Menampilkan: 1 - 10 dari 1.370 HASIL
Pessel

Wakil Bupati Pessel Rudi Hariansyah Sampaikan Jawaban Pemerintah Terhadap Pandangan Umum Fraksi Atas Nota Pengantar APBD Perubahan 2021

Painan,– Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariansyah, menyampaikan jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi atas nota pengantar APBD Perubahan tahun 2021, Rabu (15/9).

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ermizen, dihadiri anggota Forkopimda, Pj. Sekda Luhur Budianda, pejabat eselon II dan III dilingkup pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam rapat paripurna tersebut, Wabup Rudi Hariansyah, menjawab secara lugas satu persatu pertanyaan fraksi yang disampaikan pada rapat sebelumnya.

Diawal jawabannya, Rudi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada anggota DPRD yang telah memberikan masukan, tanggapan, saran serta koreksi terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.

“Semoga masukan dan saran tersebut akan mendorong terciptanya APBD yang berpihak kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat Pesisir Selatan yang lebih sejahtera,”jelas Rudi.

Terhadap Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Rudi menjawab bahwa

Selanjutnya, untuk Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), disampaikan bahwa untuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin agar tidak hanya di rumah sakit rujukan awal saja (RSUD M Zein Painan dan BKM), tapi juga dilanjutkan sampai di rumah sakit rujukan lanjutan (RSUP M Djamil Padang dan rumah-rumah sakit lainnya di kota Padang), hal itu jelas Rudi tidak termasuk kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

“Namun kita tetap akan berupaya memberikan dukungan dalam bentuk lain, seperti melalui BAZNAS dan kepersertaan BPJS,”ujarnya.

Lalu, terkait penyelenggaraan pendidikan berkualitas pada Sekolah Negeri SD dan SMP, sebagaimana yang disarankan, akan dilaksanakan dengan prosedur dan regulasi yang jelas.
Tak hanya itu, terkait saran Fraksi PAN agar Pemerintah Daerah melakukan evaluasi pendistribusian pupuk bersubsidi bagi petani padi sawah dan palawija, dapat dijelaskan bahwa pemerintah daerah juga telah mengusulkan kuota pupuk melalui RDKK ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Namun setelah Kementerian menetapkan kuota untuk masing-masing Kabupaten/Kota, ternyata kuota tersebut jauh dari target yang telah diajukan, sehingga ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi sangat terbatas, terutama saat musim tanam.

Selanjutnya, Wakil Bupati Rudi Hariyansyah menjawab padangan umum dari Fraksi Persatuan Pembangunan Hati Rakyat Indonesia. Dalam jawabannya, pada prinsipnya pemerintah daerah setuju dan sepakat bahwa dalam penyusunan dan pembahasan APBD berpegang teguh pada prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis dan tepat sasaran.

Rudi melanjutkan, untuk jawaban pandangan dari Fraksi PKS, disampaikan bahwa komposisi rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2021 yang diajukan telah mempertimbangkan kebutuhan penanganan pandemi Covid-19 sampai dengan akhir tahun, sedangkan terkait persiapan rumah sakit Tapan sebagai rujukan Covid-19 akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Tentang penyediaan sarana dan prasarana pada Puskesmas Kayu Gadang, sudah kita tindak lanjuti dengan mengalokasikan pengadaannya pada APBD perubahan ini. Sehubungan dengan pertanyaan tentang upaya pencegahan Covid-19 dapat kami jelaskan bahwa Pemerintah Daerah terus mengkampanyekan penerapan Protokol Kesehatan melalui pelaksanaan operasi yustisi dan vaksinasi dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Covid-19,”ulasnya.

Kemudian, terkait dengan penyelenggaraan pendidikan gratis pada Sekolah Negeri tingkat SD dan SMP, disampaikan bahwa tujuan dari alokasi anggaran ini adalah sebagai pendamping dan penguatan bagi dana BOS, guna menghasilkan pendidikan yang lebih berkualitas.

