Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 11 - 20 dari 391 HASIL
Covid 19

Update! Nambah 32, Total Positif Covid-19 Jadi 510 Orang

Padang, PilarbangsaNews

Hari ini Selasa, 26 Mei 2020 sampai pukul 10.00 WIB, dari laporan Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc., terkonfirmasi warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19 bertambah 32 orang lagi, semuanya dari Cluster Pasar Raya Kota Padang. Sehingga total warga Sumbar terinfeksi covid-19 sampai hari ini adalah 510 orang.

Sembuh bertambah 15 orang, sehingga total yang telah sembuh adalah sebanyak 201 orang.

Untuk rincian dan keterangan lainnya kami sampaikan sore nanti.

Demikian disampaikan Drs. Jasman Rizal, MM., Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar. (gk)

Covid 19

PSBB Surabaya Raya Dievaluasi, Gubernur dan Pangkoarmada Hadir di Grahadi

Surabaya, PilarbangsaNews

Panglima Koarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto menghadiri rapat evaluasi pelaksanaan PSBB Surabaya Raya tahap kedua serta rencana tindak lanjut dalam menurunkan kasus Covid-19, yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II di Surabaya Raya berakhir Minggu 25 Mei 2020, untuk itu Khofifah mengajak untuk melaksanakan evaluasi secara detail, sehingga penanganan merebaknya Covid 19 dapat lebih efektif dan efisien.

“Kami masih menunggu rencana detail yang sedang disusun oleh tim kecil dari Satgas PSBB Surabaya Raya,” kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (23/5) malam.

Khofifah menjelaskan, tim terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Surabaya Raya, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. PSBB tahap II tengah dievaluasi sebagai pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya, apakah akan diperpanjang di tiga kota tersebut, atau hanya yang grafik penambahannya melonjak tajam.

Menanggapi hal tersebut, Laksda Heru mengatakan jika nantinya akan dilaksanakan PSBB tahap berikutnya, diharapkan pola penerapannya harus lebih ketat dan terkoordinasi antar wilayah, karena ketiga kota di Surabaya Raya ini borderless, sudah menyambung.

“Apalagi kalau pemberlakuan PSBB berikutnya nanti akan berbasis pada masyarakat, sehingga masyarakatlah yang mempunyai peran aktif, tingkat RT, RW dan kampung dioptimalkan dengan tetap ada supervisi ketat dari aparat, serta selalu ada supervisi dan kontrol atas pelaksanaan tiap harinya,” ungkap Heru. (Relis/Salut)

Covid 19

Danguspurla Koarmada II Bagikan APD kepada Prajurit Satgasmar di Pos TNI AL

Sebatik, PilarbangsaNews

Komandan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Raharjo membagikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada prajurit Satgasmar Pamtas Ambalat dan Prajurit TNI AL Pengawak Pos-Pos TNI AL di Sebatik, Senin (25/05).

Pembagian bantuan APD tersebut bertujuan untuk membantu anggota satgas yang berada di daerah terpencil, maupun pulau terluar guna mencegah dan menangani penularan virus Covid-19.

“Hal tersebut sesuai dengan instruksi Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto kepada seluruh satuan TNI AL yang berada di wilayah Koarmada II, agar mereka membantu pemerintah setempat secara aktif dalam penanggulangan Covid-19, ” ujar Rahmat disela acara.

Selain memberikan bantuan APD, Ia juga menyerahkan duklogsus berupa bingkisan dari Panglima TNI kepada para prajurit.

“Untuk bingkisan, ini dilakukan guna memberikan semangat dan motivasi serta meningkatkan mentalitas para prajurit yang sedang melaksanakan tugas negara di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Rahmat. (Relis/Salut)

Covid 19

Serahkan APD, Bupati Irfendi Tinjau Puskesmas Taram

Limapuluh Kota, PilarbangsaNews

Pada lebaran hari kedua, Senin (25/5) siang Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi berkunjung ke Puskesmas Taram, Kecamatan Harau. Pada kesempatan itu, bupati diterima kepala
Puskesmas Suriani Wahyuni Saragih, SKM bersama tenaga perawat Yenrafit, Amd.,Keb. dan
Seniwati Putri, S.ST.

