Menampilkan: 1 - 10 dari 153 HASIL
Agama

MTQ Payakumbuh Dibuka Ditengah Pandemi, Kelima Camat Saling Optimis

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Ditengah pandemi Covid-19, MTQ Nasional ke-39 tingkat Kota Payakumbuh dibuka secara resmi wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, Sabtu (24/10) di gedung serba guna Aur Kuning,Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Setelah MTQ dibuka Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dengan aturan ketat protokol kesehatan tersebut bersama Forkopimda awak media kemudian mewawancara ke 5 camat di Kota Payakumbuh, sebesar apa keinginan mereka untuk MTQ dengan 237 peserta untuk 11 cabang lomba tahun ini berjalan sukses.

Menurut Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dan Kakankemenag Ramza Husmen, semangat MTQ tak hanya mencari juara saja, namun bagaimana iven keagamaan ini dapat diambil hikmahnya. Rasa cinta kepada agama Islam bagi setiap warga muslim di Kota Payakumbuh harus terus bergelora.

Camat sebagai pejabat kewilayahan juga memiliki keinginan besar agar pelaksanaan MTQ berjalan mulus tanpa ada hambatan, bahkan Satgas Covid-19 turut memantau agar pelaksanaannya dapat terjamin protokol kesehatannya.

“Kontingen kami pernah menjadi juara umum pada MTQ tahun 2018 di Kecamatan Payakumbuh Timur, kami akan berusaha kembali merebut piala bergilir yang telah kami serahkan kepada Camat Payakumbuh Selatan yang saat ini sebagai tuan rumah,” kata Camat Payakumbuh Barat L. Kefrinasdi.

“Kami dari Payakumbuh Selatan selain menjadi tuan rumah juga ingin menjadi juara umum dalam MTQ tahun ini,” tukuk Camat Payakumbuh Selatan Junaidi.

Lain lagi dengan Camat Payakumbuh Utara Desfitawarni. Kontingen dari kecamatannya berhasil menjadi juara umum MTQ saat mereka menjadi tuan rumah pada MTQ pada tahun 2016 lalu. Nostalgia 4 tahun lalu membuat dirinya optimis para kafilah dapat memberikan hasil yang terbaik bagi kecamatannya.

Kemudian, Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi turut mengungkapkan dari 11 cabang, dirinya optimis piala bergilir juara umum dapat diraih mereka. Karena di Payakumbuh Timur terkenal memiliki kafilah-kafilah berkompeten sehingga peluang menjadi terbaik pasti ada.

Tak mau kalah, Camat Lamposi Tigo Nagori David Bahri menyebut meskipun secara administratif tergolong merupakan kecamatan belum lama berdiri di Payakumbuh. David mengungkapkan semangat kontingennya bersaing dengan kecamatan yang pernah dengan juara-juara umum pada pelaksanaan MTQ tahun ini jangan sampai dianggap remeh.

“Meski pelaksanaan MTQ tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, namun semangat kafilah kami untuk mengikutinya sangat luar biasa, semoga kita bisa mengambil hikmah dari pandemi yang terjadi saat ini. Semoga dengan tetap menjaga gairah Islam seperti ini, Allah SWT segera menghilangkan ujian pandemi yang sedang kita hadapi,” harapnya.

Dewan Hakim Cabang Tilawah, Ust. Syamsu Adril menyampaikan akan memberikan penilaian secara objektif. Kecamatan manapun yang akan menang itu tidak menjadi masalah karena Kota Payakumbuh termasuk penyumbang juara di tingkat Nasional bahkan Internasional.

“Apa yang sudah diamanahkan kepada kami, sebagai penilai, kami tentu menilai peserta sesuai dengan apa yang mereka tampilkan. Semoga MTQ ini sukses,” pungkasnya. (wba)

Agama

Pjs Wali Kota Harap IPQAH Terus Ajarkan Nilai Al-Qur’an Bagi Umat Muslim

Medan, PilarbangsaNews

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT berharap Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQAH) Kota Medan semakin menunjukkan kualitas fungsi dalam memberikan pengajaran dan pembelajaran esensi dan nilai ayat suci Al-Qur’an bagi umat muslim khususnya di Kota Medan.

