Untuk Keutuhan NKRI

Menampilkan: 1 - 10 dari 145 HASIL
. Inspirasi

Ibu Rumah Tangga Biasa, Dijuluki Si Seksi “Pemersatu Bangsa”

Jakarta, Pilarbangsanews.com,– Dibilang cantik, ya…, enggak cantik banget. Banyak yang cantik dan seksi dari dia. Tapi Dewi Fortuna sedang bersama dia, sehingga nama Tante Ernie belakangan menjadi viral bahkan sukses menjadi trending topik di media sosial. Sederetan potret seksinya membuat Ernie dikenal sebagai wanita ‘pemersatu bangsa’.

Dilansir dari Kapanlagi.com, Tante Ernie bukan lah artis atau public figur. Namun, followers instagramnya berhasil menembus angka lebih dari 1 juta. Tentu nya tak salah bila ia dilabeli sebagai seorang selebgram.

Namun, siapa kah sebenarnya Tante Ernie yang tengah menjadi sorotan itu? Berikut adalah sederet potret Tante Ernie dan fakta-fakta nya yang bisa menjawab rasa penasaran publik.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Tante Ernie dikenal sebagai sosok ‘Pemersatu Bangsa’.Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Rupa nya, ia bukan hanya dikenal karena memiliki paras terbilang cantik. Tante Ernie juga kerap berpenampilan seksi. Ia tak segan membagikan sederet potret kala menggunakan busana minim di laman instagramnya.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Sosoknya semakin dikenal publik setelah diundang untuk kolaborasi bersama Gofar di saluran YouTube nya bernama Gofar Hilman belum lama ini.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Bicara soal kehidupan pribadinya, Tante Ernie sudah menikah. Pernikahannya pun sudah berjalan selama 18 tahun.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Dari pernikahannya itu, Tante Ernie sudah dikaruniai tiga orang anak. Ada yang sudah kuliah, ada yang duduk di bangku SMA, dan yang paling bungsu masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar.

Instagram @himynameisernie ©2020 Merdeka.com

Fakta menarik lainnya dari Tante Ernie yakni sederet potret seksi yang diunggah di laman instagram pribadinya itu rupa nya diabadikan sendiri oleh sang suami.

Bapak Anak Follow

Saat berbincang bersama Gofar Hilman, ibu rumah tangga yang tetap seksi itu sama sekali tidak tahu sampai dijuluki sebagai Tante Pemersatu Bangsa.

“Saya bingung setiap posting foto dikomentari Tante Pemersatu Bangsa.Mereka yang suka ribut, debat, dan bertengkar semua kumpul di akun saya dan jadi baikan lagi,” jelas Tante Ernie dikutip dari wartakota.com

Tante Ernie juga bisa menyatukan semua keluarga lewat akun Instagramnya.

“Saking mempersatukan bangsa malahan ada cerita, anak dan bapaknya sama-sama follow akun aku. Jadi disitu dibilangnya bersatu,” ujar Tante Ernie.

Tante Ernie tidak mau sombong meski dipuji kaum pria di Indonesia.”Saya hanya ingin jadi diri sendiri dan menjadi ibu rumah tangga,” ujar Tante Ernie.

Sumber dari Merdeka.com, –

Covid 19 Inspirasi

Bagikan Sembako, Putri Wapres Dipuji Mensos Era SBY

Jakarta, Pilarbangsanews.com, — SETELAH program “Berbagi dan Harmoni” dari Relawan Jokowi atau RèJO dimulai sejak tanggal 17 April 2020 lalu, dipenghujung bulan Ramadhan ini mereka kembali membagikan paket sembako dihalaman pendopo menteri Sosial (Mensos) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid I, Bachtiar Chamsyah, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Tengerang Selatan, provinsi Banten.

Pembagian berupa 1.000 paket sembako dan 1.250 paket ikan kembung segar diserahkan secara simbolis kepada tokoh masyarakat di Setu oleh Ketua umum ReJO HM Darmizal MS, Dr. Hj. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin yang didampingi oleh Dr. KH. Bachtiar Chamsyah.

Dalam sambutannya, Bachtiar Chamsyah menyampaikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua umum RéJO dan Neng Siti Nur Azizah karena telah melakukan kegiatan berbagi disaat semua orang dalam kesulitan.

“Bahwa yang dilakukan oleh Azizah sungguh bernilai ganda. Selain melakukan sedekah yang sangat besar pahalanya dibulan Ramadhan yang penuh barakah, juga memperlihatkan satu kegiatan politik cerdas yang penuh manfaat bagi semua. Hadir untuk menyejukkan disaat orang kehausan dan membutuhkan, ini sungguh luar biasa,” kata Bacahtiar Jumat 22 Mei 2020.

