Menampilkan: 1 - 10 dari 1.288 HASIL
Pessel

LHP Dari LKPD Tahun 2020, Pessel 7 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP dari BPK

Painan,–Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sumatera Barat pada tahun ini, setelah enam tahun terakhir juga meraih predikat serupa.

“Kami bersyukur karena atas kerjasama seluruh elemen hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) selalu mendapat opini WTP, termasuk tahun ini,” kata Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar di Painan, Jumat (7/5/2021).

Opini dengan predikat WTP disampaikan secara virtual oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Barat, Yusnadewi.

Selain Bupati Rusma Yul Anwar dan Wakil Ketua DPRD setempat, Aprial Habas, pada kesempatan itu juga hadir Pj. Sekda, Emirda Ziswati, Plh Kepala BPKD, Intan Novia Fatma, Plt. Inspektur, Rusdiyanto dan Asisten III Hamdi, serta sejumlah pejabat daerah setempat.

Lebih lanjut bupati mengatakan, kedepan diharapkan tidak ada lagi catatan dari BPK, dan pihaknya memerintahkan BPKD dan perangkat daerah terkait menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK.

Bupati juga menyampaikan terima kasih, sekaligus apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah berkomitmen melaksanakan pengelolaan keuangan. “Kita harus mengelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Barat, Yusnadewi, mengatakan, pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah yang dilakukan bertujuan untuk memberi opini tentang kewajaran pengelolaan keuangan daerah.

Berhasilnya Pesisir Selatan meraih WTP berturut-turut, kata dia menunjukan bahwa pemkab setempat berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan.

Menurut Yusnadewi, perolehan opini WTP, merupakan capaian minimal, tujuan utamanya adalah bagaimana kualitas pelaksanaan anggaran dapat mensejahterakan masyarakat.

” Tujuan besarnya adalah bagaimana pelaksanaan anggaran dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian dengan pencapaian opini WTP menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan, Aprial Habas mengaku bangga atas capaian yang diraih. Namun ia berharap agar pemerintah daerah dan jajaran tidak terlena, dan mesti bekerja makin giat lagi.

“Predikat WTP mesti dijadikan motivasi baik di jajaran eksekutif, maupun di legislatif agar bekerja lebih baik lagi, paham aturan dan yang terpenting menjalankan aturan dengan selurus-lurusnya,” sebutnya.***

Pessel

Pendidikan Gratis di Pessel, SD SMP tak Bayar Uang Komite

Painan, PilarbangsaNews,– Janji politik saat kampanye mengratis biaya pendididikan, mulai tahun ini di wujudkan oleh Bupati Pessel Rusma Yul Anwar.

Gratis alias tidak bayar uang Komite mulai diberlakukan di SD dan SMP. Ini sebagai kado untuk masyarakat Pesisir Selatan di Hari Pendididikan Nasional.

Program pendidikan gratis di Kabupaten Pesisir Selatan, ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, didampingi wakil Bupati Rudi Hariyansyah, usai upacara peringatan Hari Pendidikan, Minggu 2 Mei 2021, di halaman kantor bupati setempat.

“Dengan membaca Bismillah hirrah manirrahim, pendidikan gratis di Pesisir Selatan resmi dimulai,” kata bupati, seraya melepaskan balon ke udara.

Hadir bersama bupati pada kesempatan itu, Wakil Bupati Rudi Hariyansyah, Pj. Sekda Emirda Ziswati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suhendri, anggota Forkopimda dan pejabat eselon II dan III dilingkup Pemkab Pesisir Selatan.

Menurut Bupati Rusma Yul Anwar, Pendidikan gratis adalah realisasi dari misi ke-5 yang tertuang dalam visi-misi bupati-wakil bupati periode 2021-2026, sebagaimana yang disampaikan saat kampaye pilkada Desember lalu.

” Program pendidikan gratis merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi penerus bangsa yang berakhlak dan beriman,” ujarnya.

