Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 395 HASIL
Covid 19

Efek Corona, Peternak Ayam Limapuluh Kota Terancam Bangkrut

Limapuluh Kota, PilarbangsaNews–

Pandemi virus Corona yang telah berlangsung hampir tiga bulan meluluhlantakkan sendi-sendi perekomomian di daerah ini. Pelaku usaha ekonomi kecil hingga besar saat ini kembang kempis urat nadinya.

Salah satu sektor pelaku ekonomi yang terdampak dan terkapar adalah pengusaha ternak ayam petelur di Kabupaten Limapuluh Kota. Daerah paling timur Sumatera Barat ini merupakan penghasil telur ayam terbesar di provinsi ini.

Kondisi tersebut dibenarkan Ermizal (56 tahun) salah seorang pengusaha peternakan ayam petelur di Limapuluh Kota.

Saat berbincang dengan PilarbangsaNews di lokasi kandang ayamnya di Jorong Kubu Gadang, Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (29/5) siang, Ermizal menceritakan betapa pedihnya kondisi peternak ayam petelur di daerah ini akibat Virus Corona.

“Harga telur ayam selama bulan puasa satu butir mencapai titik nadir, hanya Rp850. Ini jauh dari harga normal yang Rp1.350 perbutir. Harga tersebut, jangankan beruntung, malah modalpun tidak pulang,” kata Ermizal dengan nada suara memelas.

Yang menjadi penyebab merananya peternak adalah karena daya beli terjun bebas. Pangsa pasar selama ini meliputi daerah Riau, Jambi, Bengkulu dan Jakarta disamping untuk wilayah Sumbar sendiri.Akibat Corona Covid-19, warung-warung harian besar dan kecil banyak yang tutup, begitupun warung nasi hingga rumah makan.

“PSBB juga membawa dampak besar, karena masyarakat terbatas untuk keluar rumah, sehingga kebutuhan telur di warung-warung jadi terjun ke titik terendah,” papar Ermizal yang memiliki ayam petelur hingga 10.000 ekor lebih itu.

Ditambahkannya, akibat kondisi menyedihkan ini, ada peternak ayam di Limapuluh Kota yang stok telurnya busuk segudang. Malah ada kabar yang mengatakan, satu kontainer telor busuk di tengah jalan saat dibawa ke Jakarta.

Banyaknya telur yang dibeli oleh berbagai elemen untuk bantuan sembako belakangan ini bisa membantu peternak? Ermizal menjawab, ada sedikit membantu, hanya saja konstribusi tersebut membantu paling tinggi hanya 30 persen.

“Untuk memulihkan kondisi in, peternak ayam petelur perlu waktu berbulan-bulan, meski harga telur sekarang sudah merangkak naik di atas Rp850 perbutir,” kata Ermizal. (wba).

Covid 19

Cegah Penyebaran Covid-19, Lanal Kendari Adakan Rapid Test Massal

Kendari, PilarbangsaNews

Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia, di bawah komando Lantamal VI jajaran Koarmada II menggelar rapid test massal yang dilaksanakan di Pelabuhan Bungkutoko, Kendari Kamis (28/05).

Menurut Andyke-sapaan karibnya, sesuai perintah Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto agar pangkalan-Pangkalan dibawah jajaran Koarmada II untuk membantu Pemerintah Daerah dalam pengendalian dan pengawasan Covid-19, Lanal Kendari melaksanakan rapid test massal di Balai Kesehatan Lanal bersinergi dengan KSOP dan KKP kelas II kota Kendari yang diperuntukkan bagi para pengguna jasa pelabuhan.

“Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, personel dari Balai Kesehatan Lanal dibantu Tim Kesehatan KKP dan Dinkes Provinsi langsung memeriksa satu persatu dari TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat), Operator Pelabuhan maupun penumpang yang berada di pelabuhan Bungkutoko. Sasaran kami adalah pengguna jasa maupun fasilitas laut serta para penumpang yang baru tiba maupun yang berangkat melalui pelabuhan ini,” terang Andyke. (Relis/Salut)

Covid 19

Tim Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh; Banyak yang Antri Menunggu Swab

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Ketua Tim Gugus Tugas Covid- 19 Kota Payakumbuh, Riza Falepi melalui Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal menyebut telah lebih dari 1.000 swab yang diambil dari orang-orang yang berkontak dengan pasien-pasien positif Corona di Payakumbuh.