Menteri Sosial era kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, melihat talenta kepemimpinan yang baik atas Azizah. Selain cantik dan berpendidikan tinggi, lanjut Bachtiar, Azizah juga tanggap dalam membaca peluang untuk merangkul hati rakyat.

“Sulit kita temui pemimpin muda seperti Azizah saat sekarang ini,” tambah Bachtiar Chamsyah.

Sementara itu, putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah menyampaikan terimakasih kepada HM. Darmizal yang begitu aktif memberikan dorongan dan bimbingan.

“Beliau abang dan senior saya yang sungguh baik dan saya bangga pada beliau,” kata Azizah.

Tak lupa dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada Bachtiar Chamsyah yang telah banyak memberikan berbagai pandangan dan nasehat.

“Beliau sudah seperti ayah saya sendiri. Sehingga saya tidak merasa sungkan jika satu saat butuh ilmu untuk bertanya kepada beliau. Dan alhamdulillah, beliau selalu ringan dalam berbagi dan menasehati,” ucap Azizah.

Ditambahkan Azizah, cita-cita pada visi misi politiknya yang begitu kuat untuk menjadikan Tangsel sebagai kota satelite Jakarta yang megah dan berkelas dunia.

“Semua potensi ada. Tinggal bagaimana kita mengelolanya agar harapan tersebut dapat terlaksana, yaitu dengan tata kelola pemerintahan yang innovatif dengan berbagai terobosan dan realistis. Kita pasti bisa jadikan Tangsel lebih baik dan lebih maju dalam segala hal,” ujarnya.

Ditempat yang sama Ketua umum ReJO Darmizal MS menyampaikan, apa yang dilakukan Siti Nur Azizah sungguh keberanian yang luar biasa dari seorang putri Wakil Presiden untuk mendatangi masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah hal paling nekat. Seperti masuk kesarang musuh yang sangat berbahaya namun tidak terlihat. Saya takjub atas keberanian Azizah. Dia mendatangi masyarakat tanpa protokol yang berlapis, dia egaliter dan merakyat. Semoga perbuatan baiknya berbuah kemanfaatan bagi masyarakat,” demikian Darmzial.

Inspirasi

La Nyala Academia dan Senator Fachrul Razi Bantu Korban Banjir Bandang di Aceh Tengah

Takengon, pilarbangsanews.com,–– La Nyalla Academia bersama Senator Fachrul Razi, anggota DPD RI asal Aceh menyalurkan bantuan Banjir Bandang di Aceh Tengah, Kamis (21/05/2020). Kehadiran tim dan spanduk bertuliskan Bantuan dan Program Sosial Bencana Banjir Bandang di Aceh Tengah, awalnya menarik perhatian publik karena yayasan La Nyala Academia merupakan sebuah yayasan sosial yang didirikan oleh A. La Nyala Mattalitti yang saat ini menjabat sebagai ketua DPD RI.

“La Nyala Dikenal tokoh yang sangat kuat beribadah dan dermawan bagi masyarakat miskin, Alhamdulillah beliau mau menyisihkan dana nya untuk disumbangkan kepada masyarakat korban banjir bandang dan dampak covid-19 di Aceh Tengah,” jelas Fachrul Razi.

Senator Fachrul Razi tercatat sebagai anggota DPD RI asal Aceh yang aktif bersuara di media, dan sejak bencana banjir bandang, telah beberapa kali menurunkan bantuan sembako di Aceh Tengah. Sejak Kamis hingga Jumat ini, tim relawan peduli banjir bandang yang dibentuk Senator Fachrul Razi mengunjungi rumah-rumah warga guna membagikan langsung bantuan kepada masyarakat korban bencana banjir bandang.

Bantuan tersebut dibagikan dititik terparah banjir dan tanah longsor Desa Paya Tumpi, Kec. Kepayakan. Melalui perwakilan tim Senator Fachrul Razi dilokasi, sejak Kamis (21/5/2020) tim telah menyalurkan langsung bantuan Paket Ramadhan terhadap masyarakat miskin korban banjir bandang,

“Paket yang kita salurkan berupa beras, sirup serta kebutuhan lainnya,” ujar ketua tim lapangan Mustawa Agustina.

Saat ini menjelang H-2 Idul Fitri belasan Kepala Keluarga (KK) korban bencana musibah banjir bandang di Kampung Paya Tumpi Baru dan Kampung Paya Tumpi Induk masih bertahan di posko pengungsian. Selain belum ada instruksi dari pemerintah setempat untuk kembali ke rumah masing-masing, para korban khawatir karena cuaca masih diguyur hujan.