Dikatakan, pendidikan gratis di Pesisir Selatan, dengan tagline Pendidikan “Tacelak.’ Artinya, Tangguh, Cerdas dan Berakhlak. Dalam Kamus Minang-Indonesia, Tacelak berarti terlihat jelas atau memiliki daya tarik.

Adapun makna Tangguh, lanjut bupati, bermakna sukar dikalahkan, andal dan berdaya saing. Tak hanya regional, tapi juga nasional dan internasional. Cerdas, dalam artian sempurna perkembangan akal budinya untuk berfikir.

Tajam pemikirannya untuk berfikir dan memilik nilai-nilai kreatifitas yang tinggi. Sedangkan Berakhlak bermakna memiliki budi pekerti yang luhur, dengan dasar keimanan. β€œIni harus jadi cita-cita dan semangat kita bersama,” terang bupati.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk tahap awal, pendidikan gratis dilaksanakan untuk pendidikan dasar (SD dan SMP). Untuk pendidikan gratis pendidikan dasar ini pemkab menyediakan dana sebesar Rp5,4 miliar yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pada awalnya pendidikan gratis direncanakan dari SD sampai ke jenjang sekolah menengah SMA/SMK, tapi karena adanya pandemi covid 19, pemkab harus melakukan refocusing anggaran untuk penanganan covid 19, sehingga untuk tahun ini belum bisa dilaksanakan untuk SMA/SMK.

Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK sederajat masih menunggu, kondisi keuangan daerah, nanti sudah memungkin akan dilaksanakan.

Bukannya Selama Ini Sudah Gratis

Seorang pengamat pendidikan di Pesisir Selatan bertanya tanya, apakah selama ini di SD dan SMP dipingut uang komite?

Rasanya sudah lama tidak dibebankan kepada orang tua /wali murid. Artinya program mengratiskan biaya komite ini bukan hal yang baru tetapi telah lama, bahkan sejak Nasrul Abid jadi Bupati biaya komite telah dihapus untuk anak SD dan SMP.

Bahkan juga pemerintah pusat telah puluhan tahun menggelontorkan dana BOS ( Biaya Operasional sekolah) sebagai salah salah satu bentuk program pendidikan gratis. ***

Pessel

Bupati Pessel; Tali Persaudaraan Jangan Rusak Akibat Dinamika Pilkada

Painan – Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rusma Yul Anwar mengimbau agar tali persaudaraan yang telah terbentuk di tengah masyarakat jangan rusak akibat berbagai dinamika di Pilkada 2020.

“Masyarakat harus paham bahwa Pilkada hanya proses, sehingga dinamikanya jangan sampai merusak tali persaudaraan,” kata Rusma saat menggelar safari ramadhan ke Mesjid Nurul Huda di Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, Sabtu (1/5).

Apalagi, ungkapnya, proses inti dalam Pilkada hanya dilangsungkan dua menit saja, yakni pencoblosan pasangan calon di bilik suara, sehingga sangat disayangkan jika Pilkada merusak tatanan antarmasyarakat yang sejak lama terbentuk.

Ia menyebut, dengan kembali kompaknya masyarakat pascapilkada, maka ia bersama Wakil Bupati, Rudi Hariyansyah akan lebih fokus menjalankan tugas dan menunaikan janji politik.

Ia mengungkap, untuk saat ini janji politik seperti pembebasan uang komite sekolah, dan lainnya, belum bisa ditunaikan sepenuhnya, karena program saat ini telah disusun sebelum ia menjabat sebagi bupati.

“Pada Juli 2021 janji politik yang kami sampaikan Insya Allah akan ditunaikan secara bertahap,” ungkapnya.

