Menampilkan: 1 - 10 dari 1.134 HASIL
Pessel

Sejuk “Lakek Tangan” Hendrajoni ; Pesisir Selatan Raih Prediket Level Tiga Kapabilitas APIP

Padang, PilarbangsaNews,+– Benar-benar bak aie talago dibawah gunung. Sejuk lakek tangan Hendrajoni yang telah menjadi orng nomor 1 di Pesisir Selatan. Betapa tidak, kalau Senin yang baru lalu Pesisir Selatan mendapatkan plakat dan piagam dari Kementerian Keuangan RI atas keberhasilan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) , kini kembali meraih prediket level 3 dalam penilaian kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintahan (APIP) melalui Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan, mencapai level 3 dalam maturitas sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP). 

Penghargaan dari BPKP Pusat, diserahkan oleh kepala Perwakilan BPKP  Sumatera Barat,  Buyung Wiromo Samudro, dan disaksikan oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Irwan Prayitno kepada Pjs Bupati  Pesisir Selatan, Mardi, Selasa (20/10) sore di Padang.

“Inspektorat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan sebagai aparat pengawasan intern pemerintah  adalah instansi pemerintah yang dibentuk dengan tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan pemerintah daerah, alhamdulillah berhasil meraih prediket level 3,” kata PJs. Bupati Pesisir Selatan, Drs.H. Mardi.

Bulan ini Pessel mendapat dua penghargaan, sebelumnya kita mendapatkan plakat dan penghargaan dari Kemenkeu yang diserahkan Kepala KPPN, atas keberhasilan 5x berturut-turut meraih WTP.

” Semuanya itu dicapai  kerja keras  Inspektorat bersama semua komponen serta bimbingan dari BPKP,” ucap Bupati.

Drs. H. Mardi, M.M. juga mengapresiasi pihak BPKP yang terus memberikan bimbingan dan dorongan kepada Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan untuk mendapat hasil yang lebih baik. 

“Terima kasih BPKP yang terus mendukung meng-asistensi kami. Saya juga harap BPKP tetap mengawal setiap kegiatan kami di masa pandemi covid-19 saat ini,” ujarnya kembali.

Kepala BPKP Perwakilan Sumatera Barat, Buyung Wiromo Samudro mengatakan, pada tahun 2020 di Sumatera Barat, Inspektorat Daerah yang telah mencapai level 3 adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten 50 Kota serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

Lebih lanjut dia mengatakan, kapabilitas APIP level 3 pada IACM mempunyai karakteristik seperti kebijakan, proses dan prosedur di APIP telah ditetapkan, didokumentasikan dan terintegrasi satu sama lain serta merupakan infrastruktur organisasi. Kemudian manajemen serta praktik profesional APIP telah mapan dan seragam diterapkan di seluruh kegiatan pengawasan intern. 

Inspektur Kabupaten Pesisir Selatan, Ahda Yanuar, S.Kom., mengatakan APIP berevolusi dari hanya melakukan kegiatan secara tradisional menjadi mengintegrasikan diri sebagai kesatuan organisasi dan memberikan saran terhadap kinerja dan manajemen risiko. 

“Selain itu juga memfokuskan untuk membangun tim dan kapasitas kegiatan pengawasan intern, independesi serta objektivitas serta pelaksanaan kegiatan secara umum telah sesuai dengan standar audit,”, ujarnya.

Kata dia, kapabilitas APIP di level 3 juga dipengaruhi capaian maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

“Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP adalah tingkat kematangan atau kesempurnaan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah dalam mencapai tujuan pengendalian intern sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008,” kata dia***

Pessel

124 orang Tak Pakai Masker di Pesisir Selatan Diberikan Sanksi

Painan,- Tim gabungan penegakan hukum Peraturan Daerah (Perda)  Sumatera Barat, Nomor 06 tahun 2020 tentang tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, di Kabupaten Pesisir Selatan, hari ini melaksanakan razia di Pasar Tarusan Kecamatan Koto XI Tarusan, Selasa (20/10).

Sebagaimana diketahui, tim gabungan telah melakukan operasi yustisi tiga hari berturut turut Minggu-Selasa (17-10/10),  di sejumlah pasar daerah setempat.

” Dari operasi tiga hari tersebut berhasil menjaring 124 orang pelanggar protokol kesehatan, tidak memakai masker,” kata Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dailipal, Selasa, (20/10) di Painan, usai pelaksanaan operasi.

