Menampilkan: 11 - 20 dari 1.134 HASIL
Pessel

Pemkab Pessel Sosialisasikan Perda 06 tahun 2020 kepada Wali Nagari dan Kepala Sekolah

Painan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melalui Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid 19 daerah setempat, melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pencendalian Corona Virus Disease 2019, kepada sejumlah pemangku kepentingan, selama dua hari Kamis dan Jumat (15-16/10) di Painan.

Sekretaris Satgas penanganan Covid 19, Dailipal, S.Sos, M.Si, dalam laporannya mengemukakan, bertindak sebagai narasumber, pada kegiatan tersebut, Pjs bupati, dengan tema ketentuan berkaitan dengan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Dandim 0311 dan Kapolres Pesisir Selatan, menyampaikan perannya dalam penegakkan Perda 06 tahun 2020.

Dikatakan, sosialisasi disampaikan kepada seluruh kepala madrasyah negeri dan swasta serta penyuluh agama, dilaksanakan Kamis (15/10) di Painan Convention Centre ( PCC).Sedangkan, pada hari ini Jumat (16/10) dilakukan dua tahap, tahap pertama, dilaksanakan pukul 9.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB diikuti oleh seluruh wali nagari, kemudian pada siang hari sosialisasi diberikan kepada kepala SMP, SMA dan SMK serta koodinator pendidikan SD tingkat kecamatan.

Dalam pemaparannya, pjs Bupati Mardi, menekankan, pentingnya penerapan protokol kesehatan penanganan covid 19, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam beraktifitas.

Lebih lanjut disampaikan, sesuai pasal 101, setiap yang tidak memakai masker dikenakan sanksi administrasi mulai dari teguran lisam hingga denda Rp 100 ribu, jika pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali dapat dipidana kurungan dua hari atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Selain mencantumkan sanksi bagi perorangan, Perda 06 juga memberikan sanksi kepada penanggungjawab kegiatan/ usaha yang melanggar kewajiban penerapan protokol kesehatan.

” Penanggungjawab kegiatan/usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan diberi sanksi administrasi mulai teguran lisan sampai denda administrasi Rp 500 ribu dan sanksi pidana kurungan satu bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Pjs Bupati Mardi mengharapkan agar Walinagari, kepala sekolah, serta penyuluh agama maksimal menyosialisasikan Perda ini agar semua masyarakat mengetahui dan dapat melaksanakan protokol kesehatan terutama selalu memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.

Dalam acara tersebut hadir Dandim 0311 yang diwakili Danramil Kec. IV Jurai, Kapten Arh. Hengki Gustian, Kapolres Pessel diwakili Kasat Reskrim Allan Budi Kusuma, Asisten I Muskamal, Kasat Pol PP Dailipal dan sejumlah kepala Perangkat Daerah.***

Pessel

Ondeh Mandeh…, Kadis Perkim Pessel Itu Enggan Kasih Info ke PilarbangsaNews?

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, — Ondeh mandeh…., kenapa ya bapak Ka Dinas Perkim (Perumahan dan Pemukiman) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Mukhridal Idang ini, seperti enggan memberikan keterangan kepada Redaktur Pelaksana PilarbangsaNews.

“Kemaren  beliau saya SMS,  alhmdllh dibalas. Tapi karena Informasi belum lengkap masih sepotong sepotong, saya SMS lagi. Lama tak dibalas, kemudian saya coba miscall, ” kata Redpel Yuharzi Yunus.

Menurut Yuharzi,  setelah di miscall baru  dibalas, “maaf Pak saya lagi rapat, ” jawabnya singkat lewat SMS whatsapp.

“Ow…., lanjut…., maaf Pak, ” kata Yuharzi

Besoknya tangal 14 diulang lagi kirim SMS, tak dibalas. Habis magrib Redpel kami mencoba menghubungi telpon seluler.


Ternyata diangkat oleh seseorang bersuara wanita
“Assalamualaikum buk, ini nomor Pak Idang?, ” Ucap Redpel.

“Alaikumsalam……., iya Pak, dan saya istrinya,” jawab wanita itu sangat ramah.

“Bapak Idang ada buk?’ Redpel kami bertanya.

” Bapak lagi mengaji Pak, ” jawab istrinya.

Karena merasa telah mengganggu sang kadis beribadah. Redpel kami minta maaf. Dan berharap kalau sudah selesai mengaji ia minta di hubungi.

Semalam rupanya masih belum terbuka pintu hati sang kadis yang ganteng ini untuk memberikan informasi akurat pada Redpel PilarbangsaNews.com. siang ini sekitar pukul 11;40 dicoba melalui SMS  menghubungi Pak Idang sekali lagi. SMS belum juga dibalas.

Kami ingin mendapatkan informasi kapan Rusunawa Painan itu dibangun, berapa besar dananya. Kemudian sekarang dipakai oleh Tim  Penanganan Medik Covid-19, disewa atau gratis. Dan samping itu mungkin ada beberapa hal menyangkut teknis yang perlu kami tanyakan.

Dari sekian pertanyaan yang terjawab oleh kadis soal Gedung Rusunawa saat ini dipakai untuk tempat isolasi Covid 19 secara gratis.  Dana dari kementerian PUPR. Berapa dananya tidak ingat .