“Tracking kontak terbanyak yang pernah kita lakukan adalah Kalaksa BPBD Kota Payakumbuh dan Dahler pegawai Yen Plastik, trakingannya sampai ratusan orang,” kata dr. Bakhrizal yang akrab disapa dengan panggilan Dokter Bek ini daat diwawancara, Kamis (28/5).

Terkait dengan adanya warga Padang Tangah Payobadar yang belum di swab karena berkontak dengan 5 pasien positif dari wilayah itu, Dokter Bek menyebut mereka sebagian menunggu antrian, karena yang di swab saat ini sangat banyak, sedangkan kemampuan Payakumbuh melakukan swab di RSUD Adnaan WD hanya sekitar 70 orang sehari.

“Bahkan kasus yang ditemukan di Limapuluh Kota juga dari tracking dan swab di Kota Payakumbuh. Malah saat ini, yang kita takutkan lemahnya trackingan di daerah tetangga, sedang warganya bisa bebas keluar masuk Kota Payakumbuh, bahkan ke pasar. Ini yang menjadi ketakutan kita, bisa jadi menimbulkan gelombang kedua dengan klaster baru atau klaster-klaster lainnya,” kata Bakhrizal.

Dokter Bek menyebut siapapun yang berkontak dengan pasien positif Covid-19 tetap di swab, bahkan warga dari wilayah lain yang datang ke Kota Payakumbuh untuk di swab, tetap akan diambil.

“Yang sekarang antrian kita lebih dari 300, artinya memakan waktu beberapa hari, kita minta yang menunggu di swab atau yang sudah di swab, mereka harus isolasi diri di rumah terlebih dahulu,” pungkasnya. (wba)

Covid 19

Sumbar Perpanjang PSBB 7 Juni, 3 Daerah Transisi New Normal

Padang, PilarbangsaNews

Seluruh kepala daerah di Sumbar menggelar rapat online yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Kamis (28/5/2020) dengan agenda pembahasan wacana pencabutan status PSBB di Sumbar dan penerapan New Normal. Dalam hal ini, diputuskan PSBB diperpanjang hingga 7 Juni 2020 mendatang.

Namun dalam perpanjangan PSBB ini, tiga daerah meminta kelonggaran dan menerapkan PSBB transisi new normal. Dengan artian melonggarkan segala aspek PSBB. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.

“Bapak-bapak Walikota dan Bupati se-Sumbar, setelah 4 jam kita bersama membahas untuk penerapan New Normal, disepakati untuk menerapkan PSBB tahap III dari tanggal 30 Mei hingga 7 Juni 2020 mendatang,” sebut Gubernur saat menutup rapat dengan seluruh kepala daerah ini.

Setelah penerapan PSBB tahap III ini, seluruh wilayah Sumatera Barat akan diberlakukan New Normal yang berlaku tanggal 8 Juni 2020. Sedangkan selama PSBB tahap III ini, seluruh Pemda se-Sumbar diminta untuk mempersiapkan segala kebutuhan penerapan New Normal.

Namun dalam PSBB tahap III ini, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi dan Padang Panjang meminta sudah memberlakukan semi new normal, dimana akan membuka pasar, mesjid, sekolah dan pelayanan publik sejak PSBB tahap II dicabut.

“Bapak kepala daerah yang meminta kelonggaran PSBB dan memberlakukan transisi new normal, saya selaku gubernur meminta agar tetap memberlakukan protap Covid-19 di tengah masyarakat. Walaupun seluruh aktivitas di tengah masyarakat akan dinormalkan kembali secara berangsur-angsur,” ucap Gubernur. (cvs)

. Covid 19

Pengalaman Seorang Ibu Ketika Bocahnya Positif Covid-19

Jumlah anak-anak yang terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia memang tak sebanyak orang dewasa. Namun mengingat daya tahan tubuh anak juga masih dalam tahap tumbuh kembang, orang tua patut waspada kalau COVID-19 bisa memperburuk kondisi mereka dengan cepat dan fatal.

Seperti pengalaman Anna Zimmermannm, seorang ibu yang sekaligus dokter Neonatal di Colorado, Amerika Serikat.

Anna merupakan ibu dari Lincoln, bocah empat tahun yang terinfeksi COVID-19. Lincoln adalah anak pertama di negara bagian tersebut yang terjangkit corona. Anna pun membagikan kisah perjuangan anaknya, saat melawan COVID-19.