Senator Fachrul Razi mengatakan bahwa saat ini dirinya masih fokus pada bantuan darurat korban banjir bandang berupa pembagian sembako, namun diri nya yang juga pimpinan komite I DPD RI akan memperjuangkan di Senayan Jakarta terhadap kerusakan fisik akibat bencana Banjir Bandang. “Kami akan berusaha memperjuangkan agar pemerintah membantu memperbaiki insfrastruktur yang rusak karena bencana banjir bandang,” tutup Fachrul Razi.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah banjir bandang melanda Kampung Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (13/05/2020) sekira pukul 15.30 WIB. Lokasi terjadinya banjir masih dalam kawasan Kota Takengon serta daerah padat penduduk sehingga diperkirakan puluhan rumah terimbas serta beberapa diantaranya dilaporkan rusak.

Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 14.00 WIB, menyebabkan munculnya air bah dari kawasan Singah Mata, atau sekitar satu kilometer dari Kampung Paya Tumpi Baru. Bahkan banjir bandang tersebut, sempat merendam sejumlah rumah warga di beberapa kampung di kota dingin itu. (RLS/Red)

Inspirasi

Bocah Rizal Penjaja Gorengan “Sengsara Membawa Nikmat” Setelah Videonya Viral

Luar biasa anak ini, namanya Rizal berumur sekitar 10 tahun. Mengalami pengalaman yang tak sedap untuk bocah seusianya. Dia dibullying oleh remaja saat berjualan kue. Ditempeleng, lalu kemudian dibanting hingga terjatuh ke trotoar. Sepeda yang dia gunakan untuk berjualan kue, dipaksa jatuh sehingga kue berserakan.

Dia tak menangis, hanya ucapan minta ampun terdengar di mulutnya agar si penganiayaan mengakhiri persekusinya.

Semakin dia berucap minta ampun karena ketakutan, remaja yang lain tambah semangat untuk memersekusi Rizal. Dia ditampar kemudian dibanting. Akibat bantingan itu, dia tersungkur dan jatuh jungkir balik.

Video aksi perundungan anak yang bernama Rizal ini diunggah oleh akun instagram atas nama ndorobeei.

36.400-an orang memberikan like video Rizal itu. Hingga menjadi viral.

Dikutip dari media Tribune.com, tak banyak yang tahu, ternyata Rizal sempat meminta video viral itu dihapus agar ibunya tidak sedih setelah melihat video itu.

Rizal, akrab dipanggil Momo setiap hari berkeliling dengan sepeda bututnya menjajakan “jalangkote” (semacam pastel). Tanpa malu, tanpa segan, setiap hari dia membantu sang ibu berjualan dengan sepeda bututnya.

Pengakuan Dahlia Sang Ibu

Dahlia (39) Ibu Rizal (12), bocah yang menjadi korban bully, yang videonya viral di dunia maya, mengatakan bahwa anaknya berjualan jalangkote sejak setahun lalu.

Dahlia mengungkapkan jika anaknya biasa membawa pulang uang Rp 10 ribu sehari dari hasil jualannya.

Kemudian uangnya diberikan ke ibunya agar membelikan popok untuk adiknya, yang baru berusia satu bulan.

Rizal sudah sering di-bully. Namun dia tak pernah mengeluh. Bahkan dia tidak cerita pada ibunya. Dia memendam semuanya sendiri.

Video bullyan itu viral.
Para relawan bergerak, para nitizen menggalang dana, terkumpul duit untuk mengganti sepeda Rizal. Kini Rizal telah punya sepeda baru. Dia bisa berjualan dengan lebih tenang lagi. Tanpa khawatir ada yang menganggunya.

Si pelaku penganiayaan kini berurusan dengan pihak yang berwajib. Pelaku adalah seorang pegawai honorer sebuah perusahaan out sorcing yang melakukan kontrak dengan PT PLN.

Diundang Gubernur

Peristiwa yang menimpa Rizal banyak menuai simpati dari berbagai pihak. Siapa sangka, kejadian itu membawa Rizal bertemu langsung dengan orang nomor 1 Sulsel, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Rizal juga dapat hadiah motor listrik dari guru besar Unhas.

Foto; Rizal dan Gubenur Sulsel ketika mamasuki rumah dinas Gubenur

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah membrikan Beasiswa pendidikan Rp 500 ribu per bulan kepada anak pasangan Muzakkir dan Dahlia ini.