“Pemerintah daerah memberikan bantuan operasional ke sekolah yang besarannya dihitung berdasarkan jumlah murid yang ada pada sekolah bersangkutan, dimana lima ribu rupiah untuk tingkat SD dan sepuluh ribu rupiah untuk tingkat SMP per siswa,”sambungnya. ***

Pessel

PN Painan Jalin Kerjasama Layanan Informasi Bersama Pemkab Pessel

Painan,–Guna mempermudah dan percepatan pelayanan, Pengadilan Negeri Painan, menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, yang diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tentang penyediaan media informasi produk pelayanan pengadilan.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut, dilakukan di ruang sidang utama pengadilan setempat, Rabu (15/9). Dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, penandatangan dilakukan bupati yang diwakili Pj. Sekda, Luhur Budianda, sementara Pengadilan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Painan, Muhamad Fauzan Haryadi, SH, M.H.

Pada hari yang sama juga dilakukan penandatanganan kerjasama tentang penyediaan media informasi produk pelayanan pengadilan antara Pengadilan Negeri Painan, dengan Polres dan Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, serta launching aplikasi PN Painan Mobile.

Launching aplikasi PN Painan Mobile dilakukan oleh Ketua DPRD Pesisir Selatan, Ermizen, S.Pd, yang ditandai dengan memukulan gong.

Ketua PN Painan, Muhamad Fauzan Haryadi, SH, M.H., mengemukakan, aplikasi PN Painan Mobile merupakan layanan informasi berbasis android yang memuat pelayanan informasi diantaranya, pendaftaran perkara perdata, jadwal sidang, surat keterangan bebas pidana dan beberapa informasi layanan lainnya.

” Peyananan informasi melalui aplikasi PN Painan Mobile, dapat meringankan biaya serta memudahkan pencari keadilan untuk medapatkan pelayanan di PN. Karena masyarakat tidak perlu lagi datang ke PN, cukup dengan menggunakan android,” kata Fauzan.

Menurutnya, adanya layanan informasi melalui aplikasi PN Painan Mobile sangat penting dan membantu masyarakat menginggat secara geografis Pesisir Selatan, wilayahnya memanjang dari utara ke selatan.

Sementara itu, Pj. Sekda Luhur Budianda, mengatakan, dilakukan kerjasama ini menandakan bahwa seluruh instansi sudah sepakat untuk menwujudkan keterbukaan informasi dalam rangka membantu masyarakat dalam memperoleh informasi dan pelayanan.

” Kerjasama penyediaan media informasi produk pelayanan pengadilan, adalah dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” Luhur Budianda.

Dikatakan, pelayanan masyarakat dengan menggunakan aplikasi merupakan keniscayaan tidak hanya oleh pengadilan tapi juga bagi perangkat daerah.

Lebih lanjut Pj sekda, menginstruksikan agar Dinas Kominfo segera menindaklanjuti MoU ini dengan perjanjian kerjasama.

Hadir pada acara tersebut Ketua DPRD Pesisir Selatan, Ermizen, S.Pd, Kepala Dinas Komikasi Informatika, Junaidi serta undangan lainnya. ***

Pessel

Bupati Solok Ikuti Sespim Gelombang III

Kabupaten Solok, PilarBangsaNews

Bupati Solok Epyardi Asda, mengikuti Sekolah kepemimpinan(Sespim), yang dilaksanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Dalam Negeri. Bupati Solok termasuk dalam gelombang III, bersama dengan Bupati dan Wali Kota lainnya seluruh Indonesia.

Sekolah Kepemimpinan ini, diberikan kepada seluruh kepala daerah pemenang pemilihan Kepala daerah tahun 2020. Sespim tersebut dibagi dalam 4 gelombang pelatihan, di mana diikuti oleh Kepala daerah incumbent dan non incumbent.

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Solok, Syahrial menegaskan bahwa pembekalan bagi kepala daerah ini wajib untuk diikuti. Di mana pembekalan ini adalah pemberian materi tentang pengelolaan sebuah pemerintahan yang sesuai dengan berbagai aturan dan regulasi yang telah ada.

” Ya dan Kepala daerah kita termasuk dalam gelombang ke III bersamaan dengan kepala daerah lainnya yang dilakukan secara virtual di daerah masing-masing, ” sebut Syahrial.

Terkait dengan kegiatan di hari pertama Sespim kepala daerah ini, sebanyak 3 materi pembekalan diberikan secara Virtual Synchronous Learning Zoom (VSL) atau yang biasa disebut dengan secara virtual.

