kesehatan Pesisir Selatan.

Dalam penanganan kasus Covid-19 dr Reyantis sabagai Ketua Penanganan medik Covid-19 Kabupaten PESISIR SELATAN.

Langsung buk dokter yang ramah ini saya pencet nomor handphone nya.  Hanya sebentar nada panggil berbunyi, dr Reyantis mengangkat telp saya.

“Assalamu’alaikum buk dokter. Maaf ambo menganggu. Ambo pak YY yang di Rusunawa itu, buk, ” kata saya memulai pembicaraan.

”O ya, apa yang bisa saya bantu, pak, ” Jawab buk dr Reyantis.

“Ini buk Kabid a, nyonya ambo Hj Isnimal bagaiman hasil swabnyo, buk dokter?, ” saya bertanya.

“Tunggu bentar yo pak, saya lihat dulu daftarnya, ” kata Buk dokter.

“Okey buk Kabid, ” Jawab  saya dan telp diputus.

Tak sampai 2 menit menunggu masuk panggilan dari bu Dr Reyantis. “Pak YY.. , hasil test ibuk negatif pertama, pak.” kata dr Reyantis.

“Alhamdulillah…..,” kalimat pujian kepada ALLAH SWT keluar dari mulut saya, saya panggil nyonya besar yang lagi di kamar mandi buang aie kecil. Dia biasanya memang begitu kalau menghadapi masalah galau dan kacau, dia sering pipis (dalam bahasa Minangkabau itu sebut dengan tapanca-panca kajambannyo) . Kepada nya saya informasikan bahwa Hj hasil swab hajjh negatif pertama, “

Si yang punya diri (si bebeb maksudnya) bersorak gembira saraya menyebut Alhamdulillahirobbill’alamin.

“Nyonya ambo menangis dia buk dokter, ” kata saya.

Kata-kata saya itu di potong oleh dr Reyantis dari balik handphone disebelah sana, dengan nada sedikit ketawa, dokter menyarankan pada saya untuk pindah kamar.

“Pak…., bapak kan satu kamar dangan ibu. Bapak pindah kamar, mau kan? ” kata bu Kabid ini.

“Okey buk…., tapi pindah nya ke kamar depan saja yo buk, ” Pinta saya ke buk dokter yang kami belum pernah ketemu, soalnya saya baru komunikasi dengan beliau baru sehari sebelumnya yakni pada hari Sabtu.

“Sekarang, pak YY dikamar nomor berapa, diatas atau dibawah?”

“Kamar nomor 213. Kalau dapat ambo pindah ke kamar 212 saja, kebetulan kamar 212 kosong penghuninya yang satu kloter dengan kami telah 2 kali nagatif hasil swabnya. Dan mereka diperbolehkan pulang hari ini Selasa 6 Oktober 2020.

” Ya nanti kita lihat dulu ya pak YY, bagaimana baiknya, ” kata buk dokter.

“Okey buk dokter. Mksh buk dokter. Assalamu’alaikum ww, “

Dijawabnya “alaikumsalam ww, dan percakapan Pertelphon saya dengan buk dokter berakhir sampai disitu.

Si bebeb tak mnangis lagi  senyuman nya kembali ceria. Saya pun kini merasa lega meskipun harus pindah kamar dari si bebeb, dami si Covid 19 agar tak saling menular.

Sebenarnya saya pernah diingatkan oleh adik saya Dr Budi Mulyadi DT Nan Sati, S.Kep, AGAR tidak sakamar dengan istri. “Mana tahu nanti saling menularkan antara uda dan Uni,” katanya.

Tapi saya diamin saja. Sekarang setelah dianjurkan oleh buk dr Reyantis, saya nurut aja deh…. Agar tak berlama lama berbulan Madu di Rusunawa Painan ini.

Bersambung…..

Baca juga;

Catatan Ringan Dari Rusunawa Painan (15) ; Uji Swab 2 X Nagatif Baru Pasien Diperbolehkan Pulang

. Sawahlunto

Kodim 0310/SSD Gelar Upacara Virtual HUT TNI KE -75  Tahun 2020 Di Kota Sawah Lunto.

Sawah Lunto, JMG-Komando Distrik  Militer (KODIM) 0310/SSD menggelar upacara Peringatan HUT TNI ke – 75 tahun 2020 secara virtual di ruang rapat wali Kota Sawahlunto, Kelurahan Jepang Panjang kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat Senin (05/10/2020)

Hadir dalam upacara ini
Wakil Walikota Sawahlunto H. Zohirin Sayuti SE. Dandim 0310/SSD Letkol Inf Endik Hendra Sandi S.Sos, M.I.Pol.
Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur SH. MH. Ketua Pengadilan Negeri Dede Halim SH. MH.Wakil Ketua DPRD H. Jaswandi SE.Kajari diwakili Kasi Intel Triman Santana SH.
Ketua Pengadilan Agama Misbah S.Ag MA.Sekdako dr. Hj. Ambun Qadri M.KM.
Danramil 01/Swl Mayor Inf Irwan Basukiono S.Ag.
Ketua Pemuda Pancasila Kec. Lembah Segar dan anggota.
Anggota  Koramil Wilayah jajaran Sawahlunto 01, 04 dan 05.

Letkol Inf Endik Hendra Sandi S.Sos., M.I.Pol. menyampaikan Peringatan HUT TNI ke-75 tahun 2020 ini bersamaan dengan mewabahnya pandemi Covid-19 yang sedang melanda Dunia termasuk Negara kita, sehingga pelaksanaannya harus berpedoman kepada Protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, Walaupun dilaksanakan secara sederhana diera wabah Covid-19 momentum peringatan HUT TNI ke – 75 ini, Prajurit TNI tetap siaga semangat membara dalam menjaga keutuhan dan Kedaulatan Negara Republik Indonesia

” Seperti Pesan Panglima Besar Sudirman dalam suatu Amanah Kepada Prajurit TNI, Tentara bukan merupakan golongan di luar masyarakat, bukan suatu Kasta yang berdiri diatas masyarakat, tentara tidak lain tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kuwajiban tertentu yaitu menjaga Kedaulatan Negara Republik Indonesia” ujar Letkol Inf Endik  

Prajurit TNI Kata panglima Besar Sudirman  lanjut  Endik, harus punya keunggulan Moral dan moril, Pantang menyerah dan rela Berkorban serta senantiasa bersama- sama rakyat

” masih pesan penglima Sudirman, Pelihara TNI, Pelihara angkatan Perang kita jangan sampai TNI dikuasai oleh partai Politik manapun juga, ingatlah bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan Prajurit yang mudah dibelokkan haluanya, kita masuk Tentara karena Keinsyafan Jiwa dan setia berkorban kepada Bangsa dan Negara, Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia, Sinergi untuk Negara” ujar orang nomor satu di Jajaran Kodim 0310/SSD mengakhiri keterangan (rjl/gus)