“Saya secara pribadi memberikan beasiswa untuk tiga tahun, sebulan dikasih lima ratus ribu. Terus ada motor, motornya itu motor listrik, tentu mungkin belum bisa pakai motor. Jadi mungkin bapaknya atau ibunya bisa gunakan, dan masih banyak lagi yang lain,” ungkap Nurdin Abdullah usai menerima Rizal murid kelas 5 SD ini, di Gubernuran, Selasa, (19/5/2020) seperti yang diberitakan Kilometer40.com .(****)

. Inspirasi

Mirip Kandang Ayam Kampung, Disinilah Pak Tugirin Hari-hari Menjalani Sisa Hidupnya

SIMALUNGUN, pilarbangsanews,– Miris! Hanya itu yang bisa menggambarkan kehidupan pria bernama Tugirin ini. Hidup pria berusia 65 tahun yang tinggal di Huta 9 Pasar III, Nagori Naga Jaya 1, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumut ini, sangat memprihatinkan.

Dia tinggal di rumah yang mirip dengan kandang Ayam kampung, ukuran 2x2M. Dinding rumah pak Tugirin plastik bekas reklame.

Tonggak atau tiang sudut dari tempat kediaman pak Tugirin, terdiri kayu ring 4x6Cm dengan tinggi sekitar 1 Meter. Tapi lantainya terbuat dari bambu yang telah dibelah.

Tempat tinggal yang dihuni Tugirin juga jauh dari kata layak, bahkan meski untuk disebut sebagai gubuk.

Chairuddin, seorang warga setempat mengatakan, Tugirin sudah tinggal sebatangkara selama bertahun-tahun di loasi tersebut. Namun, meski kondisi kehidupannya sangat memprihatinkan, belakangan Tugirin dicabut dari daftar penerima bantuan pemerintah.

“Contoh, terkait program BLT Dana Desa, pemerintah menyebutkan bahwa sasaran penerima adalah keluarga miskin non Program Keluarga Harapan (PKH) atau masyarakat yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), tapi bapak ini malah dicabut namanya,” katanya.

Ia menjelaskan, Tugirin pernah terdaftar pada Program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sekitar delapan tahun lalu. Namun, setelah namanya dicoret dari daftar penerima, Tugirin akhirnya hanya berharap pemberian dari belas kasihan tetangga untuk bertahan hidup.

Usia yang tak lagi muda membuat Tugirin sering sakit. Pria itu pun tak bisa berbuat banyak untuk menopang hidup setelah menderita sakit pada kakinya.

“Itu kartu sudah nggak laku, 8 tahun yang lalu. Saya pastikan saja, kalau itu benar nama Tugirin,” jelas Chairuddin Jumat (8/5/2020) siang.

Hermansyah (49), warga lainnya tetangga Tugirin mengatakan, sudah bertahun-tahun warga setempat memberikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan lainnya.

“Saya tidak tega melihat kondisi Kakek Tugirin yang memprihantinkan, dan terkadang kelaparan, ungkapnya.

Hermansyah juga menyinggung pemberian BLT Dana Desa yang dirasa kurang tepat di desa mereka.

“Harusnya sasaran penerima BLT paling utama tentu saja keluarga miskin non PKH atau penerima BPNT, tapi ini malah, saya dapat kabar, kalau nomor urutan 48 penerima BPNT adalah istri seorang perangkat desa. Kami tau persis kehidupan ekonominya sangat berkecukupan dan mapan,” ucapnya Jum’at (8/5/2020) sore.

“Kakek Tugirin sangat membutuhkan bantuan secara ekonomi dan kesehatan dari pemerintah. Apalagi sejak mewabahnya Covid-19, warga pun sudah serba kekurangan dan terkadang lupa memberikan makanan kepada Kek Tugirin, sehingga dia sering kelaparan,” bebernya.

Ia berharap, Pemkab Simalungun melalui pihak kecamatan maupun nagori bisa memprioritaskan bantuan, terutama BLT Dana Desa, yang saat ini sedang disalurkan Kementerian Sosial, diberikan kepada Tugirin.

“Kita ketahui salah satu kebijakan pemerintah saat ini adalah memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Namun faktanya, sampai saat ini warga tidak ada menerima,” katanya.

“Kami di sini bukan mau minta-minta. Justru kami mendoakan agar Kakek Tugirin cepat-cepat dibantu. Warga miskin harus diberi bantuan dan jangan ditelantarkan, agar kita tetap semangat dalam situasi wabah Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, pejabat di Kantor Camat Bandar Huluan, Masrah SH, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp belum memberikan penjelasan. (age)

Resource metro24jam.com

Inspirasi

Cerita Polisi Provost Bukittinggi dengan Pak Tua Penjual Sapu Lidi

Bukittinggi, PilarbangsaNews.com, —

Nofri Matri Aldi DSD, saya lihat di akun Facebooknya, dia berprofesi sebagai seorang polisi bertugas di kesatuan Provost Polres Bukittinggi.