Adapun materi yang diberikan hari pertama ini diantaranya :

  1. Sistem pemerintahan Indonesia dengan pemateri dari staf Khusus Mendagri.
  2. Kepemimpinan dan etika pemerintahan dengan narasumber dari Staf Ahli Mendagri.
  3. Isu strategis Otonomi daerah dan permasalahannya oleh Dirien Otda.
  4. Permasalahan dan Solusi batas Nasional dari Kepala BNPP.

” Kegiatan Sespim dijadwalkan selama 15 hari kedepannya dengan penyampaian materi dan coaching clinic bagi Kepala daerah. Ini sangat penting dan agenda wajib yang harus diikuti, agar Kepala daerah memahami tata kelola pemerintahan yang benar dan sesuai dengan regulasi yang telah ada, ” jelas Syahrial. (ad)

Pessel

Berhasil Jadi Juara Lomba Guru Hebat Tiga orang guru honorer Diangkat Jadi Guru Kontrak

Painan – Berhasil menjadi juara dalam lomba Guru Hebat Pesisir Selatan, tiga orang guru honorer, masing masing, Widia Syaftian, S. Pd, guru honorer SMPN 3 IV Jurai, Ria Utami, S.Pd, guru SMPN 3 Lengayang dan Lini Sartika, S.Pd, guru SMPN 1 Batang Kapas, diangkat menjadi guru kontrak daerah terhitung 1 Juni 2021.

Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai guru kontrak tersebut diserahkan Pj. Sekda Pesisir Selatan (Pessel), Luhur Budianda, dalam apel gabungan ASN di halaman kantor bupati setempat, Senin (13/9).

” Pengangkatan mereka sebagai guru kontrak daerah merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas prestasinya dalam lomba guru hebat Pesisir Selatan,” kata Luhur Budianda, usai penyerahan SK.

Diharapkan, dengan diangkatnya sebagai guru kontrak dapat semakin semangat dan meningkatkan prestasi dalam mengajar di sekolah.

Sebagaimana diketahui, keputusan pengangkatan sebagai guru kontrak tersebut diumumkan oleh Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, saat menutup lomba Guru Hebat dan Siswa Cerdas yang diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA, bertempat di SMPN 1 Painan, Mei lalu.

Pada lomba tersebut, Widya Syaftian, meraih juara III, sedangkan, Ria Utami guru SMPN 3 Lengayang dan Lini Sartika guru SMPN 1 Batang Kapas, meraih juara harapan satu.
Menurutnya, keputusan untuk mengangkat sebagai guru kontrak merupakan suatu bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada guru honor berprestasi.

Diharapkan, hal ini dapat menjadi pelecut semangat bagi guru honor lainnya, untuk terus berprestasi dalam mengabdikan diri sebagai pendidik di daerah ini.

Sementara itu, salah seorang guru yang menerima SK, Widya Syaftian, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap capaian prestasi guru guru.

Dikatakan, dengan pengangkatannya sebagai guru kontrak dirinya akan menjadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan di sekolah.***

Pessel

Sekilas Tentang Refan Rahmad Diansyah Sang Juara 1 Pilmapres Program Sarjana Tingkat Nasional 2021

Kabupaten Solok, PilarBangsaNews


Bak kata orang bijak, apabila cinta dan kecakapan saling bekerja sama maka tunggulah sebuah karya besar. Menjadi biasa adalah hal yang biasa, untuk mewujudkan sesuatu menjadi luar biasa itu memang butuh kerja keras dan perjuangan. Lagi-lagi, keluarbiasaan itulah yang patut dan pantas dilewakan kepada sosok Refan Rahmaddiansyah.

Putra Ranah Minang kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan pada 10 Juli 2000. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas mengukir sejarah menjadi pemenang pertama Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Program Sarjana Tingkat Nasional tahun 2021 yang berlangsung pada 7-9 September 2021.

Refan, begitu sapaannya. Dia berhasil mengibarkan bendera kejayaan Unand di pentas Nasional. Pilmapres adalah sebuah ajang yang sangat bergengsi di dunia pendidikan, yang dilaksanakan melalui Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Pada ajang tersebut, tidak hanya mendorong mahasiswa unggul secara akademik, tetapi mampu beradaptasi dengan perubahan. Menciptakan dan menginovasi semangat belajar sepanjang hayat, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan.