Harapan ini disampaikan Pjs Wali Kota ketika menghadiri acara Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPQAH Kota Medan Masa Khidmat 2020-2025 di Aula Baznas Sumut, Jalan Rumah Sakit Haji, Deli Serdang, Sabtu (17/10). Dengan harapan, umat muslim dapat mengaplikasikan setiap nilai ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman dan tuntunan hidup.

“Dengan pelantikan ini kiranya dapat menjadi warna, energi dan semangat baru dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an ke masyarakat secara luas sebagai pedoman hidup yang lebih baik. Selain itu juga, kian menunjukkan fungsi dan tugas lembaga IPQAH dalam mengajarkan dan membina sehingga melahirkan para qari-qariah dan hafiz-hafizah yang semakin berkualitas,” kata Pjs Wali Kota.

Selanjutnya, dalam acara pelantikan yang dirangkai dengan peluncuran website IPQAH Kota Medan tersebut, Pjs Wali Kota menyampaikan apresiasinya. Sebab, kehadiran website IPQAH semakin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mencari informasi sekaligus menggali ilmu yang terdapat di dalam website tersebut.

“Ini sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Apalagi dalam perkembangan zaman era revolusi industri 4.0 saat ini, tekhnologi menjadi sesuatu hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam mendukung setiap aktifitas kita. Terobosan baru yang pastinya sangat memberikan manfaat bagi kita semua,” ungkapnya.

Terakhir, Pjs Wali Kota pun berpesan agar para pengurus DPD IPQAH Kota Medan yang baru dilantik hendaknya dapat menjaga soliditas dan solidaritas serta kekompakan sebagai sebuah kekuatan dalam menjalankan tugas, fungsi dan peran demi terwujudnya program-program kerja yang telah disiapkan. “Selamat dan semoga tugas kita memberi manfaat bagi banyak orang,” harapnya didampingi Kadis Pendidikan Kota Medan Adlan dan Plt Kabag Agama Setdako Medan Agus Maryono.

Sebelumnya, Ketua DPD IPQAH Kota Medan Masa Khidmat 2020-2025 yang baru dilantik Syaifuddin Hazmi Lubis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan yang diberikan kepada IPQAH Kota Medan. Hal itu bilangnya menjadi semangat menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pjs Wali Kota atas segala dukungan, ilmu dan masukan yang diberikan. Semoga IPQAH Kota Medan dapat melebarkan dan mengembangkan ilmunya tentang Al-Qur’an kepada umat Muslim khususnya di Kota Medan,” ujar Syaifuddin. (salut).

Agama

HM Ali Yusuf Siregar Hadiri Peresmian Bangunan Pondok Tahfiz MAN 2 Deli Serdang

Lubuk Pakam, PilarbangsaNews

Wakil Bupati Deli Serdang H M Ali Yusuf Siregar menghadiri peresmian bangunan Pondok Tahfiz MAN 2 Deli Serdang yang ditandai penandatanganan prasasti.

Hadir pada peresmian tersebut, Kemenag Sumatera Utara Drs. H.Syahrul Wirda, MM, anggota DPR RI Komisi III Romo H. Raden M. Syafi’I, Kemenag Deli Serdang Tolibun Pohan, Kepala Dinas Koperasi Deli Serdang Drs.Rodwan Said Siregar, Kepala MAN 2 Deli Serdang Dr. H.Burhanuddin. MPD, Camat Lubuk Pakam beserta Muspika menghadiri peresmian bangunan pondok Tahfiz Qur’an MAN 2 Deli Serdang, pada Jumat (15/10) yang berlokasi di Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 2 Deli Serdang, Lubukpakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Wabup HM Ali Yusuf Siregar mengatakan ditengah perkembangan zaman yang bergerak secara dinamis ini, dimana pada generasi muda seringkali terbuai dengan teknologi dan sosial media, sehingga menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mulai menjauh dari pedoman Islam, yakni Al-Qur’an dan sunah. Oleh karena itu pentingnya setiap anak untuk perlu dijaga, dibimbing serta diberi pondasi iman yang kuat.

“Menyikap kondisi dan tantangan yang demikian, maka penanaman nilai Al-Qur’an sejak dini sangat diperlukan. Karena apabila anak-anak kita sejak dini sudah ditanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an maka Insyallah, benih-benih kecintaan itu akan lebih mengakar dan membekas bagai mengukir diatas batu dan kelak akan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari,” kata Wabup.