Operasi tim gabungan dipimpin Kasatpol PP dan Damkar, Dailipal, yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Kominfo, Humas, Kodim, anggita TNI AL, Kepolisian, Pos Denpom dan unsur terkait lainnya.

Dijelaskan, pada hari pertama Minggu (17/10) operasi dilaksanakan di Pasar Sago, berhasil menjaring 53 orang yang tidak memakai masker, kemudian Senin (19/10) di Pasar Baru, ditangkap 36 orang dan hari ini Selasa (20/10) sebanyak 35 orang, sehingga total 124 orang.

” Kesemua yang terjaring tidak memakai masker tersebut sudah diberi sanksi kerja sosial di lokasi operasi,” terangnya.

Pelanggar dalam menjalankan sanksi berupa kerja sosial menggunakan rombi bertuliskan. ” Saya pelanggar protokol kesehatan”.

Diharapkan dengan adanya operasi yang dilaksanakan tiga hari berturut, dapat meningkatkan kesadaran kepada masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

” Kita selalu mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan operasi dilapangan,” sebutnya.

Tim gabungan tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga  melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pengeras suara oleh tim Dinas Kominfo.

” Diharapkan operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” pungkasnya.***

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (45), Perawat ; Senang bisa Bertugas di Garda Terdepan

Pessel

Pasar Megah Menjalang Carocok Tarusan Belum Dioperasikan. Baca Disini Alasannya..!

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, , — Pasar yang kelihatan cukup megah dan refresentif itu telah siap di bangun oleh Pemkab Pesisir Selatan pada tahun 2019 yang lalu. Pasar yang dimaksud berlokasi di pinggir jalan menjelang  Carocok di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Hari ini pasar tersebut menjadi bahan perdebatan bagi Facebooker warga Pessel yang berada di kampung maupun yang ada diperantauan.

“Inilah contoh dari pembangunan tanpa perencanaan yang matang, ” ujar seorang Facebooker menuliskan komentarnya.

“Ini akibat pembangunan tidak sesuai kebutuhan,” komen yang lain pula.

Sore tadi Rafaktur Palaksana PilarbangsaNews, mencoba nelp Kepala  Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Drs Azral MM menjelaskan bahwa pasar tersebut beda dengan pasar yang ada.

Pasar itu oleh Bupati Hendrajoni, dirancang  untuk melengkapi sarana dan prasarana kawasan itu sabagai destinasi wisata.

“Jadi pasar itu untuk menampung pedagang yang berdagang barang barang souvenir dan kuliner, ” tambahnya.

Menurut Azral, pasar tersebut sudah banyak yang minat dan mendaftar diri ingin berdagang disana. Tapi saat ini pasar tersebut belum bisa di operasionalkan  karena halamannya belum layak. Perlu diaspal atau dicor beton.

Bapak Bupati telah memerintahkan Kepala Dinas PU meanggarkan dana untuk pembangunan halaman pasar tersebut pada tahun anggaran 2019. Tapi nyata tidak tercantum dalam proyek tahun 2019.

Ironisnya pada tahun ini, proyek pengaspalan halaman kantor atau fasilitas umum tidak dibenarkan lagi menggunakan aspal hotmix.

“Solusinya adalah halaman/pekarangan pasar tersebut akan dirapikan dengan cor beton yang akan dibangun dengan APBD tahun 2021,” demikian Azral. (YY)

Pessel

Hari Kedua Operasi Yustisi, pelajar Tak Pakai Masker Diberi Sanksi Kerja Sosial

Painan,- Hari kedua operasi yustisi tim gabungan penegakan hukum Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat, Nomor 06 tahun 2020 tentang tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, di Kabupaten Pesisir Selatan, dilaksanakan di Pasar Baru Kecamatan Bayang, Senin (18/10).

Operasi tim gabungan dipimpin Kasatpol PP dan Damkar daerah setempat Dailipal, terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Kominfo, Humas, Kodim, anggita TNI AL, Kepolisian, Pos Denpom dan unsur terkait lainnya.
Kasatpol PP dan Damkar Pessel, Dailipal, usai operasi Yustisi, menyebutkan, tim berhasil menjaring 36 orang pelanggar tidak pakai masker.

Dari 36 orang pelanggar tersebut, diantaranya ada yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar dan pedagang.

” ASN tersebut merupakan guru dan tenaga kesehatan,” terang Dailipal.