Saya tertarik membaca postingan yang di unggah di laman Facebooknya hari ini. Dalam TS tersebut polisi Provost Polres Bukittinggi ini bercerita tentang seorang penjual yang menjajakan Sapu Lidi.

Silahkan anda baca, ini postingan pak polisi provost tersebut, tidak saya tambah maupun saya edit. Sepenuhnya utuh saya copy paste;

Dari kejauhan saya lihat bapak yg jual sapu lidi ini berjalan agak tergopoh2..trus bapak ini langsung saya panggil dengan maksud akan membeli sapu lidinya..sudah niat dihati untuk membeli sapu lidi bapak ini tanpa menawar..sempat saya tanya..”dari mana jalan tadi pak “kata saya..trus bapak ini menjawab”dari kubang putih nak “..sambil berkata dalam hati “ya allah jauhnya lagi kalau untuk seumuran bapak ini “sambil berucap dalam hati..trus saya tanya lagi “dirumah ada berapa orang pak”..”lima orang nak”jawab bapak ini..sambil pegang sapu lidi bapak tersebut saya bertanya terus “ini sapu bapak yg bikin pak” jawab si bapak “bukan nak saya beli dipasar dengan modal rp 8.000 trus saya jual rp 12.000 ribu nak” saya lihat sapu yg dibawa itu kira2 10 buah..kalau laku semua berarti bapak ini mendapat untung rp 40.000 ribu..pertanyaan saya dalam hati..apakah cukup dengan uang rp 40.000 ribu bapak ini untuk menghidupi keluarganya yg jumlah 5 orang..tanpa pikir panjang saya langsung beli sapu lidi bapak ini sambil bilang..”ini pak saya ambil satu sapu lidinya dan kembaliannya silahkan beli beras ya pak”(maaf bukannya riya ya) ..saya lihat wajah bapak ini agak terharu sambil bilang”makasih banyak ya nak mudah2 an rezeki anak bertambah terus “kata si bapak..trus saya aamiin kan..
Pelajaran yg dapat saya ambil dari si bapak ini adalah semangatnya yg tidak pernah pudar dalam mencari nafkah walaupun sudah agak renta Sebab dalam Islam bekerja merupakan ibadah. Seorang muslim dilarang untuk meminta-minta. Mereka diwajibkan mencari nafkah..ini cerita pagi ku..mana cerita pagi mu.

Setelah postingan itu saya baca, saya lihat lagi laman Facebook pak polisi Nofri Matri Aldi DSD ini. Ada foto dia bersma seorang wanita. Berat dugaan saya wanita yang di foto itu dia bersama istrinya. Mereka berfoto dengan latar belakangan Ka’bah.

Bertambah salut saya degan bang Nofri ini karena walaupun pangkatnya hanya baru bintara, tapi bang Nofri sudah kembali dari menunaikan ibadah Umrah bersama istrinya tercinta.

Dari kisahnya diatas, tak heran lah bang Nofri bisa seperti itu, maksudnya bisa menunaikan ibadah Umrah. Salah satu mungkin karena bang Nofri dalam keseharian sering bersedekah, memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Diluar nalar dan logika manusia ternyata sedekah sesungguhnya dapat menambah reski yang tak diduga duga. Mantap bang Nofri. Lanjutkan….(****)

. Inspirasi

Dr Lifftizia Effif, Bikin Saudara dan Teman Ayahnya Nangis

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, —

“Saya adalah orang yang telah banyak menghadapi berbagai penderitaan hidup. Banyak ujian dan rintangan yang telah saya jalani. Mungkin itu membuat sensitifitas didalam diri saya sudah menipis. Bisa disebut saya tak punya perasaan lagi, ” kata DR dr Effif Syofra Tripriadi SpB(K)ONK kepada Yuharzi Yunus redaktur Pelaksana Pilarbangsanews.com, lewat aplikasi whatsapp.

Namun ketika ingat dengan putri bungsunya nun jauh di Pulau Kalimantan sana, ada rasa cemas dihati.

Sibungsu bernama Dr Lifftizia kini bertugas di sebuah Puskesmas di Pontianak, Kalimantan Barat.

Sibungsu adalah salah seorang dari cucu dari Dr M Jamil yang namanya diabdikan sebagai nama RSUP Dr M Jamil Padang.

Bunda dari Dr Lifftizia bernama dr Laksmi atau istri dari Effif adalah anak kandung dari Almarhum Dr M Jamil.