Kita dapat memaklumi ya enggk mungkin bisa hapal jumlah dana digunakan untuk Rusunawa Painan. Makanya kami ulang lagi mengirim SMS dan nelp kadis Perkim malam dan besoknya.

Kita ingin minta tambahan informasi, Tapi disaat kita minta tambahan seolah olah Pak Idang agak enggan memberikan informasi.

Yuharzi Yunus sendiri pernah menginap di Rusunawa itu 18 hari. Dia diisolasi lantaran terpapar Covid 19.

Kenapa Mukhridal Idang seperti agak enggan untuk memberikan informasi kepada Redpel kami.

Apakah tuan kadis kurang berkenan di ekspose kegiatan maupun proyek pembangunan yang menjadi tanggung jawabnya ke publik.

Mudah-mudahan saja alasannya hanya benar-benar karena sibuk rapat. Dan kami kedepan mendapat informasi yang akurat dari pemegang Otoritas.

Akhirnya Redpel mengurung kan niatnya untuk menghubungi Kadis Pesisir Selatan yang satu ini. Toh sulitnya minta ampun. “Tadi saja saya telah bel 2 kali lewat seluler dan 2 kali pakai telp whatsapp ” kata Yuharzi

Syukur-syukur jadi begitu. Kalau tidak ya kita tak kan kecewa, maklum beliau ini konon adik ipar dari salah seorang menteri. Wajar beliau sedikit merasa punya antibodi (imun) dalam berkarir sebagai seorang kadis. Tapi mudah-mudah tidak begitu sifat dari tuan kadis yang satu ini. (ist )

Lisda

Dia Bukan Kaleng-kalengan

Oleh ; YY

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, +++

Ada yang menyindir mengatakan dia sebagai Doyok, ada yang mengatakan sebagai tukang sawer. Berbagai label yang buruk dan busuk mereka unjukkan oleh pembenci Hendrajoni lewat akun Facebook.

Si pembenci itu berharap bully-an itu bisa terbaca oleh yang bersangkutan.
Dan ternyata upaya menjatuhkan mental Hendrajoni tak berhasil sebagai mana diharapkan, karena tak
satupun yang direspon oleh mak Datuak Bandobasau ini.

Dibilang tak punya FB ada. Namanya bisa dicari di jejaring sosial Facebook. Tapi itu hanya sekedar namnya saja, yang menjalankan bukanlah Hendrajoni.

Dia tak membaca ocehan serta hinaan yang dinarasikan oleh pembencinya lewat jejaring sosial itu.

Sebab dia tak tak pandai buka – buka Facebook seperti kita kita ini, yang selalu eksis di jejaring sosial. Tanpa mau berhenti sekejap pun.

Kini anda sebut Hendrajoni Mirip dengan Doyok. Kalau benar kanapa dengan doyok? Apakah tampang doyok jelek? Menurut saya Doyok cukup ganteng sebagai seorng komidian.

Terus apakah Hendrajoni tidak ganteng. Kalau bukan seorang lelaki yang terbilang ganteng mana mungkin Lisda Rhawda mau dilamar jadi istrinya.

Lisda Rhawda mantan kru pesawat Garuda itu masa gadis pastilah lebih syantik dari sekarang. Sekarang saja bunga Lisda cantik apalagi dulu.

Kemudian ada pula yang mengatakan dia tukang sawer. sering bagi duit disaat ada biduanita lokal menyanyi lagu yang bikin orang ingin bergoyang. Hendrajoni sedang berada disana. Lantas kemudian Hendrajoni mencabut dompet dalam sakunya, dan membagi-bagi uang kepada warga yang ada disana. Aksinya seperti itu anda sebut dia raja sawer?

Terserah anda saja lah untuk bicara sepuas isi perut anda.

Saya  hanya ingin mengatakan anda yang menyerang Hendrajoni sebenarnya telah menyerah kalah dan yakin junjungannya tak mampu memenangkan pertandingan ini nantinya.

Dalam politik kan begitu mainya, jika sudah tak mampu melawan, serang pribadinya.

Saya tertarik dengan status Facebook Fadel Havana yang dia unggah pada Hari Senin kemaren. Berikut ini narasinya;

Bukan Kaleng-kaleng

Saya ingin menulis tentang Hendra Joni murni dari sisi profesionalitas. Dalam hal ini, tak bisa dipungkiri beliau kompeten dan punya integritas, pembangunan merata. Infrastruktur dibuka di setiap pelosok

Tapi di balik dua karakter itu, HJ punya kelebihan lain yaitu nyali. Nyali rajawali, yang selalu siap mendobrak ketidakberesan di sekitarnya, siapapun itu. Dalam konteks inilah saya melihat kenapa beliau layak di percaya 1 periode lagi

Nampaknya semua faktor itu memang sudah jadi semacam “Paket” kepribadiannya : integritas, kompetensi, nyali, blak-blakan. Dia tetap menjadi buldoser, seperti dulu. Tak ada yang berubah.

Pessel

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (35); Kabag Keuangan Pemkab Pessel Weldi S.Sos MM Mirip Amdemar

Batang Kapeh, PilarbangsaNews, ++
Pagi itu Sabtu tanggal 10/10/2020, lelaki yang berkacamata plus-minus sadang duduk-duduk di kursi teras  Rusunawa Painan. Dia tidak sendiri duduk disana, ada beberapa orang pasien. Mereka duduk disitu karena kegiatan rutin senam berjemur untuk meningkatkan imum tubuh akan dimulai bagi warga Rusunawa.