Anna bercerita, Lincoln terdeteksi gejala flu pada 21 Maret 2020. Saat itu Lincoln beberapa kali bersin tapi tanpa disertai hidung tersumbat. Keesokan harinya, barulah Lincoln mengalami hidung tersumbat dan batuk ringan. “Dia tidak demam dan aku tidak terlalu khawatir, kukira dia terkena flu,” kata Anna.

Pada 27 Maret Lincoln mengalami demam hingga 40 derajat celsius. “Kami membawanya ke dokter spesialis anak dan Lincoln didiagnosis pneumonia. Dokter memberikannya antibiotik dan oksigen selama 48 jam di rumah,” kata Anna.

Tiga hari setelah pemeriksaan dokter, kondisi Lincoln tak kunjung membaik justru dia tampak membutuhkan bantuan oksigen lebih banyak.

Anna pun membawa putranya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Sesampainya di rumah sakit, Lincoln mendapat perawatan seperti pasien COVID-19 meski hasil tesnya belum keluar saat itu. Anna pun menyadari dirinya akan ikut diisolasi dan tak dibolehkan keluar sampai hasil tes swab putranya dinyatakan negatif.

“Sesampainya di rumah sakit Lincoln membutuhkan oksigen 2 liter, lalu saat malam bertambah jadi 4 liter, keesokan harinya dia butuh 6 liter, lalu 9 liter. Dia terlihat sulit sekali bernapas. Dia menggunakan semua otot dada, perut, dan leher untuk membantunya bernapas. Sebagai dokter aku tahu dia sangat kesulitan bernapas. Sebagai ibu melihatnya berjuang seperti itu sangat menyiksaku,” kata Anna.

Selama dua hari di rumah sakit, barulah hasil pemeriksaan laboratorium Lincoln keluar. Dari uji CBC yang menghitung darah lengkapnya, tubuh Lincoln tidak menunjukkan tanda-tanda klasik infeksi COVID.

Selain itu rontgen dada Lincoln terlihat cukup bagus, dan kadar CRP maupun Procalcitoninnya tidak meningkat secara signifikan. Dokter pun mengganti antibiotiknya menjadi ampisilin dan azitromisin. Lincoln juga mulai menerima perawatan albuterol.

Namun yang diherankan, meski dinyatakan negatif COVID tapi kondisi Lincoln terus bertambah buruk dan pernapasannya sangat terganggu. Semuanya terjawab saat ada dokter yang mendatangi Anna di malam keduanya di rumah sakit.

“Sekitar jam 7 malam seorang dokter jaga mendatangiku dan menyampaikan kabar Lincoln positif COVID-19. Saat itu juga aku tak kuasa menahan tangisku. Pikiranku kacau, aku berpikir bagaimana bisa? Aku tidak mengerti, aku sudah sangat melindungi anak-anakku. Aku mulai ketakutan melihat kondisi anakku,” kata Anna.

Anna ingat betul Lincoln mengakhiri kegiatan belajar di sekolah empat hari lebih cepat dari imbauan pemerintah. Sejak 12 Maret 2020 Lincoln dan dua saudarinya tak pernah meninggalkan rumah sekalipun. Mereka tak pernah main ke rumah tetangga, tidak juga bermain bersama teman-teman sekolahnya. “Suamiku ke Costco (pertokoan) sekali, dan aku pergi ke Target (pertokoan) sekali. Kami bahkan tak pernah membiarkan anak-anak untuk menyebarang jalan ke rumah temannya. Kami tahu bahayanya virus ini, dan aku yakin sudah melindungi anak-anakku dengan benar,” kata Anna.

Tapi inilah kenyataannya. Lincoln sudah terinfeksi COVID-19 dan harus menjalani perawatan super intensif di rumah sakit. Saat dirawat, Lincoln bisa tidur selama 16 jam sehari.

Memasuki hari kelima di rumah sakit, Lincoln mulai menunjukkan kemajuan. Kebutuhan oksigennya mulai berkurang dari yang sebelumnya 9 liter menjadi 4 liter. “Tapi batuk masih membuatnya tersiksa. Kadang dia batuk berdahak, kadang dia tampak seperti tercekik dan kekurangan oksigen. Kalau sudah begitu, saturasi oksigennya mulai menurun, dan jantungnya memompa lebih kencang,” kata Anna.

Sebagai seorang ibu sekaligus dokter, Anna tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat sang anak berkata, “Mama kapan batuk ini akan berhenti?”, “Mama, ini semua (obat-obatan) nggak berguna.”, “Mama, sepertinya aku tidak akan pulang lagi ke rumah.”