Sementat terkait COVID-19, ia mengajak masyarakat dengan penuh kesadaran untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

“Dengan terkendalinya COVID-19 tentu saja kita semua bisa beraktifitas dengan normal, selain itu tentu pemerintah tidak lagi mengalokasikan anggaran yang besar dalam penangannya, sehingga dana tersebut bisa dialihkan untuk mendukung berbagai pembangunan di Pesisir Selatan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan safari ramadhan ke Mesjid Nurul Huda, Rusma menyerahkan bantuan Rp7 5 juta, dan dalam kesempatan itu ia didampingi sejumlah pejabat di kabupaten, termasuk Camat Lengayang, dan Wali Nagari Lakitan. Sebelum kegiatan dimulai tim terlebih dahulu berbuka puasa di Mesjid Mujahidin Muhammadiyah Lakitan.

Pessel

5000 Benih Ikan Ditebar, Parit Taman Spora Painan Jadi Media Ikan Larangan

Painan, PilarbangsaNews,–

Setelah I ❤ Painan dirobohkan atas saran anak SMP, kini Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar melakukan tebar 5000 benih ikan Nila kedalam parit dikawasan Taman Spora yang lokasinya tidak jauh dari landmark I ❤ Painan atau persis dekat Masjid Akbar Baiturrahman Painan. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa (27/4/2021)

Ide untuk menjadikan parit dekat Masjid Akbar Baiturrahman Painan sebagai media pemeliharaan ikan larangan muncul dari anak Nagari Painan.

Bupati Rusma Yul Anwar mengapresiasi kreativitas yang dilakukan oleh anak Nagari Painan untuk memanfaatkan parit yang ada di depan Masjid Akbar Baiturrahman Painan untuk budidaya perikanan.

“Parit ini sangat potensial dikembangkan sebagai lokasi budidaya perikanan darat yaitu ikan nila. Selama ini parit tersebut airnya tidak pernah kering, tidak dimanfaatkan padahal bisa dimanfaatkan sebagai media untuk pemeliharaan ikan ,” katanya.

Dikatakan, kini parit yang berada di depan Masjid Akbar Baiturrahman Painan tersebut direnovasi, sehingga layaknya kolam ikan.

“Nantinya, lokasi bandar (selokan air-Red) yang dijadikan sebagai lokasi budidaya ikan itu juga dapat menjadi objek wisata di Kawasan Taman Spora. Saya berharap agar lokasi Itu dikelola dengan baik,” pintanya.

Lebih lanjut dikatakan, selain potensi perikanan laut, Pesisir Selatan juga memiliki potensi budidaya perikanan darat. Akan tetapi, potensi budidaya perikanan darat belum tergarap maksimal.

Oleh karena itu, Dinas Perikanan diminta menggerakkan pengembangan potensi budidaya perikanan darat untuk peningkatan ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Disamping itu, Pesisir Selatan juga memiliki potensi untuk program mina padi yang mengintegrasikan tanaman padi dengan budidaya ikan air tawar, salah satunya di Nagari Taratak Tangah Lumpo, Kecamatan IV Jurai.

Menurut bupati, program mina padi sangat cocok dikembangkan di daerah ini, karena lahan pertanian yang cukup luas dan didukung oleh pengairan yang memadai.

Sementara Kadis Perikanan, Andi Syafinal mengatakan, pengembangan sektor perikanan sangat membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan SDM yang andal, sehingga potensi perikanan yang ada bisa dioptimalisasi secara maksimal.

Terkait hal itu, maka pemerintah daerah terus berupaya mencari bantuan berupa program dan kegiatan pengembangan sektor perikanan ke pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Di Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat banyak program dan kegiatan sektor perikanan yang dapat dibawa ke daerah. tetapi tentu butuh kiat, sehingga bantuan dapat di bawa ke daerah,” ungkapnya.

Hadir mendampingi bupati pada kesempatan itu, Asisten II Setdakab, Riarty Zainul, Kepala Dinas Perikanan, Andi Syafinal, Kepala Dinas PSDA, Doni Gusrizal dan sejumlah tokoh masyarakat Painan. ***

Pessel

Bupati Pessel Rusma Yul Anwar; Semua Pihak Dukung Zonasi PPDB

Painan,–Bupati Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd. membuka kegiatan Rapat Penetapan Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun  2021 untuk SMA/ SMK Se-Kabupaten Pesisir Selatan.