Saya baru turun dari  lantai 2 Rusunawa kamar hunian saya. Kerana nampak beliau yang berkacamata plus-minus ini sabagai orang baru, saya sapa dia.

“Apak baru masuk yo,”  ucap saya kepadanya.

“Iyo pak, kemaren saya masuk, ” dia menjawab.

“Dima tingga,” tanya saya yang bocat kali (nyinyir sekali) bertanya, suka nyosor orang dengan berbagai pertanyaan. Apalagi kalau orang baru.

Ambo tingga lai dakek siko pak, di Painan Timur, ” katanya.

Tiga hari kemudian saya ngobrol lagi dengan lelaki berkacamata plus-minus ini. Ngobrol sekitar informasi kemajuan penyakit kami.

“Apak sudah berapa kali Swab?, ” tanya saya.

“Balum ada lagi  salama jadi warga Rusunawa, ” ujarnya.

“Sudah berapa hari bapak disini?”

” Sudah 3 hari, pak, ” jawabnya.

“Nama bapak siapa? ” Saya bertanya.

“Weldi, ” jawabnya singkat.

“Kerja?”

“Di kantor bupati, “

” Apak nan Kabag Keuangan itu? ” kata saya.

“Iya dimana bapak tahu, ” dia bertanya.

“Kemaren saya, telp sama Kabag Humas, Rinaldi, dia menyebutkan dirinya baru di Swab tadi, karena dia salah satu orang yang kontak dengan bapak, ” saya menjelaskan.

“O yo pak, ” katanya.

Tadiny saya tak menyangka sedikitpun orang yang dihadapan say ini adalah sorang Kabag di Kantor Bupati Pesisir Selatan. Soalnya dari performanya, dia sangat bersahaja. Saya manyangka pak Kabag adalah seorang Andemar.

Pembaca tahu apa itu Andemar?

Andemar adalah satu dari sakian profesi yang ditekuni kaum lelaki di kampung saya semasa saya kecil dulu. Di kampung di Batang Kapeh mayoritas penduduknya 95 % petani . 5 % campur-campur ada polisi, TNI AD , Guru SD dan SMP dan pegawai kantor camat KUA, pos serta Kantor Dinas Pendidikan. Segitu baru Kantor yang ada pada masa itu.

Dan Andemar itu paling banyak 2, sampai 3 orang. Dia adalah bos yang malepas anak arit mencari kayu untuk bangunan rumah. Kalau sekarang sama dengan bos Chainshow (mesin sinso).

Wah keterlaluan saya mengatakan pak Kabag mirip Andemar. Tukang rambah hutan (pembabatan hutan).

Jangan buru buru kasih komen miring coy. Andemar itu enggak sama dengan  bos Chainshow. Bos Chainshow perusak hutan jadi gundul akibatnya. Sebab mampu menebang hutan puluhan batang kayu dalam sehari.

Sementara Andemar melepas orang ke Rimba, mengunakan alat arit menebang kayu.

Alat arit ini hanya mampu menebang kayu paling satu batang dalam sahari. Setelah kayu ditebang olah anak arit dijadikan kayu dengan berbagai jenis ukuran menggunakan alat arit. Baru bisa siap setelah berbulan-bulan lamanya.

Jika sejak dulu pemerintah kita tak mengizinkan praktek chainshow ini, mungkin hutan masih lebat untuk diwariskan ke anak cucu.

Kembali cerita kita ke Rusunawa yang saya tinggalkan kemarin.

Tadi saya teringat dengan teman teman disana. Diantara ingat dengan pak Kabag Waldi S.Sos MM yang berperforma Andemar itu.

“Siapa ini,” katanya bertanya saat kami video call.

”Nde…. Lupa pak Kabag pada saya, baru sehari saya meninggalkan Rusunawa Painan, ” kata saya.

” Pak YY yo.., pak YY tak bicara sama ambo pulang. hanap hanap saja, ” kata ayah memiliki 2 anak yang kini mangaku telah memiliki seorang cucu.

”Maaf lupo ambo dek kagadangan hati  bersua kembali dengan urang rumah, ” jawab saya dibalas oleh pak Kabag dengan tertawa lepas.

Tadi saya bertanya kepada pak Kabag, bagai mana kisah ketika dia dimasuki tamu tak diundang si Covid-19.

Pada waktu itu hari Sabtu , pak Weldi ini mau ke Padang, ada sesuatu keperluan. Tapi gahai karana merasa badan kurang fit.

Pada hari Seninnya mulai penciuman terasa kurang. Selasa, Rabu hilang total, hari Kamis nafsu makan turun drastis. Pada hari kamis itu diambil Swab, ternyata hasilnya terkonfirmasi positif. Pada  hari Sabtu tanggal 10/10/2020 pak Weldi di isolasi jadi warga baru Rusunawa Painan.

Okey pak Kabag, do’a ambo terkirim agar pak Kabag lekas sembuh. Aamiin YRA.

“Terimakasih pak YY, kalau ambo sembuh ambo cari pak YY di Batang Kapeh itu. Kito moata lamak,”  ucapnya  seraya memutuskan hubungan video call kami.

Catatan; foto diatas adalah foto pak kabag, rambut hitam, itu foto PP whatsapp, rambut baru di cat. Aslinya sekarang 60% telah memutih.