Lebih lanjut dipaparkan, dibandingkan pelaksanaan operasi sebelumnya, hari ini jumlah pelanggar yang terjaring menurun tajam, jika sebelumnya ada 53 orang pelanggar, saat ini hanya 36 orang.

Padahal katanya, jumlah pengunjung pasar dan pengguna jalan di dua lokasi tidak jauh berbeda. ” Alhamdulillah ini menunjukan kesadaran masyarakat untuk memakai masker sudah meningkat,” katanya.

Disebutkan, tim gabungan dalam menjalankan operasi dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis, intinya operasi memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingya mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

” Kita selalu mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan operasi dilapangan,” sebutnya.

Kepada pelanggar diberikan sanksi berupa kerja sosiql membersihkan fasilitas umum di sekitar pasar. Pelanggar dalam menjalankan sanksi berupa kerja sosial menggunakan rombi bertuliskan. ” Saya pelanggar protokol kesehatan”.

Berdasarkan hasil wawancara tim terhadap pelanggar, sebagiam besar masyarakat tidak memakai masker dengan alasan lupa. Selain itu, masih ada diantara mereka yang beralasan tidak memakai masker karena mengganggu pernapasan.

Tim gabungan tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pengeras suara oleh tim Dinas Kominfo.

” Diharapkan operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” pungkasnya.***

Pessel

ASN Pessel Ucapkan Ikrar Netralitas Dalam Pilkada

Painan,- Guna meneguhkan netralitas dalam Pelaksanaan Pilkada tahun 2020, Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan pembacaan ikrar bersama bahwa akan selalu menjaga netralitas dalam Pilkada nanti.

Pembacaan ikrar itu dipimpin oleh asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan, Muskamal, dengan disaksikan Pjs Bupati Pessel, Mardi, saat apel gabungan di halaman kantor bupati setempat Senin (19/10).

Dalam ikrar tersebut ASN menyatakan empat poin yang menjadi tekad ASN dalam Pilkada, diantaranya, akan bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, tidak akan melaku ujaran kebencian, menyebarkan berita hoaks, serta menolak praktik politik uang.

Sementara itu, Pjs Bupati Pessel, Mardi, dalam arahannya mengatakan bahwa pembacaan ikrar netralitas pada pilkada serentak itu adalah dalam rangka pembinaan terhadap aparatur sipil negara agar bersikap jujur, bersih, dan disiplin dengan tidak memihak kepada satu pasangan calon pun.

“ASN harus sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat,” katanya.

Pjs bupati berharap kepada seluruh ASN dan juga wali nagari di Pemkab Pessel ini untuk tetap menjaga netralitas, solidaritas dalam menyikapi situasi politik saat ini,” ingatnya.

Dia juga mengatakan bahwa ikrar netralitas yang dibacakan itu merupakan janji kepada orang lain dan kepada Allah.

“Berdasarkan hal itu, maka jangan ingkari ikrar. Selain itu netralitas juga merupakan kewajiban ASN dan wali nagari. Termasuk juga instansi vertikal, ” jelas Mardi lagi.

Menjaga netralitas dan selalu mawas diri bagi ASN penting, karena segala tindak tanduk ASN selalu diawasi oleh Bawaslu dan pihak lain.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pembelaan terhadap ASN dan wali nagari yang terbukti ada pasal yang dilanggar dalam hal netralitas.

“Agar hal itu tidak sampai terjadi, maka secara tegas saya ingatkan agar jangan bermain api. Sebab jika berani bermain api, resikonya terbakar. Karena saya tidak akan membela bagi mereka yang berani bermain api tersebut. Ini juga diingatkan kepada semua staf di lingkungan masing-masing,” tutupnya.***

Pessel

Babayo Hendrajoni, 5 X WTP Pemkab Pesisir Selatan Dapat Penghargaan Dari Kemenkeu RI

Painan, PilarbangsaNews,Babayo Hendrajoni, 5 x Pemkab Pesisir Selatan selama kepemimpinannya memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan RI, atas keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kata babayo (berbahaya) itu merupakan istilah yang sering digunakan orang Batang Kapeh bila memuji orang yng berhasil melakukan sesuatu.

Atas keberhasialan itu Plakat dan Piagam WTP diserahkan Kementerian Keuangan melalui Kepala KPPN Painan, Lita Qadarina Hardian kepada Pjs Bupati Pesisir Selatan, Mardi ketika apel di halaman kantor bupati setempat, Senin (19/10).