Meski di hari lebaran, Puskesmas ini tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat. “Disaat yang lain merayakan hari raya Idul Fitri dan berkumpul dengan keluarga, kami tetap bertugas dengan menjalankan protokol kesehatan,” sebut Suriani di hadapan bupati.

Laporan lain yang disampaikan kepada bupati adalah, pembukaan layanan Puskesmas selama 24 jam guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga ketika dibutuhkan bisa segera tertangani dengan baik.

Suriani tambahkan, setiap petugas medis di Puskesmas dilengkapi dengan alat pelindung diri saat pelayanan. Hal ini bertujuan tak lain mencegah potensi penularan Covid-19. Sebab banyak pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala.

“Selama pandemi ini jumlah pasien yang berobat ke Puskesmas berkurang. Tapi petugas tetap siaga. Maka kami bekali petugas dengan alat pelindung diri bagi petugas,” ujarnya.

Irfendi Arbi setelah menyerahkan bantuan APD, mengucapkan selamat kepada Kapus dan perawat karena pada saat hari raya Idul Fitri tetap melayani masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

“Pengabdian anda ini semoga menjadi amal ibadah dan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT,” kata Irfendi singkat. (wba)

Covid 19

Gubernur Sumbar Paparkan Persiapan Menghadapi New Normal

Padang, PilarbangsaNews

Masih suasana lebaran Idul Fitri 1441 H, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur Nasrul Abit dan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar melakukan Rapat Terbatas, terkait pembahasan rencana dan strategis pasca PSBB tahap II yang berakhir tanggal 29 Mei 2020.

“Dalam penanganan Covid-19 kita merujuk secara umum kepada WHO Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang memprediksi akan berlangsung dalam waktu yang lama. Kondisi ini memungkinkan masyarakat mampu berdamai dengan Covid-19, yakni dengan tetap mengedepankan standar protokol kesehatan, karena Covid-19 tidak akan pernah tuntas jika vaksin pengobatannya belum ada,” kata Gubernur Sumbar saat memberikan arahan umum di Aula Kantor Gubernur, Senin (25/5).

Gubernur menyampaikan, perubahan pola kehidupan pada masyarakat diyakini akan memunculkan kondisi tatanan kehidupan baru. Kita tidak lagi bisa hidup normal seperti sebelum Covid akan tetapi hidup normal dengan kebiasaan baru, yaitu pakai masker, jaga jarak dan pola hidup bersih cuci tangan dengan sabun.

Makanya muncul istilah “new normal”; ke kantor, ke sekolah, perdagangan berjalan tapi dengan mengikuti protokol Covid-19, namun formatnya seperti apa masih menunggu kebijakan pusat.

“OPD mesti mempersiapkan berbagai strategi standar pelayanan dalam pekerjaan sesuai tupoksi masing-masing kepada pegawai, pekerja dan menyiapkan masyarakat dalam kondisi ini. Setiap OPD kita dorong menyiapkan segala sesuatu tentang ‘new normal’ dengan berbagai inovasi sehingga kehidupan mampu berangsur-angsur berjalan normal menuju peningkatan produktivitas dan aman dari Covid-19,” ujar Irwan Prayitno.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan panduan untuk bekerja di situasi new normal. Panduan new normal itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Selanjutnya gubernur menjelaskan 6 (enam) kriteria masuk “new normal” untuk meringankan pembatasan dan transisi harus memastikan antara lain;

1. Jumlah pertumbuhan transmisi lokal berkurang dan bisa dikendalikan;

2. Kesehatan masyarakat dan kapasitas sistem kesehatan mampu untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak dan mengkarantina;

3. Mengurangi resiko wabah dengan pengaturan ketat terhadap tempat yang memiliki kerentanan tinggi, terutama di rumah orang lanjut usia, fasilitas kesehatan mental dan pemungkiman padat;

4. Pencegahan tempat kerja ditetapkan, seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, etiket penerapan pernapasan;

5. Resiko penyebaran imported case dapat dikendalikan dan;

6. Masyarakat ikut berperan dan terlibat dalam transisi.

Gubernur Sumbar juga menyampaikan, dalam pemulihan ekonomi dilakukan dengan bertahap (fase), seperti industri dan jasa bisnis tetap menerapkan social distancing. Sementara untuk sektor kesehatan beroperasi penuh dengan memperhatikan kapasitas sisitem kesehatan dan berkumpul maksimal 2 (dua) orang dalam satu ruang, olahraga luar ruangan belum diperbolehkan.