Bersambung….

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (34C) ; Dr Andani Eka Putra Ingin Ada Nagari Tageh

Pessel

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (30) ; Senam dan Berjemur 2 x Sahari

Alah bisa kerena biasa. Sebuah pribahasa yang bermakna perbuatan yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi; kalah kepandaian oleh latihan.

Ini berlaku bagi warga Rusunawa, yang biasanya tak pandai joget salama di Rusunawa jadi Pandai. Yang biasa malu bergoyang selama di Rusunawa hilang malunya.

Saya punya nyonya besar itu, orangnya sangat pemalu.

Tulisan saya ini sering dia katakan  “sagalo nan ka dimasukkan dek uda ko, malu aku mah,” katanya agak kesal kalau ada tulisan saya yang dia anggap bisa bikin malu dirinya.

Sudahlah ndak apa apa itu,” saya mencoba menetralisir rasa malunya.

Iyo namua uda, sadonya nan ka dimasukkan nyo, ” jawab masih ada sedikit rasa kesalnya.

Kalau sudah begitu saya diamin saja lagi. Dia pun akhirnya tak lagi berkicau bak Murai kesiangan. Ada yang tahu dengan  Murai? Kalau usianya 15 tahun kebawah mungkin sudah tidak tahu dengan burung ini. Satwa yang satu ini sudah menjadi satwa langka. Sekitar 15 tahun lalu di Batang Kapeh, burung Murai banyak beterbangan dari pohon ke pohon.

Pagi pagi subuh murai telah berkicau  sahut menyahut dengan kokok ayam sarta kicauan burung lainya.

Tapi sakarang kicauan Murai yang berbulu hitam dan putih dibagian sayapnya itu sudah tidak terdengar lagi. Burung Murai benar benar jadi satwa langka.

            oooOooo

Kembali kepada Rusunawa Painan, dua kali sehari kami senam dan berjemur.

Kenapa harus berjemur?

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berjemur badan di pagi hari, sebelum melakukan aktivitas yang lainnya. Apalagi, saat wabah virus corona baru saat ini, makin banyak orang yang melakoni kegiatan itu.

Soalnya, berjemur dan mendapatkan cahaya matahari pagi dipercaya membawa banyak manfaat bagi tubuh termasuk menambah imunitas. Itulah yang orang cari di tengah wabah virus corona.

Biasanya, banyak orang mulai keluar rumah dan berjemur pada jam tujuh pagi atau sebelum dan setelahnya, dengan pertimbangan sinar yang ada belum terlalu terik sehingga tidak menyengat di kulit. 

Namun, ternyata itu adalah waktu yang kurang tepat untuk berjemur. Pemahaman yang keliru ini justru disebut tidak akan banyak mendatangkan manfaat yang orang cari, sebaliknya risiko gangguan kesehatan malah bisa didapat. 

Dikutip dari media online KONTAN.CO.ID 
Ahli gizi komunitas dr. Tan Shot Yen mengungkapkan hal tersebut melalui sebuah video di akun YouTube-nya.

Menurut dia, waktu yang tepat untuk menjemur badan di bawah sinar matahari adalah sekitar pukul 10.00, bukan lebih pagi dari itu. 

“Yang kita butuhkan sebetulnya adalah ultraviolet B. Ultraviolet B ini gelombangnya lebih pendek. Itu sebabnya, kita harus tunggu sedikit mataharinya naik. Jadi, kita di khatulistiwa, jam 10 sudah ada. Itu adalah alasan kita jemurnya jam 10.00,” kata Tan.

Menurut Tan, dalam berjemur juga tidak perlu berlama-lama, cukup selama 15-20 menit, mengingat sinar matahari juga sudah cukup panas. Semakin banyak permukaan kulit yang terpapar sinar matahari di waktu ini, disebut Tan semakin baik pula hasilnnya. 

Untuk itu, Tan mengimbau, bagi perempuan yang mengenakan jilbab atau kerudung, jika ingin berjemur matahari sebaiknya dilakukan di rumah agar ultraviolet B yang mereka cari dapat secara langsung mengenai permukaan kulit. 

             oooOooo
  
Kembali kepada peribahasa, Alah bisa kerena biasa.

Si bebeb yang salama ini malu berjoget didepan orang, kini dia tak malu lagi. Karena dia harus berjoget untuk mengeluarkan keringatnya sambil berjemur meningkatkan imunitas tubuh yang merupakan salah satu program yang dilakukan Rumah Sakit dalam menangani Covid-19.

Bersambung….

Baca juga;

Catatan ringan dari Rusunawa Painan (29) ; Saya Dapat Anak, Mereka 2 orang Suster

Pessel

BERHIKMAH DI ANGKA 10,10,10
(Oleh: Hadi Susilo)

Pengantar:
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Hadi Susilo, SSTP, M.Si, Sabtu (10/10) dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19. Pada hari pertama menjalami status pasien covid 19, menuliskan pengalamannya semenjak dirinya mulai ada gejala hingga pelaksanaan swab. Sebagai informasi dan pelajaran bagi masyarakat tulisannya baik untuk dibaca.