Selama menemani Lincoln dirawat di rumah sakit, Anna meninggalkan dua putrinya bersama sang suami di rumah. “Aku beruntung karena banyak orang yang peduli dengan keluargaku. Teman-teman kami mengirimkan makanan ke rumah, bahkan mengirim peralatan mandi ke rumah sakit,” kata Anna.

Memasuki hari ketujuh perawatan di rumah sakit, Lincoln diizinkan melanjutkan perawatan di rumah. Anna dan Lincoln pulang ke rumah dengan membawa suplai tangki oksigen dan kompresornya.

Anna memantau kebutuhan oksigen untuk Lincoln hingga benar-benar tak membutuhkannya lagi. “Sekitar seminggu di rumah, aku mulai mencoba melepas selang oksigennya untuk 2 jam, lalu keesokan harinya dilepas selama 4 jam. Begitu seterusnya hingga hari ke-12 Lincoln benar-benar bisa bernapas tanpa selang oksigen,” kata Anna.

Selama lima hari di rumah, ternyata ayah Lincoln terdeteksi demam, batuk, menggigil, dan sakit kepala parah. “Kami tidak melakukan tes COVID-19, tapi kami tahu dia bisa saja tertular dari Lincoln. Akhirnya dia melakukan isolasi mandiri di kamar terpisah sampai gejala-gejala tersebut benar-benar hilang. Sekarang dia sudah sembuh, dua anak perempuanku dan aku sendiri juga tidak mengalami gejala semacam itu,” kata Ann

Tak hanya sang ayah yang melakukan isolasi mandiri, Lincoln juga harus menjalani isolasi mandiri sepulang dari rumah sakit.

“Dia beristirahat di kamarnya dan saudari-saudarinya hanya bisa memberikan pelukan jarak jauh dari depan pintu. Kami juga ketat untuk membiasakan anak-anak mencuci tangan dan membatasi kontak fisik. Syukurlah Lincoln semakin pulih, dia makan banyak, mulai aktif bermain di halaman, lebih banyak tersenyum, dan itu membuat kami bahagia,” kata Anna.

Anna berharap ada banyak orang tua yang bisa mengambil pelajaran dari perjuangan Lincoln melawan COVID-19.

Disadur dari Kumparan.com

Covid 19

Dukung PSBB Surabaya Raya, Danlantamal V Gelar Pasukan Satgas Angkutan Laut Covid-19

Surabaya, PilarbangsaNews

Komandan Lantamal V Laksma TNI Tedjo Sukmono memimpin apel gelar pasukan Satgas Angkutan Laut Covid-19, di Dermaga Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak Surabaya pada Rabu (27/5).

Pembentukan Satgas Angkutan Laut Covid-19 ini, adalah bentuk bantuan dukungan satuan kewilayahan TNI dalam tim gabungan percepatan penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia, khususnya Jawa Timur. Selain itu juga membantu tugas Gubernur Jatim selaku Ketua Gugus Tugas di Daerah.

Selanjutnya Tedjo menerangkan, saat ini anggota satgas akan fokus terhadap pengamanan pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Tahap III di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik selama 14 hari, mulai tanggal 26 Mei sampai dengan 8 Juni 2020.

Hal ini juga tidak lepas dari instruksi Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, agar Lantamal V sebagai salah satu jajaran Koarmada II dapat membantu secara maksimal upaya percepatan penanggulangan Covid-19 di Surabaya Raya.

Sementara itu apel diikuti oleh Lantamal V, Kodim Surabaya Utara, Polair Polda Jatim, Polres Tanjung Perak, Pelindo III Regional Surabaya, Syahbandar Tanjung Perak, Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak 2, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak.

Sedangkan elemen pendukung satgas yang dilibatkan yakni KRI Gulamah, KAL Katon, KAL Warakas, kapal polisi dan kapal KPLP. (Relis/Salut)

Covid 19

102 Warga Padang Tangah Payobadar Hasil Tracking, Kenapa Belum Juga Tes Swab?

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Sebanyak 102 orang warga Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, hasil tracking dari empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Rabu (27/5) siang tes swapnya masih belum juga dilakukan instansi terkait.

Kenyataan ini dipertanyakan Edward DF, Wakil Ketua Pansus II DPRD Kota Payakumbuh kepada PilarbangsaNews, Rabu (27/5) malam.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut mengatakan, memang benar empat warga kelurahan Padang Tangah Payobadar tersebut dinyatakan positif sejak Sabtu (23/5) lalu, yaitu “S”, “RP”, “AQ”, dan “SC”. “Mestinya paling lambat Senin (25/5) sudah ada yang ditest swapnya. Namun sampai hari ini Rabu (27/5) kenapa belum juga dilakukan,” tegas Edward DF, Wakil Ketua Pansus yang juga mantan Ketua LPM kelurahan setempat mempertanyakan.