“Toko, pasar, mall boleh beroperasi tanpa ada diskriminasi dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat,” tuturnya.

Termasuk pembukaan bertahap restoran, kafe, bar, tempat gym, salon, spa dan lain- lainnya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk evaluasi pembukaan tempat pernikahan, ulang tahun, kegiatan sosial lainnya hingga 10 orang, sesuai fase-fase yang sudah ditetapkan pusat. (rel/gk)

Covid 19

Sumbar; Nihil Positif Covid-19, Alhamdulillah Sembuh 6 Orang

Padang, PilarbangsaNews

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat pada Senin 25 Mei 2020 melaporkan, Sumatera Barat nihil kasus positif Covid-19. Kabar gembiranya, 6 orang warga Sumbar dinyatakan sembuh dari serangan virus mematikan asal Kota Wuhan, Cina tersebut.

“Total sampai hari ini masih 478 orang Warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Tidak terjadi penambahan Warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Sembuh bertambah 6 orang, sehingga total sembuh 186 orang,” ujar Jasman, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar melalui siaran persnya, Senin, 25 Mei 2020 sekira pukul 15.00 WIB.
Dikatakan Jasman, nihilnya kasus positif Covid-19 hari ini karena tidak ada pemeriksaan sample swab, disebabkan petugas laboratorium libur lebaran satu hari.
“Pagi ini, petugas Laboratorium mulai bekerja lagi sejak pukul 05.30 WIB sampai subuh dini hari nanti,” cakapnya.
Laporan dari berbagai rumah sakit, hari ini terdapat 6 (enam) orang warga Sumbar yang telah dinyatakan sembuh, yaitu:
1. Pria 44 th, warga Mato Aia Kota Padang, pekerjaan karyawan PT. Pelindo, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Rasidin Padang.
2. Wanita 28 th, warga Kalumbuak Kota Padang, pekerjaan Cleaning Service Klinik Kartika Docta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.
3. Wanita 39 th, warga Pasa Lalang Kota Padang, pekerjaan sebagai karyawan toko Pasar Raya, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.
4. Wanita 32 th, warga Lubuak Basuang Kab. Agam, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Lubuak Basuang.
5. Wanita 15 th, warga Balai Gadang Kota Padang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD. Rasidin Padang.
6. Pria 25 th, warga Lubuak Minturun Kota Padang, pekerjaan Polri, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RS. Bhayangkara.
Dengan demikian, katanya lagi, total yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat sampai hari ini Senin 25 Mei 2020 adalah 478 orang, dengan rincian 122 orang dirawat di berbagai Rumah Sakit, isolasi mandiri 68 orang, isolasi daerah 2 orang, Bapelkes 10 orang dan di BPSDM 53 orang, BPP Padang 13 orang, meninggal dunia 24 orang dan sembuh 186 orang. (gk)
Covid 19

6 Tambahan Positif Covid-19 Di Payakumbuh, Termasuk Kalaksa BPBD

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Sebuah berita tidak mengembirakan harus diumumkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Payakumbuh bertepatan dengan lebaran hari pertama. Adalah enam orang sekaligus warga kota terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Tim Gugus Tugas Wali Kota Riza Falepi memerintahkan Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal untuk meyampaikan informasi itu melalui vidcon kepada awak media pukul 15.00 WIB.

Didampingi Kadis Kominfo Jhon Kenedi, dokter Bakhrizal sebelumnya langsung berangkat dari kediamannya di Lubuk Basung, bagaimanapun harus hadir siang hari ini menyampaikan informasi penting itu.