Penantian dan tanda tanya terjawab sudah Sabtu, tanggal 10 bulan 10 pukul 10, angka cantik bagi Pasien 301 Pesisir Selatan. Dalam rilis berita juru bicara Satgas Covid 19 disebutkan inisial sebagai HS seorang ASN Dinas Pariwisata dinyatakan positif Covid bersama 25 pasien baru lainnya (humas pessel). Tak lain inisial HS adalah saya Hadi Susilo.

Berawal dari niat untuk lebih mawas diri dan menjaga yang lainnya, inisiatif untuk tes swab saya lakukan pada Selasa 6-10-20 di rumah sakit layanan Covid-19 kebanggaan kita RSUD Dr. M Zein Painan.

Langkah ini bukan tanpa alasan, demam dan denyut sakit kepala yang dirasakan sejak 26 September 2020 yang tak kunjung pulih hingga tes swab itu diambil, memberi sinyal seakan yang terasa bukanlah demam biasa, karena selain tak pernah demam dengan durasi waktu yang cukup panjang, demam ini disertai sakit kepala yang juga tak seperti biasa.

Alhamdulillah, pada saat keinginan tes swab ini muncul, teman teman tenaga medis di RSUD juga sedang melakukan layanan, praktis saja saya tanpa ragu langsung tancap gas, ditemani (dia) si pendamping setia.

Dihari kedua dan ketiga pasca pengambilan spesimen, hasil belum diketahui. Konon biasanya, bila hasil swab keluar rada terlambat, maka hasil negatif akan muncul dalam rilis. Setidaknya anggapan itu untuk menghibur diri dan memotivasi agar selalu optimistis dan tetap imun..hmm.

Tepat tanggal 10, bulan 10, pukul 10 adalah angka cantik sebagai waktu yang tepat ditentukan sang khaliq untuk saya mendapat kabar bahwa hasil tes swab adalah POSITIF. Kabar lewat komunikasi telepon dari salah satu dokter rumah sakit, yang juga adalah teman. Observasi telemedic pun dilakukan dengan sejumlah pertanyaan seputar gejala yang dirasakan. Alhamdulillah saya diminta untuk isolasi mandiri dengan status tanpa gejala.

Sampai titik ini, makin menguatkan saya bahwa memang Covid sudah berdampingan dengan kita. Tak berlebihan pula bila Menkes memberi asumsi banyak kita terpapar Covid meski tampak sehat. Ini adalah alasan kita butuh masker, butuh menjaga jarak dan butuh selalu mencuci tangan. Untuk apa ? Adalah untuk sesama menjaga.

Setelah ini, sesuai protap penanganan Covid, maka tes swab akan kami lanjutkan dengan mengajak keluarga yang kontak erat, semoga semua akan diberikan ketetapan yang terbaik nantinya oleh Allah SWT. Aamiin..

Dari riwayat klinis yang saya alami, saya mencoba mendiagnosa sendiri. Kemungkinan saya terpapar Covid-19 adalah 3 hari sebelum saya rasakan demam. Tepat pada tanggal 23 September 2020. Artinya sampai hari ini (di angka cantik itu), Covid sudah bertengger di badan diri selama tujuh belas hari. Semoga Covid ini segera berlalu dan takdir ini menjadi proses vaksinasi alamiah yang diskenariokan Allah untuk dijalani dengan ikhlas dan sabar..

Semoga ini segera berakhir dan kita semua selalu dalam lindungaNya..
Aamiin Allahunma Aamiin.. 🙏🙏

Wassalam
Pasien 301

Pessel

Kapolres Pessel Barharap Unras Mahasiswa Besok di Daerahnya Berlangsung Aman

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews, — Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Sri Wibowo mengatakan, dia akan  berusaha semaksimal mungkin mengawal unjuk rasa mahasiswa terkiat omnibus law yang menurut rencananya akan  berlangsung Senin besok (12/10/2020).

“Kita berharap unjuk rasa itu berlangsung aman  adem dan tertib, ” kata Kapolres Sri Wibowo menjawab PilarbangsaNews lewat pesan whatsapp, pagi tadi minggu (11/10/2020).

Namun demikian hingga sekarang Polres pessel belum menerima surat pemberitahuan penyampaian pendapat dimuka umum dari pihak adik adik aliansi.

Saya yakin adik adik aliansi Mahasiswa, akan memberitahukan lebih dahulu kepada pihak berwajib kapan dan dimana seru berapa jumlah peserta demo sekaligus siapa Penanggung jawabnya

“Kita berharap setiap kegiatan aksi agar diberitahukan ke kami secara tertulis untuk mempermudah pengamanan semua pihak serta pedomani protokol kesehatan karena Pessel sudah masuk zona Merah penyebaran wabah pandemi covid -19

Menurut  AKBP Sri wibowo yang baru menjabat 1,5 bulan sebagai Kapolres Pesisir Selatan ini melakukan unjuk rasa adalah hak bagi warga negara dalam menyampaikan pendapat.

Kita barharap salama unjuk rasa  jagan ada aset pemerintah yng rusak akibat tindakan  anarkhis.

‘Kita tak ingin  wilayah kita yang damai dan nyaman seperti sekarang ini  dan yang terkenal dengan sebutan  kabupaten sejuta pesona, ada aksi anarkis dalam unjuk rasa besok, ” Ucapnya.

Dan adik adik mahasiswa itu adalah asset bangsa yang juga harus mendapatkan perlindungan keamanan selama unras berlangsung.