Pada sambutannya Bupati mengatakan agar semua pihak yang terkait  bisa mendukung penetapan zonasi yg telah ditetapkan pemerintah. 

“Dalam penentapan itu ada niat baik dalam pengembangan pendidikan ini. Saya minta kepada Camat dan Wali Nagari untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang penerimaan siswa baru nanti,” kata Rusma Yul Anwar, Senin (26/04).

Bupati berharap tidak ada kegaduhan dalam pelaksanaan zonasi PPDB nanti, untuk itu persiapannya bisa dilakukan dari awal melalui kegiatan ini.

Lebih lanjut Kepala Cabang Dinas (Kacabdin)  Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah 7 Pesisir Selatan, Mahyan, S.Pd.,M.Pd berharap pelaksanaan PPDB kali ini berjalan dengan aman.

“Ada sedikit perubahan dalam zonasi PPDB kali ini. Kalau dulu berbasis radius/ jarak peserta didik dengan sekolah, maka saat ini berbasis wilayah seperti desa, nagari atau kelurahan,” jelas Kacabdin.

Mahyan mengatakan perubahan ini telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur berdasarkan evaluasi PPDB Tahun 2020.

“Sehingga diharapkan untuk Pesisir Selatan tidak ada lagi alasan tidak bersekolah karena alasan tertentu,” kata Mahyan.

Lebih lanjut Bupati meminta kepada Kacabdin untuk menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menampung siswa baru di suatu sekolah, agar pendaftaran mereka tidak hanya terfokus kepada satu sekolah saja.

“Kita tidak ingin Kepala Sekolah diserbu orang tua murid karena persoalan daya tampung sekolah, atau anak-anak kita yang tidak mampu dipermalukan karena tidak adanya biaya. Kita minta prosesnya dilakukan secara adil dan transparan,” tutup Bupati (***)

Pessel

Kenapa Landmark “I ❤ Painan” Dirobohkan? Disini Ada Penjelasan Bupati Pessel

Bukittinggi, PilarbangsaNews,—

Bangunan Landmark yang bertuliskan “I + Lambang Hati ❤ Painan” terletak di Taman Spora di Jalan H Ilyas Yakub Painan, kini telah roboh. Robohnya bangunan yang berfungsi sebagai salah satu penunjuk kota Painan itu bukan karena telah berusia tua, tapi memang sengaja dirobohkan.

Menurut keterangan   Landmark berlambang Hati atau cinta dan dibaca dengan “I Love Painan” itu dirobohkan sekitar 3 hari yang lalu. Tak jauh dari bangunan yang dirobohkan itu akan dibangun tagline Pessel Rancak.

Walaupun ada bangunan  baru sebagai pengganti, yang lebih rancak, namun tindakan merobohkan landmark I Love Painan telah menimbulkan  pro dan kontra dikalangan warga Pesisir Selatan.

Banyak yang mempertanyakan. Kenapa harus dirobohkan, padahal bangunan  landmark tersebut  baru dibangun pada medio 2019 lalu. Jika diidentikkan dengan umur bayi, I ❤ Painan masih baduta (bayi dibawah dua tahun) belum cukup 5 tahun sudah dimusnahkan.

Tindakan pemusnahan merek I Love Painan, jika merujuk Permendagri 19 tahun 2016 melanggar pasal 1 angka 45. Karena aset tersebut masih layak digunakan, dibangun TA 2019. Tindakan pemusnahan yang telah dikakukan  menyebabkan pemborosan dan kerugian keuangan  daerah, ” begitu komentar mereka yang kontra.

Tommy Sutan Sampono  diakun Facebooknya berkomentar,  Sungguh miris…., tindakan pemusnahan landmark itu.

Sebab, menurut Tommy, saat ini rata rata dinas instansi banyak yang mengeluh mengenai minimnya anggaran, akibat harus direfokusing untuk menagulangi pandemi covid19.