Wabup melanjutkan, oleh karena itu, kehadiran pondok Tahfiz Qur’an MAN 2 Deli Serdang merupakan langkah tepat untuk lebih mendekatkan Al-Qur’an kepada anak-anak, sehingga kelak para generasi muda tidak hanya menjadi generasi yang cerdas, akan tetapi juga menjadi generasi yang Qur’ani.

Selain itu dalam sambutan peresmian bangunan pondok Tahfiz Qur’an MAN 2 Deli Serdang, Kepala Kemenag Sumatera Utara Drs. H.Syahrul Wirda,MM mengatakan bahwa jika pada madrasah terdapat penguatan tentang membaca Al-Qur’an, menghapal Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, mentadaburi Al-Qur’an serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan akan muncul jati diri madrasah itu sendiri.

H Syahrul Wirda juga berharap kedepannya dari madrasah inilah lahir generasi – generasi yang Al-Qur’ani, generasi yang mampu membaca menghapal, serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan pada akhirnya nanti mampu untuk mewariskan pada umat selanjutnnya.

Sebelumnya Kepala Sekolah MAN 2 Deli Serdang Dr. H.Burhanuddin. MPD menyampaikan bahwa pembangunan pondok hafids ini berasal dari partisipasi masyarakat melalui ketua komite sekolah. Pembangunan asrama Tahfidzul Qur’an ini dilakukan karena fasilitas asrama bagi peserta Tahfidzul Qur’an yang ada selama ini sudah tidak memadai. Mereka kerap menggunakan laboratorium IPA, dan ruang-ruang kelas dengan cara disekat. Apalagi jumlah peserta Tahfidzul Qur’an saat ini terus bertambah, karena disini tidak hanya menghapal Al-Qur’an saja melainkan membaca Al-Qur’an juga harus dilakukan secara terus menerus. (Ezl)

Agama

Pjs Wali Kota Ajak IPQAH Dukung Pemko Medan Atasi Covid-19

Medan, PilarbangsaNews

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT mengajak seluruh pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQAH) Kota Medan, untuk mendukung Pemko Medan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Jumlah warga Kota Medan yang positif terpapar Covid-19 terus bertambah. Untuk mengatasinya, Pemko Medan tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan semua pihak, termasuk DPD IPQAH Kota Medan,” kata Pjs Wali Kota ketika menerima kunjungan DPD IPQAH Kota Medan, di Lobi Lantai II Balai Kota Medan Kamis (15/10).

Kepada pengurus DPD IPQAH Kota Medan yang dipimpin Syaifuddin Azmi Lubis selaku ketua, Pjs Wali Kota mengungkapkan, penyebaran Covid-19 harus dihentikan. Selain penderitanya banyak yang meninggal dunia, Covid-19 juga menyebabkan perekonomian terpuruk. “Jadi, mari kita bersama-sama mengatasi Covid-19,” ajaknya.

Selanjutnya, Pjs Wali Kota sangat mengapresiasi dan mendukung acara Talk Show Al-Qur’an dan Akhlak sekaligus Pelantikan DPD IPQAH Kota Medan masa khidmat 2020-2025 di Aula Baznas Sumut, Jalan Rumah Sakit Haji, Deli Serdang, Sabtu (17/10).

“Saya berharap acara talk show serta pelantikan pengurus DPD Kota Medan dapat berjalan dengan lancar. Setelah saya minta para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya, terutama dalam membina generasi muda Islam yang cinta Al-Qur’an,” harapnya seraya berpesan agar acara nantinya tetap mengikuti protokol kesehatan.

Sebelumnya, Ketua DPD IPQAH Kota Medan Syaifuddin Azmi Lubis dalam pertemuannya dengan Pjs Wali Kota menjelaskan, IPQAH Kota Medan bergerak di bidang dakwah tentang seputaran Al-Qur’an yang terbentuk sejak 24 tahun silam, tepatnya tahun 1996.

Syaifuddin selanjutnya menjelaskan, awal 2020 telah dilakukan musyawarah daerah dan terpilih kepengurusan IPQAH Kota Medan masa khidmat 2020-2025. Namun, sejak terpilih belum ada dilakukan pelantikan. “Insha Allah pelantikan akan dilaksanakan di Aula Baznas Sumut, lusa mendatang. Untuk itu kami mengundang Bapak Pjs Wali Kota agar dapat hadir sekaligus memberikan arahan didalam acara pelantikan tersebut,” ujar Syaifuddin didampingi sejumlah pengurus lainnya.(salut).