Gelaran ajang berprestasi tingkat mahasiswa se Indonesia yang dipusatkan pada, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek adalah untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Keberhasilan yang diraih Raihan atas ini adalah prestasi sekaligus pretise yang pertama kalinya diperoleh Unand sejak pelaksanaan Pilmapres pertama tahun 1986. Capaian ini sekaligus tentunya memberikan bingkisan yang luar biasa disaat gebyar ulang tahun Unand yang ke 65 pada Lustrum XIII plus keberhasilan Unand beralih status ke PTN-BH.

Sebelumnya Unand beberapa kali masuk final Pilmapres, tapi tidak pernah juara. Tahun ini kita lakukan evaluasi, semua perlombaan tingkat nasional langsung dikoordinir bidang kemahasiswaan universitas, kita bentuk tim pendamping, Alhamdulilah kita langsung juara satu. Dan pada Pilmapres 2021 ini, Refan berhasil keluar sebagai pemenang dengan menyisihkan 642 peserta dari seluruh Indonesia.

Refan putra asli Batang Kapas Pesisir Selatan ini, tampil dengan mengusung tema ” Gagasan Kreatif dengan fokus pemanfaatan gambir sebagai obat kanker paru”.

Sebelumnya, mahasiswa bertalenta itu telah membangun debut meraih reputasi sebanyak 51 penghargaan internasional dan nasional. Pada tingkat intenasional Refan meraih 11 medali emas pada peringkat juara 1, kemudian 2 medali perak peringkat kedua dan 3 medali perunggu peringkat ke tiga. Ditingkat Nasional, Refan telah meraih 4 medali emas sebagi juara 1, 3 medali perak sebagai juara 2 dan 4 medali perunggu sebagai juara 3.

Prestasi unggulan yang diraih Refan pada rentang bulan April-Agustus 2020 diantaranya, meraih medali emas Word Inventions Creativity Olympic. Medali emas Sahasek Nimavum Srilangka dan juara 2 Esai Nassional WQinslow Scientifitic Paper Competition. Pada November 2020 diantaranya, lomba membaca cerita Minangkabau berbahasa Inggris, meraih medali emas Afrika OCIIP Expo Nigeria, juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (TIK) PRISMA 2.0 Nasional. Dan Oral Presenter The First Internasional Conference Agromedicane and Medical Science (ICAMS).

Sementara pada Sepetember 2020, Refan berhasil meraih medali emas Word Iventions Competitions and Exibitions, dan Iventors of Indonesia International Invention Festival.

Sangat patut rasanya, prestasi demi prestasi yang telah diraih oleh Refan tersebut mendapatkan apresiasi oleh seluruh pihak. Etos dan spirit Refan sebagai seorang talenta organisatoris handal telah melekat pada dirinya. Refan bergabung dalam 31 organisasi dan terlibat kepanitiaan berbagai ivent, 14 kegiatan sosial dan meraih dua beasiswa.

Tak tangung-tanggung, Refan tengah memposisikan dirinya sebagai inisiator kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Yang memfokuskan diri, pada pengembangan terapi herbal berkelanjutan dengan menggali potensi sumber daya alam Indonesia yang berbasiskan kearifan lokal.

Tak hanya sampai di situ, Refan pun aktif berkecimpung di organisasi mahasiswa bidang sosial kemasyarakatan. Jabatan strategis sebagai Ketua UKM Medical Studen Reseach Centre (MRC) BEM KM FK Unand periode tahun 2020-2021 disandangnya. Koordinator Komisi II pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badan Analisis dan Perkembangan Ilmiah Nasional BAPIN ISMKI tahun 2000-2021. Dan menjadi Staf Bidang Hubungan Masyarakat Forum generasi Berencana Kabupaten pesisir Selatan tahun 2018-2019.

Jiwa keorganisasian yang dimilikinya membawa dirinya menjadi Relawan Edukasi Covid-19, yang didaulat oleh Kemdikbud RI pada tahun 2020. Serta berperan pada program Pengabdian Masyarakat ke Kawasan Perkebunan Teh di Solok tahun 2019 dan Studen Representatif of Generastion Global Program Face to Paith (TBF) tahun 2015.