“Kenapa bangunan yg begitu indah di robohkan…
Kalaupun harus di bikin lagi yang lebih bagus tidak masalah… Tapi
carilah lokasi yang baru  agar Painan sebagai kawasan pariwisata lebih diminati oleh wisatawan, ” tulis Sampono.

Tapi bagi yang pro, mereka berkomentar;  tindakan merobohkan landmark tersebut adalah sesuatu yang lumrah.

“Andai dulu pembangunan landmark l love Painan dibuka kembali mungkin akan kami sarankan dengan nama yang lebih mewakili dari keseluruhan unsur masyarakat daerah dan suku serta kebiasaan adatnya…sudah sangat tepat jika diganti dengan Pessel Rancak….jika pun divoting saya rasa Pessel Rancak juga yang akan menang…..walaupun banyak perbedaan pendapat namun yakinlah itu lebih terbaik untuk kita bersama, ” tulis AK Tjandra diakun Facebook.

Diusulkan Anak SMP

Untuk mengetahui apa alasan  landmark itu dirobohkan, kami mencoba mengubungi Bupati Pesisir Selatan, Drs Rusma Yul Anwar MPd, lewat pesan whatsappnya.

Menurut Bupati usulan untuk merobohkan landmark I  ❤ Painan justru muncul dari anak SMP. Sayang tidak disebutkan anak SMP mana?

Alasan Penggantian I Love Painan.
1. Karena idenya tidak  
    Original
2. Karena bahasa dan Ornamennya  kurang mempedomani nilai, kultur, Adat dan kearifan lokal Minangkabau.

Menurut Bupati kita sangat  menghargai kreativitas dan orisinilitas, bukan ciplakan.

2, Kami bangga dengan budaya dan bahasa yg diwariskan oleh nenek moyang kami.

Kalimat dan tanda cinta Painan ( I ❤Painan) itu dinilai tidak orisinil tapi ciplakan.

Betulkah tanda cinta ❤ ini ciplakan?

Mungkin karena lambang cinta ❤ dibaca LOVE, lantas inilah yang dinilai sebagai ciplakan. LOVE itu kan bahasa unggirih. Pertanyaan nya siapa yang membaca lambang cinta ❤ itu dengan kata love.

“Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang,” kata Ebiet G Ade..

Pessel

Ini Janji Sandiaga Uno Untuk Kabupaten Pesisir Selatan

Painan, PilarbangsaNews,- Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno, ke kawasan wisata Pantai Carocok Painan, Jum’at (23/4), menelorkan janji yang akan ditunggu-tunggu dan akan ditagih nantinya.

Dalam kunjungannya itu Sandiaga Uno, berjanji akan menbantu mengembangkan Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Pariwisata Bukit Ameh.

Sandiaga, memulai pidatonya dengan pantun yang menggambarkan keindahan alam Kawasan wisata Carocok Painan.

“Bulan puasa disebut juga bulan ramadan, waktu yang tepat untuk kumpulkan kebaikan, kalau mencari wisata bahari yang menawan, tentu pantai carocok painan yang menjadi andalan,”ucap Sandiaga.

Dikatakan, meskipun dalam situasi Pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat harus tetap bangkit.

“Kita harus punya berkomitmen dan tetap optimis ekonomi mampu bangkit dan menang lawan Covid-19,” tegas, menteri yang akrab dipanggil bang Sandi.

Untuk bisa bangkit dimasa pandemi ini, menteri, mendorong digitalisasi untuk penjualan produk-produk usaha ekonomi kreatif. Dalam kunjungan, dia melihat sejumlah kreatifitas masyarakat di tengah Pandemi, seperti adanya karya batik corona dan batik lumpo asal Pessel maupun kuliner seperti rendang lokan. Untuk itu, Sandiaga meminta karya-karya kaum emak-amak (Kaum Ibu) dapat dijual secara online dengan memanfaatkan teknologi. “Semoga pelaku ekonomi kraetif bisa maju dan berkembang,”tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sandiaga Uno, juga melakukan pencanangan Pariwisata Halal di Kabupaten Pesisir Selatan, yang ditandai dengan pemukulan gandang tambua. Pencanangan Pariwisata halal di Pesisir Selatan, merupakan perdana di Sumatera Barat.