Agama

Para Da’i di Riau Akan Diberikan Pemahaman Wawasan Kebangsaan Sebelum Berdakwah

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Mengacu pada ketentuan pemerintah dalam mempersiapkan para ulama, para mubaligh, dan para da’i dalam memberikan dakwah, Kementerian Agama RI berinisasi akan memberikan strategi khusus yaitu melaksanakan peningkatan kompetensi da’i.

Hal ini diutarakan langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin MA di ruang kerjanya pada Kamis (01/10/20) sembari menanggapi wacana ketentuan sertifikasi da’i yang akhirnya diganti dengan program peningkatan kompetensi da’i.

Dalam pelaksanaan nantinya, Mahyudin mengatakan untuk provinsi Riau telah ditentukan sebanyak 200 orang para da’i yang akan diberikan peningkatan kompetensi tersebut.

“Kita akan sampaikan kepada organisasi/lembaga agama Islam di setiap kabupaten/kota di provinsi Riau, agar dapat mengirimkan nama-nama da’i yang akan mengikuti pembekalan kompetensi ini. Dan kita membagi waktu pelaksanaannya secara dua tahap, 100 orang da’i untuk pertama dan 100 orang da’i untuk selanjutnya,” ujar Kakanwil Kemenag Riau.

Adapun menurut Mahyudin, para da’i yang akan mendapatkan pembekalan kompetensi tersebut disarankan para mubaligh pemula.

“Peningkatan kompetensi ini baiknya diberikan kepada para da’i yang masih baru, dengan demikian akan melatih kemampuan berdakwah dengan sesuai harapan kita, dan akan kita berikan sertifikat kelayakan berdakwah yang dikeluarkan oleh dari Kementerian Agama RI,” ujar Mahyudin seraya mengatakan dalam peningkatan kompetensi da’i akan mempelajari materi-materi tentang wawasan kebangsaan.

“Jadi para da’i kedepannya tidak saja menguasai teknik menyampaikan dakwah dan menguasai ilmu-ilmu agama, tetapi harus memiliki wawasan kebangsaan,” tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan pelaksanaan peningkatan kompetensi da’i tersebut, menurut Kakanwil Kemenag Riau dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Oktober tahun ini.

“Kita sebelumnya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui lembaga-lembaga agama di kabupaten/kota, dan berharap para da’i yang akan ditunjuk untuk peningkatan kompetensi ini dapat dengan sebaik mungkin mengikuti dan memahaminya. Karena kita berharap juga dengan diberikan pembekalan ilmu ini para da’i lebih baik dan berkualitas dalam menyampaikan dakwahnya,” tutup Kakanwil Kemenag Riau Dr. H. Mahyudin MM.

Untuk diketahui, para da’i yang tidak mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi tersebut tetap bisa melakukan dakwahnya kapan saja kepada masyarakat di setiap masjid maupun musholla. (Mirza)

Agama

Masjid Agung Payakumbuh Sudah Lama Didambakan Masyarakat

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Rencana pembangunan Mesjid Agung Kota Payakumbuh yang diinisiasi Wali Kota Riza Falepi mendapat tanggapan dari Ketua MUI Kota Payakumbuh dan Kepala Kemenag Kota Payakumbuh.

“Mesjid Agung ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat Payakumbuh, kalaulah berdiri dengan megah, tentu nanti yang akan bangga kita semua juga. MUI menanggapi ini dengan sangat positif, dan memang setiap daerah tingkat dua harus punya sebuah mesjid paripurna yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk kegiatan keagamaan,” kata Ketua MUI Kota Payakumbuh, Buya H. Mismardi, BA kepada awak media, Senin (14/9).

Dirinya menyebut akan ada sarana penunjang lembaga keagamaan seperti Kantor MUI, Kantor BAZNAS, PHBI, dewan mesjid, dan lainnya. Disamping itu, Buya Mismardi mengharapkan kalau pembangunan mesjid sudah siap, nantinya warga bisa memanfaatkan secara maksimal.

“Jangan menganggap mesjid ini bukan kita yang punya, kita harus ikut merasa memiliki mesjid ini. Kita sudah sama-sama merasakan sulitnya bila menggelar acara keagamaan berskala besar, pasti di lapangan atau di tengah jalan. Padahal idealnya tabligh akbar itu di mesjid,” ungkapnya.