Sementara Effif Syofra Tripriadi sendiri adalah doktor yang menjadi dokter super spesialis bedah Cancer. Kini dia menjabat sebagai Kepala Instalasi Bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Dia bercerita tentang putri bungsunya itu. Sang putri bersma teman – temannya merilis sebuah video nyanyi bersama para dokter di Pontianak, vidoe itu mereka dedikasikan untuk para pahlawan covid-19 yang telah gugur dan yang kini sedang berjuang menghadang pendemi Covid- 19.

“Ezi…., ini vidio anak ambo, adik-adik dan kawan-kawan ambo terharu bahkan sampai menangis mendengar nyanyi itu,” kata Effif kepada Yuharzi Yunus yang dia panggil dengan sapaan Ezi.

Baca juga;

TEC Ajak Ormas Islam Lampung Selatan Lawan Covid-19

Peduli Covid-19, PT HPA Indonesia Serahkan 100 Pouch Obat Herbal

.

Berikut video yang dimaksud;

“Pak dokter ndak sedih nonton video itu?” tanya redaktur kami.

” Kalau dibilang ndak, ya enggak mungkinlah, namanya orang tua kepada anaknya. Tapi saya tetap pesankan kepada si Adek, safety untuk diri jangan sampai lupa saat manolong pasien..maksudnya pakai APD (Alat Pelindung Diri),” Ungkap Effif berpesan pada sang putri bungsu yang akrab disapa Adek itu.

Selain video, dokter Effif juga mengirimkan sebuah foto, berikut fotonya;

Ini foto waktu ambo bersama sibunda (sang nyonya= dr Laksmi Jamil) menghadiri Sumpah dokter sibungsu…

Kalau foto itu di zoom ada selempang tertulis “Cumlaude“. Si bungsu bikin air mata ayahnya menggelinang dan jatuh menetes mendangar nama putrinya diumumkan sebagai dokter yang memperoleh predikat Cumlaude, di Universitas TriSakti.

Effif tak manyangka, putri bungsunya yang jauh dari orang tua, belajar sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan itu ia memperoleh nilai cumlaude. ” Ini yang mambuat kami terharu hingga meneteskan air mata,” kata Effif.

Tak Tampak

Menurut Effif, disaat pendemi wabah covid-19 sekarang, dengan mata kepala, kita tidak bisa
menentukan siapa orang yang sudah terpapar virus Covid-29. Bisa jadi seseorang sudah terpapar tapi tanpa gejala. Ini harus diwaspadai lebih lebih oleh seorang tenaga kesehatan.

Sebab setiap yang datang berobat ke fasilitas rumah sakit, puskesmas atau kliknik sebagai tenaga kesehatan kita harus memberikan pelayanan.

Jadi kami yang bekerja di fasilitas kesehatan itu, mulai dari dokter perawat sampai kepada cleaning service dan sopir ambulans, satpam, punyo resiko tinggi terhadap kemukiman terpapar virus Covid-19 dari pasien yang dilayani. Apalagi kalau bertugas dikota atau di daerah yang tingkat mobilisasi penduduknya tinggi. Kemukiman terpapar itu semakin besar.

Apakah kami harus menolak pasien yang datang?

Tentu saja tidak, karena itu kepada masyarakat, Effif mengharapkan agar dapat mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak keluar rumah, atau melakukan social distancing dan physical distancing. Kalau pun terpaksa harus keluar jangan lupa pakai masker dan sering cuci tangan.

Dengan demikian berarti kita telah menjaga diri dan orang lain dari terpapar virus Covid-19 ini,” kata Effif menyudahi pesan whatsapp nya.(****)

Baca juga ;

DR dr Effif Syofra Tripriadi SpB(K)ONK Kepala Instalasi Bedah RSUD Arifin Achmad Itu Dulu Pimpinan Puskesmas Pasar Kuok Pesisir Selatan

Inspirasi

Sekilas Tentang Kisah Cinta Bung Hatta

Bung Hatta, rekan seperjuangan Bung Karno ini berprinsip tak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Ia bertekad untuk fokus menuntut ilmu semasa dirinya menjadi mahasiswa di Belanda. Sekalipun banyak perempuan cantik yang kagum akan kharismanya, Hatta muda tetap teguh pada pendiriannya.

Ia yakin bahwa pendidikan yang sedang ia tempuh merupakan pondasi baginya dalam melepaskan Indonesia dari belenggu penjajah. Prinsip hidup Hatta muda itu nyatanya pernah menenggelamkan kisah cintanya dengan seorang perempuan cantik bernama Anni, anak Teuku Nurdin, penerjemah pemerintah Nangroe Aceh Darussalam.