Pjs Bupati menerima penghargaan tersebut didampingi Sekda Erizon, Kepala BPKD, Suhandri dan Inspektur Ahda Yanuar.

Kepala KPPN Painan, Lita Qadarina Hardian mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah berhasil meraih WTP 5 kali berturut-turut yaitu sejak tahun 2015.

“Oleh karena itu, Kementerian Keuangan RI memberikan apresiasi berupa Plakat dan Piagam WTP. Kita berharap prestasi itu tetap dipertahankan dan ditingkatkan kedepan,” pintanya.

Menurutnya, keberhasilan itu diraih berkat keseriusan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan beserta jajaran dalam pengelolaan keuangan sesuai regulasi yang ada.

Sementara Pjs Bupati Pesisir Selatan, Mardi, menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh perangkat daerah yang telah berhasil menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah daerah dengan baik, sehingga meraih WTP selama 5 kali berturut-turut.

Menurutnya, penghargaan itu merupakan kehormatan bagi Kabupaten Pesisir Selatan atas kerja keras seluruh perangkat daerah dan masyarakat serta pihak terkait lainnya.

“Semoga penghargaan ini dapat mendorong semangat dan kerja keras seluruh perangkat daerah serta masyarakat Pesisir Selatan dalam pencapaian opini WTP pada tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Ia menambahkan, ke depan diharapkan prestasi yang sudah baik agar semakin ditingkatkan sehingga Pesisir selatan tidak hanya dikenal dari sisi kekayaan objek wisatanya, namun juga dari berbagai raihan prestasinya,” ucapnya.

“Ya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berhasil meraih WTP 5 kali berturut-turut sejak 2015. Dimana, pemkab mengelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel dan sesuai aturan perundangan-undangan yang berlaku,” sebutnya.

Dikatakan, prestasi itu merupakan kebehasilan bersama yang didukung oleh seluruh staf. Kedepan kita berupaya mempertahankan prestasi tersebut, dan lebih ditingkatkan lagi,” harapnya.***

Pessel

Paslon 01 HJ/HMD disambut Antusias masyarakat Tapan dengan gembira

PainanPilarbangsaNews,– Calon Bupati Pesisir Selatan dan calon wakil bupati Pesisir Selatan yang berasal dari Tapan, tampaknya tak bisa mengklaim bahwa pemilih di kecamatan itu akan menjadi milik mereka berdua.

Paslon 01 HJ/HMD ternyata juga banyak pendukung dari kecamatan itu.

Minggu sing tadi Hendrajoni bersilaturahmi bersama masyarakat tapan Kecamatan BAB Tapan Kabupaten Pesisir selatan. Bupati sengaja datang ke sana.

Dalam kesempatan itu Hendrajoni berusaha mencari dukungan penuh dari warga disna.

Bupati bmenyampaikan berbagai macam pembangunan yang telah dilaksanakan di Kecamatan BAB Tapan .

Pembangunan itu salah satunya tentang pembangun Jembatan Penghubung Akses Warga Binjai, Pasar Tapan, kantor Perwakilan dan juga Rumah sakit Tapan yang sudah terealisasi,

H Hendarajoni juga menampung aspirasi masyarakat Kec. BAB Tapan tentang pembagunan Jalan-jalan Kabupaten yang belum di bangun dan permintaan Aspirasi lainnya

Insyaallah semua akan terwujud dan tentunya juga dengan pembangunan yang lain yang perlu kita lanjutkan.terang paslon 01 itu.

H Hendrajoni meminta doa dan restu masyarakat tapan juga pesisir selatan untuk berjuang bersama sama memenangkan Paslon 01 HJ/HMD.

Kita mengajak semua relawan dan masyarakat untuk bersatu padu, berjuang bersama sama. Sampaikanlah hal-hal positif dan kebaikan-kebaikan serta tampung aspirasi masyarakat. Bersama Hendrajoni-Hamdanus mari berSATU menjadikan Pesisir Selatan HEBAT. (LR)

Lisda Pessel

Hendrajoni Suka Nyawer, Tapi Dengan Orang yang Ada di Rumahnya, dia Pelit?

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, — Salah seorang pembenci Hendrajoni Dt Bandobasau pernah  menulis status di laman Facebooknya ; ”Ka urang iyo murah sawaran, bagi bagi duit, tapi ke pembantu sampilik kariang balipik.”