“Di lapangan orang bisa kampanye, di mesjid tidak. Di lapangan bisa pacu kuda, di mesjid tentu tidak, karena mesjid untuk kegiatan bernuansa agama. MUI berharap tidak ada orang-orang memprovokasi warga untuk tidak merasa memiliki mesjid agung. Pemerintah membuat mesjid bukan untuk pemerintah, namun untuk umat,” tukuk Buya Mismardi menambahkan.

Diakhir wawancara, Ketua Baznas Kota Payakumbuh itu juga menyebut keuntungan mesjid yang dibangun dengan APBD adalah penganggaran untuk pemeliharaannya jelas.

“Perhatian kita untuk tahun 2022 nanti jangan sampai bertukar kepala daerah, bertukar pula kebijakan sehingga mesjid jadi tak terurus. Kepala daerah terpilih harus memiliki komitmen untuk memelihara dan melestarikan mesjid milik masyarakat ini Payakumbuh ini,” tandasnya.

Senada, Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Ramza Husmen kepada media saat ditemui di kantornya, Senin (14/9), mengatakan kementerian agama menyambut baik pembangunan mesjid agung, bila itu sudah menjadi keinginan masyarakat yang mengidolakan adanya mesjid agung di Payakumbuh.

“Apalagi pemko sudah mengakomodir keinginan umat islam di Payakumbuh, ini sangat luar biasa. Kita berdoa semoga diberikan kemudahan dalam prosesnya. Memang sebenarnya di kota/kabupaten harus ada 1 mesjid difungsikan sebagai mesjid agung,” ungkap Ramza Husmen.

Ditegaskannya, kalau pembangunannya terwujud, dengan kesepakatan komponen terkait dan prosesnya tuntas. Maka disiapkan tahapan agar terbentuk kepengurusan mesjid agung yang menjadi acuan bagi mesjid lain di Payakumbuh.

Karena kepengurusan mesjid ini diatur Kepdirjen Bimas Islam DJ.II/802-2014 tentang standar pembinaan manajemen mesjid. Disana 3 komponen yang akan menjalankan fungsi manajemen.

“Standar Idarah (pengelolaan organisasi), Standar Imarah (memakmurkan), dan Standar Ri’ayah (pemeliharaan) yang semuanya ini diatur sebagai standar pengembangan manajemen masjid di Indonesia sesuai dengan tipologinya dari Masjid Negara sampai Mushala, dan bagaimana dengan administrasi, keuangan, detail kegiatan maupun arah kiblat diatur dikeputusan direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/802 Tahun 2014 itu,” jelasnya.

Ramza juga menyebut bahkan dengan jumlah daya tampung mesjid dengan 8000 jemaah ini sudah tentu bakal butuh biaya perawatan, keterlibatan 3 fungsi ini dan keserasiannya, solidnya pengurus mesjid, maka akan terbina kerukunan umat.

“Tidak ada kelompok agama yang ini itu disana karena di mesjid agung berbicara dalam 1 ukhwah. Pengurus mesjid menggambarkan kerukunan umat di Kota Payakumbuh, mesjid menjadi pusat pembinaan umat,” ungkapnya.

Mesjid Agung dengan lokasi sekarang menurutnya sangat tepat. Mesjid akan menjadi tempat persinggahan, tempat ibadah yang nyaman, ada majelis ilmu bila orang-orang berwisata religi.

“Mesjid ramah lingkungan. Kekuatan pengurus mesjid dapat menselaraskan hubungan dengan pengurus mesjid lain di Kota Payakumbuh. Mereka dibina olah wali kota melalui kesra dan kementerian agama di bimas. Kita doakan pembangunannya cepat selesai dan semakin cepat pula kita isi kegiatan produktif untuk umat disana,” kata Ramza menutup wawancara.

Di tempat lain, Kepala Dinas PUPR Muslim menyebut DPRD telah menyetujui pembangunan mesjid agung secara multi year dalam rapat paripurna. Bahkan sudah ada hearing sebelumnya dengan lembaga adat dan agama yang meminta pemko membangun mesjid agung terintegrasi antara agama dan budayanya sehingga tercipta lingkungan fasilitas yang mendukung Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Pembangunannya insyaallah akan dimulai di awal tahun 2021 nanti,” kata Muslim.