Ditambahkan Edward DF, belum seorangpun dari 102 orang hasil tracking dari empat warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid -19 itu yang menjalani tes swap. “Saya tahu saat memberikan bantuan sembako kepada keluarga bersangkutan Kamis (27/5) siang,” kata Edward DF.

Melihat kenyataan tersebut, kata Edward DF, diharapkan instansi terkait segera melakukan tes swap terhadap yang 102 orang itu. “Kita tentu tidak ingin mereka dalam kondisi kekhawatiran. Kemudian perlakuan terhadap mereka yang berkontak dengan orang terkonfirmasi positif disamakan,” ujar Edwar DF.

Terakhir dikatakannya, ada informasi yang mengatakan, test swap didahulukan terhadap pejabat-pejabat pemerintah. “Kalau informasi ini benar, amat disayangkan,” pungkasnya.(wba)

Covid 19

Bupati; BLT Kabupaten Agam Mulai Rabu Ini Diserahkan ke Masyarakat

Agam, PilarbangsaNews

Melengkapi jenis bantuan yang telah disalurkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 Kabupaten Agam, mulai Rabu (27/5) ini disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kabupaten Agam yang akan menyisir sekitar 32.733 Kepala Keluarga, atau sekitar 22 persen dari seluruh Kepala Keluarga yang ada di Kabupaten Agam.

“BLT ini diberikan sama dengan BLT Kemensos sebesar Rp600.000 kepada masing–masing KK yang dinilai berhak menerima, dan direncanakan akan disalurkan selama tiga bulan kedepan,” kata Bupati Agam DR. Ir. Indra Catri, MSP Datuak Malako Nan Putiah.

Sebelumnya, pada bulan pertama menghadapi pendemi Covid-19 Kabupaten Agam sudah menyalurkan bantuan bantuan beras, sayur, garam dan buah-buahan. Bantuan ini menyasar sekitar 28 % KK yang terdaftar dalam DTKS dengan memafaatkan dana APBD Kabupaten Agam.

Sejalan dengan itu, juga disalurkan bantuan untuk masyarakat terkena dampak Covid-19 lainnya, diantaranya Mubaligh, Guru Mengaji, Guru TPA/MDA, Garin Mesjid, Guru Honor dan Operator Sekolah, Jaga Sekolah, Penggiat Wisata, Pelaku seni dan Budaya, wartawan, dan Pegawai THL sebanyak 9.849 orang.

Tercatat juga bantuan yang diberikan oleh para donatur dan pihak ketiga seperti organisasi perantau masing masing nagari, ikatan alumni sekolah, perusahaan dan donatur lainnya, yang penyebarannya dilakukan sesuai dengan aspirasi para donatur tersebut.

Memasuki bulan kedua pandemi Covid-19 Pemda Agam akan menyalurkan bantuan tahap kedua yaitu berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan menyasar sekitar 65 % dari jmlah KK. Bantuan ini berasal dari PKH Kemensos sekitar 13 % dari jumlah KK, BST dari Kemensos sekitar 14 % dari jumlah KK, BLT dari Propinsi sekitar 7 % dari jumlah KK, BLT Dana Desa/Nagari sekitar 8 % dari jumlah KK, BLT Kabupaten Agam sekitar 22,2 % dari jumlah KK, Donatur/Pihak ketiga sekitar 1,1 % dari jumlah KK.

Sementara BLT Kabupaten Agam dimulai penyalurannya hari Rabu (27/5) ini dan direncanakan akan rampung pada Minggu pertama bulan Juni.

Menurut Bupati Indra Catri, penyaluran BLT Kabupaten sengaja dilakukan tahap akhir dengan pertimbangan untuk menggenapi sasaran BLT yang lainnya, menutup pengurangan sasaran akibat perobahan regulasi dari BLT yang ada, menampung sasaran baru yang dinilai berhak mendapat bantuan namun belum terdata oleh tim survey Pemerinah Nagari.

Saat penyerahan BLT Kabupaten Agam di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah, Bupati Agam Dr. Indra Catri menambahkan bahwa, Kabupaten Agam sengaja merobah salah satu jenis bantuan beras dan sembako yang diberikan pada bulan pertama menjadi BLT pada bulan kedua ini dalam rangka melengkapi pemberian bantuan terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Agam, khususnya yang belum terakomodir dalam lima jenis BLT bantuan pemerintah yang telah direalisasikan sebelumnya.