Dalam penanganan unras, lanjut AKBP Sri Wibowo, pihaknya akan lebih fokus pada pengamanan dan antisipasi aksi unras di wilayah pessel serta menjaga adek adek aliansi mahasiswa dari upaya provokasi dan Aksi anarkis, tidak ada aksi unras anarkhis di wilayah pessel,” Demikian Kapolres Pesisir Selatan. (****)

Pessel

Pessel Dinilai Tim Lomba Peduli Wisata Award Sumbar

Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terpilih sebagai salah satu daerah nominasi Peduli Wisata Award (PWA) Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020. Untuk penilaian tahap berikutnya, tim penilai Peduli Wisata Award tingkat Sumatera Barat, kunjungi daerah setempat, Jumat (9/10).

Tim penilai yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ansofino, M.Si, akademisi dari STKIP PGRI Sumbar, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Novrial, bersama anggota tim penilai diterima Pjs Bupati Pessel Mardi di ruang rapat bupati.

Pjs Bupati Mardi, didampingi Sekda Erizon, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo, serta sejumlah kepala perangkat daerah setempat.

Di hadapan tim penilai, Pjs bupati, mengemukakan, pariwisata merupakan salah satu sektor  yang didorong untuk menggerakan ekonomi di masa pandemi.

Hal tersebut dilakukan dengan melahirkan beberapa kebijakan diantaranya membebaskan biaya masuk bagi wisatawan di objek wisata Pessel dan melakukan pembinaan terhadap pengelola home stay terhadap penerapan protokol kesehatan penanganan covid 19.

” Kita terus mendorong agar pariwisata Pessel terus bergerak untuk menopang ekonomi masyarakat di masa pandemi covid 19,” kata Mardi.

Dalam kesempatan itu, Mardi, berharap  kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan OPD terkait agar memberikan informasi dan dokumen yang lengkap agar dapat mengantarkan Pessel sebagai juara pada PWA tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Novrial, mengemukakan, penilaian PWA tahun ini berbeda dari sebelumnya, hal tersebut disebabkan karena saat sedang dilanda pandemi covid 19.

Perubahan sistem penilaian tersebut diantaranya, penyerahan dokumen pendukung dilakukan melalui aplikasi. Sedangkan objek yang dinilai adalah kegiatan yang dilakukan selama tahun 2018 dan tahun 2019.

” Karena pandemi kegiatan tahun 2020 tidak termasuk bagian yang dinilai,” kata Novrial.

Ketua tim penilai, Prof. Dr. Ansofino, menjelaskan, penilaian PWA di Pesisir Selatan, akan dilaksanakan selama dua hari, (Jumat dan Sabtu) yang meliputi diantarabya,  klarifikasi dan peninjauan lapangan.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai nominasi kabupaten penerima Peduli Wisata Award tahun 2020.

Tim penilai berjumlah enam orang yang berasal dari akademisi, UNP, Unand dan STKIP PGRI Sumbar, serta pegiat pariwisata.***

Pessel

Pjs Bupati Pessel Mardi, Kedatangan Tim Penilai Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Tk Sumbar

Rusunawa Painan PilarbangsaNews, — Tim Penilaian Pemeringkatan Keterbukaan Informasi tingkat Provinsi Sumatera Barat, tahap visitasi lima besar malaksanakan penilaian di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis dan Jum’at (9-10/2020).

Tim Penilai dipimpin Noval Wiska Ketua KI Prov Sumbar, bersama anggotanya, diterima Pjs Bupati Pesisir Selatan, Drs. Mardi, MM, Jumat (10/10 di ruang kerja bupato. Sementara Pjs bupati didampingi Sekda Erizon dan Kepala Dinas Kominfo Pesisir Selatan, Junaidi.

Sebaimana diketahui Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan salah satu daerah menjadi dominasi kabupaten keterbukaan informasi di Sumatera Barat.***

Pessel Dinilai Tim Lomba PWA Sumbar

Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terpilih sebagai salah satu daerah nominasi Peduli Wisata Award (PWA) Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2020. Untuk penilaian tahap berikutnya, tim penilai Peduli Wisata Award tingkat Sumatera Barat, kunjungi daerah setempat, Jumat (10/10).

Tim penilai yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ansofino, M.Si, akademisi dari STKIP PGRI Sumbar, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Novrial, bersama anggota tim penilai diterima Pjs Bupati Pessel Mardi di ruang rapat bupati.

Pjs Bupati Mardi, didampingi Sekda Erizon, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo, serta sejumlah kepala perangkat daerah setempat.

Di hadapan tim penilai, Pjs bupati, mengemukakan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang didorong untuk menggerakan ekonomi di masa pandemi.

Hal tersebut dilakukan dengan melahirkan beberapa kebijakan diantaranya membebaskan biaya masuk bagi wisatawan di objek wisata Pessel dan melakukan pembinaan terhadap pengelola home stay terhadap penerapan protokol kesehatan penanganan covid 19.

” Kita terus mendorong agar pariwisata Pessel terus bergerak untuk menopang ekonomi masyarakat di masa pandemi covid 19,” kata Mardi.

Dalam kesempatan itu, Mardi, berharap kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan OPD terkait agar memberikan informasi dan dokumen yang lengkap agar dapat mengantarkan Pessel sebagai juara pada PWA tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Novrial, mengemukakan, penilaian PWA tahun ini berbeda dari sebelumnya, hal tersebut disebabkan karena saat sedang dilanda pandemi covid 19.