Ketua MUI bersama Pemko dan Kemenag juga telah memancang arah kiblat pada lokasi akan dibangunnya Mesjid Agung Kota Payakumbuh di kawasan Sawah Kareh, Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat, Juli silam. (wba)

Agama

Habib Luthfi Berikan Nama Masjid Aspol Kaliwadas “Syarif Hidayatullah”

Cirebon, PilarbangsaNews

Masjid di Asrama Polisi (Aspol) Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, sebelumnya bernama Masjid Al Madani. Kini, nama masjid tersebut diganti menjadi Masjid Jami Syarif Hidayatullah dan diresmikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs. Rudi Sufahriadi, pada Minggu (6/9/2020).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, penggantian nama masjid berdasarkan usulan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Habib Luthfi bin Yahya, saat proses renovasi dimulai pada tahun lalu.

“Alhamdulillah atas izin dan petunjuk Abah Luthfi nama masjid ini disempurnakan menjadi Masjid Jami Syarif Hidayatullah untuk menghormati dan mengenang Sunan Gunung Jati,” kata Kombes Pol M Syahduddi.

Ia mengatakan, renovasi Masjid Jami Syarif Hidayatullah selesai belum lama ini dan langsung digunakan keluarga besar Polresta Cirebon untuk beribadah meski baru sekarang diresmikan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs. Rudi Sufahriadi.

Masjid Jami Syarif Hidayatullah sendiri didirikan sejak 1999 bersamaan dengan pembangunan Aspol Kaliwadas. Dalam perjalanannya, masjid itupun telah direnovasi beberapa kali dan terakhir dilakukan pada masa Kapolres Cirebo dijabat AKBP Suhermanto.

“Mohon doa restunya agar kami jajaran Polresta Cirebon bisa istiqamah menjalankan amanah Bapak Kapolda Jabar dan Abah Luthfi untuk memakmurkan Masjid Jami Syarif Hidayatullah. Apalagi sekarang sudah direnovasi dan bangunannya lebih besar dan megah,” ujar Kombes Pol M Syahduddi.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Cirebon, Drs. H. Imron dan jajaran Pemkab Cirebon yang telah berkontribusi aktif membantu renovasi Masjid Jami Syarif Hidayatullah dan Aspol Kaliwadas. Sebab, sejak didirikan pada 1999, rumah-rumah dinas di Aspol Kaliwadas baru kali ini direnovasi dan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Cirebon.

“Terima kasih Pak Bupati dan semua pihak yang telah membantu kami menyempurnakan Aspol Kaliwadas dan segala fasilitas publik di dalamnya. Semoga kita semua selalu diberi rahmat oleh Allah SWT,” kata Kombes Pol M Syahduddi.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs. Rudi Sufahriadi, juga menandatangani prasasti peresmian Masjid Jami Syarif Hidayatullah dan Aspol Depok Polresta Cirebon.

Kegiatan itupun turut dihadiri Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M Luthfi, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKBP M Andri, Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol A Widihandoko, SH, PJU Polda Jabar dan Polresta Cirebon, serta lainnya. (Heri)

Agama

Ini Pesan Kapolda Jabar Saat Resmikan Masjid Jami Syarif Hidayatullah Aspol Kaliwadas Cirebon

Cirebon, PilarbangsaNews

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Drs Rudi Sufahriadi, meresmikan Masjid Jami Syarif Hidayatullah di Asrama Polisi (Aspol) Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (6/9/2020).

Pada kesempatan itu Kapolda Jabar didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Luly Rudi Sufahriadi.

Masjid Jami Syarif Hidayatullah tersebut baru selesai direnovasi sejak tahun lalu dan kini menjadi lebih besar dari sebelumnya. Bangunannya terlihat megah dan dihiasi tiang-tiang yang tampak kokoh.

Dalam peresmian itu, Kapolda Jabar didampingi Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, tampak menandatangani prasasti Masjid Jami Syarif Hidayatullah dan bersama sejumlah tamu undangan melakukan prosesi gunting pita juga memukul bedug di masjid tersebut.

Selanjutnya mereka pun tampak meninjau areal masjid dan beberapa fasilitas yang terdapat di dalamnya. Dari mulai tempat wudu, toilet, hingga areal salat para jemaah.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar mengajak seluruh personel Polda Jabar, khususnya Polresta Cirebon yang tinggal di Aspol Kaliwadas untuk memakmurkan Masjid Jami Syarif Hidayatullah. Pasalnya, ia meyakini siapa yang memakmurkan masjid niscaya kehidupan di dunianya juga turut makmur.