Anni bukan perempuan biasa. Ia adalah seorang nasionalis, aktivis perempuan yang juga ikut andil dalam Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung. Keduanya lantas menjalin kasih hingga sudah bertunangan. Benar adanya bahwa jodoh tak dapat ditawar. Hatta dan Anni memutuskan untuk berpisah dan tak berjodoh hingga ke pelaminan.

Anni kemudian menikah dengan kawan dekat Bung Karno, Abdul Rachim. Dari pernikahan tersebut Anni dikaruniai dua orang putri, Rachmi dan Titi.

Rencana Tuhan sungguh tak dapat disangka manusia. Selesai menempuh pendidikan di Rotterdam, Belanda, Bung Hatta kembali ke Indonesia. Ia bertemu kawan-kawan seperjuangan demi menyusun rencana untuk merebut kemerdekaan Indonesia tercinta. Setelah Indonesia merdeka, Bung Hatta menambatkan hatinya pada seorang perempuan yang tak disangka-sangka, Rachmi.

Ya, Bung Hatta jatuh cinta pada anak pertama dari mantannya, Anni. Bung Hatta mengungkapkan niatnya untuk meminang gadis pujaannya kepada sang sahabat, Bung Karno. Demi cinta sang sahabat, Bung Karno dengan ditemani R. Soeharto mengunjungi keluarga Anni dan melamarkan Rahmi untuk Hatta.

Terkejutkah Anni saat kunjungan itu? Tentu saja! Bagaimana tidak, lelaki yang dulu memutuskan kisah cinta dengannya kini justru melamar putrinya. Terlebih usia Bung Hatta dan putrinya terpaut cukup jauh. Bung Hatta kala itu berusia 43 tahun dan Rachmi baru menginjak usia 19 tahun.

Bung Hatta tak ubahnya seperti om atau bahkan ayah bagi Rachmi. Anni menyambut lamaran tersebut dengan sebuah jawaban, “Perbedaan usia Yuke (sapaan untuk Rachmi) dan Bung Hatta terlalu jauh”. Ia kemudian meminta waktu untuk berdiskusi dengan anak perempuannya tersebut sebelum menjawab lamaran.

Sebelum berpamitan, Bung Karno kembali meyakinkan Anni, “Hatta orang yang baik. Ia pemimpin yang baik dan ia adalah teman baik saya sendiri.” Bung Karno juga menutup kunjungannya dengan berpesan pada sang calon, Rachmi, “Dia laki-laki yang baik dan berprinsip tinggi. Yakinlah kamu tidak akan kecewa.”

Bung Karno ternyata mak comblang yang dapat diandalkan. Keluarga Anni memutuskan menerima lamaran Bung Hatta untuk anak mereka, Rachmi. Keduanya menikah pada tanggal 18 November 1945 di Bogor. Bung Hatta menepati janjinya pada Indonesia; pantang menikah sebelum merdeka.

Kisah cinta Bung Hatta tak berhenti di situ saja. Mahar yang ia berikan pada Rachmi sungguh istimewa. Sebuah buku berjudul Alam Pikiran Yunani. Buku itu ia tulis ketika ia diasingkan di wilayah Digul sekitar tahun 1934. Rachmi memahami bahwa buku dan Hatta ibarat kepingan koin; selalu bersama dan bersisian. Rachmi tak heran juga bahwa suaminya terkenal di Jepang dengan sebutan Gandhi dari Jawa.

Hatta dan Rachmi tumbuh bersama sebagai pasangan yang saling mencintai. Keduanya dikarunia tiga orang anak perempuan. Hatta memang tak banyak bicara.

Tapi, ia selalu menunjukkan cintanya dengan perilaku terhadap Rachmi. Saat istrinya akan melahirkan anak pertama, Hatta masuk ke ruang bersalin dengan membawakan istrinya sepotong sandwich buatannya. Ia bahkan selalu memastikan bahwa istri dan anaknya bebas dari terpaan terik matahari saat berada di dalam mobil.

Bung Hatta telah menepati janjinya. Janji pada ibu pertiwi dan janji pada Rachmi untuk menjadi laki-laki sejati.

_Mohammad Hatta. Dok: Laman Wapres RI. Sumber: Noer, Deliar. (2012). Mohammad Hatta: Hati Nurani Bangsa. Jakarta: Buku Kompas._

Baca juga:

Fraksi Partai Demokrat DPRD Pessel Tak Setuju Dana Pembangunan Masjid Terapung Painan untuk Covid-19

Hendrajoni; Perantau yang Pulang Wajib Isolasi Mandiri

Inspirasi

Kisah Yudhi Tukang Cuci Mobil Sayang Pada Ibunya….