Menurutnya, terkait luas lahan sekitar 420 hektare yang bakal dikembangkan untuk kawasan ekonomi khusus dapat dijahit dan dikemas sebagai “Paradise of the Soul” (sekeping syorga dari selatan).

Untuk itu, katanya, pihaknya akan melihat pengembangan amenitas di suatu destinasi untuk mendukung kenyamanan wisatawan.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, memaparkan, potensi pariwisata Kawasan Mandeh dan Pantai Carocok Painan.

Dikatakan, Mandeh yang luasnya mencapai 18.000 hektar membutuhkan intervensi pemerintah pusat dan sektor swasta. Pada tahun 2019 – 2020 lalu Pemerintah Daerah dan masyarakat telah menyiapkan lahan seluas 420 hektar untuk dikembangkan oleh sektor swasta melalui KEK Pariwisata, letaknya di Bukit Ameh.

“Beberapa dokumen penting juga sudah diselesaikan seperti Masterplan, Amdal dan pernyataan kesediaan membebaskan lahan dari masyarakat pemilik lahan. Untuk itu, mohon bantuan bapak menteri dapat memfasilitasi pembangunan KEK Pariwisata Bukit Ameh Mandeh ini,” harap bupati.

Hadir bersama menteri Sandiaga Uno, Wakil Gubernur, Audy Joinaldy, Anggota DPR RI, Andre Rosiade, dan Mantan Wakil Gubernur Nasrul Abit. ***

Pessel

Bagi-bagi Pabukoan di Taman Spora Painan

Painan,– salah satu rangkaian kegiatan memperingati hari kartini di Painan Pesisir Selatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan, bagi-bagi Pabukoan kepada masyarakat yang melintas di Jalan Ilyas Yakub, tepatnya di depan Taman Spora Kota Painan, sore Rabu (21/4).

” Alhamdulillah kita tadi sudah membagikan sebanyak 200 paket takjil (pabukoan-Red) kepada masyatakat sebagai makanan untuk berbuka,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Ny. Yunesti Rusma Yul Anwar disela sela kegiatan pembagian pabukoan, Rabu (21/5).

Dikatakan, kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk kepedulian TP PKK, terhadap masyarakat di bulan penuh berkah ini dan bertepatan dengan hari Kartini.

Disebutkannya, pabukoan atau takjil dibagikan kepada masyarakat tersebut dimasak secara bersama sama oleh anggota PKK Pesisir Selatan, dan kemas bersama sama hingga dibagikan.

Dalam kesempatan itu dirinya mengucapkan terimakasih kepada segenap anggota yang telah melakukan kegiatan dengan ikhlas dan semangat.

Ditambahkan, kegiatan serupa juga akan dilakukan kembali, namun kapan hari pastinya nanti kita tetapkan.

” Melihat tingginya semangat kawan kawan kita rencanakan pembagian takjil akan digelar kembali,” tukuknya.***

Pessel

Menteri Sandiaga Uno, Jum’at (23/4/2021) Kunjungi Mandeh dan Carocok Painan

Painan, PilarbangsaNews,– -Rencana kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno ke kawasan distinasi wisata di Pesisir Selatan Sumbar, ternyata bukan omong doank atau sekedar janji sebagai lips service kepada Bupati Rusma Yul Anwar. Akan tetapi In sya Allah akan menjadi kenyataan. Sandiaga Uno yang dikenal juga sebagai Calon wakil presiden yang gagal ini berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan, pada Jumat (23/4).

“Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno itu merupakan tindaklanjut pertemuan dengan Bupati Rusma Yul Anwar beberapa hari lalu di Jakarta,” kata Pj Sekda, Emirda Ziswati, Rabu (21/4) usai memimpin rapat persiapan penyambutan kunjungan menteri tersebut.