“Masjid itu rumah Allah, sehingga kita harus memakmurkannya. Insyaallah dampaknya luar biasa bagi kehidupan kita,” kata Irjen Pol Drs. Rudi Sufahriadi.

Ia juga mengaku bangga setelah melihat kemegahan bangunan Masjid Jami Syarif Hidayatullah yang durenovasi sejak masa Kapolres Cirebon dijabat AKBP Suhermanto. Bahkan, Kapolda Jabar juga menghadiri prosesi peletakan batu pertama saat renovasi masjid tersebut dimulai pada tahun lalu.

Menurutnya, bangunan Masjid Jami Syarif Hidayatullah menjadi yang paling megah dibanding bangunan lainnya di kompleks Aspol Kaliwadas. Karenanya, penghuni Aspol Kaliwadas bertugas memakmurkan masjid tersebut.

“Saya pertama datang ke sini saat peletakan batu pertama, dan sekarang masjidnya sudah megah. Jadi, harus dimakmurkan agar semakin berkah,” ujar Irjen Pol Drs. Rudi Sufahriadi.

Peresmian Masjid Jami Syarif Hidayatullah juga tampak dihadiri Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Habib Luthfi bin Yahya, yang juga memimpin pembacaan doa dan mahalul qiyam dalam acara tersebut.

Selain itu, turut hadir pula Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir, Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKBP M Andri, Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol A Widihandoko, PJU Polda Jabar dan Polresta Cirebon, serta lainnya. (Heri)

Agama

HM Ali Yusuf Siregar Lantik Pengurus LPTQ dan Lepas Khafilah Deli Serdang ke MTQ Sumut

Lubuk Pakam, PilarbangsaNews

Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar ,Jum’at (4/9), melantik pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Deli Serdang masa bakti 2020-2025, di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, sekaligus melepas Kafilah Deli Serdang pada MTQ-37 tingkat provinsi Sumatera Utara yang diadakan di kota Tebing Tinggi.

Hadir pada pelantikan itu, Sekdakab Darwin Zein S.Sos, Kabag Kabag. Adm Kesejahteraan Rakyat Mukti Ali Harahap, Kabag. Tata Usaha dan Pimpinan Muhammad Ari Mulyawan Simatupang, mewakili Kepala OPD, para pengurus LPTQ periode 2020-2025, dan peserta Kafilah Deli Serdang.

Wakil Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar dalam sambutannya mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa keberadaan LPTQ memiliki peranan yang sangat penting dan strategis, sebagai wadah konsolidasi program – program pengembangan Tilawatil Qur’an, serta menjadi motor penggerak didalam mensyiarkan agama Islam dan membina mental spiritual umat. Terlebih di tengah tantangan pengembangan Tilawatil Qur’an yang kian hari semakin kompleks, yang mengharuskan seluruh pengurus LPTQ untuk bekerja lebih cepat, profesional, mandiri serta melakukan penataan kelembagaan dan peningkatan kualitas pengurus, guna memantapkan langkah LPTQ kedepan, didalam mewujudkan peningkatan pemahaman masyarakat khususnya dalam hal mental spiritual.

Oleh karena itu, atas nama pemerintah Kabupaten Deli serdang, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus LPTQ Kabupaten Deli Serdang masa bhakti 2020 – 2025 yang baru dikukuhkan, semoga momentum pengukuhan ini, semakin meneguhkan semangat dan komitmen kita bersama, untuk semakin membumikan Al-Qur’an di tengah – tengah masyarakat.

Bersamaan dengan pelantikan LPTQ Kabupaten Deli Serdang, hari ini kita juga akan melepas para Kafilah yang akan mewakili Kabupaten Deli Serdang untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke- 37 tingkat provinsi Sumatera Utara, yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 – 11 September 2020 di Kota Tebing Tinggi.

“Selamat kepada para Kafilah yang telah terpilih, jaga dan laksanakanlah amanah yang mulia ini dengan sebaik baiknya, dibarengi dengan semangat yang tinggi serta dijiwai dengan niat ibadah dan terus berjuang, untuk menjadi yang terbaik. Dan harus selalu diingat, bahwa keikutsertaan dalam MTQ ini, tujuan utamanya, bukanlah hanya untuk menjadi juara, akan tetapi lebih dari itu, harus dapat membangkitkan semangat para Kafilah didalam membaca, menghayati dan memaknai isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari – hari”, pesan Wabup.