Dua foto diatas adalah unggahan di laman Facebook Wardi Milano. Sepintas kalau tidak kita baca narasi yang menyertai foto itu kita tidak tahu bahwa foto itu mengandung sebuah cerita yang perlu diteladani dan menyentuh perasaan kita bila membacanya.

Wardi Milano menulis judul tulisan di foto itu dengan ;
“Kita Harus Bilang Apa 😢😭
Syurga Itu Ditelapak Kaki Ibu”

Wardi memulai tulisannya dengan ;

Sosok Anak Yang Luar Biasa
Yudhi panggilannya, sehari hari saat ini bekerja di pencucian Kerta Bumi Lukah Pandan Kota Solok, waktu Yudhi kelas 2 SD ayahnya meninggal, sejak saat itu kesehatan Ibunya menurun sampai lumpuh, Yudhi sebenarnya punya saudara perempuan, tapi kakaknya semenjak menikah ikut suami, maka Yudhi si anak Hebatlah yang merawat ibunya, Yudhi asal Solok Selatan ini memboyong Ibunya kemana ia bekerja, sekarang dia dan Ibunya tinggal di pencucian Kerta Bumi dengan kebaikan pemilik pencucian Yudhi dan Ibunya dikasih tempat tinggal ditempat Yudhi bekerja, kondisi Ibunya yang lumpuh saat ini, setiap buang hajat dan mandi Yudhi menggendong Ibunya, kau luar biasa Yudhi.

Di saat sebagian kita mengabaikan Ibu kita, jarang menjenguk dengan alasan sibuk.
Seberapa pun kita mengaku orang Hebat , orang kaya, orang pintar, kalau belum bisa kita seperti Yudhi maka jangan bilang kita sayang sama Ibu kita.

Yudhi,,,, Kamu Hebat, tulis Wardi lebih lanjut.
Kamu luar biasa, Insya Allah Syurga terbuka lebar untukmu karena baktimu kepada Ibumu.

Kisah Yudhi melayani ibunya tentu pelajaran buat kita semua.

Sayangilah orang tua selagi masih ada, jangan pernah kita sia-siakan.

Yudhi dia tidak sekolah tinggi, seperti kebanyakan kita yang Beruntung, tapi jangan kita anggap dia rendah dari kita, karena Disisi Allah Subhanahu Wata ‘Ala bisa jadi Yudhi lebih tinggi derajatnya.

Diakhir bincang-bincang kami bersama Yudhi. Begini kata Yudhia : Saya tidak akan pernah sia-siakan Ibu saya, karena saya ada karena Ibu saya, tapi satu yang saya takutkan : Ketika Allah Subhanahu Wata ‘Ala lebih dulu memanggil saya daripada Ibu saya, Yudhi khawatir nanti siapa yang akan menjaga Ibunya….

Wallahu A’lam Bishawab….

Tulisan WARDI MILANO ini di akun Facebook nya bakal viral karena saat kami mengutip tulisan ini sudah ada sekitar 500an yang memberikan likenya.

Baca juga ;

Antisipasi Corona, di Pesisir Selatan Para Pelajar Dirumahkan

Inspirasi

Disukai Lebih Dari 5 Juta Facebooker, Foto Paling Viral di Indonesia

Batang Kapeh, Pilarbangsanews.com, –– Anda seorang facebooker? Suka posting-posting foto di FB, secantik apapun foto anda itu paling di like oleh teman anda tak lebih dari 1500 orang. Itu kalau anda seorang artis dikampung anda. Kalau saya foto pribadi saya, paling banyak trima like dari teman Facebook saya belum pernah lebih dari 500. Tapi yang sering saya alami dibawah 50. Padahal teman sudah mencapai 2500 orang.

Foto diatas yang telah di sukai 5 juta facebooker di Indonesia, dan jutaan komentar.

Siapa cewek di foto itu? Sayang tidak ditulis oleh yang membagikannya. Cuma ditulis dalam bahasa Jawa inilah anak yang viral dari Tulung Agung. Sekolahnya di SMK.

Sampai saya melihat foto itu, facebooker yang meberikan Like tak henti hentinya begitu juga komentar. Yang membetikan komentar pun beragam level usianya.

Diantara komentar yang ada, diketahui cewek ini, tidak malu malu berselfie dengan Ayah-nya seorang satpam dengan sepeda ontel yang dia pergunakan sebagai transportasi ke sekolah.

Kebanyakan para ibu ibu muda yang komentar membrikan semngat kepada si cewek, semngat nak, semoga kamu berhasil kelak.

Ada juga yang mendoakan di cewek kelak jadi bupati di Tulung Agung… (****)

Ini foto cewek anak SMK di Tulung Agung Jawa Timur