Sebagai duta Unand yang berhasil mendapatkan tahta terbaik pertama pada Pilmapres tahun 2021, Refan tentunya memiliki tim pendamping yang mimpuni. Diketuai oleh Haiyyu Darman Moenir, tim bekerja mempersiapkan Refan mulai dari persiapan naskah hingga diskusi-diskusi di babak final. Tim pendamping bekerja all out untuk memenangkan Refa, semua kebutuhan Refan kami fasilitasi. Diakui Hayyu, ini merupakan kerja keras seluruh tim untuk keberhasilan Refan memenangkan ajang bergensi bagi seorang mahasiswa berprestasi.

Setali tiga uang, keberhasilan setiap orang tak akan bisa terlepaskan oleh dukungan berbagai pihak. Kepiawaian sang Rektor Unand Prof Yuliandri, SH.MH , patut diperhitungkan juga. Bak pepatah minang sekali mambuka puro mako duo jo tigo utang tabayie. Pertama helat Lustrum ke XIII yang dirancang rancak lagi luar biasa dan penobatan Unand sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) nomor 3 di Indonesia.

Dan kabarnya, Presiden RI pun bakal memberikan sambutan kunci dan dilengkapi 80 testimoni orang-orang penting di Indonesia dan mancanegara. Kedua. Keberhasilan secara estafet tiga rektor menggagas dan berhasil mengantarkan Unand menjadi PTN-BH dan ketiga suguhan atas prestasi Refan Rahmaddiansyah. Fantastis memang!, Civitas akademika kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut, terus menyuguhkan berbagai keberhasilan dan sudah tentu rasanya kita pun layak berbangga hati.

Tak hanya Refan, wajah sumringah berbungkus rasa haru biru terlihat pada Rektor Yuliandri. Ia bersama Wakil Rektor I Prof. Dr. Mansyurdin, MS, Wakil Rektor II Prof. Dr. dr. Wirsma Arif Harahap, SpB(K), Wakil Rektor III Ir. Insannul Kamil, M.Eng, Ph.D dan Wakil Rektor IV Dr. Hefrizal Handra, M. Soc. Tak mampu menyembunyikan kegembiraan saat menyambut keberhasilan Refa Rahmaddiansyah.

Pada gelar jumpa press pra puncak Diesnatalis ke 65 Universitas Andalas bersama awak media, WR III Insannul Kamil turut menimpali. Bahwa capaian ini adalah catatan sejarah bagi Unand, karena untuk pertama kalinya perwakilan Unand meraih prestasi tertinggi mahasiswa tingkat Nasional. Kebanggaan yang harus kita sampaikan kepada semua orang. Semoga Unand terus menciptakan generasi-generasi pintar, generasi bermartabat dan terus menciptakan Refan Rahmaddiansyah lainnya dikemudian hari. (ad/menda).

Pessel

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar Hadiri Pengukuhan PKPS Kota Bengkulu

Bengkulu,–Bupati Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yul Anwar menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) kota Bengkulu periode 2021- 2026 di SMKN 3 kota Bengkulu, Sabtu(11/09).

Turut hadir dalam acara itu Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, S.E., M.M. dan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Bengkulu.

Ketua DPD PKPS  terpilih, Wardi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bupati dan rombongan yang telah bersedia datang ke Bengkulu untuk menghadiri acara pengukuhan pengurus organisasi ini.

“Kita juga berharap para pengurus DPD IKPS ini dapat memajukan organisasi ini di kota Bengkulu, mari kita jalin kebersamaan antar sesama orang Pesisir Selatan,” katanya.

Iwardi juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengadakan musda (musyawarah daerah) beberapa bulan yang lalu, namun situasi sesudahnya kota Bengkulu dalam kondisi PPKM sehingga baru bisa mengundang Bupati pada saat ini.

Selanjutnya Wakil Walikota Bengkulu dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati ditengah kesibukan dan rutinitasnya sebagai kepala daerah.

Pada kesempatan itu juga Dedy menyampaikan beberapa program unggulan Pemko Bengkulu seperti gerakan zakat ASN yang dikelola Baznas, gerakan peduli yatim, merdeka ijazah serta beberapa program lainnya.