Sebelumnya, Ketua Panitia Mukti Ali Harahap dalam laporannya mengatakan, Surat Keputusan Bupati Deli Serdang No. 183 Tahun 2020 tentang Pembentukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kabupaten Deli Serdang Periode 2020-2025, dengan Ketua Umum LPTQ Deli Serdang yaitu Sekdakab Darwin Zein S.Sos dan Ketua Harian Dr. Sugeng Wanto.

Selanjutnya, Untuk Kafilah yang akan berjuang pada MTQ ke 37 provinsi Sumatera Utara di kota Tebing Tinggi berjumlah 71 Orang, yang terdiri dari 10 orang official, 6 orang pelatih, 4 orang pendamping, 51 orang peserta, dengan cabang yang akan diikuti yaitu, Tilawah anak-anak putra/putri, Tilawah remaja putra/putri, Tilawah dewasa putra/putri, tuna netra putra/putri, Tartil Qur’an putra/putri, Qira’at Sab’ah Mujawad putra/putri, Qira’at Sab’ah Murattal putra/putri, Hifzil Qur’an 1, 5, 10, 20 dan 30 juz putra/putri, Khattil Qur’an putra/putri, Syahril Qur’an putra/putri, fahmil Qur’an putra/putri, Tafsir Qur’an (Bahasa Arab dan Inggris) putra/putri dan malah ilmiah Al-Qur;an putra/putri. (Ezl)

Agama

Imron Minta Peserta MTQ Raih Lima Besar di MTQ Jawa Barat

Cirebon, PilarbangsaNews

Bupati Cirebon Drs H Imron menargetkan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dari Kabupaten Cirebon, untuk bisa meraih lima besar, dalam kegiatan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat.

Imron menuturkan, bahwa kafilah MTQ dari Kabupaten Cirebon, harus bisa meningkatkan prestasinya, pada pelaksanaan MTQ ke-36 di Kabupaten Subang ini.

“Tahun kemarin masuk tujuh besar, sekarang harus bisa masuk lima besar,” ujar Imron, Kamis 3 September 2020.

Imron juga meminta kepada para kafilah dan pembina, untuk bisa bekerjasama agar bisa meningkatkan penampilan terbaiknya nanti.

Mantan Kemenag Cirebon ini juga berpesan kepada para kafilan dan pembina dari Kabupaten Cirebon, untuk tetap memperhatikan kesehatannya, selama pelaksanaan MTQ berlangsung. “Jangan sampai performanya menurun gara-gara sakit,” kata Imron.

Terkait uang pembinaan untuk peserta yang bisa menjuarai lomba, Imron mengaku sudah membicarakan hal tersebut, jauh-jauh hari.

Namun menurut Imron, karena adanya pandemi Covid-19, membuat sejumlah anggaran terpaksa harus dipotong. Hal tersebut berpengaruh juga terhadap nilai reward yang akan diberikan nanti.

“Reward tetap akan kita berikan. Namun nominalnya memang tidak sama seperti rencana awal,” kata Imron.

Ditempat yang sama, Asisten Daerah (Asda) I Pemerintahan Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i mengatakan, bahwa pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat tahun ini, Kabupaten Cirebon mengikuti sebanyak 7 cabang dan 45 golongan.

“Alhamdulillah, Kabupaten Cirebon selalu bisa mengirimkan dutanya,” ujar Hilmy.

Adanya pandemi covid-19 ini, sempat mempengaruhi persiapan para kafilah dari Kabupaten Cirebon. Karena menurut Mujayin, biasanya ada beberapa tahap pembinaan yang dilaksanakan, sebelum pelaksanaan lomba berlangsung.

Namun karena sejumlah anggaran dilakukan perubahan, membuat pembinaan peserta MTQ dari Kabupaten Cirebon ini, hanya bisa dilaksanakan satu kali saja. “Semoga saja tidak menurunkan semangat para peserta, untuk bisa meraih prestasi,” katanya.

Hilmy juga menegaskan, bahwa seluruh kafilah dari Kabupaten Cirebon, akan tetap melaksanakan protokol kesehatan, selama pelaksanaan MTQ berlangsung. (Humas/Heri)