Perubahan sistem penilaian tersebut diantaranya, penyerahan dokumen pendukung dilakukan melalui aplikasi. Sedangkan objek yang dinilai adalah kegiatan yang dilakukan selama tahun 2018 dan tahun 2019.

” Karena pandemi kegiatan tahun 2020 tidak termasuk bagian yang dinilai,” kata Novrial.

Ketua tim penilai, Prof. Dr. Ansofino, menjelaskan, penilaian PWA di Pesisir Selatan, akan dilaksanakan selama dua hari, (Jumat dan Sabtu) yang meliputi diantarabya, klarifikasi dan peninjauan lapangan.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan salah satu dari sembilan kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai nominasi kabupaten penerima Peduli Wisata Award tahun 2020.

Tim penilai berjumlah enam orang yang berasal dari akademisi, UNP, Unand dan STKIP PGRI Sumbar, serta pegiat pariwisata.***

Kepala dinas Pariwista Provinsi : Novrial
PWA : konsistensi dan komitmen Kada utk melakukan perbaikan2. Pasca pandemi berubah dibanding sebelumnya.
org ftg lebih banyak mejliaht adat.
Anggota tim Prof. Dr. A Syofino, Rinawati UNP, DR Indang Dewata, Dr. Syamrizaldi. dari Unand.Yani Hanafia, ketua Hasita.

Dua hari di Pesel Tiga tahapan,

  1. Klarifikasi mencakup 8 aspek. Tata Pamong, lingkungan pariwisata (Pentahelix); pemerintah, komunitas, media, PT, ekonomi kreatif kaitan dg pariwisata, aspek pemasaran pariwisata ( pemasaran secara virtual), pemberdayaan masya di hid pariwisata.

Dimodifikasi: pwa. Yg dinilai progres 2018 dan 2019.yg dinilai 2020 tdk.
Penyerahan dokumen dilakukan dlm bentuk aplikasi.
Tata Pamong,
Waka DPRD Aprial Habbas.
DPRD lebih besar perhatian thdp bidang pariwisata. Baik berupa kebijakan RPJM dan anggaran.
Kalau tdk masuk dominasi akan dipertanyakan. Kami harapkan juara agar apa yg diberikan kpd pariwisata
Opd mengajukan klu b

Pessel

Hari Ini Kamis (8/10/2020) 26 Pasien Covid-19 di Pesisir Selatan Dinyatakan Sembuh

Rusunawa Painan, PilarbangsaNews, , —

Hari ini Kamis (8/10/2020) kembali Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Selaku Juru Bicara Satuan Tugas Covid 19
Rinaldi, dalam siaran pers yang dibagikan ke media,  mengucapkan Alhamdulillah karena di daerah nya banyak pasien yang sembuh dari Covid-19.

Tercatat hari ini 26 orang yang sembuh itu mereka terdiri dari pasien yang dirawat di berbagai RS di Padang serta ada yng manjalani isolasi Mandiri maupun yang dirawat di Rusunawa Painan.

Dibawah ini selengkapnya kami copy paste siaran pers Kabag Humas Rinaldi.

  1. Alhamdulillah hari ini ada 26 (dua puluh enam) orang pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang dinyatakan sembuh, dengan demikian total pasien sembuh menjadi 128 (seratus dua puluh delapan) orang. ke-26 pasien sembuh hari ini adalah:

  2. 1). Pasien kasus ke-109, Perempuan, umur 30 th, Honorer Perawat RS Painan, alamat Pasar Baru Kec.Bayang, melakukan isolasi mandiri dirumah sejak tanggal 15/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

2). Pasien kasus ke-67, Perempuan, umur 55 th, IRT, alamat Lubuak Anau Kec. Bayang, di rawat isolasi di RSPH Semen Padang sejak tanggal 04/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

3).Pasien kasus ke- 178, Laki-laki, umur 3 th, Balita, alamat Pasar Baru Kec.Bayang, Melakukan isolasi mandiri dirumah sejak tanggal 16/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.


4).Pasien kasus ke- 211, Perempuan, umur 57 th, ASN Guru SMP2 Bayang, alamat Pasar Baru Kec.Bayang, melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya sejak tanggal 16/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

5).Pasien kasus ke- 219, Perempuan, umur 35 th, Honorer Perawat RS Painan, alamat Koto Nan Duo Kec. Batang Kapas, melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya sejak tanggal 25/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.


6).Pasien kasus ke-217, Perempuan, umur 29 th, Honorer Perawat RS Painan, alamat Jln Hamka Painan Kec IV Jurai, melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya sejak tanggal 25/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.


7).Pasien kasus ke- 218, Perempuan, umur 26 th, Honorer Perawat RS Painan, alamat Perumnas Painan Timur Kec.IV Jurai,di isolasi di rusunawa painan sejak tanggal 25/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19. 8).