Bupati Pesisir Selatan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua perantau yang telah berkontribusi besar dalam memajukan Pesisir Selatan.

“Kami juga meminta kepada bapak Wakil Walikota agar bisa memberikan ruang dan kesempatan bagi dunsanak kami untuk berkontribusi membangun daerah tempat ia merantau, seperti di kota Bengkulu ini, seperti kata filosofi Minangkabau, dimana bumi dipijak di sinan langik dijunjuang” kata Bupati.

Rusma Yul Anwar juga mengatakan pihaknya dalam membangun Pesisir Selatan memfokuskan diri pada pengembangan potensi sumber daya manusia, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita juga akan melanjutkan dan menyempurnakan apa yang telah dibangun oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya dirinya juga mendorong para Wali nagari untuk memanfaatkan Dana Desa untuk pertumbuhan ekonomi masyarakatnya dengan memberdayakan BUMNag.

“Kita juga meminta kepada perantau untuk turut memperhatikan anak kemenakannya di kampung, kepedulian sosial ini harus kita tumbuhkan untuk menjaga kebaikan yang diwariskan adat istiadat kita,” tutupnya. ***

Pessel

Wabup Pessel Rudi Hariansyah, Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan KUPA-PPAS, Perubahan APBD 2021

Painan,- Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Plapon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD tahun 2021, Kabupaten Pesisir Selatan disepakati oleh DPRD bersama pemerintah daerah setempat, Jumat (10/9).

Penetapan KUPA-PPAS APBD tahun 2021 ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariyansyah, dan Pimpinan DPRD dalam rapat paripurna DPRD yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jamalus Yatim.

Penandatangan nota kesepakatan tersebut didahului dengan pembacaan keputusan DPRD Nomor: 231/ DPRD/ PS- 2021 tentang penetapan KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2021 oleh Sekretaris DPRD Jarizal, SE.

Sebagaimana diketahui, KUPA PPAS perubahan APBD tahun 2021, ditetapkan sebesar, Rp 1.748.512.028.704, sebelumnya pada APBD awal tercantum sebanyak Rp 1.729. 897. 102. 605,- bertambah sebesar Rp 18.614.926.099,-

Wakil Bupati Rudi Hariyansyah, dalam sambutannya, menyampaikan, terimakasih kepada DPRD atas partisipasinya dalam pembahasan dan penyempurnaan KUPA-PPAS.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya akan segera menyiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) perubahan APBD, mengingat waktu yang tersedia sangat singkat.

“Sebagai tindak lanjut penetapan KUPA-PPAS, saya perintahkan tim anggaran dan kepala perangkat daerah segera menyusun nota pengantar APBD perubahan dan RKA sesuai plafon yang ditetapkan,” kata Rudi.***

. Pessel

Angin Mutasi Kepala OPD di Pessel Membadai Kencang?

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, –

Angin mutasi kepala kepala OPD dan Satker di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, nampaknya beberapa bulan  kedapan akan membadai kencang. Tentu saja hal ini menimbulkan  kekhawatiran di kalangan mereka yang sedang memegang jabatan. Apakah mereka akan tegeser dan tercampak diterjang badai mutasi itu?

Dan sangat wajar apabila ada wajah baru yang akan menjadi nahkoda pada OPD OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyusul tepilihnya bupati baru di Pesisir Selatan yang kini dijabat oleh pasngan Rusma Yul Anwar dan Wabup Rudi Heriansyah.

Namun siapa saja wajah baru itu yang bakal menduduki jabatan kepala OPD dan siapa wajah lama yang dipertahankan atau terdepak dan harus rela menyerahkan jabatannya kepada pejabat baru. Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan siapa saja mereka.

Ada yang mengatakan bahwa mutasi akan dilaksanakan pada pekan depan.

Betulkah mutasi akan dilaksanakan pada pekan depan?

Wartawan PilarbangsaNews.com mencoba menghubungi Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar  lewat pesan WA. Menurut bupati mutasi memang akan dilaksanakan namun menunggu hasil pansel.

Kapan panitia seleksi akan  selesai melaksanakan uji kompetensi terhadap kepala OPD itu?