Untuk mengantisipasi penerimaan ganda, masyarakat penerima bantuan memasang stiker yang sudah diberikan. “Bagi yang belum menerima diminta bersabar menunggu gilirannya, tidak perlu ribut-ribut, ndak buliah curang, hindari fitnah, hindari ghibah, jan basiarak, tetap dirumah sajo. semoga Corona ini cepat tuntas di Kabuoaten Agam,” pungkas Bupati Indra Catri. (ayh)

Covid 19

Update! Sumbar 537 Positif Covid-19 dan 231 Orang Sembuh

Padang, PilarbangsaNews

Berdasarkan laporan dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, bahwa hari ini Rabu 27 Mei 2020, sampai pukul 08.00 WIB, dari 516 sample yang diterima dan diperiksa, terkonfirmasi tambahan warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 27 orang lagi.

Sembuh terkonfirmasi bertambah sebanyak 23 orang. Meninggal dunia sampai pukul 08.00 WIB hari ini belum terkonfirmasi.

Total sampai hari ini warga Sumbar yang telah:

1. Terinfeksi 537 orang
2. Sembuh 231 orang
3. Meninggal dunia 24 orang

Dari 27 tambahan positif, 7 (tujuh) orang diantaranya adalah warga Kabupaten Sijunjung.

Dengan demikian, Kabupaten Sijunjung yang selama ini masih bersih dari paparan infeksi covid-19, hari ini menorehkan catatan baru dengan adanya 7 (tujuh) orang warganya positif terinfeksi Covid-19 dimaksud.

Artinya, tidak ada lagi Kabupaten dan Kota di Sumbar yang terbebas dari paparan infeksi Covid-19.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal yang juga Kepala Dinas Kominfo Sumbar. (gk)

Covid 19

Ditetapkan New Normal Oleh Pusat, Ini Persiapan Sumbar

Padang, PilarbangsaNews

Provinsi Sumbar siap menghadapi era new normal. Sumatera Barat bersama dengan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Gorontalo ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk menerapkan pelaksanaan era new normal.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kini Pemprov mulai membahas rumusan pelaksanaan new normal seperti yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kan ada empat. Ada Sumbar, DKI, Jabar dan Gorontalo. Jadi nantinya PSBB nya dikuatkan dengan dukungan TNI dan Polri. Jadi daerah PSBB siap menghadapi new normal,” kata Irwan di kantornya, Selasa (26/5).

Irwan Prayitno menjelaskan, Selasa Pemprov Sumbar melakukan rapat bersama dengan semua bupati dan wali kota yang ada di Sumbar. Beberapa agenda yang dibahas diantaranya mengevaluasi PSBB yang sudah berjalan dua tahap serta membicarakan penerapan new normal seperti yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat.

Irwan menyebutkan, new normal yang dimaksudkan oleh pemerintah pusat bagi daerah yang menetapkan PSBB dalam lingkup provinsi terus menguatkan aturan yang diterapkan selama PSBB dengan dukungan penuh TNI Polri.

Supaya PSBB lebih efektif dan tepat sasaran untuk mengubah perilaku dan cara hidup masyarakat dengan mengikuti protokol covid. Setelah PSBB ini berjalan maksimal, nantinya menurut Irwan akan terbentuk pola hidup baru masyarakat.

Irwan Prayitno menambahkan ada sejumlah syarat bagi daerah yang akan menerapkan new normal, di antaranya nilai effective reproduction number kasus covid di daerah tersebut di bawah 1 persen selama minimal dua minggu. Syarat lain sebuah daerah menerapkan new normal adalah kesiapan tim kesehatan termasuk fasilitas kesehatan di daerah.

Kemudian ada lagi syarat, yaitu tidak ada lagi penambahan kasus dari transmisi lokal, tak ada lagi penambahan kasus dari transmisi import baru, dapat memagari orang-orang rentan dari penularan covid-19 dan beberapa syarat lainnya.

Dalam beberapa hari ke depan hingga 28 Mei nanti, Pemprov Sumbar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan bupati-wali kota masih akan melakukan rapat untuk mematangkan persiapan memasuki era new normal.

“Nanti kita lihat bersama keputusan bagaimana ke depannya pada 28 Mei,” tutup Irwan Prayitno. (gk)