Semangat kerja sangat luar biasa ditunjukkan Tim Gugus Tugas Kota Payakumbuh. Semua yang positif ditindaklanjuti terlebih dahulu, tracing cepat dilakukan, sehingga kasus ditemukan secepatnya. Kali ini merupakan laporan terbesar yang pernah diterima, yaitu Payakumbuh positif 6 orang setelah hasil swab keluar dari Laboratorium Unand.

“Penyebarannya masih dari klaster yang sama, dari 6 kasus ini ada 3 daerah alamat yang terpapar,” ungkap dr. Bakhrizal.

Dilanjutkan, mereka adalah EM (31) perempuan, warga Lingkungan Muaro, Payakumbuh Utara, kemudian AQ (6), SC (8), S (44), RP (25), keempatnya pada satu alamat di Padang Tangah Payobadar, Payakumbuh Timur. Mereka satu klaster dari pasien positif pertama disana DP (45), karena mereka saling bertetangga.

Lalu yang paling mengejutkan adalah YA, Kalaksa BPBD Payakumbuh yang diketahui positif Covid-19 setelah diambil swabnya bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta Wakil Bupati Limapuluh Kota, Selasa (19/5) lalu.

Saat ini Kalaksa BPBD diistirahatkan di RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh dan pasien lainnya diisolasi di BIB Peternakan dan isolasi mandiri.

“Karena Kalaksa BPBD positif Covid-19, maka ada kemungkinkan yang sama-sama swab dengannya kemaren juga di swab ulang. Beliau berdomisili di Tanjung Pati, Limapuluh Kota, namun catatan kasusnya kita yang ambil karena beliau bekerja di lingkungan Pemko, kita tentu berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Kadis yang akrab disapa Pak Bek itu.

Dengan demikian, total kasus saat ini di Payakumbuh menjadi 19 orang dengan 5 orang yang telah sembuh. (wba).

Covid 19

Update! Sumbar 35 Lagi Positif Covid-19, Total 478 Orang

Padang, PilarbangsaNews

Minggu pagi ini 24 Mei 2020 M bertepatan dengan 1 Syawal 1441 H, sampai pukul 09.00 WIB, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prov Sumbar kembali menerima laporan dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, bahwa warga Sumbar terinfeksi Covid-19 bertambah 35 orang lagi. Artinya, sampai saat ini telah 478 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19.

“Kita mengapresiasi tim laboratorium yang bekerja tanpa lelah selama 22 jam. Yang paling luarbiasanya adalah, mereka telah melakukan pemeriksaaan sample sebanyak 1.461 dalam waktu 22 jam. Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sample swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumbar Drs. Jasman Rizal, MM.

Menurut Jasman Rizal yang juga Kadis Kominfo ini, kita juga selalu mengapresiasi tim paramedis yang tanpa kenal lelah siang malam, tidak bertemu keluarga, dengan keikhlasan luar biasa masih tetap bertahan untuk tetap setia merawat dan mengobati pasiennya.

Dari 35 warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19 tersebut, sebarannya adalah sebagai berikut;

1. Kota Padang (204 sampel swab), positif 25 orang.

2. Kota Sawahlunto (578 sample swab), positif 2 orang.

3. Kota Payakumbuh (20 sampel swab), positif 6 orang, terdiri dari warga Payakumbuh 5 orang dan warga Kabupaten 50 Kota 1 orang.

4. Kab 50 Kota 1 orang.

5. Kab Dharmasraya (42 sampel swab), positif 1 orang.

6. Kab Solok (14 sampel swab), positif 1 orang.

7. Kab Sijunjung, 102 sample, negatif semuanya.

8. Kota Padang Panjang, 41 sampel, negatif semuanya.

9. Kab Padang Pariaman 43 sampel, negatif semuanya.

10. Kota Bukittinggi, 87 sampel, negatif semuanya.

11. Kemenag 48 sampel OTG, negatif semuanya.

Total semuanya 1.179 sample. Sisa 282 sample lagi berasal dari beberapa rumah sakit dan beberapa pusat karantina yang hasilnya negatif.