Bupati belum membrikan jawaban pasti. Namun dalam mutasi nanti, ampaknya bupati tak ingin  kepala OPD di daerahnya dipilih berdasarkan like and not like.

Dia ingin personil yang menjabat itu punya kompetensi dan kapabilitas yang  bisa diandalkan untuk mengapai cita-cita Pessel Sabana Rancak, bukan sekedar rancak di labuah.

“Pansel kini sedang bekerja, ” kata Rusma Yul Anwar

Senada dengan pernyataan Bupati, Wabup Pesisir Selatan  Rudy Heriansyah menyebutkan siapa yang akan memegang jabatan kepala OD nanti tergantung hasil uji kompetensi dari pansel

“Pejabat lama bisa saja dipakai lagi tidak mutlak harus di ganti, pokoknya sangat tergantung hasil uji kompetensi nanti, ” kata Wabup lewat pesan whatsappnya.( ****)

Pessel

Bupati Pessel Sampaikan KUPA -PPAS Perubahan APBD 2021

Painan-Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Plapon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD tahun 2021 dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Jamalus Yatim, di ruang rapat DPRD setempat, Senin (6/9).

Dalam penyampaian Nota Pengantar KUPA dan PPAS Perubahan APBD Kabupaten Pesisir Selatan 2021 itu bupati mengatakan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk penanganan pandemi Covid-19, diantaranya dengan melakukan vaksinasi, pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Penanganan ini menyebabkan terjadinya perubahan target dan asumsi makro ekonomi. Perubahan target perekonomian daerah dari semula 4,81 % menjadi 2,55 %.

Target IPM direvisi dari semula 71,10 menjadi 70,06. Tingkat kemiskinan direvisi dari semula 7,88% menjadi 7,79%. Tingkat Pengangguran Terbuka direvisi dari semula 5,84% menjadi 6,93%.

Lebih lanjutnya disampaikan, dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid-19, sesuai amanat PMK Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 dan Dampaknya, pemerintah daerah telah melakukan beberapa kali penyesuaian terhadap penjabaran APBD Tahun Anggaran 2021.

Perubahan penjabaran APBD Tahun Anggaran 2021 memuat refocusing dan realokasi anggaran terutama untuk penyediaan belanja penanganan pandemi Covid-19. Refocusing ini menyebabkan sejumlah program, kegiatan dan sub kegiatan pembangunan yang semula telah direncanakan pada APBD Tahun Anggaran 2021, terpaksa dihentikan atau direlokasi.

Dikatakan, refocusing dan realokasi APBD tahun 2021 difokuskan untuk dukungan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang mencakup dukungan operasional untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pemantauan dan penanggulangan dampak kesehatan ikutan pasca Covid-19;

Distribusi, pengamanan, penyediaan tempat penyimpanan Vaksin Covid-19 ke Fasilitas Kesehatan. Insentif Tenaga Kesehatan dalam rangka Pelaksanaan Vaksinasi. Insentif Tenaga Kesehatan Daerah dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19. Belanja Kesehatan Lainnya dan Kegiatan Prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Secara garis besar, rancangan KUPA dan rancangan PPAS perubahan APBD Tahun 2021, adalah perubahan kebijakan pendapatan daerah. Target Pendapatan Daerah disesuaikan dari semula Rp1.734.397.102.605,- menjadi Rp. 1.731.737.589.831,-.

Item-item yang berubah pada sisi pendapatan daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah yang semula diasumsikan sebesar Rp. 145.952.089.082,- menjadi Rp. 140.762.364.233,-. Pendapatan Transfer, semula diproyeksikan sebesar Rp. 1.436.130.827.272,- menjadi Rp. 1.430.834.246.263,- . Lain-Lain Pendapatan yang Sah, semula Rp. 152.314.186.251,- berubah menjadi Rp. 160.140.979.335,-.

Selanjutnya juga terjadi perubahan belanja daerah, yang semula diperkirakan sebesar Rp. 1.729.897.102.605,- menjadi Rp. 1.748.512.028.704,-. Perubahan ini terjadi antara lain disebabkan oleh adanya perubahan anggaran belanja operasi dari semula Rp. 1.200.810.078.936,- naik menjadi Rp. 1.248.150.178.957,- .