Jika anda tidak pernah dekat dengan keseharian pasangan Hendrajoni-Lisda, anda akan bulat-bulat melahap informasi tersebut.

Tapi bila anda sudah banyak mengenal keseharian pasangan ini pasti anda akan geram membaca setatus itu.

Dari 5 orang Bupati  Pesisir Selatan yang permah saya kenal, mulai dari Ismil I Lengah, Masdar Salsa, Darizal Basyir, Nasrul Abit dan sekarang Hendrajoni. Perwira Menengah Polisi terakhir dangan 2 bunga melati dibahu nya ini tak ada yang bisa manandinginya.

Kedua.., bupati Pessel yang tidak cekeh adalah Masdar Salsa, dia seorng TNI AD, mantan Dandim di Dumai. Kelahiran Padang Panjang.

Hendrajoni itu bukan saja di Pessel susah mencri bandingannya,   di  Sumbar pun belum ada yang bisa menyamai  suka memberi seperti dia itu . Mereka suami istri sama sama royal. Suka memberi orang – orang yang pantas dia beri.

Ambo kalau lah ado pitih, mako sanang hati  Iyo rasaki tu dibagi-bagi. Kok cekeh awak pasti sandek razaki. Tapi kok maluncu kalua a, mandarun tibo nyo mah, ” ucap pemilik 4 orang putra/putri ini.

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (43) ; Direktur RSUD Painan itu “Berlantas Angan” ..?

Menurut petahana Bupati Pessel ini, duit nan banyak tak kan dibawa mati. Kalau ada sering-seringlah berbagi. Hati akan sanang rezki akan silih berganti datangnya. Sakit pun akan jarang sakali tiba.

Pembaca ada yang nanya rupanya, Pak YY sudah dapat  berapa?

Jawabnya; Dah tak ingat lagi Pokoknya banyak dan sering. Kalau minta selalu di penuhi. Tak pernah bilang tidak

Walaupun begitu saya bukan tim sukses.

“Ayah enggak usah ikut kampanye. Biarlah yang lain aja. Kami hanya minta ke ayah dan ibu do’a nya dah lebih dari kampanye, ” ucap Lisda dan disambung oleh suaminya ; “ya…, ya.. Ayah di rumh ajalah, do’a ayah sama ibu lebih dari cukup.

Ucapan Lisda itu telah dia buktikan, ketika pemilu legislatif yang lalu, Lisda Hendrajoni tak banyak mendapat suara di TPS saya memilih.

Tapi dia tak pernah mengumpat sedikit pun. Kenapa? Itu tandanya hubungn ini bukan hanya hubungan sosial tapi telah terjalin hubungan emosional.

TESTIMONI

Tya Deswita adalah salah seorang staf Rumah Tangga di Rumah Dinas Bupati Pessel.
Diakun fbnya tya menulis

Hampir 5 Tahun Bekerja Disini…
Rumah dinas ini menjadi saksi, bahwa kami diperlakukan layaknya keluarga.. Layaknya anak kandung..

Sosok Bunda Lisda yang memberi perhatian seperti ibu kandung dan Bapak Hendrajoni yang juga selalu memastikan kami terlindungi layaknya Bapak kandung.

Hampir 5 Tahun bekerja disini..
Ruangan ini menjadi saksi, betapa beliau mendidik kami, seperti ayah dan ibu mengajar anaknya..

Rasa Rindu pun melintas, teringat pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini..
Awalnya terbayang beratnya tugas dibawah tekanan bekerja dirumah Kepala Daerah..
Namun ternyata semua bertolak belakang dari pemikiran..
Kasih sayang dan cinta keluarga kami dapatkan disini..

Insha Allah kita semua kembali berkumpul dirumah ini.. Rumah yang penuh cinta dan kasih sayang dari Bunda Lisda dan Bapak Hendrajoni..

#satuperiodelagi
#lanjutkan



Pessel

Langgar Perda No 06 tentang AKB di Pasar Sago IV Jurai;
53 orang Tak Pakai Masker Terjaring Razia

Painan,- Tim gabungan penegakan hukum Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat, Nomor 06 tahun 2020 tentang tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, Kabupaten Pesisir Selatan, melakukan operasi Yustisi di Pasar Sago Kecamatan IV Jurai, Minggu (18/10).

Operasi tim gabungan dipimpin langsung Pjs Bupati Pesisir Selatan, Drs. Mardi, MM terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Kominfo, Humas, Kodim, Kepolisian, Pos Denpom dan unsur terkait lainnya.