Dalam kunjungan tersebut menurutnya, Sandiaga Uno juga akan meninjau lokasi rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Bukit Ameh di Kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Ditambahkan, menteri melakukan kunjungan ke Pesisir Selatan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat selama tiga hari, Rabu sampai Jumat (21-23/4).

Sebagamana diketahui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno menyatakan keinginannya untuk datang ke Pesisir Selatan sewaktu pertemuannya dengan Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, Selasa ( 13/4) lalu.

“Saya akan datang ke Pesisir Selatan tahun ini pak bupati untuk melihat sejumlah objek wisata yang ada di daerah itu, ” kata Sandiaga Uno ketika pertemuan dengan bupati saat itu.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pertemuan dengan Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Bupati Rusma Yul Anwar memaparkan potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pesisir Selatan, serta peluang investasi, seperti Kawasan Wisata Bahari Mandeh, KEK Bukit Ameh, serta potensi wisata lainnya.

Pessel

Pertemuan Bupati Pessel Dengan Menteri KP Mulai Ditindaklanjuti

Painan, — PilarbangsaNews, —

Coba perhatikan foto diatas adalah Kadis Perikanan Pesisir Selatan, Sumbar, Andi Syafinal. Dia foto bersama dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang datang berkunjung ke Painan sebagai tindak-lanjut dari pertemuan Bupati dengan Mentri Kelautan dan Perikanan. Nampak dalam foto itu mereka mengacungkan jempol. Apakah bisa diartikan kedatangan mereka itu telah membuahkan hasil? Atau acungan jempol itu hanya sekedar gaya berfoto dizaman sekarang. Entahlah.. Tapi yang jelas Pertemuan Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta Senin lalu mulai membuahkan hasil,” kata kabag humas setdakab Pesisir Selatan, Rinaldi.

Buktinya, kata Rinaldi, ditandai dengan datangnya Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) ke daerah setempat.

” Alhamdulillah tim Kementerian Kelautan dan Perikanan telah datang ke sini kemaren guna menindaklanjuti usulan program yang disampaikan bupati minggu lalu,” kata Rinaldi menirukan ucapan Kepala Dinas Perikanan, Andi Syafinal, Rabu (21/4).

Kedatangan Tim KKP RI itu disambut bupati Pesisir Selatan, diwakili Kepala Dinas Perikanan, Andi Syafinal didampingi sejumlah staf di Kantor Dinas Perikanan setempat.

Kadis Perikanan Pesisir Selatan, Andi Syafinal menjelaskan, kunjungan Tim KKP RI itu terkait dengan bantuan kendaraan Thermoking roda 6 untuk Koperasi Suci Samudera, Nagari Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti tahun anggaran 2021.

Selain itu, membahas rencana bantuan Coolstorage 100/150 ton tahun 2022 yang merupakan tindaklanjut dari kunjungan Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar ke Kantor KKP RI yang diterima langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono tanggal 12 April 2021.

Disebutkan, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono untuk menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan Pesisir Selatan.

Dalam pertemuan tersebut bupati memaparkan potensi perikanan Pesisir Selatan yang didukung laut dengan panjang garis pantai lebih kurang 240 kilometer, serta didukung oleh Kawasan Wisata Bahari Mandeh.

Kawasan wisata Bahari Mandeh selain potensi wisata juga memiliki sumberdaya perikanan yang dapat dikembangkan. Selain memaparkan potensi perikanan, bupati juga menyampaikan beberapa usulan berkaitan upaya meningkatkan ekonomi nelayan kepada menteri.

Usulan yang disampaikan antara lain, kegiatan revitalisasi pasar ikan, sarana dan prasarana alat tangkap, pengolahan perikanan dan budidaya perikanan darat dan laut.

“Untuk meningkatkan perekonomian nelayan diperlukan adanya modernisasi sarana dan prasarana alat tangkap, pengolahan dan budidaya perikanan serta sumber daya manusia yang mumpuni. Selanjutnya, untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan tersebut diperlukan dukungan pemerintah pusat dengan program kegiatannya dan anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK),” terangnya.***