Adanya perubahan anggaran pada Belanja Modal dari awalnya Rp. 264.811.989.760,- turun menjadi Rp 242.506.795.676,-. Adanya perubahan anggaran pada Belanja Tidak Terduga dari awalnya Rp. 7.218.401.854,- turun menjadi Rp. 1.610.252.754,-. Adanya perubahan anggaran pada Belanja Transfer dari awalnya Rp. 257.056.632.055,- turun menjadi Rp. 256.244.801.317,-.

Terakhir juga ada perubahan kebijakan pembiayaan daerah penerimaan pembiayaan tahun 2021, bertambah dari semula dianggarkan sebesar Rp. 0,- (nol rupiah) menjadi Rp. 25.274.438.873,- . Sementara itu, Pengeluaran Pembiayaan Daerah berubah dari anggaran awal APBD sebesar Rp. 4.500.000.000,- menjadi sebesar Rp. 8.500.000.000,-.

“Kami sangat menyadari Rancangan KUPA dan Rancangan PPAS Perubahan APBD ini masih bersifat indikatif. Untuk itu, masukan dan saran dari seluruh Anggota DPRD yang terhorma

Pessel

Kepala SMA Batang Kapas Syamsuir,M.Pd Ajak Gurunya Ciptakan Siswa
Kreatif dan Inovatif

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, —

Keberadaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batang Kapas saat ini terus menunjukkan kemajuan. Tidak hanya dari segi pendidikan siswanya saja, sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu pun nampak terlihat lebih berkembang dari tahun-ketahun.

Perubahan yang terjadi dilingkungan pendidikan SMAN 1 Batang Kapas saat ini, berkat kegigihan serta upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh sang Kepala Sekolah Syamsuir, M. Pd bersama para dewan guru dan staf sekolah yang memiliki cita-cita mulia yakni memajukan SMAN 1 Batang Kapas hingga kedepan menjadi sekolah favorit.

Syamsuir menjabat sebagai pemimpian di sekolah itu memang memiliki tekad kuat untuk menjadikan SMAN 1 Batang Kapas sebagai sekolah terbaik kedepannya.

Maka tak salah jika dirinya selalu mengajak para guru dan staf di SMAN 1 Batang Kapas untuk sama-sama menanamkan komitmen menciptakan budaya disiplin dan berprestasi di SMAN 1 Batang Kapas melalui penerapan program-program pendidikan yang kreatif pula.

“Program pendidikan yang kami terapkan tentunya tidak hanya terpokus pada bidang akademik saja, tetapi juga dibidang non akademik. Itu semua kami lakukan untuk mencapai tujuan yang terbaik” ungkap Syamsuir, M.Pd kepada Pilarbangsanews.com saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (4/9) kemarin.

Dikatakannya, agar kedisiplin disekolah tetap terlaksana, dirinya terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik dengan guru-guru, orang tua dan masyarakat disekitar. Syamsuir juga terbuka menerima saran dan kritikan demi membangun pendidikan yang berkarakter, bahkan kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin semenjak kepemimpinannya.

disamping itu agar terciptanya peserta didik yang keratif dan inovatif, dirinya pun tak membatasi kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta didik di sekolah itu baik kegiatan yang digelar lingkungan sekolah maupun luar sekolah, asalkan kegiatan yang diikuti para siswa nya itu bersifat positif untuk membangun pendidikan yang berkarakter.

“Kami selaku pihak sekolah pastinya akan terus berupaya membentuk peserta didik kami tidak hanya terampil dalam iptek saja, tetapi juga religius dalam moral. Oleh karenanya berbagai Inovasi program pendidikan di sekolah ini akan terus terapkan demi kemajuan SMAN 1 Batang Kapas yang kami cintai,” pungkasnya. (AU)

Biodata Kepsek SMAN 1 Batang Kapas
Nama : Drs. Syamsuir, M. Pd
TTL : Surantih 4 Nov 1964
Pekerjaan: Kepsek SMAN 1 Batang Kapas
Riwayat Pendidikan:
SDN Ampalu tahun 1977
SMP Standard Surantih tahun 1980/1981
SMAN1 Painan tahun 1983/1984
S1 IKIP Padang Tahun 1989
S2 Universitas Negeri Padang tahun 2013