Sebagai informasi, bahwa rata-rata yang terinfeksi tersebut adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan ini sangat berbahaya. Karena orang OTG tidak menyadari kalau dia terinfeksi dan orang lainpun melihat dia sehat-sehat saja. Dengan kondisi seperti itu, tidak ada kecurigaan dan proteksi diri, sehingga sangat memungkinkan penyebaran penularan Covid-19 semakin massive dan tidak terkontrol.

Agar jangan terjadi lagi penyebaran penularan, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protap penanganan Covid-19, yaitu dengan jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, berolahraga dan lain-lain.

“Kami dari tim juru bicara penanganan covid-19 juga mengucapkan selamat lebaran 1441 H, mohon maaf lahir dan bathin,” kata Jasman Rizal. (gk)

. Covid 19 Jabar

Alasan Covid-19, Umi Fadlan Hanya Diizinkan Video Call dengan Suaminya Habib Bahar bin Smith

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, –
Ummi Fadlun, istri Habib Bahar bin Smith tak diizinkan untuk bertemu muka dengan suaminya. Umi hanya bisa bicara lewat video call, meskipun istri Habib telah datang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sejak Jum’at sore kemaren.

“Ummi Fadlun mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, bersama Umi Habib Bahar Smith, ” kata penasihat hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar lewat pesan WhatsApp kepada Pilarbangsanews.com, senja tadi Sabtu (23/5).

Menurut Aziz Yanuar, sejak hari Kamis kemarin istri kliennya tersebut telah berada di sekitar daerah Nusakambangan.

Umi Fadlun dan Uminya Habib Bahar Smith ingin sekali ketemu, tapi tidak dapat karena alasan protokol kesehatan saat pandemi covid-19.

Kesempatan video call itu Habib Bahar menggunakan HP petugas Lapas. Sebab sesesui ketentuan para napi penghuni Lapas Nusakambangan tidak dibenarkan megang HP atau android.

Menurut Fadlun, dalam video itu kelihatan kondisi habib bahar dalam keadaan sehat wal-afiat.

Umi Fadlun mengatakan dia masih tetap akan berkunjung kembali ke lapas Nusakambangan. Sampai pihak Lapas Nusakambangan mengizinkannya untuk bertemu muka dengan suaminya.

Seperti yang diberitakan Tribune.com, Aziz Yanuar mewakili keluarga kliennya, berharap supaya keluarga yang datang bisa dipertemukan dengan Habib Bahar bin Smith pada saat hari raya idul fitri.

“Semoga bisa dipertemukan. Untuk dan atas nama kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Bahar dimasukkan lagi ke penjara karena dinilai memberikan ceramah provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah di pesantrennya. Ceramah itu berlangsung 16 Mei, sehari setelah dia bebas.

Lalu, dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia. Dia mengumpulkan massa atau orang banyak saat ceramah.

Maka, asimilasi Habib Bahar bin Smith pun dicabut dan kembali dibawa ke lapas untuk menjalankan masa pemidanaan atas hukuman tiga tahun penjara, karena menganiaya anak-anak. (****)

Covid 19

David Bakri; Mohon Maaf Kalau Ada Staf dan Relawan yang Emosional

Payakumbuh, PilarbangsaNews

Camat Kecamatan Lamposi Tigo Nagori( Latina) David Bakri di akhir Ramadhan ini menyampaikan ucapan maaf yang seikhlasnya kepada seluruh masyarakat Latina.

“Saya atas nama seluruh aparatur dan relawan se kecamatan Latina mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada seluruh masyarakat Latina,” kata David Bakri ketika dihubungi PilarbangsaNews Jum’at (22/5).

“Hingga sampai saat ini kita masih bisa bekerjasama dalam penanggulangan dan pengendalian covid19 ini,” ucapnya.

“Dalam menjalankan tugas.sehari-hari tentu ada salah dan janggalnya,serta ada petugas kita yang membuat masyarakat kurang nyaman dimana dalam suasana bulan puasa emosi cepat naik.Itu semua semata-mata kecintaan kita pada masyarakat Latina,” kata David.

Terakhir, camat yang membawahi enam kelurahan dengan jumlah penduduk 10.986 jiwa dan 3.324 kepala keluarga itu mendoakan masyarakat sabar dan diberi kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi Covid-19 tersebut. (wba).