Pjs Bupati Pesisir Selatan, Drs. Mardi, MM, saat melepas tim gabungan di halaman Posko Satgas Covid 19, berpesan agar operasi dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis, intinya operasi memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingya mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

” Utamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan operasi dilapangan,” pesan pjs Bupati Mardi.

Kata Pjs bupati, tolok ukur keberhasilan operasi tidak hanya banyaknya pelanggar yang terjaring, namun yang penting sejauhmana meningkat tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

Sementara itu, Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Dailipal, selaku Sekretaris Satgas Penanganan Covid 19 menyampaikan, dari pelaksanaan operasi berhasil terjaring pelanggar protokol kesehatan khususnya tidak memakai masker, sebanyak 53 orang.

Dikatakan, kepada pelanggar diberikan sanksi berupa kerja bakti membersihkan fasilitas umum di sekitar pasar. Pelanggar dalam menjalankan sanksi berupa kerja bakti menggunakan rombi bertuliskan. ” Saya pelanggar protokol kesehatan”.

Berdasarkan hasil wawancara tim terhadap pelanggar, sebagiam besar masyarakat tidak memakai masker dengan alasan lupa. Selain itu, masih ada diantara mereka yang beralasan tidak memakai masker karena mengganggu pernapasan.

Tim gabungan tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pengeras suara oleh tim Dinas Kominfo.

” Diharapkan operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” pungkasnya.***

Pessel

Kadis Kominfo Pessel; Pembangunan Menara Telkomsel di Nagari GMS Surantih Dikebut

Painan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Pesisir Selatan, Junaidi, S.Kom, M.E, mengemukakan, harapan masyarakat Ampalu Nagari Gantiang Mudiak Selatan (GMS) Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk mendapatkan sinyal HP Selular dan layanan internet, kian nyata.

” Insyaalah minggu ini perangkat BTS Combat tersebut segera dipasangkan di lokasi yang telah direncanakan,” kata Junaidi, Sabtu (17/10) di Painan.
Dikatakan, perangkat utama pembangunan menara telekomunikasi BTS (Base Tranceiver Station), yaitu compact mobile base station (Combat) sudah sampai di lokasi Nagari GMS Surantih semenjak Jumat (16/10) kemaren.

Selain itu, terangnya, pemasangan listrik layanan khusus atau multiguna dengan daya 7.700 VA untuk menunjang operasional combat juga sudah dimulai dikerjakan.

“Diharapkan sebelum Desember semuanya sudah selesai dan signal hp menyala di Ampalu dan sekitarnya,” tuturnya optimis.

Ditambah, bersamaan dengan pembangunan tower, pekerjaan instalasi pasangan kabel Fiber Optik sekitar 14,7 km oleh PT. Telkom Sumbar, minggu ini juga sudah dimulai.

Disamping akses sinyal selular dan Internet juga ada indihome area Simpang Pasar Surantih sampai dengan Ampalu Kayu Aro.

Sebagaimana diketahui, pembangunan tower BTS dimulai akhir September lalu, hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Pessel, Hendarajoni, Selasa (22/9/2020).

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pessel, Junaidi, Camat Sutera, Fakhruddin, Wali Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantiah, Syawal, serta para pejabat eselon II dan III lainnya. Dari Telkomsel Manager Network Cervice,Telkomsel Sumatra Tengah (Sumteng), Andi Oktarian, serta Suwito, ST, Manajer Teknik PT. Telkomunikasi wil Sumbar.

Pembangunan menara telkomsel (BTS) dilakukan guna menjawab permintaan masyarakat Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantih sudah lama mengharapkan kebutuhan telekomunikasi via HP selular.

Harapan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan mengirimkan usulan permintaan bantuan menara telekomunikasi atau BTS (Base Tranceiver Station) ke Kementrian Kominfo RI dan PT. Telkomsel.

Hendrajoni mengatakan, pembangunan BTS tersebut merupakan respons dia terhadap keluhan masyarakat di beberapa kampung dan nagari yang blank spot.

“Tujuan pembangunan BTS ini jelas agar masyarakat di nagari ini tidak lagi terisolasi dari jaringan internet dan sinyal handphone,” ungkapnya.

Wali Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantiah, Syawal, dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih karena telah memfasilitasi berdirinya BTS di nagari itu.

“Melalui BTS ini, maka masyarakat tidak lagi terisolasi dari jaringan telekomunikasi.” ****