Pasien kasus ke- 272, Perempuan, umur 27 th, IRT, alamat Talaok Kec. Bayang, di rawat di RS Painan sejak tanggal 28/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

9).Pasien kasus ke- 224, Perempuan, umur 28 th, IRT, alamat Lubuak Bunta Kec. Silaut, melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya sejak tanggal 27/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

10).Pasien kasus ke-222, Perempuan, 21 th, Mahasiswa, alamat Tarusan Kec. Koto XI Tarusan, melakukan isolasi secara mandiri dirumahnya sejak tanggal 25/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

11). Pasien kasus ke-121, Laki-laki, umur 50 th, Swasta, alamat Anakan Kec. Batang Kapas, di isolasi di rusunawa Painan sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

12. Pasien kasus ke-125, Perempuan, umur 36, Guru Homor SD, alamat Anakan Kec. Batang Kapas, di isolasi di rusunawa Painan sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

13.Pasien kasus ke-141, Perempuan, umur 28 th,Petugas Gizi RS Painan, alamat Bunga Pasang Kec. IV Jurai, di isolasi di rusunawa painan sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

14). Pasien kasus ke-138, Perempuan, umur 44 th, Petugas Laundry RS Painan, Alamat Timbulun Painan, Kec IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 19/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.


15). Pasien kasus ke-255, Perempuan,50 th, Kontrak RS Painan, Alamat Carocok Painan Kec. IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 29/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

16). Pasien kasus ke-254, Perempuan,50 th, Kontrak RS Painan, Alamat Jalan Darwis Painan Kec. IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 29/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

17). Pasien kasus ke-152, Perempuan,48 th,Honorer RS Painan, Alamat Painan Kec. IV Jurai, , di isolasi di rusunawa painan sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

18). Pasien kasus ke-153, Perempuan,51 th,Honorer RS Painan, Alamat Carocok Painan Kec. IV Jurai, , di isolasi di rusunawa painan sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

19). Pasien kasus ke-146, Laki-laki,47 th, Karyawan BUMN Jakarta, Alamat Anakan Kec. Batang Kapas, , di isolasi di rusunawa painan sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

20). Pasien kasus ke-215, Laki-laki,55 th, ASN UPTD Batang Kapas, Alamat Painan Kec. IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 25/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

21). Pasien kasus ke-145, Laki-laki,42 th, Swasta, Alamat Surantih . Kec. Sutera, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 19/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

22). Pasien kasus ke-139, Perempuan,34 th, Petugas Laundry RS Painan, Alamat Painan Timur Kec. IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 19/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

23). Pasien kasus ke-243, Laki-laki,28 th, Swasta, Alamat Asam Kamba Kec. Bayang, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 28/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

24). Pasien kasus ke-158, Perempuan,36 th,ASN RS Painan, Alamat Bukit Siayah Lumpo Kec. IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

25). Pasien kasus ke-154, Perempuan,43 th, ASN RS Painan, Alamat Painan Kec. IV Jurai, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 21/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

26). Pasien kasus ke-192, Perempuan,13 th,Pelajar, Alamat Ps Surantih Kec. Sutera, pasien melakukan isolasi mandiri dirumahnya sejak tanggal 24/09, setelah dilakukan konversi 2x hasil pemeriksaan labor menyatakan negatif covid 19, pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

HARI INI Tambah 1 ORANG

Hari ini ada 1 (satu) orang penambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19.*

Dengan demikian jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 MENJADI 296 (dua ratus sembilan puluh enam) orang. Ke-296 pasien positif tersebut ;

  • SEMBUH 128 (Seratus dua puluh delapan) Orang.
  • MENINGGAL 9 (sembilan) orang
  • Dirawat Isolasi 159 (seratus lima puluh sembilan ) orang dengan rincian sbb :
    -4 (empat) orang di RS. M. Zein Painan
    -1 (satu) orang di RS.Semen Padang
    -2 (dua) orang di RS. Unand Padang.
    -4 (empat) orang di RS. M. Jamil Padang
    -1 (satu) orang BMC Padang -26 ( dua puluh enam) orang di Rusunawa Painan. -121 (seratus dua puluh satu) orang isolasi mandiri

Informasi Pasien Positif:
-1). Pasien kasus ke-296, Perempuan,51 th , ASN Guru SMP 1 Tarusan, alamat Nanggalo Kec. Koto XI Tarusan, Ybs pernah kontak erat dengan pasien positif, ybs adalah pasien RS Painan dengan keluhan Demam dan batuk, diswab tgl 01/10, dinyatakan positif tgl 08/10, pasien saat ini di rawat isolasi di RS Painan.

3. Kasus Suspek (Gejala Sedang-Berat) *21 (dua puluh satu) orang* :

– 8 (delapan) orang dirawat di RS. M. Jamil Padang -5 (lima) orang dirawat di RS.Painan *-1 (satu) orang di BMC Padang
*- 7 (tujuh ) orang isolasi mandiri*.

  1. Kasus Suspek (Gejala Ringan)
  • Total : 406 orang.
  • Selesai masa pemantauan : 395 orang
  • Proses Pemantauan : 11 orang
  1. Kontak Erat
  • Total : 3.973 orang
  • Selesai Pemantauan : 1068 orang
  • Proses pemantauan: 2.905 orang
  1. Pelaku perjalanan
  • Total : 12.175 orang
  • Selesai Pemantauan : 11. 489 orang
  • Proses pemantauan : 686 orang.

  • B. Berkaitan dengan penanganan Covid 19 dapat kami sampaikan :
  1. Pelaksanaan Karantina OTG dan positif ringan di Rusunawa
    Total : 50 orang
    Selesai : 24 orang
    Sedang menjalani karantina: 26 orang